SUDDEN MARRIAGE

SUDDEN MARRIAGE
berkumpul di meja makan



Pagi pagi sekali iren sudah bangun dari tidurnya, sesudah selesai dengan ritual mandinya dan berganti pakaian ,iren turun ke bawah untuk memasak, sampainya disana ia menemui ibu mertua dan juga luna yang sedang memasak bersama dibantu para pembantu rumah.


"Selamat pagi mom.. Kak luna" sapa iren


"Kau sudah bangun?... Kenapa pagi sekali, biasanya pengantin baru akan bangun siang siang" goda luna menahan tawanya melihat kegugupan iren


"Aku.... "


"Selamat pagi semuanya... Selamat pagi istriku sayang" ucap riko yang tiba tiba memeluk iren dari belakang, dengan wajah baru bangun tidurnya.


"Sejak kapan makhluk ini ada disini, bukannya dia masih tidur" batin iren


"Kau ini baru bangun kenapa tidak langsung mandi... Dasar jorok" ucap mommy


"Aku bangun karna melihat istriku tidak ada disampingku.." kata riko manja. Masih dengan memeluk perut iren


"Cih.... Kata katanya itu membuatku muak saja" batin iren


Riko yang sadar dengan kekesalan iren menahan tawanya.. Ia sengaja ingin menggoda istrinya itu. Siapa suruh semalam membuatnya kesal.


"Dasar manja...." ledek luna namun  tersenyum melihat kemesraan adiknya itu.


"Aku manja dengan istriku apa salahnya... Kau saja bermanja dengan suamimu di depanku, tapi aku diam saja" ledek balik riko


"Kau....." luna menjadi kesal


"Sudah sudah... Kalian ini sudah dewasa masih saja seperti anak kecil... Lihatlah menantu mom sampai melotot melihat tingkah laku kalian berdua" lerai farah


"Aku ingatkan ren... Jangan mudah jatuh kepesonanya itu, dan kau harus ekstra menjaga suamimu karna dia bekas playboy kelas kakap" ucap luna


Riko melebarkan matanya... Kakanya membeberkan keburukannya di depan istrinya...


"Kak luna tenang saja... Aku sudah tau watak suamiku... Bisa dilihat dari wajahnya" ucap iren tersenyum


"Kenapa kau membelanya... Aku suamimu.. Dan apa maksudmu tau watakku" kesal riko namun tidak melepas pelukannya yang sudah terasa nyaman itu.


"Lepaskan pelukanmu itu dari menanatu mom... Sebaiknya kau pergi mandi.. Jangan mengganggu kami para wanita di dapur" usir farah pada putranya itu.


"Baiklah... Aku akan mandi, sayang jangan lupa siapkan bajuku" ucap riko mencium pipi iren dan pergi dengan senyuman merekahnya.


"Apa otaknya bergeser..  Kenapa tingkahnya aneh sekali pagi pagi begini" batin iren geleng geleng kepala


Luna tersenyum melihat wajah keherenan iren ...


"Jangan heran... Riko memang manja seperti itu jika di rumah, dulu dia seperti itu pada mom... sekarang ada kau jadi pindah haluan " bisik luna tekiki geli


Memaksakan senyum " iya kak... Aku mengerti" ucap iren


Iren sedang menyiapkan baju untuk suaminya... Mulai hari ini menyiapkan keperluan riko adalah tugas barunya... Riko yang baru keluar dari kamar mandi melihat iren sedang menyiapkan baju untuknya langsung tersenyum senang... Dengan langkah pelan riko ingin mengagetkan sang istri. Namun yang terjadi malah sebaliknya.


"HUAAAAA..." teriak iren yang tiba tiba membuat riko terkejut dan terpeleset.


"Akhhhh.... Sial" umpat riko


Iren langsung tertawa terbahak bahak melihat riko yang terjatuh karna terkejut, dan masih menggunakan jubah mandinya.


Mendongakan kepala "Kau ingin membunuh suamimu hah" kesal riko menatap tajam iren


"Sial... Baru menikah sudah ingin aku mati saja" batin riko


"Hahahaha... Kau duluan yang ingin membunuhku, kau kira aku tidak tau kalau kau ingin mengagetkanku hah, jangan salahkan aku jika kau kena batunya" iren masih tertawa memegangi perutnya tanpa membantu riko berdiri.


"Jangan hanya tertawa... Bantu aku beridir cepat..." riko mengulurkan tangannya pada iren


Iren berushaa menahan tawanya... Karna merasa kasihan, iren akhirnya membantu riko berdiri, tapi riko malah menarik tangan iren hingga ia terjatuh di atas badan riko.


"Aakhhhh... Apa yang kau lakukan, lepaskan aku" iren berontak karna riko memeluknya erat.


"Tidak akan... Ini hukuman untukmu karna sudah menjahiliku" ucap riko memeluk pinggang iren


Ceklek....


Sandy yang berniat untuk memanggil pasangan pasutri baru itu malah disuguhkan dengan pemandangan yang tidak mengenakan...


Mereka masih di posisi semula, dimana iren berada di atas tubuh suaminya dan riko melingkarkan tangannya di pinggang iren.


Sandy melototkan matanya "Astaga kalian ini... Sudah disediakan ranjang yang besar tapi memilih dilantai..ck" ledek sandy lalu tertawa


"Ekhem... Maaf pak sandy, jangan salah paham... Kami hanya terpeleset" jelas iren yang langsung bangun dari tubuh riko


"Jangan panggil aku pak, kau adalah istri adik iparku.. Panggil aku kaka ipar" ucap sandy. Lalu melirik riko yang masih tergeletak di lantai


"Ya sangat nyaman (menatap sinis)... Untuk apa kau datang kemari" tanya riko


"Kau ini seperti anak kecil saja..!!  Semua menunggumu untuk makan, dan kau malah mesum disini, cepatlah turun.. kalian bisa melanjutkannya nanti setelah makan" kata sandy tersenyum melihat ke arah iren yang terlihat gugup


"Jangan menggoda istriku... Sana pergilah, aku akan menyusul sebentar lagi dengan iren" ucap riko yang sudah berdiri tegap


"Hmmmm.... Cepat" sandy langsung menutup pintu kamar riko dan pergi menuju ruang makan.


Semua hanya menunggu riko dan iren... Sampai sampai belum ada yang menyentuh makanan di atas meja makan.


"Bagaimana san?" tanya farah pada menantunya yang menuruni tangga


"Aku menyesal memanggil mereka mom, kalau aku tidak datang mungkin mommy dan daddy akan cepat mendapat cucu" sahut sandy terkekeh geli


"Maksudmu... Mereka sedang melakukan itu?, dan kau melihatnya?" tanya luna


"Iya... Aku tidak sengaja karna pintu mereka tidak dikunci sayang..." ucap sandy


"Hahahaha... Pasti mereka sangat malu akan turun dari kamar, anak itu.." mr dierja tertawa membayangkan wajah menantu dan juga putranya itu


"Jangan menggosipkanku" suara nyaring yang membuat mereka yang berada di meja makan langsung menoleh. Merekea semua langsung tersenyum melihat kegugupam iren, jelas sekali kalau iren menahan rasa malunya.


Luna tersenyum ingin menggoda pasutri baru itu "kenapa kau lesu begitu ren.. Apa adikku yang bodoh itu melakukan dengan kasar?" tanya luna


"Hah...!!! Maksud kaka apa?" tanya iren bingung dengan pertanyaan luna


"Tidak usah malu ren... Kami juga pernah menjadi pengantin baru" sambung sandy


"Semoga kalian cepet memberikan mommy cucu ya" ucap farah


Iren tersenyum paksa, ia baru mengerti apa yang dimaksud dengan luna dan hanya mengangguk kepalanya saja.


"Gimana mau cepet... Gol aja belum" batin riko kesal


"Hai bung.... Wajahmu kenapa menjadi kusut seperti itu" sandy tertawa


"Karna kau...." sahut riko cepat


"Sudahlah... Cepat makan, kasian pasutri baru itu pasti sangat lapar karna lelah" ucap mr dierja


"Kemana axel... Kenapa dia tidak makan dengan kita?" tanya iren mengalihkan pembicaraan


"Axel sedang bermain di taman belakang... Dia susah sekali untuk diajak makan ren" sahut luna


"Sudahlah jangan banyak bicara... Cepat makan" seru mommy


Mereka makan begitu lahapnya... Tanpa mengeluarkan kata kata ,hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar jelas.


Selesai dengan makannya, iren membantu maid untuk membereskan meja makan..


"dad senang bisa berkumpul bersama dan makam bersama seperti ini... sudah lama kita tidak berkumpul semenjak luna menikah" ucap daddy


"sekarang kita akan sering sering berkumpul dad" sahut luna tersenyum


"Sudah biarkan para maid yang melakukannya" ujar riko menghentikan tangan iren


"Tidak masalah... Aku sudah biasa membereskan ini di rumah" sahut iren


"Sudah ko... Biarkan saja, biarkan iren melakukan apapun yang dia mau, jangan membuatnya terkekang di sini" seru mommy


"Mom bener... Harusnya kau bangga mempunyai istri yang begitu mandiri tidak manja seperti mantan kekasihmu itu.." sahut luna


"Seperti aku yang bangga denganmu sayang" sambung sandy tersenyum


"Aku harus kembali ke ruangan kerja... Mom tolong bawakan aku teh nanti" ucap mr dierja pada sang istri


"Baik... Aku akan membawakannya" sahut farah


"Kalau begitu aku akan menemui axel di taman" ucap iren


"Hmmmm kebetulan sekali... Aku akan ikut suamiku ke kantor.. Karna kau sedang cuti aku titip jagoan kami denganmu ya ren" ucap luna terkekeh


"Noooooo.... Istriku bukan baby sistermu" kesal riko


"Kau ini... Aku hanya pergi sebentar saja" sahut luna


"Tidak apa kak... Pergilah" sahut iren tersenyum


"Terimakasih ren... Kami jalan dulu" ucap sandy merangkul pundak luna