
iren ingin sekali makan bakso mercon, tapi harus makan bersama riko. benar benae ngidam ibu hamil. calon anaknya sangat tau jika orang tuanya sedang ada masalah.
iren ingin meminta bantuan dengan mertuanya begitu sungkan, tapi apa salahnya bercerita jika ingin makan berdua bersama suami.
"mom... apa mommy sedang sibuk?" tanya iren mengampiri farah.
"ada apa menantuku sayang?, apa ada yang kau butuhkan?" tanya farah
"aku ingn makan bakso mercon mom.." ucap iren lirih
farah tersenyum.. "ya sudah ayo mom antarkan membelinya" ucap sarah segera beranjak dari duduknya ,namun iren menghentikan pergerakannya.
"kenapa?.." tanya farah heran
"aku ingin makan bersama riko mom.."
"dasar kau ini... mom kira kau kenapa, ya sudah mom akan suruh riko membelinya" ucap farah
"jangan mom... aku akan ke kantor, tapi masalahnya aku sedang tidak bicara pada riko mom" ucap iren lirih
"sudahlah... hilangkan egomu dulu ren, keinginan bayimu saat ini lebih penting.." ucap mommy
yang dikatakan mertuanya sangat benar.. maka dari itu iren langsung mengambil tasnya menuju ke kantor riko.
"baiklah mom... berangkat sekarang, makasih usulanmu mom, aku menyayangimu" ucap iren mencium pipi farah.
farah yang hanya geleng geleng kepala, karna kelakuan anak dan menantunya benar benar membuatnya seperti mengurus anak kecil.
iren kelaur rumah dan menghampiri salah satu supir di rumah riko.
"pak tito.. tolong antarkan saya ke kantor riko sekarang" ucap iren
"baik nyonya muda... silahkan masuk" dengan sopan pak tito membuka pintu penumpang untuk istri tuan mudanya.
"terimakasih pak tito.." ucap iren tersenyum ramah.
"beruntung sekali tuan muda mendapatkan wanita seperti nona iren.. sangat baik dan ramah" batin tito.
dikantor riko sedang sibuk dengan beberapa berkasnya, ia tidak ingin diganggu oleh siapapun termasuk mario sahabatnya sendiri. karna pekerjaannya harus segera diselesaikan...
gara gara karyawannya yang lalay dalam membuat laporan.. membuat riko begitu kesal dan memarahi beberapa karyawan yang di tugaskan...
iren yang baru saja sampai di kantor langsung mendapatkan senyuman ramah dari para karyawan yang sudah mengetahui identitasnya sebagai istri dari boss mereka. walaupun rada risih dengan tatapan memuja orang orang. iren tetap memasang senyuman sebagai balasan sapaan.
"kau tau... boss tadi marah marah karna laporan penting yang dibuat salah, wajah boss begitu seram ketika aku melihatnya tadi" ucap seorang karyawan
tanpa sengaja iren mendengarnya..
"tapi aku tidak terkejut.. bukannya boss riko memang tegas seperti itu."
iren hanya memaksakan senyumnya dan berlalu ke ruangan riko. sedikit penasaran kenapa sampai suaminya begitu marah, laporan apa yang membuatnya emosi.. itulah yang ada dipikiran iren.
"mario..." panggil iren yang tak sengaja bertemu dengan asisten riko.
"nyonya riko... kau disini sedang apa?" tanya mario
"aku ingin bertemu suamiku.. apa dia ada di ruangannya?" tanya iren
"tentu dia ada... tapi dia sedikit emosi saat ini, siapa tau dengan kedatanganmu dia akan baik baik saja" ucap mario
"baiklah.. aku menemuinya dulu, selamat bekerja mario"
"iya. "
sampainya di ruangan riko, iren bertemu dengan sekretarisnya di depan ruangan. denhan senyuman ramah iren menyapanya.
"aku masuk dulu..." ucap iren diangguki dengan dengan sopan oleh sekretaris riko.
ceklek...
AKU SUDAH BILANG... SIAPAPUN JANGAN ADA YANG MASUK KE RUANGANKU" bentark riko sangat keras. dan tidam tau jika irenlah yang masuk ke ruangannya.
"maaf..." lirih iren yang sudah ingin mengeluarkan butiran bening dari matanya.
riko yang mendengar suara familiar itu langsung mendongakan kepalanya. dan benar saja istrinya diam di ambang pintu dan sudah menangis.
dengan cepat riko memeluk iren dan menutup pintu ruangannya..
"sayang... maaf aku gak tau itu kamu" ucap riko mencium pelipis iren.
"kenapa kamu bentak aku hiks...hiks" iren yang begitu sensitif sejak kehamilannya menangis sejadi jadinya.
"maaf sayang... aku gak sengaja" kata riko
"jelas kamu sengaja.. kamu bentak aku tadi"
"ya tuhan... apa yang harus aku lakukan ,ibu hamil sangat sensitif" batin riko
"sayang jangan nangis oke... aku minta maaf, kau mau apa katakan sayang" ucap riko dan langsung membuat iren berhenti.
"aku ingin bakso..."
"oke ayo kita beli sekarang" ucap riko
"gak mau... aku pengen kamu yang buat sendiri di rumah" kata iren
"WHAT....."