Stuck With You

Stuck With You
Abryan's Birthday



Vanessa P.O.V


Waktu berjalan dengan cepat. Tanpa terasa, anak ku akan memasuki usia satu tahun. Aku bahkan hampir ga nyadar kalau waktu berjalan dan anak ku tumbuh dengan sehat dan aktif. Dia udah mulai belajar berjalan dan mulai bergumam dengan bahasa bayi yang hanya bisa di mengerti oleh dia sendiri.


Aku memakaikan baju lengan pendek hitam dan celana biru muda untuk Abryan. Anak ku hari ini berusia satu tahun. Dan hari ini akan ada perayaan di halaman rumah ku. Yang datang hanya keenam sahabat ku, Mama Diana, Papa Danial, Om Ahmad, Tante Maya, Hiza dan suaminya, Mbak Jihane, Mas Kendra, dan anak laki-laki mereka.


Aku sendiri udah siap dengan gaun biru muda ku. Dipta juga udah siap dengan kaos putih dan celana panjang cream nya.


"Anak ganteng mama, hari ini udah satu tahun ya ganteng ya!" kata ku seraya tersenyum.


"Bababababa!" kata anak ku yang membuat ku tersenyum. "Iya, baju nya yang kamu pilih kan ini. Aduh! Anak mama kenapa pinter amat ya." kata ku seraya tersenyum.


"Iya dong sayang. Kan dia bibit unggul. Mukanya mirip papa nya, tapi otaknya mirip mama nya. Bibit unggul kan." kata Dipta yang membuat ku tertawa.


"By, mereka udah di luar kan ya??" tanya ku. "Udah dong. Mereka semangat banget sama ulang tahun anak kita." kata suami ku. "Dekorasi nya udah beres semua kan by?" tanya ku. "Udah sayang ku. Pokoknya hari ini bakalan spesial buat anak kita." jawab Dipta seraya menggendong anak kami.


Kami mulai menuruni tangga, Bi Darsih tersenyum seraya melambaikan tangannya. Akupun tersenyum membalas senyumannya. Dipta mulai membuka pintu rumah dan aku bisa melihat semua orang yang ku undang sudah menunggu kami. Ada keenam sahabat kami, Keluarga Om Ahmad, Hiza dan suaminya, Mama Diana, Papa Danial, ada kakaknya Dipta serta istri dan anaknya dan keluarga Mbak Jihane.


"HAPPY BIRTHDAY!!!!!" Ucap mereka semua yang membuat anak ku langsung tertawa dan langsung menunjuk Mama Diana. "Duh cucu oma ini gantengnya ga ketulungan. Happy Birthday ya ganteng nya oma. Semoga panjang umur, sehat selalu ya sayang, terus nanti kalo udah gede jangan jadi playboy cap teri kayak papa kamu ya." kata Mama Diana yang membuat kami semua tertawa.


"Kampret lo, Ndre. Liat aja nanti kalo si Nanda lahiran pasti mirip sama gw. Secara gw om nya yang paling ganteng." kata Dipta. "Pret!!! Gw yang nanem benih. Bakal mirip gw pasti!" kata Andre.


"Dadadadada!" celoteh Abryan seraya menunjuk Papa Danial. "Bryan, panggilnya opah dong jangan namanya. Ga sopan sayang." kata ku. "Kamu sih sayang manggil aku nama mulu kalo ada Bryan. Tuh jadi ngikutin kan. Ulululuh! Apa cucu opah yang lucu? Apa nak? Oh iya, ini emang buat Abryan kan lagi ulang tahun. Suka kan? Nanti kita mancing bareng ya kalo kamu udah gede. Happy Birthday cucu opah. Opah sayang deh sama kamu." kata Papa Danial seraya menggendong dan menciumi anak ku.


Anak ku menatap Om Ahmad dan langsung mengulurkan tangannya minta di gendong. Om Ahmad langsung menggendong anak ku sambil mencium keningnya. "Selamat ulang tahun cucu pertama nya kakek. Semoga kamu bisa jadi anak yang pintar ya nak, dan juga semoga kamu bisa selalu hidup dengan penuh kedamaian. Nih liat, nenek kamu udah beliin hadiah loh." kata Om Ahmad. Abryan menatap Tante Maya dan saat digendong sama Tante Maya, dia mencium pipi tante ku itu.


"Selamat ulang tahun gantengnya nenek. Aduh! Kamu udah mulai berat ya sekarang. Jadi ga sabar deh liat pertumbuhan kamu, nak." kata Tante Maya. Dia langsung menyerahkan Abryan kepada ku. Abryan langsung memeluk ku dengan erat dan mencium pipi ku. "Mamamamama tata!" kata nya yang membuat ku tertawa karna dia menunjuk keenam sahabat ku. Aku mendekatkan Abryan ke Cinta yang lagi menggendong bayi perempuannya, Sinta.


"Nih sayang adek bayi nya di cium dulu ayo!!" kata ku seraya mendekatkan Abryan ke Sinta. Abryan tersenyum dan mencium pipi Sinta. "Mamama yiyiyi!!" celotehnya yang embuat ku tertawa. "Iya, ini adek bayi ya sayang. Abryan sayang ga sama adek bayi nya?" tanya Cinta yang dijawab anggukan anak ku. Cinta langsung mencium kening dan pipi anak ku dan tersenyum. "Selamat ulang tahun Bryan! Nih ada hadiah ya dari adek Sinta." kata Cinta tersenyum. "Gimana nih ibu muda? Seru kan begadang dua puluh empat jam tiap minggu." kata ku. "Gila sih, Nes. Gw kalo ga ada Arsen pasti gw tepar sendiri." kata Cinta yang membuat ku tersenyum.


"Kan makanya gw bilang jangan dibiasain gendong. Jadi bau tangan kan jadinya." kata ku. "Noh laki gw yang gemes sama anaknya." kata Cinta menunjuk Arsen. "Dih! Kamu juga tau sayang. Kan kamu mulu yang ga bisa liat dia melek pasti mau digendong mulu." kata Arsen seraya mengelus pipi anakku. "Happy Bornday ganteng. Om Arsen hadiahnya doa aja ya." kata Arsen.


Setelah selesai, aku membawa Abryan menghampiri Aira dan Ivan. Mereka tersenyum dan langsung menggendong anak ku. "Bismillah semoga nular ya, Nes. Biar ada Ivaira junior." kata Aira. "Aamiin. Semoga ya kan seru tuh nanti anak-anak kita jadi penerus kita-kita." kata ku seraya tersenyum. "Happy birthday kesayangan!!" ujar Ivan seraya menggendong anak ku dan melemparkannya ke langit dan kembali menangkapnya. Anak ku tertawa dan akupun tersenyum.


Andre langsung menghampiri ku seraya memapah Nanda yang lagi hamil besar. Beberapa bulan setelah aku melahirkan, Aira Ivan, dan Nanda Arsen menikah. Ga berselang lama, Nanda dinyatakan hamil. Nanda langsung mencium pipi anak ku. "Happy birthday Bryan. Semoga panjang umur, sehat selalu, oh iya nanti semoga cepet dapet adek ya!!" kata Nanda menggodaku. "Kan adeknya dia udah banyak, Nan. Tuh ada si Sinta, ada juga kakaknya tuh si Kehan sama Saheer. Bentar lagi anak lo juga lahir. Nambah kan." kata ku seraya tersenyum.


Aku langsung membawa Abryan menghampiri Mbak Jihane, Mas Kendra, dan anaknya yang bernama Kehan. Mereka hanya berbeda beberapa bulan. "Kehan, hallo sayang!" sapa ku seraya mengelus rambut Kehan. "Selamat ulang tahun, Bryan! Aduh keponakan tante kenapa ganteng banget sih!" kata Mbak Jihane. "Selamat ulang tahun keponakan om!!" kata Mas Kendra. "Makasih om, tante!!" ucapku seraya melambaikan tangan Abryan.