
riko sampai di kediaman keluarganya, semua keluarga sedang berkumpul di ruang tamu sambil menjaga beby qarel yang sedang tertidur pulas di kereta bayinya.
bayi mungil tersebut sangat tampan dan pulas sekali, sesekali tersenyum dalam tidurnya.
riko masuk ke dalam rumah dengan menggandeng iren dan melangkah perlahan untuk mendekati keluara mereka.
"ekehm.... beby qarel daddy mommy pulang" teriak riko tersenyum senang.
iren pun ikut tersenyum melihat tingkah suaminya dan wajah keluarganya yang terlihat terkejut dengan kehadiran sepasang suami istri yang tak lain adalah anak serta menantunya sendiri.
"iren sayang...." pekik mommy farah yang langsung bangun dari duduknya.
"iren..." ucap luna dan sandy bersamaan
axel yang biasanya menyambut iren dengan pelukan kini hanya diam sambil menatap bayi mungil beby qarel.
"itu anak aku mom..?" tanya iren sambil menatap bayi yang sedang tertidur pulas.
"iya ren... dia anakmu dan riko, cucu mom" kata farah
iren mendekati qarel dengan berjalan pelan,setetes air matanya mengalir di pelupuk mata, rasa bahagia serta hary bercampur aduk dalam hatinya. bayangkan saja, iren baru pertama kali melihat putranya dengan matanya sndiri, biasanya iren melihat dari ponsel riko .
"anak mommy.." ucap iren mengambil qarel yang masih tertidur pulas.
"dia sangat tampam dan mirip dengamu sayang.." sambung iren melirik ke arah riko yang juga sedang berdiri di sampingnya.
"tentu sayang... diakan putraku" ucap riko
"putra ku juga sayang..."
"iya putra kita bersama" ucap riko
"akhirnya beby qarel berkumpul bersama dengan mommy dan daddy nya..." ucap luna
"iya benar... jadi istriku bisa melayani ku sekarang" kata sandy membuat riko menatapnya tajam
"jangan memikirkan diri sendiri kaka ipar... " kata riko
"hmmm... daddy qarel ternyata mulai marah marah sekarang" ucap sandy sengaja ingin membuat riko kesal.
"kalian jangan seperti anak kecil, lihatlah putramu rik... bnagun karna mendengar daddy-nya marah marah" kata daddy riko
"sayang kita ajak ke kamar saja" kata riko
"rik.. disini sedang berkumpul tidak enak pergi begitu saja" kata iren
"sudahlan ren... suamimu itu sedang ingin brrkumpul dengan keluarga kecilnya, lagi pula kau juga harus banyak istirahat" ucap mommy
"mom benar ren... kalian ke kamarlah, beby qarel sangat rindu kedua orang tuanya" kata luna
"kau dengar sayang... kata mom dan kak luna kau harus istirahat, nanti biar beby qarel kau yang jaga" kata riko
"kau yakin bisa menjaga qarel rik??, aku sangat ragu" kata sandy
"tentu aku bisa... aku daddy-nya, ayo sayang... aku tidka ingin lama melihat wajah kaka ipar yang sombong itu" kata riko menyindir sandy
"mom aku ke kamar dulu..." pamit iren
"axel ikut om..." kata axel
"jangan son... besok kau bisa main lagi dengan adik qarel.. oke" kata sandy
"noooooo.... aku mau ikut aunty " rengek axel
"son dengarkan mom... besok kita akan datang lagi dan bertemu baby qarel. jangan cengeng, bukannya seorang abang gak boleh cengeng?" kata luna
"aku tidak cengeng mom" kata axel iren dan riko sudah berada di dalam kamarnya... disana ternyata sudah lengkap dengan tempat tidur untuk qarel. serta banyak mainan juga.
riko sengaja belum membuat kamar untuk anaknya, karna iren pasti tidak ingin jika sang putra harus terpisah tidur dari mereka, apa lagi qarel masih sangat kecil.
"sepertinya dia putra kita sangat senang berada ditengah tengah orang tuanya" kata iren
"tentu saja sayang... beby boy kita ini sangat merindukan mommy-nya " ucap riko mencium kening iren
"anak mommy tiduran disini ya sayang... sama mommy sama daddy, mom janji akan menjaga qarel selamanya" ucap iren mencium wajah sang putra bertubi tubi
"udah sayang... lihatlah dia seperti kesal karna ciumanmu itu" kata riko
"emmmm.... beneran kata daddy hmmm?, qarel kesel ya nak, duhhhh gemes banget sih sayang" ucap iren tersenyum bahagia
"terimaksih tuhan... akhirnya keluarga kecilku berkumpul" batin riko