
riko mendiamkan iren karna rasa cemburunya... walaupun mario adalah sahabatnya, namun tidak mengaruh, melihat istrinya memeluk mesra mario membuat riko kesal dan memilih mendiami iren. ia sibuk dengan berkasnya membiarkan iren duduk kebosanan di sofa. sesekali riko melirik isrtinya yang sudah bosan.
"suami... apa pekerjaanmu masih lama?" tanya iren
"ya.."
iren memanyunkan bibirnya mendengar jawaban riko "aku bosan.. kita keluar saja ya" kata iren
"aku sibuk"
"kau kenapa..?" tanya iren yang merasa riko bersikap dingin padanya
"kau pergi saja sendiri... aku sedang sibuk, kau punya kaki, jangan manja" kata riko membuat hati iren sakit mendengarnya.
"kenapa di berbeda" batin iren. hormon kehamilannya membuat iren begitu cengeng
riko tak tega melihat wajah istrinya yang sudah memerah menahan tangis, namun egonya sangat tinggi.
"baiklah.. aku pergi sendiri. maaf menganggumu" kata iren lirih
"ya.."
lagi lagi balasan riko. membuat iren merasa kecewa.. padahal ia sangat ingin pergi dengan suaminya, tapi riko malah bersikap acuh padanya.
ceklek...
dilihatnya iren sudah keluar dari pintu ruangan riko. "huhhhh...... sialan, kenapa aku jadi justru membuatnya sedih" gumam riko
riko mengambil ponsel dan menghubungi seseorang untuk menjaga istrinya dari kejauhan.. agar iren merasa nyaman dan tidak takut.
iren berjalan untuk keluar kantor... banyak karyawan yang menyapanya ramah.. ada juga yang menatapnya tak suka. atau iri karna menjadi istri dari sang boss.
"begini rasanya menjadi seorang istri pengusaha sukses... lebih banyak yang tidak suka dan ingin menjatuhkan" gumam iren
ddrrrrtttttt..
"aku ingin kita bertemu dan bebricara, ini masalah kematian orang tuamu, temui aku di sebuah taman dekat kantormu segera"
begitulah isi pesan yang didapatkan iren dari no yang tak dikenalnya..
"mama,papa... ada apa dengan kematian mereka" batin iren
uren yang merasa penasaran dengan pesan tersebut berjalan cepat ke arah taman yang terletak di dekat kantor riko... belum iren menyebrang jalan toba tiba sebuah motor melaju kencang ke arahnya dan orang yang berboncengan itu mendorong iren hingga terdorong keras.
AAAAKHHH....
"sakit..." pekik iren menyentuh perutnya yang terasa begitu sakit.
satpam yang melihat kejadian itu langsung berlari ke arah iren dan segera menghubungi bossnya...
"bertahan nyonya.." ucap satpam tersebut
"to...long pak" lirih iren
riko yang mendapat kabar jika istrinya kecelakaan di depan kantornya langsung berlari, membuang berkas berkas yang berada ditangannya... berlari sekuat tenaga dengan keringat bercucuran.
mario yang juga mendapatkan kabar tersebut merasa terkejut dan segera berlari keluar kantor..
"DIMANA ISTRIKU.." teriak riko menarik kerah baju satpam yang menghubunginya
"nyo...nyonya diabawa ke rumah sakit tuan." ucap satpam tersebut dengan rasa takutnya
riko langsung lemas terduduk di trotoar jalan.. matanya memerah memikirkan keadaan istrinya yang sedang mengandung.. apa lagi darah yang berada di tempat kejadian membuat riko semakin takut.
"siapa yang membawanya ke rumah sakit?" tanya mario
"seorang yang berbadan kekar tuan" ucap satpam
"itu pengawal yang aku suruh menjaga iren dari jarak jauh" lirih riko
"kita ke rumah sakit sekarang" ucap riko langsung berlari ke arah mobilnya dengan cepat, tak perduli dengan teriakan mario yang memanggilnya berulang kali.
"sayang maafkan aku"
"bertahanlah sayang"
dengan kecepatan penuh riko membelah jalanan... tak perduli dengan lampu merah.. yang jelas ia harus sampai dirumah sakit menemani istrinya..
•••
dirumah sakit iren sudah ditangani dengan dokter... saat dibawa kerumah sakit, iren sudah tidak sadarkan diri.
riko sampai di rumah sakit dengan panik dan juga tergesa gesa...
pengawalnya sudah menghubungi riko jika sang istri berada di ruang gawat darurat.
"AKU SUDAH MENYURUH KALIAN MENJAGA ISTRIKU ,TAPI KENAPA ISTRIKU BISA CELAKA HAH" bentak riko pada pengawal istrinya
"maafkan kesalahan kami tuan... kami lalai dalam menjaga nyonya" ucap pengawal menundukan kepalanya
"maaf apa katamu hah... istriku terluka, disana ada nyawa anakku, kalau sampai terjadi sesuatu dengannya, aku akan membunuh kalian" ucap riko
"maafkan kami tuan... kami menemukan ponsel nyonya tergeletak di trotoar jalan. dan kami melihat telpon masuk dari seseorang yang tak dikenal karna tidak ada nama tuan" ucapnya membuat riko curiga
dengan cepat riko merampas ponsel milik istrinya dan melihat semua panggilan masuk serta pesan yang terkhir kali diterima sang istri.
rahang riko mengeras saat membaca pesan dari no asing yang sengaja menyuruh istrinya ke taman...
"aku akan membalasmu..." batin riko
"rik... bagaimana keadaan istrimu?" tanya mario yang baru saja sampai di rumah sakit
"entahlah... dokter belum keluar juga sampai sekarang" lirih riko
"sabarlah... istrimu pasti baik baik saja" kata mario
"ini semua salahku, jika saja aku tidak kesal padanya, semua tidak akan terjadi" ucap riko dengan mata memerah