
Tak lama iren keluar kamar mandi dengan sudah memakai baju ganti. Dilihatnya riko sedang bersender dengan menatapnya tajam.
"Apa kau tidak merasa berdosa?" tanya riko
"Maksudmu?" tanya iren
"Kenapa kau tidak membangunkan aku, dan lebih dulu mandi, seharusnya kau mengutamakan suamimu lebih dulu" ujar riko menggerutu kesal
"Heh... Mana ada seperti itu, aku rencananya mau membangunkanmu saat selesai mandi, tapi kau sudah bangun... Ya sudah tidak jadi, sekarang kau mandilah... Mom sudah menunggu kita di meja makan" ucap iren melemparkan handuk pada riko
"Mimpi apa aku menikah dengan wanita yang tidak perhatian sepertimu" gumam riko masih bisa di dengar oleh iren
"Salahmu sendiri mau menikah denganku" ucap iren tanpa melihat riko
"Ya ya ya... Salahkan saja aku" riko yang begitu kesal langsung menutup pintu kamar mandi dengan keras
Brakkkk...
"Astaga.... Jangan sampai pintunya rusak, itu mahal " teriak iren menahan tawanya
Sedangkan dikamar mandi riko melongo mendengar istrinya yang begitu peduli pada pintu kamar mandi.. Bukan pada dirinya yang sedang marah padanya.
"Kalau saja aku bisa mengutuk istriku.. Sudah ku kutuk jadi pintu kamar mandi... Tapi sayangnya aku masih belum mau menduda" batin riko kesal
Mereka sudah berkumpul di meja makan, riko terus menatap iren yang begitu makan dengan lahapnya, beda seperti wanita yang kerap ia kencani, selalu menjaga pola makan karna takut gemuk. Tersungging senyuman tipis di wajah riko.
"Ekhem... Selesaikan makan lebih dulu, jangan melamun" sindir daddy yang jelas melihatku menatap iren.
Mommy dan iren kompak saling pandang... Mereka seakan bertanya siapa yang dimaksud dengan daddy. Sontak kedua wanita itu menoleh ke arah riko bersamaan.
"Apa....!!! Kenapa melihatku seperti itu" ucap riko yang langsung melahap makanannya.
"Hmmm dasar" seru mommy menggelengkan kepalanya.
Selesai makan.. Mereka berkumpul di ruang keluarga untuk mengobrol entah apapun itu.
"Biasanya kalau ada axel.. Rumah ramai banget ren" ucap mommy
"Iya mom... Kan axel cerewet, pasti tingkahnya lucu" sahut iren tersenyum
"Nanti juga kau akan memiliki anak yang lucu seperti axel ren" ucap daddy
Iren melongo merasa nafasnya berhenti sejenak.. Ia tak habis pikir kalau mertuanya akan mengucapkan hal seperti itu. Tapi apa iya... Dia akan memiliki anak dengan suaminya itu. Sedangkan riko yang tau pikiran istrinya hanya tersenyum simpul
"Iya dad benar.... Doakan saja agar kami cepat diberikan seorang anak" sahut riko tersenyum sambil melirik iren yang sedang menatapnya tajam
•••
Setelah seminggu pernikahan iren dan riko. Mereka kembali ke rutinitas seperti semula.
Riko yang kembali menjadi sebagai ceo di dierja company , dan iren bekerja sebagai sekretaris sandy.
"Istri...." panggil riko yang baru memakai celana kerjanya tanpa baju.
Pemandangan itu sudah biasa iren lihat saat menikah dengan riko. Walaupun begitu iren kerap kali merasa canggung. Namun tak berani melihatkan kecanggungan terhadap riko.
"Pakaikan aku baju..." ucap riko yang berdiri tak jauh dari iren
"Hah...(tekejut), kau bilang apa?" tanya iren yang merasa telinganya salah dengar.
"Pakaikan aku baju" ucap ulang riko sedikit nada manja
"Hahahaha...(teratwa sumbang), Kau masih punya tangan" seketika iren menatap tajam riko
"Huh.... Aku ingin kau yang memakaikannya... Cepat, nanti kau terlambat kerja" ucap riko
"Kalau aku terlambat kerja.. Itu karna mu" seru iren kesal ,namun masih menurut memakaikan baju untuk riko
"Hmmm... Kalau dipecat kau bisa kerja denganku" sahut riko tersenyum
"Sudahlah diam... Cerewet sekali" ucap iren mengancingkan kemeja riko
Riko tersenyum melihat iren yang begitu dekat dengannya. Istrinya itu sangat cantik, beruntung riko menikah dengan iren, pilihan mommy-nya memang benar benar bagus... Walaupun sedikit seperti macan yang menyeramkan.
"Kenapa kau melihatku seperti itu" ucap iren di depan wajah riko.
Nafas iren begitu terasa di wajah riko, wangi tubuh iren membuat riko mabuk kepayang tapi dia menyukainya.
"Istri..." panggil riko menarik iren agar menempel dengan tubuhnya
Deg...
Deg...
Deg...
Jantung keduanya berdetak cepat 10x lebih cepat, mereka masih saling memandang satu sama lain, riko yang melihat iren begitu intens, mendekatkan wajahnya dengan iren perlahan... sampai akhurnya benda kenyal itu menempel antara mereka.
"Chup........" riko menempelkan bibirnya ke bibir iren, tanpa ada pergerakan hanya mengecup.
"Morning kiss sayang" bisik riko telinga iren.
Iren yang masih shock hanya diam membulatkan matanya. Ia sedikit linglung.
"Kau tidak akan mati berdiri karna sebuah kecupan kan?" tanya riko yang langsung membuat iren tersadar
"Hah !! Aaaa..a..apa yang kau lakukan" iren mendorong riko agar sedikit menjauh
"Apa?... Aku tidak melakukan apapun" ucap riko menatap iren
"Jelas jelas kau menciumku..." kata iren menatap kesal riko
"Itu bukan ciuman..."
"Kau...." iren menunjuk riko ingin memakinya namun riko langsung cepat membungkam bibir iren dengan bibirnya.
Sedikit melumatnya dan menggigit bibir bawah iren...
"Itu baru namanya ciuman sayang" bisik riko lalu meninggalkan iren dikamarnya