Stuck With You

Stuck With You
Prewed Pt 2



Vanessa P.O.V


Aku sudah siap dengan baju off shoulder putih dan celana pendek jeans hitam ku. Aku langsung memasukan barang-barang yang akan ku bawa. Hari ini, aku dan Dipta akan menjalani proses foto prewed hari kedua. Aku sudah memasukan lencha putih ku beserta perhiasan yang akan ku pakai nanti. Ga lupa juga, kain dupatta nya yang merupakan penutup kepala ku nanti saat memakai lencha.


"Sayang? Gimana? Udah siap belum?" tanya Dipta yang udah siap dengan kemeja putih dan celana tiga perenmpat cream nya. "Udah, by!" jawabku seraya mengunci kamar ku. "Okay. Ta, Sen. Kita berangkat ya. Titip unit!" kata Dipta. "Duluan ya guys. Bye!" pamit ku seraya melambaikan tangan. "Hati-hati Vanes! Dipta! Titip Vanes ya!" kata Cinta. "Siap!!" jawab Dipta.


Kami langsung menaiki lift untuk turun ke parkiran.


Ting!!


Bunyi lift menandakan kami sudah sampai. Kami langsung keluar dari lift dan menghampiri mobil Dipta. "Sayang, kita mau makan dulu apa enggak nih?" tanya Dipta. "Eeuummm kita beli aja, nanti kita bawa ke sana. Sekalian beliin buat Mas Angga sama team nya juga." kata ku. "Okay deh siap. Kita berarti euumm beli enam porsi ya?" tany Dipta. "Iya kan ada dua buat kita, empat buat Mas Angga sama team nya." kata ku. "Okay lah kita beli yang gampang aja. Junk food ya? McD? KFC?" tanya Dipta. "McD aja." jawabku.


***


"Mas Angga!!" sapa Dipta saat kami baru saja memarkirkan mobil kami. "Mbak Wifza!!!" sapa ku kepada salah satu perempuan yang merupakan team nya Mas Angga. Mbak Wifza itu istrinya Mas Angga dan dia bagian penata rias ku. "Hallo cantik!" sapa nya. "Akhirnya kalian sampai juga!" kata Mas Angga. "Hehehe maaf mas kalo kesiangan banget. Ini tadi kena macet di tol." jawab ku seraya tersenyum. "Kita makan dulu ya. Tadi kita beli makanan. Sayang, bagiin gih!" kata Dipta yang ku jawab anggukan.


Aku langsung membagikan makanan yang sudah kami beli ke Mas Angga dan team nya. Kami pun makan bersama sambil mengobrol sampai tanpa terasa makanan kami sudah habis.


"Vanessa, ayo kita ganti baju dulu sekalian make up! Dipta, kamu ganti di mobil kamu ya. Vanes ganti di mobil kami!" kata Mbak Wifza. "Huft! Iya deh mbak." jawab Dipta.


Aku langsung mengambil baju lencha putih ku dan perlengkapannya. Lalu dengan di bantu Mbak Wifza, aku mengganti pakaian ku di mobil nya yang sudah dilapisi kaca hitam. Dengan bantuan Mbak Wifza, aku mulai memakai lencha nya. Di mulai dari rok yang cukup berat, lalu baju lenca itu sendiri. Setelah itu, Mbak Wifza mulai merias wajah ku.


"Kamu kreatif ya milih tema nya. Rata-rata kan orang itu kalo bangunan klasik identik sama pakaian klasik juga. Kayak gaun selutut, model rambut minimalis. Lah kamu pilihnya udah kayak campurin klasik sama bohemian. Bagus sih!" kata Mbak Wifza. "Ya abisnya emang itu kemauan aku, mbak. Kalo klasik pasti udah banyak yang pake." jawabku seraya tersenyum. "Okay ini kamu mau pakai lipstick warna apa nih? Nude? Merah? Pink? Atau yang mana?" tanya Mbak Wifza. "Yang ini aja." jawabku menunjuk satu lipstick warna pink tua. Warna ini akan sama dengan warna bibir ku.


Setelah Lipstick di pakaikan di bibir, Mbak Wifza langsung memperlihatkan model-model rambut yang harus ku pilih. Aku melihat ada banyak model rambutnya. Tapi aku ingat kalau aku akan memakai dupatta dan ada anting bahubali yang bisa menyambungkan anting kanan dan anting kiri ku ke Maang Tikka. Tatapan ku jatuh pada satu model rambut dengan kepangan besar dan menyisakan beberapa helai rambut. "Ini aja, mbak!" ujar ku. "Oh yang ini ya? Okay. Mbak ambil karet nya dulu ya." kata Mbak Wifza yang ku jawab anggukan.


***


"Nah selesai!" kata Mbak Wifza setelah menyelesaikan tataan rambut ku. Dia langsung memasang perhiasan yang akan ku pakai. Di mulai dari anting bahubali yang kedua nya disambungkan ke Maang Tikka. Di lanjut ke kalung yang ku beli. Setelah selesai, dia langsung memakaikan dupatta ke kepala ku. Dia membuat nya sesuai dengan gambar yang aku perlihatkan. Sesuai dengan perempuan muslim di India sana.


 


"Yuk kita keluar!!" ajak Mbak Wifza yang ku jawab anggukan. Dia mulai membantu ku untuk berjalan lalu kami menemui Dipta dan team Mas Angga. "Whoa!! Sayang! Asli ya aku ga engeh itu kamu." kata Dipta seraya tersenyum. Aku memberikan ponsel ku ke Mbak Wifza dan tersenyum. "Mbak, tolong buat instastory dong!" ujar ku. "Okay kamu pilih dulu aja mau pakai efek yang mana. Nanti aku bagian rekam." kata Mbak Wifza.


 


Dipta langsung menggandengku dan membuat ku berputar. Kami berdua sama-sama tersenyum. "Bagus!!" ujar Mbak Wifza seraya tersenyum. "Simpen, mbak. Beberapa kali lagi ya!" ujar Dipta seraya tersenyum. "Foto aja mbak!" ujar ku seraya tersenyum.


"Okay shoot pertama!!" kata Mbak Wifza. Dipta langsung merangkul pinggangku dan aku menatapnya. "Shoot kedua!!!" ujar Mbak Wifza. Dipta langsung menggendongku ala bridal style dan itu membuatku tertawa. "Shoot ketiga!!" kata Mbak Wifza. Dipta langsung menurunkan ku dan kami berpose sedang saling menatap. Tangan ku berada didada Dipta. "Terakhir!!!" ujar Mbak Wifza. Dipta menggendongku hingga membuat ku menghadap ke belakang tubuhnya, Dia menggendongku dan membuat Mbak Wifza bisa memotret ku yang sedang digendong Dipta.


"Okay ayo kita cari tempat nya!!" ajak Mas Angga.


***


Kami berjalan kaki mengitari Kebun Raya Bogor. Bisa di bayangkan? Mengitari tanah yang begitu luas dengan pakaian yang cukup berat Aku menghela nafas. Ini memang butuh perjuangan guys. Untung aja sekarang ini aku masih pakai sendal karet bukan high heels.


"Sayang? Kamu capek?" tanya Dipta yang ku jawab anggukan. Dia langsung menggendongku dan mulai berjalan. "Sayang, turunin ih!" ujar ku. "Gapapa Vanes! Biar kamu ga kecapean. Itu emang tugasnya Dipta. Ya gak?" kata Mas Angga. "YoI. Bener banget!" kata Dipta.


"Mas misua! Coba deh foto disitu! Kayaknya bagus juga!" kata Mbak Wifza menunjuk dua pohon besar yang terlihat kembar. "Wah iya! Coba gih!" kata Mas Angga. Dipta langsung menurunkanku lalu kami mulai berjalan ke area dua pohon itu. Kami langsung memilih posisi. "Okay tiga shoot ya!!" kata Mas Angga.


Kami mulai berpose. Pose pertama, aku dan Dipta berada di dua pohon yang berbeda. Pose kedua, Dipta menatapku dari tempatnya berdiri begitu juga dengan aku. Pose ketiga, Kami berdua sama-sama tersenyum seraya menatap satu sama lain. Aku juga meletakan tangan ku didada Dipta. Pose keempat, Dipta mengelus pipi ku sedangkan aku memejamkan mata. Pose kelima, kami berdua saling berpegangan tangan.


"Pose terakhir!!!" kata Mas Angga. "Mas, kita mau lari nih nanti coba ya di shoot!!" kata ku. "Okay!!" jawab Mas Angga.


Aku langsung melepaskan high heels ku lalu menunggu aba-aba. "Satu! Dua! Mulai!!!" ujar Mas Angga. Kami berdua langsung berlari sampai Mas Angga memberikan aba-aba tangan keatas pertanda berhenti. "Okay sekarang kita lanjut ayo!" ujar Mas Angga.


***


Kami membeli tiket masuk ke Museum Zoologi. Kami pun meminta izin untuk berfoto di beberapa bagian museum. Lebih tepatnya aku mau mencari jendela yang tertutup. "Sayang, coba kamu retouch make up Vanes lagi!" kata Mas Angga. Mbak Wifza langsung maju seraya membenarkan make up di wajahku.


Setelah selesai, kami langsung mengelilingi museum ini. Sampai kami menemukan tangga yang bersih. Aku rasa ini bisa digunakan untuk berfoto. "Mas Angga coba foto disini!" ujar ku. Aku dan Dipta langsung duduk ditangga. Lalu kami saling berangkulan. "Ganti pose!" kata Mas Angga. Kami berdua langsung menempelkan kening dan hidung kami. seraya saling berangkulan.


"Good!" ujar Mas Angga. "Mas coba foto di bagian sini. Jadi nanti aku sama Vanes berdiri terus mas ambil nya potrait ya jangan landscape!" kata Dipta. Kami berdua langsung berdiri dan berpose. Dipta mencium keningku dan aku memejamkna mata seraya meletakan tangan ku di dada calon suami ku ini.


"Vanes, Dipta! Nih coba kalian pilih ya mau yang mana!" kata Mas Angga. "Eeuumm yang ini aja kali ya yang!" ujar ku seraya memperlihatkan foto saat tadi kami duduk di tangga dan saling mendekatkan wajah kami. "Boleh tuh, by!" jawab Dipta. "Okay yang ini aja, mas!" ujar ku. "Okay sisanya lewat soft copy ya!" jawab Mas Angga.


"Besok persiapan ya. Kita ke NTT besok! Vanes usahain kita berangkat pagi, sampai sana siang abis itu langsung foto. Setelah selesai kita bisa istirahat besoknya kita santai. Lusa nya baru balik. Gimana?" tanya ku. "Okay kalo gitu mah kami setuju banget!" kata salah satu team nya Mas Angga.