SUDDEN MARRIAGE

SUDDEN MARRIAGE
memulai permainan



riko memeluk erat istrinya... terlihat jelas ketakutan dan juga kesedihan. tubuhnya bergetar hebat. entah apa yang terjadi sebelum riko datang menemui iren ,keadaan istrinya menjadi kacau seperti ini.


"maafkan aku sayang... " ucap riko mengecup beberapa kali kening iren.


"mereka jahat padaku... mereka bilang kau membuangku" kata iren menangis dipelukan riko.


"siapa bilang begitu hmmm... katakan" ucap riko dengan wajah yang sudah memerah menahan amarahnya.


"katakan siapa yang berkata seperti itu padamu" teriak riko mengguncangkan bahu iren


"gi...gisel"


1 nama yang disebut iren membuat riko mengepalkan tangannya, mengertakan giginya dengan nafas yang tak nentu.


iren tersadar saat riko berteriak dan meninggalkan sendiri dijalanan karna riko dirinya menjadi seperti ini, dihina untuk kesekian kalinya.


"kenapa..?" tanya iren melepas pelukannya pada riko


"kenapa apa?" tanya riko bingung


"kenapa kau meninggalkan aku, kenapa kau tega padaku rik, kenapa kau memarahiku, membentakku, kenapa?" iren menangis tersedu dan sedikit menjauhkan dirinya dari riko.


"maaf.. aku hilang kendali, aku takut saat melihatmu menyebrang tadi" lirih riko


"tapi setiap ucapanmu menyakitiku rik... maaf jika aku selalu menyusahkanmu" ucap iren


"apa sih sayang... jangan bilang apapun ,kita pulang sekarang" ajak riko menuntun iren masuk ke dalam mobil


dalam perjalanan hanya ada keheningan... iren enggan untuk menatap riko dan memilih memperhatikan jalan.


riko sesekali melirik istrinya, ia sangat tau jika iren sedang marah atau lebih tepatnya kecewa padanya.


sampainya di rumah iren langsung keluar dan masuk ke dalam rumah tanpa menunggu riko terlebih dahulu.


"kalian membuat istriku menderita... bersenang senanglah sebentar lagi, aku akan membuat kalian menjadi pengemis di jalanan" batin riko


segera riko mengeluarkan benda pipih untuk menghubingi orang orangnya..


"tunggu aku di rumah lama istriku, kita buat dia menyesal telah mengganggu keluargaku" ucap riko pada seseorang disebrang telpon.


"baik boss.."


•••


tak butuh waktu lama bagi riko untuk sampai di kediaman lama istrinya. dimana kehidupan sang istri dibuat menderita di dalam rumahnya sendiri. kini kesabaran riko sudah tidak bisa ditahan lagi.


BRAKKKKK...


riko menyuruh anak buahnya untuk mendobrak pintu rumah tersebut.


"tu...tuan riko" ucap gisel terbata bata dengan keringat bercucuran.


"nak riko.. mari duduk, mama sangat senang kedatangan calon mantu di rumah ini" ucap yulia tanpa mengenal takut


"calon mantu?, maksud anda apa?" tanya riko dengan tatapan dingin dna duduk di kursi yang sudah disediakan orang orangnya.


"begini nak, kenalkan dia putri ku satu satunya... dia ingin mengenal nak riko lebih dekat, mama tau kalau nak riko sudah menikah dengan iren, tapi ank riko sudah membuangnya kan?" ucap yulia.


gisel menceritakan pertemuannya dipinggir jalan dengan iren kepada yulia...


"maaf saya tidak punya mama seperti anda.. dan lagi siapa yang mebuang iren?" kata riko


"cukup bermain mainnya nyonya yulia... saya kemari ingin mengambil hak istri saya sebagai pemilik sah perusahaan dan juga rumah yang anda miliki" ucap riko


"a...apa maksud anda tuan, ini adalah rumah warisan suami saya, diberikan pada saya istrinya" kata yulia gugup.


"aku tidak peduli, walaupun semua adalah warisanmu ,tapi kalian berhutan pada perusahaanku, harta yang kalian miliki tidak akan cukup untuk membayarnya" ucap riko


"tolong beri kami waktu tuan... aku akan membayar secepatnya" kata gisel


"membayar secepatnya?... dimana kalian mendapatkan uang sebanyak itu hah, harga tubuhmu saja tidak cukup untuk membayarnya nona" kata riko merendahkan gisel.


"aku rela melayani anda seumur hidupku" ucap gisel berharap. tak apa jika dia harus menjadi simpanan riko pikirnya.


"maaf... istriku lebih menggiurkan daripada kau" kata riko


"apa mau mu... tidak usah berbelit beliy tuan riko... aku sudah muak dengan ucapanmu" kata yulia menatap tajam riko


"aku ingin kalian pergi dari rumah ini... jika tidak, kalian akan tau akibatnya" ucap riko


"ini rumah kami... kau tidak berhak mengusir kami" teriak yulia


"kalian.... ikat 2 wanita gila ini" ucap riko memberi intruksi pada orang orangnya.


"baik tuan.."


"hai apa yang kalian inginkan... lepaskan aku" teriak gisel


"lepaskan aku sialan... kalian akan menyesal" ucap yulia


"hahahahaha... justru kalian yang akan menyesal sekarang" kata riko tersenyum misterius.


"mam... bagaimana ini" ucap gisel pada mamanya.


"diamlah, jangan berisik" ucap yulia sinis.


"apa kalian siap bermain main denganku?" tanya riko pada 2 tawanannya