SUDDEN MARRIAGE

SUDDEN MARRIAGE
cucu perempuan



"sayang aku pulang.." teriak riko menggema di dalam rumahnya. membuat kedua paruh baya terkejut dengan teriakan riko.


"kau pikir ini hutan hah... dasar anak nakal.." ucap farah pada putranya sambil menarik keras telinga riko hingga memerah.


riko memekik karna telinganya terasa sakit dan juga panas akibat tarikan sang sommy.


"duuh mom..!!  lepaskan ini sakit" ucap riko memohon cengan wajah yang sudah memerah menahan sakit.


daddy hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak keduanya yang memang berbeda jika di rumah, sangat persis seperti dirinya saat muda..


"kau mengganggu mommy-muson.. jangan lakukan hal itu lagi, atau dad yang akan bertindak melebihi mommymu" ucap daddy dengan suara dinginnya.


riko hanya mendnegus kesal, karna mau bagaimanapun dirinya membela diri akan tetap mommy-lah yang dibela sang daddy..


"kau dengar itu son.. sana cari iren di taman belakang... dia sedang berada disana sendiri.." ucap mommy


"i...iya dad, aku tidak teriak lagi dalam rumah, aku menyusul iren dulu mom, dad" ucap riko yang langsung pergi mencari keberadaan sang istri.


ditaman iren sedang duduk sambil memberikan makan pada ikan ikan, karna mertuanya sangat suka memelihara ikan, setiap iren menemani sang daddy memberikan ikannya makan. hingga sebuah tangan kokoh melingkar diperutnya.. harum maskulin yang sangat iren hafal betul pemiliknya.. siapa lagi kalau bukan sang suami.


"aku merindukanmu.." ucap riko mencium sebelah pipi iren


iren tersenyum " aku juga merindukanmu.. sangat rindu" ucap iren kenapa sudah hmmm" iren mengelus tangan riko yang setia melingkar di perutnya.


"pekerjaanku sudah selesai... sekarang waktuku untuk bumilku" ucap riko


"apa kau butuh sesuatu.. biasanya orang hamil selalu minta sesuatu pada suaminya" lanjut riko


"tidak ada.. aku hanya ingin kau disampingku selamanya" ucap iren


"itu pasti sayang.."


"janji????.." kata iren menunjukan jari kelingkingnya sebagai sebuah janji


"janji sayang.." ucap riko menautkan jari kelingkingnya pada iren


"aku ingin berkenalan dengan mario.." ucap iren tiba tiba


riko mengeryitkan kedua dahinya... bukannya iren sudah kenal dengan mario, walaupun mereka jarang bertemu setidaknya iren sudah mengetahui jika mario adalah asistennya bukan..  lalu kenapa istrinya ingin berkenalan kembali dengan mario...  itulah yang ada dipikiran riko saat ini.


"bukannya kau sudah mengenalnya?, kenapa ingin berkenalan dengan mario sayang?"


"tidak tau...  tapi aku ingin berkenalan dengannya riko" manja iren menunjukan wajah yang tak mamlpu membuat riko menolak keinginan iren.


"baiklah.. ayo kita ke kantor.." ajak riko dan sukses membuat iren langsung memeluknya senang.


"ayo sayang' iren menarik tangan riko agar cepat mengajaknya bertemu mario.. entahlah iren juga merasa aneh dengan keinginannya ini.


"iya sayang... jangan buru buru seperti, ingat anak kita" ucap riko lembut dan iren langsung merubah langkahnya menjadi pelan.


"kalian mau kemana..?" tanya daddy pada riko dan juga iren.


"ke kantor dad.." jawab riko


"bukannya kau baru pulang dari kantor?.. apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya daddy membuat iren menundukan kepala karna malu.


"tidak dad... hanya saja iren ingin berkenalan dengan mario " ucap riko membuat iren menatapnya tajam


mommy dan daddy menatap heran iren....


"untuk apa kau berkenalan dengan mario sayang?" tanya daddy


"ck.. dengan istriku daddy sangat lembut" batin riko


"aku tidak tau dad.. aku merasa sangat ingin berkenalan dengannya" ucap iren malu


"hahahaha... pasti cucuku perempuan, masih dalam kandungan saja sudah sangat centil" kata daddy denga tertawa terbahak bahak


"akhirnya mom akan punya cucu perempuan" ucap mommy senang


riko masih bingung dengan ucapan orang tuanya berbeda dengan iren yang sudsh mengerti arti ucapan kedua mertuanya itu..


"ya sudah aku ke kantor dulu  dad" ucap riko


"dad..mom, aku ke kantor riko dulu" pamit iren menyalami kedua orang tua riko


sepanjang jalan riko melirik iren yang tersenyum sambil menyentuh perutnya.. membuat riko ikut tersenyum melihatnya..


"kau bahagia hmmmmm?" tanya riko mengelus rambut iren


"sangat sayang. aku tidak sabar bertemu mario.." kata iren membuat riko kesal


"awas saja kau mario.." batin rko


 hachimmmmm..


"sepertinya ada yang mengumpatku.." gumam mario yang sedang berkutik dengan berkas yang diberikan riko padanya.