Stuck With You

Stuck With You
Mereka Kembali



Vanessa P.O.V


"Eh kumpul di rumah gw ya. Kita belajar bareng." kata ku yang dijawab anggukan ketiga sahabat ku. "Kita ga diajak nih?" tanya seseorang didepan pintu. Ternyata Ivan. "Eh lo,Van. Yang lain mana?" tanya Nanda. "Kenapa emang? Lo nyariin siapa? Andra?" tanya Ivan yang dijawab gelengan Nanda. "Kali aja kan dua sahabat gw kangen sama doi nya." kata Nanda yang membuat aku dan Cinta menengok kearah nya.


"Maksud lo?" tanya ku. "Kan kali aja lo mau ketemu sama Dipta. Ayang mbeb lo." kata Nanda yang hanya ku jawab anggukan. Tiba-tiba seseorang menjambak rambut ku. Aku langsung memegang tangannya dan langsung berbalik hingga tangannya terpelintir. Ternyata Prisila, mantannya Dipta.


"Anjing!" umpatnya yang membuat ku menatapnya. "Jago ngejambak kok lemah di pelintir." kata ku santai.


"VANESSA!!!" Teriak seseorang yang membuat ku tersadar. Aku langsung menengok ke pintu dan melihat Dipta yang menatap ku. "Kenapa?" tanya ku. "Gila! Lo kenapa nyakitin Prisila?! Dia kesini mau minta maaf sama lo!!!" kata Dipta. "***** kayak gini mau lo percaya? Iya Ta? Seriously?" tanya ku seraya menatap Prisila.


"Ta, tadi gw padahal mau minta maaf eh dia malah melintir tangan gw." kata Prisila yang membuat ku menatapnya. Aku menatap ketiga sahabat ku yang terlihat menahan emosi nya. Mereka mengepalkan tangan sampai aku bisa melihat muka sinis Nanda yang menatap Prisila.


"Kok lo mau sih sama dia yang ga tau diri? Dia ga bakalan terkenal kalo bukan karna lo." kata Prisila. "Dia atau lo yang pansos, nyet?!" kata Nanda sinis. "Dia lah. Gw mah udah terkenal kali." kata Prisila. "Yakin? Lo ga bakal terkenal kalo bukan karna Dipta. Giliran udah terkenal, udah morotin Dipta aja. Baru ninggalin. Ck! Murahan!" kata Cinta. "Jaga sikap lo ya, Ta! Sen, bilangin cewek lo jaga omongannya!" kata Dipta menunjuk Cinta. Aku langsung menurunkan telunjuknya lalu segera meremasnya.


"Lo boleh bentak gw tapi jangan pernah lo bentak sahabat gw! Dan lo *****, gw ketawa ngeliat tingkah murahan lo buat dapetin perhatian Dipta. Lo percaya sama dia kan? Silahkan gw ga ngelarang. Ya maklum aja sih kan orang bego emang gampang percaya sama omongan orang bego." kata ku seraya menengadahkan kepala. Berharap bisa menahan tangisan ku.


Aku langsung keluar kelas dan melihat ada banyak anak perempuan yang menghampiri ku. "Tenang aja, Nes. Gw tau kok lo ga ngelakuin yang aneh-aneh ke Prisil. Tenang aja, kita pasti bela lo." kata anak-anak perempuan dihadapanku. Aku hanya tersenyum tipis dan segera berjalan ke kamar mandi.


***


"Nes? Are you okay?" tanya Aira saat aku kembali ke kelas. Aku hanya tersenyum dan menganggukan kepalaku. "I'm okay." jawabku. "Are you sure?" tanya Nanda yang ku jawab acungan jempol. "Ada tugas apa aja nih?" tanya ku seraya duduk disebelah Cinta. "Enggak ada kok, Nes." kata Cinta yang ku jawab anggukan.


Bruk!!


Aku menengok ke belakang, aku melihat Nanda yang sedang saling bertatapan dengan Aira. "Kalian kenapa?" tanya ku. "Euummm.. eee... gapapa kok, Nes. Kita cuman ka--" kata Nanda yang dipotong oleh Aira. "Kangen sama kucing di Rumah Kucing yang di Bandung itu loh. Iya kan Nan?" tanya Aira ke Nanda. Nanda pun menganggukan kepala nya.


"Gw kira kenapa." kata ku tersenyum.


"Eh liat deh gw kira si Vanes pacaran sama dia ngataunya enggak ya?" kata salah satu temanku yang bernama Fauziah. Aku menengok dan menatapnya.


"Apaan? Lo tadi nyebut nama gw ya?" tanya ku. "Eh eng-enggak kok." kata Fauziah yang membuat ku menatap kedua sahabat ku. Aku langsung mengambil ponselku lalu melihat apa yang terjadi. Aku melihat banyak notif dari ig yang mengeTag akun ku. Saat aku lihat ternyata ada foto Dipta yang duduk sama Prisila dan mereka bergandengan tangan. Aku melihat caption postingan dari ig yang mempostingnya. Ternyata akun yang sama seperti saat foto aku dan Dipta bersama. Aku juga melihat komentar-komentar nya yang ada.


---


"Ketika dia diciptakan untuk saya, kamu mau melakukan apapun pada akhirnya saya yang mendapatkannya"~B.J.Habibie


repost @maysila666"


^^^


@nabillaaa: "Dih dikira keren kali ya. Gw lebih setuju kalo Dipta sama Vanes dah."


@farah56789: "Bingung gw ini cowok kenapa ngelepas berlian demi batu bata dah. Apa dia sehat permisa?"


@tinagapaketoon: "Cieee yang dapetin jalur fitnah!"


---


Aku tersenyum tipis dan menatap kedua sahabat ku. "Ga usah disembunyiin harusnya. Kalo kalian kira gw lemah karna perasaan gw ke dia, gw bahkan bisa aja ngehapus perasaan gw ke dia." kata ku tersenyum lebar. "Sorry, Nes. Kita ga mau nyakitin lo." kata Aira. "Santai aja. Btw nanti abis UAS kita ke Bandung yuk!" ajak ku. "Wih ayo banget sih ini mah. Gw mau ke rumah kucing lagi." kata Nanda yang ku jawab anggukan.


"Eeuuummm, Nes? Menurut lo, gw harus jauhin Arsen apa enggak?" tanya Cinta yang membuatku bingung. "Ta, yang punya masalah itu gw sama tuh cowok. Kalian ga usah ikut kebawa lah." kata ku santai.


***


Aku menyalakan lagu dengan keras. Aku juga langsung menutup telinga ku dengan headset. Lagu Tabaah Ho Gaye, lagu India yang mungkin bisa menjelaskan keadaan ku saat ini. Aku mulai menangis saat mendengar lagunya.


...Di Nahi Dua Bhale Na Di Kabhi Baddua...


...-Meski tak pernah kusebut dalam doa tapi aku tidak pernah mengutuk...


...Na Khafa Hue Na Hum Hue Kabhi Bewafa...


...-Aku tak pernah marah maupun berbuat hianat...


... ...


...Tum Magar Bewafa Ho Gaye...


...-Namun kau malah jadi tidak setia...


...Kyun Khafa Ho Gaye...


...-Mengapa kau menjadi marah...


...Ke Tumse Juda Hoke Hum Tabaah Ho Gaye…...


...-Setelah terpisah darimu, aku jadi hancur...


...Tabaah Ho Gaye… Tabaah Ho Gaye… Tabaah Ho Gaye…...


...-Aku jadi hancur, aku benar-benar hancur......


...Phir Akhiyan Mein Preet Ki Teri Reet Jaga Jaana...


...-Datanglah sekali lagi dan nyalakan kembali api cinta di mata ku...


...Mohe Chhod Ke Jaane Ki Khatir Hi Laut Ke Aa Jaana...


...Phir Akhiyan Mein Preet Ki Teri Reet Jaga Jaana...


...-Datanglah sekali lagi dan nyalakan kembali api cinta di mata ku...


...Mohe Chhod Ke Jaane Ki Khatir Hi Laut Ke Aa Jaana...


...-Meski kan berakhir dengan perpisahan, setidaknya kembalilah tuk sekali saja...


... ...


...Haan… Ghair Ke Humnawa Ho Gaye...


...-Ya, kau telah jadi kekasih orang lain sekarang...


...Kyun Khafa Ho Gaye...


...-Mengapa kau merajuk?...


...Ke Tumse Juda Hoke Hum Tabaah Ho Gaye…...


...-Setelah terpisah darimu, aku jadi hancur...


...Tabaah Ho Gaye… Tabaah Ho Gaye… Tabaah Ho Gaye…...


...-Aku jadi hancur, aku benar-benar hancur......


...Haan Sajde Mein Humne Maanga Thha...


...-Ya, dalam sujud ku, aku meminta...


...Umar Bhi Humari Lag Jaaye Tumko...


...-Semoga kau juga di karuniai umur panjang...


...Khud Se Hi Tauba Karte Thhe...


...-Aku sering menghindari bertatap denganmu...


...Nazar Na Humari Lag Jaaye Tumko...


...-Agar kau tak terpengaruhi tatapan jahat ku...


... ...


...Haan… Sajde Mein Humne Maanga Thha...


...-Ya, dalam sujud ku, aku meminta...


...Umar Bhi Humari Lag Jaaye Tumko...


...-Semoga kau juga di karuniai umur panjang...


... ...


...Khud Se Hi Tauba Karte Thhe...


...-Aku sering menghindari bertatap denganmu...


...Nazar Na Humari Lag Jaaye Tumko...


...-Agar kau tak terpengaruhi tatapan jahat ku...


...Hum Magar... Aaa…...


...Hum Magar Nagawarah Tumhe Kis Tarah Ho Gaye...


...-Aku tidak tahu bagaimana aku menjadi tidak berharga bagimu sekarang...


...Ke Tumse Juda Hoke Hum Tabaah Ho Gaye…...


...-Setelah terpisah darimu, aku jadi hancur...


...Tabaah Ho Gaye… Tabaah Ho Gaye… Tabaah Ho Gaye…...


...-Aku jadi hancur, aku benar-benar hancur......


Aku mulai menangis. Apalagi pas di bagian 'Hum Magar Nagawarah Tumhe Kis Tarah Ho Gaye' yang artinya 'Aku tidak tahu bagaimana aku menjadi tidak berharga bagimu sekarang'. Ya! Seperti keadaan ku sekarang. Dipta mungkin udah ga anggep aku hidup lagi sekarang.