
Setelah aku menemukan kotak itu dan mengetahui isinya,dengan cepat kubuang entah kemana yang pasti masih berada di dalam kamarku.
"Siapa yang menyimpan barang seperti itu?" Ucapku dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Jam berapa ini?,kemana mereka?,kenapa belum pulang jika pergi?" Tanyaku tanpa ada yang menjawabnya.
Aku memberanikan diri untuk keluar kamar dan pergi kekamar syilla.
Baru beberapa langkah dari depan pintu kamar,dengan rasa takut aku menyadari bahwa ada yg lewat begitu saja dibelakangku,,
"jangan takut! jika kita takut,mereka akan menyerap energi ketakutan kita dan mereka akan bertambah mengusili kita..oke aku harus berani-! " batinku meyakinkan diriku sendiri
Dengan diteman handphone,aku terus melangkah ke arah kamar syilla sambil menggenggam erat handphoneku.
"Syillaaaa..."
"Tok...tok...tok.." aku mengetuk pintunya
"Syilla.." panggilku lagi
"....." tidak ada jawaban disana
Aku memberanikan diri untuk membuka pintu kamar syilla.
"Oke 1 2 3" ucapku dalam hati
"Kreeek" pintu berhasil terbuka.
Aku melihat ada seseorang yang duduk dikasur syilla menghadap ke arah jendela dengan posisi membelakangiku.
"Ahh..syilla,kakak panggilin kamu gak nengok-nengok,,lagi ngapain sih?ibu kemana?"
"....." tak menjawab satupun pertanyaanku.
"Syil...syillaaa,ya ampun ni anak" ucapku,lalu aku memajukan langkahku dan menjulurkan tanganku ke arah kupingnya untuk ku jewer,seperti biasa.
"WAARRGGHHHHHH"
Aku sangat terkejut bukan main setelah melihat siapa yang aku jewer barusan!
-Hantu ga ada harga dirinya banget,dijewer manusia.😌
"Aaaaaaaaaahhh" aku terpental kebelakang dan memundurkan badanku dengan cepat hingga aku terpentok oleh lemari besar milik syilla
Makhluk itu berjalan mendekatiku,aku tidak bisa bergerak lagi.
Dia sangat menyeramkan,,tubuhnya berlendir,matanya hitam dan besar,rambutnya panjang,dan kukunya panjang,bajunya yang berlumuran darah,dan tak lupa dengan giginya yg tajam-setajam silet (ngakak ga ya🙂),entahlah apa nama makhluk ini yang jelas aku sangat ketakutan saat itu.
"PERGIIII-!" ucapku berusaha melawan,namun makhluk itu masih terus melanjutkan langkahnya.
"WAAAAARRRGGHHHH" aungan makhluk itu
"IBUUUUUUUU-!"
"dita bangun ditaaa,,ditaa" ucap ayah dan ibu yang sekarang berada dikamarku
"Hah....hah...hah...." aku terbangun dari tidurku dengan nafas yang sulit kukendali.
"Tidak apa-apa yahh,aku hanya bermimpi,,maaf"
"Beneran gak papa?"tanya ibu sekarang
"Iya bu :)" ucapku meyakinkan.
"Ya sudah,kamu lanjutin tidur kamu yaa,jangan lupa baca doa"
"Iya ayah,ngomong-ngomong ini jam berapa?"
"Jam 22.30 pm"jawab ayah cepat
"Hah?beneran yah?"
"Iya,tadi kamu ketiduran di sana (menunjuk ke sofa yang ada didalam kamarku) trus ayah pindahin deh,soalnya kamu keliatan kekenyangan + kecapean yaa,,tuh bekas cikinya ibu yang beresin"
" bukankah tadi aku sempat membuang bekas ciki itu dan membuka kotaknya?apa itu hanya mimpi karena aku ketiduran seperti yang dikatakan ayah tadi? " batinku masih dalam kebingungan.
"Heyyy,,kok bengong,ga boleh bengong ditaa" ucap ibu membuyarkan lamunanku.
" ééhh..iya bu"
"eumm...ngomong-ngomong apa aku boleh bertanya sesuatu?"
"tentu saja boleh,apa yang ingin kau tanyakan?"
"aku ingin bertanya tentang....mmm tidak jadi deh yah,,jika kalian ingin beristirahat,silakan..aku baik-baik saja,,maaf mengganggu istirahat ibu dan ayah"ucapku yang sedikit takut untuk menanyakan kotak itu dan langsung mengalihkan pembicaraan.
"ya sudah jika tidak jadi bertanya tapi jangan bicara seperti itu,tentu saja ibu dan ayah akan selalu menjaga anak-anak kami" ucap ayah
"terimakasih ayah,ibu"
mereka membalas dengan senyuman haangatnya dan aku tertular dengan senyuman mereka,hingga akupun tersenyum bersama mereka.
*sekarang pukul* *23*.*20 pm. aku masih belum bisa tidur karena mimpi dan kotak kecil itu yang membuatku mengingatnya terus-menerus,,sampai aku teringat akan jaket dhanu*.
"ahh...jaketnya,,aku akan menyucinya lebih dulu,setelah itu baru aku kembalikan padanya" ucapku sambil beranjak berdiri mendekati jaket dhanu yang tergantung di hanger.
seeeett....
seperti ada yang melesat di belakangku,aku membalikkan badanku dengan cepat.
" tidak ada siapa-siapa " batinku.
" tok..tok..tok.. " suara ketukan dari jendela kamar.
pandanganku dengan cepat mengarah ke arah jendela yang barusan terdengar seperti diketuk.aku menatap takut jendela itu dengan tatapan yang tak bisa kusembunyikan,ada rasa takut dan ada rasa penasaran didalamnya.
"BRAAAKK"
...-B-E-R-S-A-M-B-U-N-G-...
ok,jangan lupa like,coment,dan vote💗