Stuck With You

Stuck With You
Kembali



Vanessa P.O.V


Aku terbangun saat merasakan pelukan di perutku. Saat aku menengok, ternyata Dipta tertidur seraya memelukku. Aku tersenyum dan langsung berbalik badan untuk melihat wajahnya. "Kalo mau senyum jangan ditahan sayang." katanya yang membuatku kaget. Dia langsung membuka mata nya dan tersenyum.


"Pagi!" sapanya seraya tersenyum. "Pagi! Mau makan?" tanya ku. "Mau tapi kayaknya kita langsung balik aja deh. Makannya nanti di villa aja sekalian persiapan pulang." kata Dipta. "Oh iya, untung aja kita ambil penerbangan sore jadinya ga terlalu buru-buru ya by." kata ku tersenyum.


"Eh udah bangun lo, Nes?" kata Cinta. "Belom ini arwah gw yang bangun. Ya udah lah masa iya belom sih, Ta." kata ku yang membuat Cinta tertawa. "Hahahaha! Iya deh sorry beb sorry!" kata Cinta tertawa. "Loh pasutri udah bangun nih. Tuh didepan si Nanda udah buat makanan. Makan gih! Gw mau beresin alat-alat kemaren dulu." kata Arsen yang ku jawab anggukan. Aku langsung mencium pipi Dipta dan segera bangun.


***


"Akhirnya kalian pulang! Vanes, besok kita ada pertemuan di Jakarta ya sama klien." kata Mbak Jihane saat aku baru aja masuk ke Villa. "Okay siap, mbak. Oh ini Mas Kendra, ini mobilnya digimanain ya?" tanya ku. "Biar mas balikin aja, Nes." katanya yang ku jawab anggukan. "Yaudah kalian istirahat dulu, mbak siapin makan siang ya. Kalo mau renang, silahkan." kata Mbak Jihane. Dipta langsung merangkul pundakku, kami pun berpandangan.


"Mau renang apa tidur?" tanya nya. "Aku mau renang aja, abis itu langsung mandi terus makan. Baru deh tidur sampai nanti mau berangkat ke airport." kata ku. "Nah bagus. Aku temenin aja ya. Aku juga mau renang." kata Dipta yang ku jawab anggukan.


Aku langsung masuk ke kamar dan memakai bikini ku. Setelah itu aku langsung keluar ke kolam renang dan langsung menceburkan diri ke dalam.


Aku mulai berenang, dan sempat bersantai dengan membuat badanku terapung diatas kolam. Aku menikmati saat-saat seperti ini.


***


"Sayang, passport kamu udah bawa kan?" tanya Dipta memastikan. "Udah kok. Oh iya semuanya, buat mastiin ulang kita cek lagi ya barang-barang kita jangan sampai ada yang ketinggalan!" kata ku.


Aku langsung masuk ke kamar dan meneliti seisi kamar, aku mulai mengecek laci di bawah meja rias, dibawah nakas, di kamar mandi. Semuanya aku cek. Aku menemukan powerbank berwarna pink. Ada tulisan 'C&A' kayaknya punya Cinta. Aku mengambilnya dan keluar dari kamar.


"Ta, nih PB lo ketinggalan." kata ku. "Hah? Tapinya ini PB gw udah di tas dah." kata Cinta. "Lah terus ini punya siapa? Kan yang pasangan inisialnya C sama A kan lo sama Arsen." kata ku bingung.


"Eeeuuummm, Nes. Itu punya gw." kata Arsen. "Hah? Kok warna pink? Sejak kapan lo suka warna pink?" tanya Dipta. "I-itu tadinya mau gw jadiin hadiah. Kayaknya tadi jatoh pas nemenin Cinta di kamar." kata Arsen yang ku jawab anggukan.


"Hadiah buat apaan by??" tanya Cinta. "Tahun baruan sayang." kata Arsen. "Yaudah karna udah ketauan, kasih aja. Nanti kita beli kadonya barengan." kata Dipta. "Barengan aja cewek cowok. Tapi nanti dibagi dua. Cewek sama yang cewek. Cowok sama yang cowok." kata ku.


Keenam sahabat ku langsung menganggukan kepala dan kami sama-sama tersenyum.


***


Pesawat yang kami naiki sudah sampai di Bandara Soekarno Hatta. Didepan bandara, sudah ada mobil Sprinter yang waktu itu aku gunakan ke Bandung bersama ketiga sahabatku.


Dan ada Mas Dante tentunya.


"Ekhem!" deheman Dipta membuatku dan Mas Dante menengok. "Mas Dante, kenalin ya ini calon suami Vanes. Namanya Dipta." kata ku.


Dipta terlihat tersenyum lebar dan langsung merangkul pinggang ku. "Hallo, Den Dipta. Perkenalkan nama saya Dante. Saya supir kantor nya Neng Vanes." ucap Mas Dante memperkenalkan dirinya.


"Hallo, Mas Dante. Panggil saya, Dipta aja ya mas. Jangan pakai Den lah ya. Kan saya lebih muda." kata Dipta tersenyum.


"Siap lah Dipta." kata Mas Dante tersenyum. "Sayang, koper biar aku yang bawa ya. Kamu ajak sahabat kamu ke KFC aja. Kita makan dulu. Nanti pasti dijalan bakalan macet. Jam pulang kerja ya kan. Nanti aku abis nyimpen koper langsung kesana sama Mas Dante juga." kata Dipta yang ku jawab anggukan.


Aku mencium pipi Dipta dan tersenyum. "Aku tungguin ya." kata ku tersenyum.


Dipta menganggukan kepala nya dan tersenyum. "Yang cowok, bawa koper ke mobil. Cewek langsung ke KFC aja nanti kita nyusul." kata Dipta.


Aku tersenyum dan menganggukan kepala ku. Aku langsung menggandeng tangan Cinta dan menariknya. "Eh bentar woy! Gw mau pamit sama laki gw dulu!!" kata Cinta yang membuatku menghentikan langkah. Cinta langsung tersenyum dan mencium pipi Arsen.


"Semuanya, mas dan Mbak Jihane akan duluan ya. Tuh udah dijemput." kata Mas Kendra seraya menggenggam tangan Mbak Jihane.


Mbak Jihane langsung menghampiri ku dan memeluk ku. "Selamat ya Vanes untuk peringkat satunya. Dan semoga tahun baru kita bisa ketemu ya." kata Mbak Jihane yang ku jawab anggukan.


Setelah Mas Kendra dan Mbak Jihane pergi, aku dan ketiga sahabatku langsung berjalan ke KFC.


"Kalian mau pesen apa?" tanya ku. "Pesenin apa aja deh, Nes. Gw udah kelaperan." kata Nanda. "Nes, saran gw lo pesen yang paket isi ayamnya banyak aja deh. Kalo ga salah ada yang isinya sembilan. Kan pas tuh." kata Aira. "Iya juga ya. Berarti nasinya delapan aja kan ya?" tanya ku. "Lah kok? Kenapa gak sembilan?" tanya Cinta. "Gw masih kenyang. Kalian aja yang makan. Nanti gw pesen minum sama es krim mungkin." kata ku.


Aku langsung ke bagian pemesanan dan mulai memesan paket sembilan ayam, delapan nasi, sembilan minuman cola, dan juga aku memesan satu es krim cone.


Setelah membayar, aku menunggu makanan pesanan ku disiapkan, dan setelah semuanya siap langsung aku bawa ke meja.


"Guys, tolong deh ada yang ambil nampan satu lagi di pemesanan!" kata ku.


Cinta langsung berdiri dan berjalan ke pemesanan.


***


"Sayang, kamu ga makan??" tanya Dipta yang ku jawab gelengan. "Masih kenyang yang aku nya." kata ku. "Berdua sama aku aja ya? Dari pada bener-bener ga makan." kata Dipta yang ku jawab gelengan. "Jangan, nanti kamu ga kenyang. Aku masih full, by!" jawabku.


"Huft! Yaudah deh tapi janjinya nanti dirumah makan!" kata Dipta yang ku jawab anggukan.