SUDDEN MARRIAGE

SUDDEN MARRIAGE
rencana bulan madu



Iren tak tau harus menjawab apa.. Tapi ia juga berfikir ada benarnya yabg diucapkan sang suami.. Tidak mungkin mereka akan selalu seperti ini bukan?... Mereka juga harus saling menerima satu sama lain.


"Apa kau jamin kita akan bisa?" tanya iren


"Aku yakin..., apa lagi jika kita berjuang bersama" ucap riko tersenyum


Iren juga ikut tersenyum melihat kesungguhan riko


"baiklah... Aku akan mencoba menjadi istri yang baik dan bisa menerimamu sebagai suami" ucap iren


Riko langsung berbinar mendengar ucapan istrinya itu, hatinya meraskan kebahagiaan.


"Jadi bagaimana?... Apa aku boleh meminta anak?" tanya riko dengan wajah polosnya


"Hmmmm... Kita baru sepakat, kau sudah minta hal seperti itu..." kesal iren


"Maaf aku hanya bercanda..., " ucap riko berpura pura seolah yang ia katakan hanya candaan


Namun iren adalah istri yang begitu peka... Ia tau bahwa suaminya serius dalam setiap ucapannya itu.


"Harusnya kau mengajakku bulan madu jika meminta hakmu sebagai suami... Bukannya harus dengan romantis" iren langsung masuk ke kamar mandi setelah mengucapkan kata kata tersebut


Riko tercengang mendengar ucapam istrinya "apa katanya tadi?... Mengajak Bulan madu... Apa itu kode untukku" riko langsung tersnyemum dan dan melompat "YES"


ia akan segera menyelesaikan pekerjaan kantor dan mengajak istrinya untuk bulan madu.


Dikamar mandi iren mengutuk dirinya karna sudah mengeluarkan kata kata yang menurutnya berlebihan... Ia begitu malu untuk keluar dari kamar mandi. Apa lagi melihat raut wajah suaminya yang begitu shok mendengarnya.


"Bagaimana ini... Pasti dia mengira aku  berlebihan memintanya mengajak bulan madu... Apa yang harus aku lakukan" batin iren menyentuh degub jantungnya yang berdetak cepat


Paginya seperti biasa mereka akan berangkat bekerja, suasana sedikit canggung menurut iren, di meja makan tak ada yang bersuara... Hingga akhirnya riko mengatakan sesuatu..


"Dad... Aku akan mengambil cuti selama seminggu dalam dekat ini" ucap riko yang sudah menghabiskan makanannya


"Untuk apa?" tanya daddy


"Aku akan memgajak istriku bulan madu... Kami ingin menghabiskan waktu bersama" ucap riko menatap iren sudah yang merona


Mom dan daddy tersenyum dan mengangguk mengerti, karna riko dan iren adalah pasangan yang baru menikah.. Dan memang harus melakukan perjalanan bulan madu.


"Aku berangkat kerja dulu mom, dad" pamit riko


"Aku juga mom, dad" pamit iren


"Kalian hati hati..." ucap mommy


Selesai menyalami kedua orang tuanya, riko dengan cepat merengkuh pinggang sang istri dan berjalan keluar rumah menuju parkiran mobilnya.


"Aku akan ada meeting jadi tidak bisa mengantarmu ke kantor... Aku sudah menyiapkan mobil dan supir untukmu" ucpa riko tersenyum


"Tidak perlu... Aku sudah punya mobil dan bisa berangkat sendiri" tolak halus iren


"Tidak boleh..., aku tidak mau istriku menyetir mobil sendiri" tegas riko


"Tapi-----"


"Menolak perintah suami itu tidak baik sayang... Aku berangkat dulu" riko mengecup kening iren dan lekas masuk ke mobilnya


Iren hanya mematung mendapatkan perhatian dari sang suami yang memang baru pertama kali dilakukan oleh riko.


•••


Sampai di perusahaan… riko menampilkan wajah datar dan juga tegasnya di depan karyawan, ia memang akan berbeda jika bekerja di kantor, enggan menampilkan sosok hangatnya... Itu dilakukan jika bersama keluarga di rumah.


"Selamat pagi pak" sapa karyawan wanita dengan senyuman semanis mungkin


Banyak ucapan selamat pagi di sepanjang langkah riko, namun enggan membalas ataupun melirik karyawan yang menyapanya.


"Apa jadwalku hari ini?" tanya riko pada dini sekretarisnya


"Bapak ada meeting bersama dengan staf kantor jam 10.30  dan juga meeting bersama perusahaan sukmaja jam 11.00" ucap dini selaku sekretaris riko


"Majukan meeting bersama staf sekarang juga.. Aku tunggu di ruang meeting segera... Dan hubungin perushaan sukmaja untuk memajukan meeting... Besok aku akan menuntaskan semua pekerjaan di kantor.. Karna aku akan pergi dengan istriku selama seminggu" jelas riko


"Baik pak... Segera saya siapkan" dini undur diri.


•••


"Hai adik iparku" sapa luna yang baru datang dengan exel.


"Kak luna..." pekik iren terkejut dengan kehadiran kaka iparnya itu


"Ante iyen" teriak axel merentangkan tangannya. Iren dengan senang hati menggendong axel.


"Beginilah dia... Jika sudah bertemu denganmu, pasti melupakan aku" ucap luna tersenyum


"Tumben kak luna kemari, ada apa?" tanya iren


"Hmm.... Aku ingin membawakan makanan untuk sandy, dia menelpon ingin makan masakanku" kata luna


Tiba tiba pintu ruangan sandy terbuka... Dengan senyum bahagia sandy mendekati luna dan mencium kening istrinya itu.


"Kenapa tidak langsung masuk mom... Daddy sudah lapar" ucap sandy manja


Iren sudah tidak terkejut jika melihat prilaku sandy yang berbeda jika dengan sang istri... Karna ia sudah mengetahui bagaimana sikap bossnya itu jika bermanja dengan keluarganya.


"Kau lihat ren... Bayi besarku ini sudah seperti axel saja" ucap iren mencubit gemas sang suami


"Hai jagoan.... Tidak ingin peluk papa?" tanya sandy merentangkan tangannya ke axel dan tak menghiraukan ledekan luna


Axel dengan senang berada di gendongan sang daddy.


"Kau tau ren... Sandy dan riko itu sama, mereka akan terlihat menyeramkan jika dikantor, tapi di rumah berubah 180 drajat seperti anak anak" ucap luna


"Iya kak aku tau...," iren tersenyum karna yang diucapkan kaka iparnya itu benar


"Baiklah.. Aku harus memberi bayiku makan, dia sudah sangat lapar.. Nanti kita sambung lagi" ucap luna langsung masuk kedalam ruangan sandy.


•••


Terkahir meeting dengan perusahaan sukmaja, di ruang rapat riko selalu memeperhatikan jamnya... Ia sudah jenuh dan ingin cepat selesai dengan urusan kantor.


"Kenapa perwakilan mereka lama sekali... Aku tidak banyak waktu" teriak riko


"Maaf pak... Mereka bilang akan segera sampai" ucpa dini menunduk


Tak...tak...tak


Suara langkah begitu nyaring terdengar jelas di telinga riko, seorang wanita seksi dengan makeup yang tebal dan bibir yang merah namun terlihat aneh dimata riko.


"Maaf saya terlambat tuan riko" ucap wanita itu tersenyum


"Jangan mengulur waktu... Cepat duduk dan selesaikan meeting ini" ujar riko dingin


Karna melihat raut wajah riko yang marah mereka tidak ingin banyak bicara...dan langsung ke inti pembahasan kerja sama perusahaan.


Sofia yang menjadi perwakilan perusahaan sukmaja terus menatap riko dengan begitu kagum dan memuja hingga rapat selesai.


"Maaf pak riko... Apa bisa kita makan siang barsama, hitung hitung untuk merayakan kerja sama kita" ucap sofia tersenyum


"Tidak bisa" riko langsung keluar dari ruangan meeting tanpa menoleh sedikitpun terhadap sofia.


"Sial..  Baru kali ini ada yang acuh denganku" batin sofia kesal


BLUMMM...


Riko membanting pintu ruangannya.. Dengan cepat diambilnya ponsel yang berada di dalam jasnya lalu menelpon iren.


" Ya ada apa?" tanya iren


Mendengar suara istrinya, membuat kemarahan riko mereda.


"Aku merindukan istriku... Datanglah ke kantor, bawakan aku makan siang" ucap riko dengan suara seraknya


"Baiklah... Aku akan kesana, tapi tidak bisa lama lama karna aku harus kembali ke kantor nanti"


"Ya tidak apa... Aku menunggumu" ucap riko


"Iya... Sampai nanti" iren mematikan ponselnya


"Tidak tau kapan perasaan ini ada... Percayalah aku ingin selalu berada di dekatmu" gumam riko