
gisel dan juga mamanya merasa taku terhadap tatapan riko yang sangat menakutkan bagi mereka, sungguh menyesal gisel telah masuk dalam masalah bersama keluarga baru iren, dia tak menyangka hidupnya akan menjadi seperti ini.
mereka diikat di kursi dengan begitu erat... tanpa mau mendengar permintaan maaf, riko menyuruh agar anak buahnya mengemasi barang barang gisel dan juga yulia.
"tuan jangan usir kami dari rumah ini... kami tidak punya tempat jika anda mengambilnya, tolong maafkan kebodohan kami tuan.." ucap yulia menangis memohon ampun riko.
"kau memang tidak pantas tinggal di rumah mertuaku, aku tidak akan mengampuni orang orang yang sudah membuat istriku menderita, terlebih menghina istriku" ucap riko menatap gisel yang semakin pucat.
"maafkan kelakuan putriku... mungkin dia tidak tau tuan... aku akan memintan maaf bahkan bersujud di depan iren, asalkan jangan usir aku... anda bisa mengambil perushaan itu, aku tidak akan mempermasalahkan" ucap yulia
riko tersenyum sinis melihat kedua orang di depannya mengiba, seperti pengemis..
"kau pikir semua ini milikmu?..., aku sudah mengetahui smeua kebusukan anda dan putri anda nyonya yulia... kau penyebab kematian kedua mertuaku, kau penyebab istriku menjadi yatim piatu, dan dengan teganya kau mengambil semua harta istriku yang diberikan oleh papanya?, kalian benar benar tidak tau malu.." ucap riko merendahkan.
"HAHAHAHAHA... kenaoa tuan?, bagus jika kau tau semuanya, aku bahkan ingin melenyapkan istrimu dan juga kandungannya, mereka pantas mati, HAHAHAHAHA.." ucap gisel tertawa yang membuat mamanya merasa emosi. sedangkan riko sudah mengepalkam tangannya kuat kuat.
riko berjalan mendekati gisel dan menarik rambuknya sekuat kuatnya... hingga gisel mendongakan kepala..
"beraninya kau berfikir ingin membunuh istriku hah, sebelum kau melakukan itu, aku sendiri yang akan membunuhmu lebih dulu" ucap riko
"gisel kau apa apaan hah, jangan mempersulitku disini" ucap yulia menatap tajam putrinya.
"aku tidak takut.. kenapa harus iren ma, kenapa selalu dia yang mendapatkan semua yang aku inginkan.. kenpa dia merebut semua yang aku mau ma,, kenapa" teriak gisel menangis
"karna istriku tidak serakah sepertimu... istriku pantas mendaptka segalanya, sedangkan kau hanya mantan pembantu, tidak pantas kau mendaptkan apa hayalanmu itu" ucap riko
"aku tidak peduli... aku harus membunuh iren, dengan begitu semuanya akan menjadi miliku HAHAHAHAHA, semuanya menjadi miliku termasuk suaminya hahahah" gisel tertawa seperti orang gila.
"tuan tolong maafkan anakku... aku berjanji akan melakukan apapun, jangan bunuh anakku" ucap yulia
"baik tuan..."
riko pergi meninggalkan rumah tersebut dan segera pulang untuk melihat sang istri... tak lupa ia mampir ke supermarket untuk membelikan istrinya buah buahan dan juga susu hamil.
"semua sudah berakhir sayang... akan ada kebahagiaan setelah ini, aku, kau dan anak anak kita nanti" batin riko
tersenyum.
sampainya di rumah riko langsung menuyuruh penjaga menaruh mobilnya di garasi, dan ia langsung berlari menuju kamar.
ceklek.........
dibukanya pintu kamarnya dengan pelan pelan, takut jika ia menganggu iren tertidur... dan ternyata yang dilihatnya justru sang istri sedang berdiri di balkon dengan mengelus perutnya.
"kenapa belum tidur sayang.." riko memeluk iren dari belakang dan menghirup aroma vanila dari tubuh istrinya.
iren terkejut dan masih takut terhadap riko... dengan hati hati iren melepaskan pelukan riko darinya dan menjauh dari riko.
riko yang melihat itu menjadi sendu, tau atas kesalahan yang diperbuat membuat istrinya justru menjauh padanya...
"sayang... kenapa?" tanya riko basa basi
"aku ingin tidur sendiri... jangan dekati aku" ucap iren membuat hati riko begitu nyeri. setakut itukah iren padanya???
"baiklah... aku akan ke ruang kerja, maafkan aku sayang, tidurlah yang nyenyak" ucap riko yang ingin memberikan waktu sendiri untuk iren.
saat sudah pasti jika riko keluar kamarnya.. iren menangis terduduk lemas di lantai, dadanya begitu sesak.