Stuck With You

Stuck With You
Pindahan Kamar



Vanessa P.O.V


"Sayang, bangun dulu! Shubuh!" kata seseorang seraya mengelus keningku. Aku mengerjapkan mata dan mulai mengelut di tempat tidur. Saat aku melihat sekitar, aku baru ingat kalau ini di hotel. Aku langsung duduk dan melihat sekeliling kamar ini. Masih terlihat sama seperti kemarin malam saat aku masuki setelah resepsi. Eeits! Jangan mikir aneh-aneh ya kalian semua! Semalam kami langsung tidur karna kecapean hehehehe.


Aku langsung berdiri dan mulai berjalan ke kamar mandi. "Sayang, nanti ada yang mau aku omongin ya sama kamu." kata Dipta seraya memeluk ku. Aku tersenyum dan menganggukan kepala ku. "Yaudah kamu wudhu nanti abis itu gantian aku yang wudhu!" kata Dipta yang ku jawab anggukan.


***


Aku menatap Dipta yang lagi ngeberesin sajadah nya tadi. Setelah dia selesai, dia langsung duduk dihadapanku. Dia menggenggam tangan ku dan mencium keningku. "Kemarin itu aku deg-deg an banget sayang." kata nya. "Kenapa deg-deg an by?" tanya ku. "Iya deg-deg an lah. Bayangin aja biasanya kan kita bercanda gitu lah ini kemaren serius banget. Om kamu juga bikin aku makin dag dig dug serrrr gitu by." kata Dipta yang membuat ku tertawa.


Dipta langsung merebahkan badannya dan meletakan kepala nya diatas paha ku. Aku langsung mengelus rambutnya seraya tersenyum dan memijat kepala nya perlahan. "By, kalo semisalkan aku belum mau hamil sekarang apa kamu setuju?" tanya ku. Dipta menatapku dan menganggukan kepala nya. "Aku tau kamu ga mau hamil sekarang karna kamu pasti bakalan kecapean. Tenang sayang, aku ngerti kok." kata Dipta yang ku jawab anggukan seraya tersenyum.


"Tapi boleh aku minta hak aku sekarang?" tanya Dipta yang membuat ku membeku dan menatapnya lalu tersenyum dan menganggukan kepalaku. Selanjutnya kalian pasti tau apa yang terjadi.


***


"Sayang, berarti unit kamu bakal ditempatin sama kita berdua doang nih ya." kata Dipta yang ku jawab anggukan. "Iya, Cinta nanti bakal di kamar kamu." jawabku seraya tersenyum. "Okay yaudah nanti aku pindahin barang-barang aku aja ya. Kamu kapan mulai kuliah lagi?" tanya Dipta. "Sebenernya hari ini udah dapet tugas tapi kamu kan tau sendiri kalo kuliah di UT ada deadline dua minggu jadinya masih bisa agak santai." kata ku seraya tersenyum.


"Yaudah nanti kamu langsung kerjain ya by." kata Dipta yang ku jawab anggukan. "Sekarang aja gapapa kok. Aku bawa laptop." kata ku seraya tersenyum. "Jangan. Aku masih mau peluk kamu." kata Dipta seraya memeluk ku dengan erat. Aku hanya tersenyum dan kembali memeluknya.


"Sayang, tahun ini kamu bakal lulus kan ya?" tanya Dipta yang ku jawab anggukan. "Oh gitu. Bagus lah! Jadinya kamu ga bakal terlalu kecapean. Abis kamu lulus, kita langsung pindah kali ya ke rumah kita." kata Dipta. "Tapi sayang, kayaknya kalo kita kerja di Jakarta tapi tinggal di Bogor bakalan makan waktu ga sih? Aku ga mau telat ke kantor." jawabku. "Na terus gimana dong? Mau beli rumah baru aja?" tanya Dipta. "Boleh juga sih. Yaudah beli rumah lagi lah ya itung-itung invest." jawabku seraya tersenyum. "Boleh juga tapi mau nya tanah kosong aja biar di bangun sesuai sama kemauan kita. Gimana?" tanya ku. "Ya gapapa sih by nanti biar kita sama-sama ngedesain ya." Kata Dipta yang ku jawab anggukan kepala ku.


***


Saat aku membuka pintu unit, aku melihat ada papan penyambutan bertuliskan 'Welcome Home!'. Aku dan Dipta saling menatap satu sama lain seraya tersenyum dan masuk ke dalam unit. "Cie manten baru! Lengket ya shay!!" kata Cinta menggoda kami. "Nanda sama yang lain mana, Ta?" tanya ku. "Mereka udah balik, Nes. Kan mereka cuman libur dua hari. Makanya mereka hari ini udah balik." kata Cinta. "Arsen mana?" tanya Dipta. "Tuh di kamar. Dia abis mindah-mindahin barang-barang lo, Ta. Gw nempatin kamar dia. Dia nempatin kamar lo. Jadinya itu di kamar gw dulu tinggal barang-barang lo aja biar nanti lo yang atur." kata Cinta.


Aku memeluk Cinta dan tersenyum. "Yah kita isah deh." ujar ku tersenyum. "Yailah cuman beda kamar doang elah Nes. Udah deh lo udah ada laki juga masih aja lo manja ama gw." kata Cinta yang membuat kami tertawa. "Ya udah sayang aku beresin barang aku dulu ya. Ta! Gw duluan ya!" kata Dipta. "Sip! Gw juga ya Nes. Mau tidur tadi gw ngantuk banget sama Arsen di bangunin." kata Cinta yang ku jawab anggukan.


Setelah Cinta kembali ke unitnya, aku menutup connecting door. Aku langsung meletakan koper di kamar ku lalu segera ke kamar mandi untuk mandi. Setelah selesai, aku langsung ke dapur dan melihat bahan-bahan makanan yang tersisa. Hmmm masih cukup lah untuk kami berempat. Masih ada rumput laut, indomie, sosis, bakso, telur, nasi, dan beberapa buah-buahan. Waduh ini kayaknya bakalan aku masak semua.


Aku langsung menyalakan ponsel dan melihat cara membuat Kimbab, makanan ala ala Korea yang sekilas aku liatnya kayak sushi Jepang. Aku mulai mengikuti step by step nya. Setelah semua bahannya siap, aku langsung menggulung rumput laut dan nasi dilengkapi dengan bahan yang sudah matang. Setelah siap, aku memotong-motong kimbab ini dan meletakannya di dua piring.


Aku melihat mie di persediaan bahan. Aku lihat ada sekitar lima mie. Aku pun langsung memasaknya dilengkapi bakso dan telur. Setelah itu aku sajikan diatas panci nya. Aku langsung mengupas buah-buah yang ada kayak nanas madu, apel. Serta mencuci buah-buah nya kayak stroberi, dan anggur. Setelah semuanya siap, aku langsung membuka connecting door dan mengetuk kamar Cinta.


"Ta, bangun Ta! Makan dulu! Ke unit gw ya!" ujar ku. Aku mengetuk kamar Arsen dan mengatakan hal yang sama. Aku kembali ke unit ku dan melihat Dipta yang lagi mengganti pakaiannya. "Sayang! Ya ampun kamu mah ih ganti di kamar dong by!!!" kata ku seraya mencubit perut Dipta. "ADADADADAH!!! SAKIT SAYANG! IYA IYA AKU GANTI DI KAMAR!!!" Kata Dipta seraya berlari dan tertawa. Aku pun ikutan tertawa dan menggelengkan kepala ku.


"Nes, sorry ya gw malah ga bantuin masak. Btw nanti malem pake bahan di unit gw aja ya!" kata Cinta yang ku jawab anggukan. "Besok kita harus beli bahan makanan dulu nih Ta!" kata ku. "Okay besok gw temenin ya, Nes." kata Cinta yang ku jawab anggukan.


***


Kami berempat sedang asik makan di unit ku. Dipta dan Arsen yang sedang mengobrol mengenai pekerjaan sedangkan aku dan Cinta yang lagi asik ngobrolin fashion.


Slurp!!!


"Asli ya, Nes. Masakan lo emang ga pernah fail. Enak banget!!!" kata Arsen. "Dan gw beruntung jadi laki nya." kata Dipta seraya tersenyum bangga. "Udah pokoknya kalian makan! Oh iya sayang, besok aku sama Cinta mau belanja bahan makanan ya. Ada yang mau nitip?" tanya ku. "Gw sih ga titip apa-apa." kata Arsen. "Aku nanti beli sendiri aja sayang." kata Dipta. "Lho kenapa ga sekalian aja By?" tanya ku. "Please deh, yang. Masa iya kamu aku suruh beli 'pengaman' sih." kata Dipta yang membuat Arsen dan Cinta tersedak dan terbatuk-batuk.


"Syok gw sama kalian. Duh ilah yang yuk nikah yuk!!" kata Cinta. "Nanti aku datengin lamaran, panik!!" kata Arsen menggoda Cinta. Kami berempat pun tertawa.