Stuck With You

Stuck With You
Looking for Gifts



Vanessa P.O.V


Karna saat tahun baru kami semua sibuk, makanya malam ini kami akan bertukar kado. Sore ini, setelah pulang sekolah. Aku menemui Dipta yang sudah menunggu didepan kelas ku. Dia terlihat tersenyum sangat lebar. "Akhirnya bisa meluk kamu!!!" katanya seraya memeluk ku dengan erat. Aku juga membalas pelukannya. "Lho? Ta, si Ivan, Arsen, sama cowok gw mana??" tanya Nanda. "Ada, tadi si Arsen ngide banget mau beli makanan dulu buat kalian. Mereka nyuruh gw kesini duluan biar kalian ga ke parkiran." kata Dipta.


"Oh." kata Nanda ber-oh ria.


"Yang, ini temen kamu kayaknya rada-rada ya. Aku udah jawab panjang kali lebar kali tinggi sampe bisa jadi rumus volume balok dia cuman oh doang." kata Dipta dengan pandangan mendelik.


"Yeuh! Suka-suka gw lah." kata Nanda yang membuat ku tertawa. "Udah sih yang, kamu tuh suka banget ngejailin Nanda. Nanti diomelin baru tau rasa." kata ku tertawa. Kedua sahabatku juga ikut tertawa melihat muka Dipta yang memelas.


"Ah kamu mah. Dah ah aku ngambek." kata Dipta. "Oh ngambek. Yaudah jangan minta jatah ya." jawabku yang membuat ketiga sahabat ku langsung menengok. "Ini pemikiran gw yang travelling atau emang dia ngomongnya ambigu dah??" tanya Aira. "Eeuuummm bentar, jatah??? Jatah??? Kalian udah---Astaga!!!! Sahabat gw udah ga polos lagi!!!!" kata Cinta heboh.


"Ekhem! Bener emangnya mau ngasih?" tanya Dipta yang membuatku bingung.


Aku melihat tatapan siswa lain yang melihat kami dengan tatapan penuh tanya. Aku yang tersadar kalo omongan ku ambigu dan udah dipastikan pada negative thinking deh!


Aku langsung menepuk keningku dan tertawa. "Maksud gw tuh jatah makan maicih di rumah gw! Astaga! Bisa-bisanya gw bilangnya jatah!!" kata ku merutuk perkataanku. "A-anjir! Bisa-bisanya disebut jatah doang. G-gw kira lo udah mmmm mmm mmm." kata Cinta dengan menunjukan kode hal-hal yang mengarah ke pergaulan bebas. "Gila! Kagak lah anjir!!!" umpatku. "Lega deh gw. Eh iya ini masa kita nunggu doang. Kita samperin aja deh yuk!" Ajak Nanda. "Ga sabaran amat mau ketemu cowoknya." ejek Dipta yang membuat Nanda menatapnya tajam."Ih Vanes! Laki lo usil banget sih gw kan jadinya kesel. Awas lo ya, Ta. Abis lo nikah nanti gw jamin malem pertama lo bakal digangguin sama kita-kita!" kata Nanda yang membuat Dipta memelototkan mata nya. "E-eh g-ga bisa gitu dong!!!! Ayo lah jangan ganggu momen sahabat kalian yang kiyowo ini." kata Dipta yang membuat Nanda menatapnya dengan tatapan aneh. "Nes, kayaknya dia harus dibawa ke psikolog deh. Kayak stress anjir! Atau ga lo harus nikahin dia secepetnya!" kata Nanda yang ku jawab gelengan seraya tertawa.


"Udah ah malah jadi ngawur! Ayo!" kata Cinta.


Kami berlima langsung berjalan ke kantin dan melihat Arsen, Andra, dan Ivan yang lagi membawa sekantong gorengan. "Eh ada istri gw. Yang sini makan dulu yuk! Eh cunguk! Nih titipan lo buat Vanes!" kata Ivan seraya memberikan sekantong gorengan. Dipta tersenyum dan menepuk pundak Ivan. "Thanks bro." kata nya yang dijawab anggukan Ivan.


Dipta langsung menarik ku ke meja kami biasa makan. Dia langsung menatapku yang membuatku bingung. "Kenapa, By?" tanya ku. "Kamu mau makan yang mana dulu?" tanya nya. "Aku mau, nah pas nih ada combro!" kata ku girang.


Aku langsung mengambil combro dan mulai memakannya.


"Nih guys jadi tadi kita dikelas punya rencana. Kita bakal dapet hadiah dari semua orang. Misal nih, kita ada 8 orang jadinya nanti satu orang pasti harus dapet tujuh kado. Gimana?? Jadinya nanti kita harus beli tujuh kado untuk tujuh orang. Gimana nih? Setuju ga kalian???" tanya Andre yang membuat ku tertawa. "Vanes cantik kenapa ketawa hmmm??" tanya nya yang langsung membuat Dipta menatapnya tajam.


"Ampun suhu! Ga lagi-lagi dah gw ngegodain pawangnya Dipta. Godain pawangnya gw aja ah." kata Andre seraya merangkul Nanda. "Okay back to topic. Gw setuju." jawabku. "Nah cakep dah kalo begitu. Yaudah kalo nanti kita udah selesai makan, langsung otw lah kuy!" kata Arsen.


"Yang, ini kamu beli combro banyak banget??" tanya Cinta. "Iya, jadi tadi Dipta emang mesen ke si abang kontra buat bikinin combro banyak. Yaudah aku bilang kalo aku mau nitip karna ya kamu suka combro kan. Jadinya sekalian deh hehehe." kata Arsen yang membuat Cinta tersenyum.


"Definisi Cinta bawa kebahagiaan. Makan combro aja bisa seneng nih pasutri." kata Andre yang dijawab anggukan Ivan.


***


Saat aku mau jalan, tangan ku ditarik seseorang dan membuatku dipelukannya. "Kebiasaan dari dulu ya yang, suka bikin jantungan." kata ku. "Hehehe maaf sayang. Lupa mau cium kamu dulu!" kata Dipta yang membuat ketiga sahabat ku menepuk jidatnya.


"Gini deh kalo pasangan bucin. Keliatan banget alay nya." kata Nanda yang membuat keenam sahabat kami menganggukan kepala nya.


"Ngiri nih ye. Minta sono sama Andre!" ejek Dipta. "Heh udah. Aku mau jalan. Bye sayang!" ucapku seraya mencium pipi Dipta.


***


Aku mengeluarkan notes kecil. Aku akan membelikan hadiah untuk Dipta, Ivan, Aira, Andre, Nanda, Arsen, dan Cinta. Hmmm enaknya apa ya. Aku berjalan terus sampai menemukan toko sepatu. Kayaknya okay juga nih kalo mau dijadiin hadiah.


Tapi kalo beli sepatu agak ngeri salah ukuran. Duh! Gimana dong?!!!!


Aku memutar otak ku untuk mencari solusi. Dan akhirnya muncul sebuah ide di dalam kepala ku. Sahabat-sahabatnya Dipta kan kadang minjem sendal aku kalo dirumah. Pasti ukuran mereka sama ya kan sama aku.


Aku langsung berjalan dengan semangat dan melihat-lihat sepatu didepanku. Aku langsung aja mengambil sepatu berlogo NIKE, dengan warna hitam putih. Hmmmm kayaknya ini bakalan cocok buat Andre. "Mas, ini ada ukuran 43 gak ya?" tanya ku. "Oh iya ada mbak. Sebentar ya!" kata mas yang menjaga toko nya. Aku melihat-lihat lagi dan menemukan sepatu dengan merk yang sama. Sepatu ini cukup unik karna ada motif grafiti nya gitu. Hmmmm ini mau aku kasih ke Dipta. Aku mengambil sepatu ini dan membawanya, aku akan melihat-lihat sepatu yang lainnya.


Perhatianku jatuh pada sepatu bermerk yang sama ya, motif nya kayaknya mengusung tema anime. Keren sih. Unik. Kayaknya ini bisa buat Arsen. Disebelahnya aku lihat ada sepatu berwarna abu-abu dan putih. Ini bagus. Aku mengambilnya juga.


Mas pekerja ditoko ini datang dengan membawa sekotak sepatu. Dia membukanya dan membuatku tersenyum. "Boleh saya coba?" tanya ku yang dijawab anggukannya. Saat aku coba dan mengetahui kalau ukurannya muat, aku langsung menganggukan kepala ku. "Tolong sepatu yang kayak gini ukuran 43 juga ya!" ujar ku. "Siap." jawab mas nya. Ga nunggu lama, sepatu yang aku mau sudah datang. Akupun langsung membayarnya dan keluar dari toko ini.


***


Saat ini aku udah di rumah. Tepatnya di kamar. Aku lagi ngebungkusin kado-kadonya karna nanti jam tujuh, Dipta akan menjemput ku.


Aku memberikan nama disetiap kado nya. Dari Dipta yang ku tulis dengan 'Bubu', Nanda yang ku tulis dengan 'Bu Komandan', Cinta yang ku tulis 'Chairmate', Aira yang ku tulis 'Rara', Arsen yang ku tulis 'Lakinya Cinta', Andre yang ku tandai dengan gambar buaya, dan Ivan yang ku tulis 'Aira's Bubu'.


Setelah selesai, aku langsung mandi dan menyempatkan diriku untuk bersantai didalam bathtub.