Stuck With You

Stuck With You
Serius



Vanessa P.O.V


Aku sudah siap dengan kaos abu-abu, celana jeans, dan flat shoes slides hitamku. Aku mengambil tas kecil untuk nanti meletakan ponsel, dan dompet. Aku menengok ke jendela saat mendengar suara pagar yang dibuka. Ternyata Dipta udah dateng. Aku langsung mengambil paperbag yang udah diisi sama ketujuh kado ku ke ruang tamu.


"Sayang!!" Sapa Dipta saat baru masuk rumah. Dia langsung berlari dan memeluk ku. "Cantik banget sih calon istri aku ini." katanya yang membuatku blushing. "Jangan gombal. Nanti aku terbang gimana? Ga kasian?" canda ku yang dijawab senyum lebar khas seorang Dipta.


"Wah ada Nak Dipta. Duduk dulu, bibi ambilin minum ya." kata Bi Darti. "Eh ga usah, Bi. Ini juga kita udah mau jalan kok. Pinjem Vanes nya dulu ya, Bi." Kata Dipta pamitan. "Oh iya iya, hati-hati Nak Dipta dan Neng Vanes." kata Bi Darti yang ku jawab anggukan. Aku langsung mendekati Bi Darti dan memberikannya sebuah amplop.


"Ini bonus untuk bibi dan Mang Suryo ya." ucapku seraya berjalan keluar bersama dengan Dipta.


***


"Okay saatnya tukar kado!!!! Kita mulai dari eeuuummm ah iya, ngasih kado ke Dipta dulu deh!!!" kata Andre. "Nah iya bener. Kita mulai dari nah Vanes dulu deh kan bininya." kata Ivan.


Aku tersenyum seraya memberikan satu paperbag berisikan kado untuknya. Kami berfoto dulu, setelah itu Dipta langsung membuka kado nya. Dia tersenyum melihat sepatu yang ku belikan dan dia semakin berbinar saat mengetahui ada kado lain didalamnya. Dia memeluk ku dan langsung mengeluarkan casing hp yang ku belikan untuknya. "Ya ampun bagus ih. Sayang, makasih ya. Ah aku mau langsung pake ah casingnya!" kata Dipta yang ku jawab anggukan dan memperlihatkan ponselku dengan casing yang sama namun warna yang berbeda. Dipta aku berikan casing hp warna abu-abu dengan gambar astronot sama seperti punya ku yang berwarna biru.


"Nah sekarang langsung deh dari Nanda lanjut dari Cinta, terus Aira. Abis itu baru deh ke Arsen, gw, baru Ivan." kata Andre.


Nanda langsung memberikan Dipta satu kado, begitupun selanjutnya yang dilakukan Cinta, Aira, Arsen, Andre, dan Ivan. Dipta langsung membuka satu persatu kadonya. Dia mendapatkan kado hoddie bertuliskan flamme dari Nanda, tas berwarna hijau dari Cinta, Earpods dengan ada gambar tangan yang saling bersentuhan dari Aira, Sepatu pantofel dari Arsen, Dompet kulit dari Andre, dan casing hp berwarna coklat dengan gambar yang cukup aesthetic dari Ivan.


"Nah lanjut deh sekarang ke Vanes." kata Ivan. "Eh jangan. Gw belakangan aja." jawabku. "Hadeuh siap deh. Kalo gitu lanjut ke Nanda. Mulai dari Vanes, Cinta, Aira, Arsen, gw, Dipta, Ivan. Ayo!" kata Andre. Aku langsung memberikan paperbag ke Nanda. Begitupun yang lainnya. Dia mulai membuka hadiah-hadiah nya. Dia mendapatkan kaos putih bertulisankan 'The Real Boss' dan kalung berliontin hati berwarna biru dari Andre. Lalu dia juga mendapatkan jam tangan dari Cinta, Earpods dari Aira, Tas dari ku, Gelang kaki dengan liontin batu berwarna hijau mint dari Arsen, Sepatu dengan motif koran dari Dipta, dan casing hp berwarna biru muda dan ada motif tiket pesawat dari Ivan.


"Sekarang kita ke Cinta!!" kata Andre. "Heh cewek gw jangan lo gangguin!" kata Arsen. "Yailah susah ya kalo udah berpawang." kata Andre yang membuat kami tertawa.


Cinta mendapatkan kalung couple dan gelang kaki berbentuk hati dari Arsen, tas yang ku belikan cocok untuk nanti dipakai saat dia kuliah, flatshoes satin balerina berwarna putih dari Nanda, earpods berwarna pink dari Aira, kalung chooker dengan liontin berbentuk berlian di tengahnya dari Andre. Sepatu berwarna pink dan ada gambar stroberri di sepatunya dari Dipta, dan Casing hp dengan motif starbuck dari Ivan.


"Sekarang saatnya bini gw. Aira." kata Ivan. Kami bersama-sama memberikan kado ke Aira. Dia tersenyum dan mulai membuka kado dari kami semua. Dia membuka kado dari ku dan tersenyum. Aku membelikannya tas selempang berwarna biru pastel dengan motif bunga. Dia juga mendapatkan gelang bertuliskan 'His Queen' dan casing hp bertuliskan 'You Are My Universe' dari Ivan. Dia mendapatkan wedges dari Nanda, Jam tangan dengan motif bunga-bunga dari Cinta, gelang kaki dengan liontin kupu-kupu dari Arsen, kalung dengan liontin bunga dari Andre, dan sepatu Nike dengan motif bunga-bunga berwarna biru dari Dipta.


"Ini ke Vanes dulu apa ke Arsen nih?" tanya Andre. "Langsung Arsen aja. Gw paling akhir pokoknya." jawabku. "Okay langsung aja dah yuk ngasih kadonya!" ajak Nanda.


Arsen mendapatkan hoodie hitam dengan gambar yang cukup abstrak dari Nanda, Tas yang bisa mengecas ponsel dari Cinta, earpods berbentuk chittos dari Aira, belati dari Dipta, casing hp dari Ivan, dan topi hitam dari Andre. "Widih seriusan nih buat gw, Nes?" tanya Arsen yang ku jawab anggukan. "Sorry kalo selera gw aneh tapi itu unik." kata ku. "Gila lo ya ini tuh keren!!!" kata Arsen.


"Sekarang giliran siapa nih?" tanya Aira. "Laki gw." jawab Nanda. "Sip. Nih, Dre kado dari gw!" kata ku. Aku langsung memberikan paperbag kepada nya. Begitupun keenam sahabatku. Andre membuka kado-kadonya dan mendapatkan jam tangan dari Nanda, Sepatu nike hitam putih dari ku, tas kulit dari Cinta, earpods berlogo NASA dari Aira, Kacamata dari Arsen, topi bermotif catur dari Dipta, dan casing hp dengan motif kota New York dari Ivan.


"Nah sekarang giliran gw yeay!!!" kata Ivan heboh. Kami tertawa melihat tingkah Ivan. Kami langsung memberikan kado untuknya. Dia mendapatkan sepatu Nike berwarna abu-abu putih hitam dari aku, sweater bergambar astronot dari Nanda, tas kerja kulit dari Cinta, earpods berlogo Starbuck dari Aira, Jaket kotak-kotak hijau dari Arsen, Topi splash ink dari Andre, dan sepatu converse dari Dipta.


"Thanks, Dre." jawabku tersenyum seraya menerima kado dari nya. "Nih, Mak Ronggeng kado dari gw." kata Arsen. "Sayang, nih kado dari aku buat kamu." kata Dipta seraya mencium keningku. "Makasih sayang!" ujar ku yang dijawab anggukan. "Heh bucin, nih dari gw buat lo. Awas kalo lo ga suka. Gw lemparin ke keranda jenazah lo nanti." kata Ivan. "Galak amat sih pawang lo, Ra." kata ku seraya tertawa.


Aku mulai membuka kado untukku. "By, kado aku buka terakhir ya!" kata Dipta yang ku jawab anggukan. Aku membuka kado dari Nanda dan terkesima. Dia memberikanku Heels Boots berwarna hitam. Ini keren! "IH NANDA THANKS BANGET WEH INI YANG GW INCER!!!!" Kata ku heboh seraya memeluk Nanda. "Iya-iya sama-sama beb!!!" kata Nanda.


Aku membuka kado dari Cinta. Hmmmm kotaknya kecil sih. Aku membukanya dan melihat ada jam tangan yang terlihat elegant, ada juga gelang pasangannya jam itu. "Itu biar lo ga lupa sama waktu makan, beb." kata Cinta yang membuat ku tersenyum dan langsung memeluknya. "Thanks Cinta!!" ucapku tersenyum.


Aku membuka kado dari Aira dan melihat ada earpods dengan bentuk tempatnya seperti tiram. Aku sangat menyukainya. "Sesuai sama kesukaan lo, lautan. Tiram bisa ngehasilin satu benda yang berharga ya kan. Lo juga pasti bisa." kata Aira yang membuatku tersenyum. "Makasih Ra!!!" ucapku heboh.


"Ekhem! Punya kita kapan nih dibuka nya?" tanya Ivan. "Sabar dong yang kan aku masih mau pelukan sama Vanes!!" kata Aira. "Huft! Iya deh iya!" jawab Ivan.


Aku langsung membuka kado dari Arsen dan tersenyum saat melihat ada satu set gelang kaki dengan berbagai liontin bertemakan laut. "Sesuai buat lo, bebas dan selalu berharga. Lo berharga bagi Dipta." kata Arsen. "Thanks, Sen." ucapku. "Nah ini dari siapa nih?" tanya ku mengambil paperbag batik. "Dari gw, Nes. Semoga lo suka ya." kata Andre yang ku jawab anggukan. "Pasti." jawabku tersenyum. Aku membukanya dan melihat kalung chokker dengan liontin hati. "Wih bagus juga selera lo, Ndre." ujarku tersenyum.


"Buka punya gw nih, Nes!" ujar Ivan. Aku membukanya dan tersenyum lebar. "Case hp wih! Pas banget lumayan kalo gw mau gonta-ganti! Thanks ya, Van!" ucapku saat melihat casing hp bening dengan hiasan berupa tempelan gambar yang cukup aesthetic menurut ku.


"Dan sekarang, saatnya buka punya Dipta!" kata ku tersenyum. Aku membuka paperbag darinya dan menemukan surat. Aku menatapnya dan tersenyum. "Kenapa pakai surat?" tanya ku. "Coba kamu baca!" katanya tersenyum.


...---...


...Dear Vanessa Zahirah Bramantyo,...


...Aku selalu mengatakan hal-hal yang tidak pernah berasal dari hatiku. Aku selalu memakai otak dan logika ku dalam berbicara dan bertindak. Awal mula saat aku melihat mu, hati ku berdesir kencang. Semua perhatian ku tertuju pada mu. Banyak yang bilang jatuh cinta itu membawa kebodohan, akupun setuju dengan kalimat itu. Tapi saat mengenalmu, disaat jam istirahat saat itu, aku tidak mengerti kenapa wajahmu terbayang dipikiran ini? Angin terasa meniup kencang, wajah kamu itu seperti pahatan tuhan yang indah sayang. ...


...Perasaan aku ini ga berubah, masih sama kayak aku saat pertama kali ngeliat kamu senyum. Aku masih mencintai kamu, masih sangat sayang sama kamu. Dan dimalam ini, ada satu hal yang mau aku ucapkan ke kamu. Aku mau kita komitmen ke jenjang yang lebih serius. Love You Babe!...


...From Your Love...


...---...


Aku tidak bisa berkata apa-apa. Aku membaca surat itu dan tersenyum. Saat aku sudah menyelesaikan suratnya, aku terkejut melihat Dipta yang berdiri didepanku. Dia sudah membuka satu kotak cincin. Cincin itu berbentuk mahkota. "Dear Vanessa, kita akan lulus dari SMA. Tapi aku rasa, dengan menjadikan mu sebagai salah satu komitmen dalam hidupku itu bukanlah satu kesalahan. Karna itu, apa kamu mau membangun sebuah komitmen bersama ku sampai kita bisa mengarah ke jenjang yang lebih serius ke depannya?" ucap Dipta yang membuat ku terharu dan mulai menangis. Akupun menganggukan kepala ku dan kami berpelukan.


Dipta langsung memakaikan cincin itu dijari manis tangan kiri ku dan kami kembali berpelukan.