
Vanessa P.O.V
Aku merasakan seseorang memeluk ku dengan erat. Aku mengerjapkan mata ku dan menengok, ternyata Dipta. "By, kok kamu tidur disini?" tanya ku bingung. "Sayang? Pusing gak kamu?" tanya Dipta yang ku jawab gelengan. "Tadi katanya Cinta jam limaan tuh kamu menggigil sayang. Tadi kamu sempet demam." katanya yang membuatku bingung. "Demam? Masa sih?" tanyaku. "Iya sayang." jawabnya.
Dia langsung memegang dahi ku dan tersenyum. "Udah reda kok." katanya yang ku jawab anggukan. Saat aku mau turun dari ranjang, aku merasakan kaki ku lemas dan akhirnya aku terjatuh. Dipta dengan sigap langsung membantu ku berdiri dan memapah untuk kembali tiduran diatas ranjang.
"Kamu mau apa sayang? Mau makan?" tanyanya yang ku jawab anggukan. "Aku bawain. Kamu disini." kata Dipta yang ku jawab anggukan lemas. Aku langsung memijat keningku, kepala ku terasa pusing. "Nes, gimana keadaan kamu?" tanya Mbak Jihane. "Ya gini deh mbak. Pusing, lemes." kata ku. Mbak Jihane langsung memijat keningku secara perlahan.
"Dipta lagi ambilin kamu makanan. Untung aja tadi mbak mesen bubur ayam." kata Mbak Jihane. Ga lama kemudian, ketiga sahabatku datang. Mereka langsung duduk disebelah ku. "Si Ivan udah manggil dokter kok Nes. Nanti abis lo makan, dia dateng." kata Aira. "Sorry ya guys jadi ngerepotin kalian." kata ku. "Ih apaan sih lo mah. Ga ngerepotin kok." kata Nanda yang dijawab anggukan Cinta dan Aira.
"Sayang, ini dokternya udah dateng! Kalian kesini, biar Dipta yang suapin Vanes!" kata Mas Kendra dari ruang tamu. Ketiga sahabat ku dan Mbak Jihane saling bertatapan dan mereka langsung keluar dari kamar.
"Nih sayang ada bubur ayam loh. Enak tadi udah dicobain kok." kata Dipta semangat. Aku duduk secara perlahan, dia juga duduk dihadapan ku. Dia mulai menyuapi ku bubur. "Hari ini sampai besok aku sekamar sama kamu jadinya. Tapi baju nya Cinta tetep disini biar kalo ganti baju tetep sama temennya. Tidurnya doang aku nemenin kamu." kata Dipta. "Iya." jawabku singkat.
"Kamu udah makan?" tanya ku. "Belom yang." jawabnya seraya menyuapi ku. Aku langsung mengambil alih sendok dan langsung menyuapi nya juga. "Kalo aku makan, kamu juga ikutan makan." kata ku. "Nanti kamu kurang loh." katanya yang ku jawab gelengan. "Kita lusa baru pulang ya?" tanyaku yang dijawab anggukannya.
***
Dipta terus menggenggam tangan ku selama dokter mengecek kesehatanku. "Gimana keadaan calon istri saya, Dok?" tanya Dipta. "Begini loh, dik. Jadi kan Vanessa punya penyakit maag. Saya ga tau mungkin kemarin kambuh atau enggak tapi ini akibat dari kambuhnya maag itu." kata dokter.
Dipta langsung menatapku dan merangkul pundak ku. "Kamu sempet ga ngerasa perih gitu?" tanya Dokter yang ku jawab anggukan. "Kamu kemarin lemes?" tanya dokter yang ku jawab anggukan lemas. "Kamu demam juga karna kamu kecapean loh, dik. Kamu harus banyak-banyak istirahat ya. Ini ada obat untuk diminum." kata dokter.
"Makasih ya dok." kata ku yang dijawab anggukan Dokter nya.
***
"Sayang, nih minum dulu obat nya!" kata Dipta yang ku jawab gelengan. "Aku ga bisa nelen obat ih." kata ku seraya menutup mulut ku. "Nih aku punya cara cepet." kata Dipta. Dia langsung berjalan ke dekat lemari, disana ada beberapa buah-buahan. Dia mengambil pisang dan mengupas kulitnya. "Nih kamu kunyah setengah jangan ditelen dulu ya nanti." kata Dipta. Aku mengikuti caranya dan mulai memakannya. "Buka mulut kamu." katanya. Aku membuka perlahan, dia memasukan obatnya. "Langsung telen!" kata Dipta. Aku dengan ragu, menelan pisang dengan obatnya dan setelah itu aku tersenyum. Bisa ternyata!
"Bisa yang!!!" kata ku seraya tersenyum. Dia langsung memeluk ku dan kami berbaring bersama. "By, kalo misalkan kita udah lulus nih. Kamu mau kuliah dimana?" tanya Dipta seraya merangkul ku. "Hmmmm, aku mau double degree sih. Jadinya maunya tuh ambil S1 Bussiness Management sama S1 hukum. Kalo kamu?" tanya ku. "Aku juga mau ambil BM. Kuliah bareng yuk yang!" ajak Dipta. "Ayo! Kalo bisa malahan sama bocah juga bisa barengan!" kata ku. "Nah iya." jawab Dipta. "Tapi sahabat-sahabat aku ga bisa. Aira mau pindah ke Lampung, Nanda mau daftar KOWAD, Cinta belom tau mau kemana." kata ku.
"WHAT?!" Kata ku. "Aku bilang, kapan mau aku lamar." katanya. "Nanti aja, kalo kita udah kuliah. Gimana?" tanya ku. Dia menganggukan kepala dan mencium keningku lagi.
"Aku ga pernah secinta ini sama orang sayang. Dan aku janji sama diri aku sendiri kalau aku bakalan serius sama kamu." kata Dipta tersenyum. "Keluarga aku udah setuju sama kamu. Bukan karna mereka tau siapa kamu tapi karna mereka tau gimana kepribadian kamu." kata Dipta yang membuatku tersenyum malu-malu.
***
"Yang, mau ke pantai!!" kata ku. "No, lagi sakit jangan kena angin dulu." kata Dipta. "Please sayang, mau ke pantai." kata ku. "Huft! Yaudah deh. Ayo! Tapi jangan pakai bikini." kata Dipta. "Nanti kalo aku kegerahan gimana terus?" tanya ku. "Ya balik ke rumah, mandi." katanya. "Ih kamu mah!" kata ku. Aku langsung mengangkat sedikit tanktop ku lalu menatap Dipta yang menelan ludahnya. "Keluar!" kata ku. "Lho kenapa?" tanyanya. "Aku Mau Ganti Baju Sayangku!!!!" kata ku gemas.
Aku langsung memakai bikini hitam dengan tali yang diikat ditengkuk, lalu celana pendek jeans, dan kemeja hitam tipis. Aku memakaikan kancingnya hanya beberapa yang bisa menutupi area dada ku. Setelah selesai bersiap, aku langsung mengambil ponsel dan mengatakan kalau aku akan mengajak semua sahabat ku piknik. Semua sahabatku membalas lewat WA kalau mereka akan bersiap. Ga lama kemudian, aku ngeliat Cinta yang masuk ke kamar. "Widih! Udah siap aja lo. Eh by the way, kita piknik doang kan ya?" tanya Cinta yang ku jawab anggukan.
"Iya tapi emang piknik dideket pantai. Jadinya kalo ada yang mau main-main bisa dipantainya." kata ku. "Sip deh." katanya.
Dia langsung memakai kaos abu-abu crop, dan celana pendek hitam. Setelah kita sama-sama siap, kita keluar dari kamar dan langsung melihat Mbak Jihane yang lagi berpelukan dengan Mas Kendra. "Buset! Mata gw ternodai!" kata Cinta yang membuat ku tertawa. "Ternodai gimana sih ah cuman pelukan doang." kata ku tertawa. "Mbak, mas. Kalo boleh nanya nih ya. Kalian tuh berarti pernah ngapain aja sih selama pacaran?" tanya Cinta. "Ya kita mah karna emang udah satu rumah jadinya ya bebas sih hehehe you know lah arti bebas." kata Mbak Jihane yang ku jawab anggukan. Aku tau maksud omongannya.
Ga lama kemudian, aku merasakan pelukan dileher ku. Ternyata Dipta yang udah siap dengan kaos hitam polos dan celana pendek hitamnya.
"Nanti kalian aja ya yang pergi. Mbak sama Mas Kendra di villa aja." Kata Mbak Jihane yang ku jawab anggukan. "Mbak, tolong sewain ya mobilnya. Ada ga tuh mobil yang bisa buat delapan orang?" tanya ku. "Dari pada kayak gitu mendingan pake dua mobil aja, Nes. Nanti satu mobil isinya dua pasangan. Biar ga dempet-dempet. Kan lumayan jadinya yang satu, mobilnya jadi tempat manggang, atau makan. Satunya lagi bisa buat jadi tempat sediain minuman gitu juga." kata Ivan.
"Berarti mbak sewanya dua mobil nih ya. Atau mau coba mobil Van aja?" tanya Mbak Jihane. "Mobil Van aja deh mbak. Di villa ada kompor portable kan?" tanya ku. "Ada kok nanti mbak ambilin ya." kata Mbak Jihane yang ku jawab anggukan. "Yaudah, mas kamu tolong sewain. Aku cari dulu kompor sama peralatan masaknya." kata Mbak Jihane. "Siap deh istri." kata Mas Kendra yang membuat kami menatapnya dengan pandangan pura-pura jijik gitu hehehe.
***
Mobil Van berwarna putih sudah terparkir di halaman Villa. Mobil Van itu memiliki tenda diatas nya. Hmmm bakalan seru nih! "Yang nyetir nanti Dipta, pas baliknya Andre. Terus nanti kita ke minimarket dulu, kita harus beli makanan yang mau dipanggang. Eeeuuummm bentar, ini ada tenda diatasnya. Mau sekalian kemah aja gimana?" tanya Nanda. "Wih ide bagus! Kapan lagi kita bisa kemah full team!' kata Ivan semangat. "Okay, nanti yang tidur di tenda dua pasangan juga ya. Gw sama Vanes di mobil. Kalian tau lah kenapa." kata Dipta yang dijawab anggukan keenam sahabat kami.
"Iya ngerti kok. Kasian juga dia kalo tidur nya di tenda nanti malah tambah sakit." kata Arsen. "Yaudah yuk berangkat!!!" ajak Aira. "Eh yang cewek, perlu bawa baju ganti ga nih?" tanya Cinta. "Ga usah deh besok pagi kita langsung pulang aja. Jadinya ga kena charge juga." kata Ivan.