SUDDEN MARRIAGE

SUDDEN MARRIAGE
apa salahku tuhan



riko memasuki mobilnya di perkarangan kantor..  di depan pintu utama satpam sudah menunggunya untuk menyambut kedatangan bossnya itu. riko keluar dari mobilnya dan berlari ke arah pintu mobil iren dan membukakan pintu untuknya.


"selamat datang kembali tuan, nona.." ucap satpam tersebut namun dibalas dengan anggukan oleh riko. sedangkan iren membalasnya dengan senyuman.


"sebentar... aku peringatkan kau, panggil istriku dengan sebutan nyonya.. bukan nona" ucap riko dingin


"baik tuan.. maafkan saya"


"sudahlah rik... jangan berlebihan" bisik keyna


"tidak ada yang berlebihan sayang.. kau istriku, kau nyonya riko dierja" ucap riko mengecup telapak tangan iren yang digenggamnya


semua karyawan yang melihat perlakuan boss mereka begitu terkejut dan tidak percaya, jika riko bisa bersikap manis dengan wanita..


"siapa dia.."


"wahhh apa dia salah satu model terkenal juga seperti nona jessy"


"cantik sekali wanita yang bersama pak boss" ingin sekali riko menghajar orang yang memperhatikan istrinya


"apa dia salah satu korban boss lagi"


"pak riko memang pintar memilih wanita ya"


"cantik dan seksi.. jika dia mau menjadi istriku akan ku kurung selamanya di dalam kamar"


"shitttttt kurang ajar.." riko berjalan dengan tangan terkepal ke arah suara yang membicarakan istrinya itu


BUGH..


BUGH..


BUGH..


"beraninya kau bebricara seperti itu tentang istriku hah"


"jaga mulutmu itu, sialan,,"


karyawan yang dihajar riko hanya diam dan takut untuk melawan...


"rik hentikan, dia bisa mati rik" ucap iren mencoba menghentikan riko


"lepaskan aku.., dia pantas mati" ucap riko tanpa sengaja mendorong iren hingga tersungkur


AKHHHH...


pekik iren merasa sedikit nyeri di bagian perutnya... dan riko tercengang mendengar pekikan iren yang merasa sakit sambil meyentuh perutnya..


"sayang.." ucap riko dengan cepat memapah iren


"aku tidak apa apa rik.." ucap iren


"kau kesakitan sayang... kita ke rumah sakit oke.." ucap riko namun ditahan oleh iren.


"aku tidak apa apa... jangan panik" ucap iren mencoba tersenyum.


riko hanya bisa menghela nafasnya.... dan melirik kembali pada karyawannya yang sudah ia buat babak belur itu.


"kalian bawa dia ke rumah sakit... dan berikan dia pesangon dan surat pemecatan" ucap riko memberikan perintah pada karyawannya


"baik pak"


"kita ke ruanganku sayang" ucap riko menggendong iren ke ruangannya segera


"jadi wanita itu istri pak riko"


"mereka sangat serasi"


"boss kita memang pria idaman ya"


kini iren sedang berada di ruangan riko... sebenarnya iren masih merasa nyeri di bagian perutnya.. namun ia tidak mau mengakui itu... karena takut jika riko akan sangat khawatir.


BRAKKKK..


"rik... aku dengar kau memukul karyawan" ucap mario yang tiba tiba membuka pintu dengan sangat keras membuat iren  terkejut.


"bisakah kau mengetuk pintu jika masuk.., kau membuat istriku terkejut" ucap riko marah


"maafkan aku.. aku tidak tau jika ada nyonya riko juga disini" ucap mario tersenyum pada iren


"jangan tersenyum pada istriku yo" tegur riko menatap tak suka


"senyum saja dia sudah mengamuk" batin mario


iren membisikan sesuatu pada riko. awalnya riko sangat malas dan tidak rela jika istrinya ingin berkenalan dengan mario. tapi apa boleh buat.. semua ini demi calon anaknya.


"yo.. kemarilah" pinta riko


"AKU..??" tunjuk mario pada dirinya sendiri


"ck... siapa lagi disini namanya mario hah"


"hahaha.. iya iya maaf, ada apa" kata mario


"istriku ingin berkenalan denganmu" ucap riko malas


"hah????... berkenalan?" mario terlihat bingung


"iya istriku mengidam ingin berkenalan denganmu... cepat " ucap riko


"benarkah?" tanya mario pada iren dan langsung diangguki oleh iren


"aku juga tidak tau, kenapa ingin sekali berkenalan dengamu.. walapun aku sudah kenal dengamu sebelumnya... apa aku boleh memelukmu?" tanya iren membuat riko melebarkan matanya


"NOOOOOOOOOOOOOO.." teriak riko menarik iren kepelukannya dan menatap tajam pada mario


"kenapa kau menatapku begitu... ini semua bukan kemauanku rik, tapi istrimu" ucap mario menahan tawanya


"sayang.... tidak ada pelukan, aku mengijinkanmu berkenalan bukan pelukan" ucap riko


"tapi aku ingin peluk"


"aku saja yang peluk... sinii" riko langsung mengeratkan pelukannya pada iren


"beda rik..., rasanya berbeda" rengek iren


lagi kagi riko harus mengalah pada kemauan istrinya itu...


"baiklah..." ucap riko


iren dengan cepat memeluk mario dengan erat... rasanya lega saat keinginannya terpenuhi. walaupun itu harus membuat suaminya kesal dan tidak rela.


"gajimu aku potong yo" ucap riko lewat tatapan mematikannya pada mario


"aku korban disini... apa salahku tuhan" batin mario