Stuck With You

Stuck With You
Move



Vanessa P.O.V


Ini sudah pergantian tahun. Di Bulan Januari ini, akhirnya aku memutuskan untuk pindah ke rumah baru ku bersama Cinta, Arsen, dan suamiku. Saat tau kalau rumah di sebelahku adalah miliknya, Cinta sangat terkejut bahkan dia sempet ngambek guys katanya kenapa aku ga bilang ke dia wkwkwkwkwk.


Kehamilan ku yang udah memasuki usia sebelas minggu eeuumm berarti dua bulan tiga minggu. Aku selalu mengelus perut ku seraya tersenyum.


"Sayang? Gimana? Udah siap semuanya?" tanya Dipta, suamiku. Aku tersenyum dan mengelus rahangnya. "Iya, by. Tapi makan dulu ya sekalian kita cek lagi persediaan makanan di dapur. Biar bisa kita bawa." kata ku yang dijawab anggukan suamiku itu. "Ga berasa ya by ternyata kkita udahh tinggal di unit ini selama empat bahkan lima tahun. Ga berasa banget ya. Padahal aku ngerasanya baru kemarin loh kita pindah ke unit ini. Sekarang kita bakalan pindah ke rumah kita sendiri deh." kata Dipta seraya memeluk ku.


"Rumah baru, kamar baru, pengalaman baru, dan satu lagi kenangan baru. Kita akan punya anak dan ngebina rumah tangga dirumah itu ya kan by." kata ku seraya tersenyum. "Iya sayang. Kita berdua bakal tetanggaan sama Cinta dan Arsen. Kita bisa ngebina keluarga dan persahabatan kita. Semoga ya by kita selalu sama-sama." kata Dipta yang ku jawab anggukan.


Tok! Tok! Tok!


"Vanes! Dipta!!!" panggil seseorang. Suara nya Cinta sih ini. "Tuh by kayaknya tuh curut udah bangun. Yuk kita ke depan sekalian kamu masak nanti aku beresin unit." kata Dipta yang ku jawab anggukan.


Kamipun langsung keluar kamar. Aku langsung ke dapur dan melihat bahan-bahan makanan yang masih ada. Hmmm cukup banyak. Aku juga melihat banyak tempat makanan yang sudah ku packing. Terlihat kepenuhan banget. Hmmm kayaknya ini bisa sih dibikin jadi beberapa porsi buat nanti dibawa ke rumah.


"Nes? Lagi ngapain lo?" tanya Cinta. "Biasa lah, Nes. Masak. Eh iya, bahan-bahan di dapur lo coba di cek. Yang udah mau expired mendingan di bikin sekarang aja. Gw yakin nanti pasti bakalan lama buat packing baju di rumah nanti." kata ku. "Iya juga ya. Yaudah gw bawa kesini deh ya biar kita masak bareng." kata Cinta yang ku jawab anggukan.


Aku melihat bahan-bahan yang sebentar lagi mau expired. Kebanyakan frozen food sih. Ada nugget, sosis, rumput laut. Aku juga ngeliat ada sisa nasi tadi pagi. "Nih, Nes. Ini kita olah aja. Yuk!!" kata Cinta seraya memperlihatkan ku makanan frozen juga hahahaha! Dan ada beberapa mie. "Kita bikin Magelangan kali ya. Gimana? Atau kimbab?" tanya ku. "Hmmm kayaknya sih magelangan aja, Nes. Jadinya nanti sosis sama nugget nya bakal jadi lauk tambahan." kata Cinta yang ku jawab anggukan.


***


Setelah berkutat dengan alat-alat memasak, akhirnya makananpun jadi. Aku langsung menyediakan beberapa piring dan memporsikan untuk Dipta dan Arsen. "Nih, Ta. Bawa ke laki lo." kata ku seraya tersenyum. "Nih, Nes. Buat si Dipta ye kan." kata Cinta seraya tersenyum.


Kami langsung menghampiri Dipta dan Arsen lalu menyajikan makanan untuk mereka. "Jadi gimana? Udah siap kan ya pindah hari ini?" tanya Arsen yang dijawab anggukan Cinta. Akupun menganggukan kepala ku. "Gw ngebayangin deh nanti kita tahun baruan sama Nanda, Aira, Ivan, Andre di rumah baru dan di kolam renangnya. Kan lumayan tuh bakar-bakaran." kata ku seraya tersenyum. "Iya juga ya, Nes. Seru sih itu mah! Belom lagi kalo nanti kita coba kemah diatas kolam renangnya. Pasti seru karna kan ya kolam renang nya tuh luas." kata Cinta yang membuat mata ku berbinar.


***


"Ta, ke rumah gw yuk!!" ajak ku seraya tersenyum. "Sorry banget ini mah, Nes. Gw juga masih ada yang mau gw rapihin beb. Nanti aja gimana pas makan malem? Kan pasti udah beres tuh ngeberesin baju-baju jadinya udah bisa santai deh." kata Cinta yang membuat ku tersenyum dan menganggukan kepala ku.


Kamipun berpisah. Cinta berjalan memasuki pekarangan rumah nya yang didominasi dengan bunga Mawar Merah dan Mawar Putih begitu juga dengan ku yang memasuki pekarangan rumah dengan dominasi bunga Anggrek Ungu, Anggrek Putih dan bunga Melati.


Aku dengan perlahan memasukan kunci rumah ke lubang kunci di pintu dan membukanya dengan perlahan. Rumah ini udah dipenuhi perabotan yang waktu itu kami beli. Jadinya ya emang tinggal ditempatin aja deh.


Aku langsung meletakan tas yang ku pegang dan mulai membuka tirai yang ada di lantai satu. Aku langsung ke dapur dan segera mengambil air untuk ku minum. Aku juga membuat es teh manis untuk suami ku.


"Sayang? Kamu dimana?" panggil Dipta. "Disini, by!" jawabku. Dipta langsung menghampiri ku ke dapur dan aku langsung memberikan es teh yang ku buat untuknya. Dia tersenyum dan mengelus rambut ku. "Tau aja deh suaminya haus." kata Dipta seraya mencium kening ku.


"Kamu istirahat dulu aja, biar aku yang rapihin dapur. Kalo kamu yang rapihin yang ada malah gareng ke campur sama gula." ujar ku yang membuat Dipta tertawa dan menganggukan kepala nya. "Aku mau download film aja deh ya. Nanti kita nonton." kata Dipta yang ku jawab anggukan.


***


Aku tersenyum melihat dapur ku yang sudah tertata dengan rapih. Aku langsung menghampiri suami ku yang tertidur didepan layar audio visual. Aku langsung menutup tirai pembatas ruangan di lantai satu dan merebahkan tubuh ku disebelahnya.


Aku melihat film yang di download. Hmmm kebanyakan horor sih ini. The Nun, Annabelle 1,2,3.


"Sayang, bangun yuk!!" kata ku seraya membangunkan suamiku. Dipta mengerjapkan matanya dan tersenyum. "Maaf sayang, ketiduran ya hehehehe." kata Dipta yang ku jawab anggukan seraya tersenyum.


"Kalo capek, di kamar gih tidurnya!" kata ku. "Ayo, kamu juga." ajak nya yang ku jawab gelengan. "Kamu duluan, aku mau beresin baju." jawabku seraya tersenyum.


"Ayo, aku bantuin." kata Dipta yang ku jawab anggukan. "Untung juga ya by kita pindah sebelum kamu lahiran. Jadinya baju ga terlalu banyak yang dirapihin." kata Dipta yang membuat ku tertawa. Iya juga sih!