Stuck With You

Stuck With You
Mall With Him



Vanessa P.O.V


"Nes, lo kenapa harus pake baju itu sih?" tanya Dipta seraya merangkul pinggangku. "Kenapa emangnya?" tanya ku. "Lo jadi pusat perhatian." kata nya. "Gapapa dong." kataku yang membuat Dipta langsung merangkul pinggangku semakin erat. "Gw ga bisa. Apalagi tuh liat tuh cowok. Ih tatapannya minta gw tusuk." kata Dipta yang tanpa sadar membuat ku tersenyum.


"Eh cie!! Akhirnya gw bisa bikin lo senyum." kata Dipta menggodaku. "Eh! Apaan dih! GR banget lo!" kata ku seraya menahan senyum. "Ga usah ditahan tuh pipi merah jadinya." katanya yang membuat ku malu. Aku langsung mendului nya dan segera masuk ke kios yang menjual gaun-gaun semi formal.


Aku langsung mencoba gaun dengan potongan tangan One Shoulder, dengan potongan gaun berbentuk A-Line berwarna Coklat Susu. "Mbak? Kalo yang ini gimana?" tanya ku. "Tanya coba ke Dipta! Mbak mau angkat telfon dari klien mbak dulu ya." kata Mbak Jihane seraya tersenyum. "Ta? Gaun ini gimana?" tanya ku. "Buset!! Jangan!! Itu terlalu kebuka! Ganti!" kata Dipta.


Aku langsung mengambil gaun pendek berpotongan bodypress berwarna hitam. Aku langsung mencobanya lalu tersenyum. Muat juga guys ternyata! "Ta? Kalo yang ini??" tanya ku. "Ga! Ga ada yang pendek! Ganti!" kata Dipta. "Yaudah kalo gitu lo pilihin deh!!" kata ku. "Tunggu." kata nya yang ku jawab anggukan.


Dia langsung mengambil tiga gaun dan langsung memberikannya kepada ku. "Nih coba selera gw." katanya yang ku jawab anggukan.


Aku langsung mengambil gaun tanpa tangan (mungkin bisa dibilang kemben) gaun ini panjang dengan warna merah maroon. "Kalo ini, gimana???" tanya ku. "Dipta tersenyum dan menganggukan kepala nya. "Okay yang ini boleh juga." kata ipta yang ku jawab acungan jempol. "Coba juga dong yang lain!!" kata Dipta yang ku jawab anggukan.


Aku mencoba mermaid dress berwarna silver dengan potongan bagian atasnya yang berbentuk Shoulder Dress. Aku tersenyum menatap pantulan bayanganku dicermin. Terlihat elegant!


"Ta?" paggil ku saat baru membuka tirai ruang ganti. Dipta yang lagi main games di ponselnya langsung menatapku dan tersenyum. "Cocok banget! Oh my god! Kayaknya gw cocok deh jadi stylish!!" katanya heboh. Aku hanya tertawa dan menganggukan kepala ku. "Iya deh. Eh ada satu gaun lagi. Bentar gw coba." kata ku yang dijawab anggukannya.


Aku masuk ke ruang ganti dan tercengang. Ini khas Indonesia banget!!


Aku langsung memakai gaun berpotongan Bodycon Dress, dengan potongan lengan berbentuk lantern. Gaun ini dibagian tengahnya bermotif batik tapi di pinggir sampai ke belakang gaunnya kain putih. Aku langsung keluar dari ruang ganti dan menatap Dipta yang menatapku begitu dalam.


"Ekhem!!!" Dehemanku membuat dia tersadar dan langsung mengeluarkan ponselnya.


"Bentar mau gw foto dulu." katanya yang membuat ku kaget. "Buat apa?" tanya ku. "Buat gw kasih tau ke anak sekolah kalo lo pacar gw." kata nya yang membuat ku kaget. "Si dodol. Jangan dong! Kan gw bukan cewek lo, Ta." kata ku seraya menghadap ke cermin dan merapihkan baju nya.


"Lo suka ga pilihan gw?" tanya nya yang ku jawab anggukan. "Gw mau beli tiga-tiganya. Yuk temenin gw!" kata ku seraya menggandeng tangannya. "Bu Jihane mana?" tanya nya. "Tadi sih katanya lagi angkat telfon dari klien." kata ku. "Oalah." jawabnya.


"By the way, besok lo ada acara ga? Gw mau ngajak lo ke acara kantor gw." kata Dipta. "Acara ada sih. Nanti gw izin sama Mbak Jihane." kata ku yang dijawab acungan jempol Dipta.


Aku dan Dipta mengelilingi mall ini seraya menghubungi Mbak Jihane. Aku terus nelefonnya sampai di saat aku menelfon ke tiga kalinya, diangkat!


"Hallo, mbak?" Sapa ku. "Hallo, Nes. Sorry ya, ini mbak agak lama. Kamu keliling aja sama Dipta, kartu udah sama kamu kan?" tanya Mbak Jihane. "Iya, mbak. Yaudah nanti ketemuan di foodcourt aja ya." kata ku. "Sip." kata Mbak Jihane.


Telfon pun dimatikan. Dipta langsung menatapku. "Kenapa? Bu Jihane dimana?" tanyanya. "Panggil dia, mbak aja. Dia lagi ada rapat online sama kliennya. Dia nyuruh kita aja yang keliling nanti ketemuan sama dia di foodcourt." kata ku. "Dah lah emang kita jodoh!" katanya yang membuat ku tertawa. "Ngarep lo ah. Yuk!" ajak ku seraya menarik tangannya.


"Coba deh tiga ini!" kata ku.


Dipta mengambilnya dan langsung memakainya satu persatu. "Satu lagi, Nes. Buat jadi pasangan gaun batik lo." kata Dipta. Aku langsung mencari jas yang lain dan melihat ada jas dengan detailing batik dibagian lubang lengan kerah nya.


Setelah selesai, kami langsung menghampiri Mbak Jihane dan langsung pulang.


***


Saat ini, aku lagi tidur-tiduran diatas tempat tidur ku. Aku menatap ponselku yang terus berdering tapi aku rasanya males banget buat ngecek ponsel itu. Alhasil, aku memilih mengambil laptop lalu mulai mengerjakan beberapa tugas ku. Aku juga iseng-iseng nonton acara tv di youtube. Judulnya, Kelas Internasional.


Sesekali aku tertawa ngeliat kebucinan Carlos, kelakuan Ling-ling yang selalu berjualan dimanapun dan kapanpun. Lama-kelamaan, ponselku berbunyi dengan keras. Fiks! Pasti banyak nih yang ngechat!


Aku langsung menyalakan ponselku dan melihat apa yang membuat notif ku berbunyi terus-menerus.


--- On Chat


Cinta: @Vanessa cek ig! Gila lo ketangkep basah lagi jalan sama si Dipta!!!


Nanda: Hah?! Demi apa lo, Ta??? @Cinta


Cinta: Ih serius gw.


Aira: @Vanessa oyyyy muncul dong bu! Astaga!! Itu di ig pada kelabakan gara-gara liat foto lo sama Dipta!


---End Chat


Aku terkejut lalu langsung membuka aplikasi instagram ku. Aku melihat banyak tag an disalah satu akun bernama 'padjajaran_gossipandfact'. Disana aku ngeliat ada beberapa foto aku dan Dipta. Dari foto kami saat berada di toko gaun, saat kami jalan diarea lobby mall, bahkan ada juga foto aku dan Dipta dari belakang saat Dipta sedang merangkul pinggang ku.


Aku langsung membaca komentar nya yang dominan mendukung kami agar segera jadian tapi ada juga yang menghujat aku katanya aku pansos. Dih! Apa banget!!


Aku melihat caption yang ada di unggahan akun ini bertuliskan 'Dunia serasa milik berdua ya @nessava_ @diptahiran yuk yang dukung mereka jadian, like yang banyak ya!!' begitulah tulisannya. Ga lama kemudian, akun ku langsung banyak yang follow. Astaga!! Ini kok bisa-bisanya mereka dapet ig aku.


Aku memilih mendiamkannya dan langsung mematikan daya ponselku. Lebih baik aku charge aja dari pada liat aneh-aneh.