Stuck With You

Stuck With You
Fitting Bridesmaid



Vanessa P.O.V


Aku merasakan dingin di ruangan tempat ku menunggu. Huft! Hari ini adalah sidang skripsi ku. Semoga aja bisa lolos dan aku bisa lulus dari fakultas ini.


Seseorang menggenggam tanganku. Saat aku menengok, ternyata Dipta tersenyum seraya menggenggam tanganku. "Tenang okay. Aku yakin kamu pasti bisa." kata Dipta. "Kamu dapat giliran ke berapa?" tanya ku. "Abis kamu." jawabnya yang membuatku tersenyum.


Pintu ruang sidang terbuka, dan ada teman ku yang bernama Zahra keluar dari ruang sidang itu dengan muka yang berbinar. "Gw lulus, Nes!!!" kata nya seraya memeluk ku. "Selamat ya atas gelar nya!!!" jawabku tersenyum.


"Ekhem! Vanessa, saya rasa sekarang giliran kamu!" kata dosen yang menunggu di pintu. Aku menatap Dipta sebentar dan mulai memasuki ruang sidang.


***


"Saya rasa itu saja yang bisa saya jabarkan. Sekian dan terima kasih." ujar ku mengakhiri presentasi mengenai skripsi ku. "Baik, kami sudah tidak meragukan lagi kemampuan anda terkait dengan skripsi yang anda tulis Apa lagi anda menjadikan perusahaan anda sebagai objek dari skripsi ini. Tentu saya rasa itu memang sangat menguntungkan. Baik kami memutuskan anda dapat lulus dari Fakultas Ekonomi dengan program studi Bussiness Management. Selamat!" ujar dosen yang disambut senyuman rektor.


"Terima kasih. Baik saya rasa kalau begitu saya akan keluar. Terima kasih atas waktu bapak dan ibu sekalian." kata ku tersenyum.


Aku langsung berjalan keluar dari pintu ruang sidang dan melihat Dipta yang langsung menghampiri ku. "Gimana sayang?" tanya Dipta. Aku hanya menatapnya dan mulai menangis. Dipta yang panik langsung memeluk ku dengan erat. "Kenapa hmm?" tanya nya. "Aku lulus sayang!" ujar ku tersenyum lebar. "Alhamdulillah sayang! Selamat ya. Yaudah kamu mau nunggu aku disini atau gimana?" tanya Dipta. "Aku tunggu disini aja." kata ku tersenyum. "Okay. Nanti kita jemput si Cinta ya. Kamu chat Arsen suruh dia jemput Cinta. Kita janjian dideket stasiun." kata Dipta yang ku jawab anggukan.


***


Aku merasakan seseorang memeluk ku. Ternyata Dipta. "Gimana sayang?" tanya ku. "Aku lulus!! Yeay!!!" kata Dipta heboh. "Yeay! Calon laki gw pinter!" ujar ku tersenyum. Kamipun saling berpelukan dan berjalan keluar dari gedung. Kami langsung berjalan ke motor Dipta dan mulai meninggalkan area gedung.


Kami langsung menuju ke Stasiun Universitas Indonesia dan melihat ada Cinta dan Arsen yang lagi asik minum dideket stasiunnya. "Tuh mereka, by!!!" ucapku. "Okay tunggu kita parkir dulu." kata Dipta. Motor mulai diparkirkan. Aku langsung menghampiri Cinta. "Yhoa! Gimana nih sidangnya? Aman?" tanya ku. "Aman banget gw lulus!" kata Cinta. Kamipun saling berpelukan.


"Eh kita pergi yuk! Makan-makan aja. Di Mang Engking gimana?" ajak Arsen. "Ayo! Gw udah lama sih ga makan seafood." kata Dipta. "Iya ya. Okaylah yuk! Gw udah laper." kata Cinta. "Okay!" jawabku tersenyum. "Ini aku perlu kabarin kakak kamu gak sayang?" tanya Dipta. "Oh iya mbak Jihane! Kabarin aja sayang!" kata ku tersenyum.


"Yaudah nanti kita kabarin nya kalau udah di Mang Engking aja. Yuk!!" ajak Dipta.


***


"Mas, kami pesan eeuummm cumi goreng tepung nya dua porsi, tumis kangkung nya dua porsi, terus eeuummm udang bakar madu nya satu porsi. Minumnya, Es Jeruk Nipis nya satu, eeuumm es teh manis nya enam. Guys kalian mau pesen apa lagi?" tanya ku. "Nasi nya, Nes. Hampir lupa. Nasi Liwet enam porsi ya mas!" kata Cinta. "Tempe mendoan nya satu porsi, sambal terasi dua porsi eeuumm es jeruk nya satu!" kata Dipta. "Eh iya, Nes! Gw sama Arsen pesen lemon tea ya!" kata Cinta. "Sip. Okay mas, bisa di ulang pesenannya?" tanya ku. "Bisa, mbak. Nasi liwet enam porsi, cumi goreng tepung dua porsi, udang bakar madu satu porsi, tempe mendoan nya stau porsi, sambal terasi dua porsi. Minumnya dua lemon tea dingin, enam es teh manis, satu es jeruk, dan satu es jeruk nipis." kata pelayannya.


"Okay." jawabku.


"Mbak Jihane!!!" sapa kami seraya tersenyum. Aku langsung memeluknya dan dia tersenyum. "Selamat adek satu ini udah lulus nih!!! Jadi kapan kita semua mau persiapan kalian wisuda?" tanya Mbak Jihane. "Makan dulu aja, mbak. Nanti biar kita bahas itu abis makan. Oh iya, Mas Kendra mana?" tanya Dipta. "Oh iya dia tadi lagi parkir mobil. Pas banget kalian tadi ngabarin pas mbak lagi ke wedding organizer." kata Mbak Jihane. "Lah? Kapan kalian mau nikah nya?" tanya ku. "Bulan depan hehehe." kata Mbak Jihane. "Ih ga bilang. Kan bisa aku bantuin!!" kata ku seraya memeluk Mbak Jihane.


"Hai semua!!" sapa Mas Kendra.


"Mas Ken mah ah pokoknya kemusuhan sekarang!" kata ku. "Eh-eh! Ini kenapa weh?" tanya Mas Kendra. "Tadi aku bilang kita mau nikah bulan depan. Ngambek dia ga di suruh bantuin." kata Mbak Jihane. "Ya kan nanti kamu jadi brides maid, Nes. Tugas kamu mah nanti temenin mbak mu ini perawatan." kata Mas Kendra. "Bilang dong!!! Cinta juga kan mbak?" tanya ku. "Iya. Kalian berdua pokoknya. Dipta sama Arsen jadi grooms man nya Mas Kendra ya!" kata Mbak Jihane.


***


"Jadinya gimana? Kapan kalian wisuda?" tanya Mbak Jihane. "Dua bulan lagi palingan, mbak." jawabku seraya memakan udang bakar yang ku pesan. "Okay berarti posisi nya itu mbak nikah abis itu kalian wisuda gitu ya?" tanya Mbak Jihane yang ku jawab anggukan. "Okay yaudah kita jahit aja kali ya baju nya. Nanti biar mbak ke designer yang sering mbak datengin." kata Mbak Jihane.


"Tapi mbak kita milih bahan baju nya gimana? Apa disana ada pilihan kainnya?" tanya ku. "Ada kok, Nes. Mbak juga bakal pesen untuk acara pernikahan mbak nanti." kata Mbak Jihane. "Okay deh." jawabku. "Emangnya kalian tanggal berapa pernikahannya?" tanya Arsen. "Bulan depan tanggal lima. Makanya nanti kita langsung fitting ya abis dari sini. Atau mau besok?" tanya Mbak Jihane. "Sekarang aja, mbak. Mumpung kita udah diluar." jawab Cinta. "Nah iya bener." kata Mas Kendra.


***


Kami sudah sampai didepan butik langganan Mbak Jihane. Terpampang papan nama 'ALISHA WEDDING AND PARTY BOUTIQUE' kamipun masuk ke butik itu. "Hallo, Jihane!!!" sapa seorang wanita yang tampil cantiik dengan balutan gamis abaya hitam dan kerudung panjang hitamnya. "Hai, Lisha!!!" sapa Mbak Jihane kembali.


Aku melihat ke sekitar butik ini. Ada banyak sekali kain yang penuh dengan bordir dan kristal. Ini semua sangat cantik! "Sha. kenalin ini nama nya Vanessa. Dia adik aku. calon bridesmaid ini. Nah disebelahnya ada Cinta. Dia juga bridesmaid nanti." kata Mbak Jihane. "Hallo, Vanessa dan Cinta. Saya, Alisha, teman kuliah Jihane dulu." kata wanita itu yang bernama Alisha.


"Hallo kak!" sapa ku seraya tersenyum. "Hai, kak!!" sapa Cinta. "Jadi kalian mau fitting kan ya??" tanya Kak Alisha "Iya nih, Sha. Oh iya mereka sekalian mau bikin gaun disini. Dua bulan lagi mau wisuda mereka. Jadi tolong ya, Sha. Bikinin gaun untuk mereka juga." kata Mbak Jihane. "Beres. Sekarang kita urus gaun pernikahan dulu. "Jihane, di ruang ganti nomor tiga ada gaun yang bisa kamu coba. Itu sesuai request kamu kok." kata Kak Alisha.


Mbak Jihane pergi. Kak Alisha tersenyum dan langsung mengambil papan dan spidol. "Okay jadi kalian mau gaun yang kayak gimana untuk pernikahan Jihane nanti?" tanya Kak Alisha. "Bridesmaid nya cuman kita berdua doang ya kak?" tanya Cinta. "Enggak kok nanti ada sepupu nya Jihane satu orang. Dia udah di ukur. Tinggal kalian. Kalian mau nya gaun kayak gimana?" tanya Kak Alisha.


"Kayaknya disamain saja deh kak. Jadinya biar keliatan kompak gitu." kata ku. "Iya kak bener." jawab Cinta. "Okay kalo gitu kita ukur dulu ya!" kata Kak Alisha yang kami jawab anggukan. "Nah terus buat kalian wisuda nanti?" tanya Kak Alisha. "Kita mau warna putih ya kak gaun nya. Jadi kalo aku, mau nya itu gaun yang tangannya di samping bukan di atas pundak. Bisa dibilang off shoulder. Terus pendeknya sepaha aja." jawab ku. "Nah kalo Cinta, gaunnya sepaha juga warna putih terus tangannya eeuumm apa tuh sebutannya oh iya tangannya tangan balon ya. Pendek." kata Cinta.


"Kalian bisa pilih kainnya dulu." kata Kak Alisha. Aku menengok ke Dipta dan melihat dia yang lagi ngobrol sama Mas Kendra dan Arsen.


Bel pintu berbunyi lalu masuk seorang laki-laki dengan penampilan yang terlihat dingin. "Abang!!!" sapa Kak Alisha seraya memeluk laki-laki itu. Kak Alisha tersenyum dan menunjuk ke arah ku. "Vanes, Cinta! Kenalin ini namanya Bang Gerald. Dia suami kakak." kata Kak Alisha.


"Hallo!" sapa ku singkat. "Hallo, saya Cinta." kata Cinta. "Gerald. Oh iya sayang, nanti kita bakalan makan malam ya!" kata laki-laki itu yang dijawab anggukan Kak Alisha.


"Lisha, ini kayak nya nanti harus agak di gedein deh. Agak sempit ini." kata Mbak Jihane yang keluar dengan mermaid dress berwarna putih dan panuh dengan bordir. Terlihat sangat mewah!