
Vanessa P.O.V
Kami sudah sampai di depan pagar satu rumah besar dengan tulisan 'Bramantyo Villa' ternyata ini punya keluarga ku. Mobil memasuki pekarangan villa. Setelah mobil berhenti, aku langsung membuka pintu. Aku menengok ke sebelah dan ngeliat Dipta yang lagi tidur. "Sayang, bangun dulu." kata ku.
***
"Okay jadi gini ya, karna ini ada lima kamar. Dan saya ga mau pisah sama Jihane. Jadi saya akan tidur sama dia. Sisanya, kalian bisa bikin keputusan mau tidur berpasangan atau sama sahabatnya juga gapapa." kata Mas Kandra. Dia langsung menggandeng Mbak Jihane dan mereka membuka pintu masuk ke villa. Saat dibuka, ternyata dihadapan kami itu ada batu-batu yang dijadikan jalan untuk menuju ke Villa. Dibawah batu-batu, ada kolam renang.
"Gw mau sama Cinta." kata Arsen yang membuat kami menatapnya. "Gw sama Aira." kata Ivan yang membuatku menatap nya juga. "Euuummm Ta, sorry aja nih gw ga mau ya disangka lekong. Gw bakal tidur sama Nanda aja." kata Andra. "Dih gw nya ogah sama lo. Nes, gw sama lo aja ya Nes!" kata Nanda. "Gini aja ya, kita itu maish sekolah, gw rasa ga etis kalo kita tidur seranjang sama pasangan yang beda jenis kelamin sama kita. Jadi kayaknya kita sama sahabat-sahabat kita aja deh. Gw sama eeuuumm Cinta. Gimana, Ta?" kata ku.
"Gw sih setuju aja, Nes." kata Cinta tersenyum. "Gw sama Aira ya. So, lo Andre. Jangan sekalipun modus!" kata Nanda dengan gugup. Aku hanya tersenyum ngeliat kelakuan Nanda. Aku bisa liat dia suka sama Andra tapi dia gengsi.
"Yah yang, aku padahal mau melukin kamu." kata Dipta yang membuatku melotot dan langsung mencubit pinggangnya. "Dasar dodol! Jangan modus. Molor sana sama sahabat lo!" kata ku seraya menarik koper dan menggenggam tangan Cinta. "Kuy lah, Ta!" ajak ku. Kami berjalan melewati ruang tamu yang terlinagt sangat unik. Kayaknya tema villa ini bohemian deh. Bagus banget cocok sama suasana disini!
"Guys! Nanti kita ke pantai yuk! Mumpung masih siang!" kata Mbak Jihane yang ku jawab anggukan. Saat aku melihat pintu dengan tulisan 'Bedroom 3' aku langsung membuka pintu nya dan melihat kamar dengan suasana outdoor. Ranjang nya queen size berwarna abu-abu dan banyak tanaman disini. "Ta, disini aja lah ya!" ajak ku. "Sip. KAMAR 3 UDAH DITEMPATIN!!!" Teriak Cinta.
"KAMAR SATU UDAH DITEMPATIN!!!" teriak seseorang. Kayaknya suara Nanda deh. Aku langsung meletakan koper dan langsung menarik tangan Cinta. "Kuy lah kita keliling!" ajak ku.
Aku langsung mendatangi kamar satu. Ternyata kamarnya lebih ke Bohemian Modern gitu. "Widih! Keren juga kamar lo!" kata ku tersenyum. "Iya. Gw bisa betah sih disini." kata Nanda. "Iya ya gw juga apalagi kalo udah suasananya enak. Fiks sih Nes, gw bakal sering nyewa villa ini!" kata Aira yang ku jawab anggukan seraya tersenyum.
"KAMAR EMPAT UDAH DITEMPATIN!!!" kata seseorang. Hmmm, suara nya Arsen. "Ayo kita keliling!" ajak ku. Kami langsung berlari ke lantai atas. Kamar empat dan lima ada dilantai atas guys. Aku menaiki tangga dan melihat ada dua pintu. Aku mengetuk pintu kaamr empat dan seseorang membukanya. Ternyata Dipta. Dia langsung keluar kamar dan memeluk ku. "Ngapain kesini?" tanyanya. "Kenapa emang? Ga boleh?" tanya ku. "Boleh sayang boleh banget. Ayo! Masuk!" kata Dipta.
"Siap-siap guys!!!" kata Mbak Jihane. "Euumm kalian turun duluan, ada yang mau gw omongin ke cowok-cowok. Soal nilai." kata ku. "Gapapa nih kita duluan?" tanya Nanda yang ku jawab anggukan.
Setelah ketiga sahabat ku keluar dari kamar empat, aku langsung duduk diatas kursi kecil. "Jadi kalian suka sama sahabat gw?" tanya ku. "I-iya." jawab Arsen. "Satu orang doang yang suka?" tanya ku. "Kita juga suka. Gw suka sama Aira." kata Ivan. "Gw suka Nanda. Ya walaupun dia sering nolak gw tapi gw rasa dia suka juga sama gw." kata Andra. "Gw suka sama Cinta. Bahkan gw udah izin sama nyokap buat ngelamar dia." kata Arsen. "Okay gw bakalan atur nanti seolah-olah kita ngedate berlima. Gw harap kalian bisa nembak sahabat gw. Dan buat lo, Andre. Kalo lo main-main sama Nanda. Gw sendiri yang bakal pecahin kepala lo." ancam ku.
"Iya, Nes. Gw janji." katanya. "Gw tunggu kabar jadian kalian. Yaudah, sayang aku ke kamar ya. Mau ganti baju!" kata ku. "Okay, by. Love you!" kata Dipta. Aku tersenyum dan menganggukan kepala ku. "Love you too." kata ku.
Aku langsung masuk ke kamar dan melihat Cinta yang udah memakai swimsuit berbentuk bikini hitam, dan celana pendek putih. "Pake outer kan lo?" tanya ku. "Pake kok. Nanti gw pake kemeja putih." jawabnya. Aku langsung ke koper dan mengambil bikini off shoulder dan celana pendek berwarna cream. Setelah aku memakainya, Cinta menatapku penuh tanya. "Ga terlalu kebuka?" tanya nya. "Enggak kok. Santai aja." kata ku.
Setelah selesai, aku mengambil topi pantai dan berjalan keluar. Ternyata udah ada Nanda yang memakai set swimsuit bikini hitam dan cardigan putih. "Si Aira mana?" tanya Cinta. "I'm Here!!!" teriak Aira. Saat kami menengok, kami tersenyum. Bisa dibilang dia yang paling sopan bajunya hehehe. Dia pakai bikini tanpa tangan putih, celana panjang putih, dan kemeja putih tipis.
"Whoa! Hola seksi!!!"' kata Mbak Jihane yang keluar dari kamar dengan bikini putih. Dibelakangnya ada Mas Kandra yang menggunakan celana putih.
"Vanessa! Ya ampun sayang!!!" kata Dipta yang sedang berlari menuruni tangga. Dia langsung membuka kaosnya dan memperlihatkan perut kotak-kotaknya. Dia langsung memakaikan kemeja putihnya menutupi tubuh ku.
"Yang, jangan dibuka sekarang ya. Di pantai aja gapapa deh." kata Dipta. Aku tersenyum dan menganggukan kepala ku. Dia langsung mencium kening dan pucuk hidung ku. Dia mengelus bibir ku dan tersenyum. "Ini buat nanti kalo udah sah." katanya yang membuatku tersenyum lebar.
***
Saat ini, aku dan Dipta lagi ngumpet dibelakang batu karang. Kami sebenarnya curi-curi dengar sih obrolan Nanda dan Andra. "Hmmm, Nan? Gw boleh jujur?" kata Andra. "Boleh." jawab Nanda. "Gw jatuh cinta sama lo. Lo mau ga jadi cewek gw?" tanya Andre. "Jujur, gw juga cinta sama lo." kata Nanda yang membuat ku dan Dipta saling tersenyum.