SUDDEN MARRIAGE

SUDDEN MARRIAGE
ingin seorang anak



Iren yang keheranan karna telpon langsung dimatikan oleh riko... Namun ia berusaha mengabaikannya dan tidak berifkir macam macam.


"Apa dia tidka mikir... Nyawaku dipertaruhkan jika pernikahan ini di ketahui orang orang, apa lagi kekasih kekasihnya itu" gumam iren


"Kau kenapa ren?" tanya leo yang baru saja akan masuk ke ruangan sandy


"Tidak ada apa apa... Kau mau apa kesini?" tanya iren


"Aku mau menyerahkan berkas ini" ucap leo memperlihatkan berkas yang dibawanya


"Ohhh... Masuklah, mungkin pak sandy sudah menunggumu" ucap iren


"Iya... Aku masuk dulu, sampai nanti"  iren menanggapi ucapan leo dengan senyuman manis


•••


Tepat Jam 9 malam riko menjeput


iren ke kantor sandy... Ia sedikit kesal dengan kaka iparnya itu, baru mulai bekerja tapi istrinya sudah disuruh lembur, dengan langkah cepat riko berjalan masuk ke kantor sandy dan mencari iren.


Saat sudah sampai di depan ruangan sandy. Dilihatnya sang istri masih berkutat dengan laptop dan beberapa berkas di mejanya.


Ceklek...


Sandy yang baru saja keluar ruangan dengan tas kerjanya, sepertinya dia akan pulang , karna pekerjaan sudah selesai ia lakukan.


"Riko..." panggil sandy melihat riko berdiri di depan ruangannya.


Iren langsung mengalihkan pandangan melihat riko yang berada di depan meja kerjanya.


"Sejak kapan kau disini?" tanya iren


"Hmmm.... Baru saja" ucap riko lalu melirik tajam ke sandy


"Aku tidak menyuruhnya lembur... Dia yang ingin lembur sendiri" ucap sandy yang sudah mengerti pikiran adik iparnya


"Ayo pulang... Ini sudah malam" kata riko lembut


"Baiklah...aku bereskan ini dulu" seru iren merapikan berkasnya dan juga laptopnya.


"Baiklah.. Aku pulang duluan, istri dan anakku sudah menunggu di rumah" ucap sandy sebelum pergi berbisik pada riko "cepatlah memiliki anak karna dikantor banyak pria yang berfikir iren masih perawan ting ting" bisik sandy menahan tawanya


Riko mengeram tertahan "emang istriku masih perawan" ucap riko dalam hati


ingin sekali riko memukul kepala kaka iparnya itu dengan keras...


"Aku sudah selesai beres beres.. Ayo kita pulang" ucap iren


"Ayo..." riko langsung mengapit pinggang iren agar mendekat dengannya.


Beruntung kantor sudah dalam keadaan sepi.. Jadi iren tidak perlu hawatir dengan sikap aneh suaminya ini.


Sampainya di dalam mobil.. Riko menatap iren begitu intens, pikirannya berputar putar dengan ucapan kaka iparnya.


Iren dibuat terkesiap dengan pergerakan riko "kau kenapa" tanya iren menatap riko bingung.


"Aku ingin anak" lirih riko pelan  masih bisa di dengar iren


Iren langsung bersemu merah di area pipinya... Ada rasa aneh saat riko mengatakan ingin memiliki anak darinya. Namun iren sedikit ragu jika memberikan haknya pada riko walaupun mereka sudah menikah.


"Sebaiknya kita pulang..  Ini sudah malam" ucap iren mengalihkan pandangannya ke jalan.


"Hmmmm..ya" riko sedikit kecewa karna iren mengalihkan pembicaraannya


Sampai di rumah masih belum ada yang membuka suara.. Riko menatap iren penuh arti.


"Malam mom, dad.." sapa iren yang sudah masuk lebih dulu ke dalam rumah


"Malam sayang.... Kenapa baru pulang?" tanya mommy


"Sandy menyuruh lembur mom" sahut riko yang baru masuk ke dalam rumah


"biar dad yang bicara sama sandy.. Agar pekerjaanmu tidak terlalu berat nak" ucap daddy


"Gpp kok dad... Ini sudah jadi tugas aku dari dulu" sahut iren tersenyum


"Ya udah kalian istirahatlah dulu, pasti lelah" seru mommy


"Iya mom.... Kami ke kamar dulu" riko langsung menarik kasar tangan iren.


"Kenapa kau menarik tanganku erat sekali... Sakit tau..." ucap iren saat mereka sudah berada di dalam kamar.


Melirik ke pergelangan iren yang memerah "maaf....!! Tapi semua ini karna kau, aku kesal denganmu" ucap riko menatap iren.


"Aku?..." iren mununjuk dirinya sendiri


"Iya kau" ucap riko


"Emang aku buat kesalahan apa?" tanya iren


"Huhhh.. (Membuang nafas), aku tau kau tidak mencintaiku dan pernikahan kita adalah pernikahan dadakan... Aku juga tau kalau aku bukan pria baik baik" ucap riko masih menatap iren


"Lalu?' tanya iren


"Tapi aku akan membuktikan bahwa aku bisa menjadi suami yang baik untukmu... Dan anak kita kelak" ucap riko lirih dengan kata terkahirnya


"Apa...!!!!  Kau tadi bilang apa?" tanya iren


"Aku tau kau mendengarnya.. Jangan pura pura tuli" ucap riko


"Hmmm.... Barusan kau bilang ingin menjadi suami yang baik ,tapi baru saja kau bilang aku tuli... Mana ada suami yang bilang seperti itu kepada istrinya" ledek iren menatap riko


"Kali ini aku serius dengan ucapanku... Aku ingin serius dalam pernikahan kita ini, dan aku juga ingin kau menerimaku sebagai suamimu... Mari kita belajar menjadi pasangan suami istri sesungguhnya" ucap riko bersungguh sungguh


"aku tau kau belum mencintaiku... sama sepertiku yang belum mencintaimu, tapi percayalah.. seiring waktu kita akan saling mencintai" sambung riko