Stuck With You

Stuck With You
Kabar Kehamilan



Vanessa P.O.V


Pagi ini aku bangun dan seperti biasa, aku langsung menyiapkan sarapan untuk suami ku. "Sayang, nanti aku bakalan ada meeting sama kantor kamu kan ya?" tanya Dipta yang ku jawab anggukan. "Yaudah nanti siang kita berarti bisa ya makan siang bareng." kata Dipta yang ku jawab anggukan seraya tersenyum.


Tiba-tiba aku merasa perut ku bergetar dan aku merasakan mual. Aku langsung berlari ke kamar mandi dan memuntahkan apa yang ada di dalam mulutku. Ternyata cuman ada cairan bening.


Huekkk!!!


"Sayang? Kamu kenapa sayang?" tanya Dipta seraya mengurut tengkuk ku.


Huekkk!!


Setelah aku merasa lega, aku langsung berkumur-kumur dan keluar kamar mandi. "Sayang? Kamu ga enak badan ya?" tanya Dipta yang ku jawab anggukan. "Udah ya ga usah ke kantor dulu. Nanti kamu malah kecapean sayang." kata Dipta yang ku jawab gelengan.


"Jangan. Hari ini banyak meeting by. Ga enak kalo Om Ahmad yang ngegantiin. Dia kan harus ke tempat wisuda Hiza dulu." kata ku. "Huft! Yaudah cuman nanti jangan kecapean okay. Aku usahain nanti dateng secepetnya ke kantor kamu." kata Dipta yang ku jawab anggukan.


***


Aku merapihkan jas putih ku di atas kursi kerja dan mulai mengerjakan pekerjaanku. Aku melihat ada beberapa orang di instagram yang memosting foto-foto makanan. Salah satunya asinan bogor. Kayaknya enak kali ya siang-siang gini makanin asinan beuh pasti seger banget!!! Terus minumnya itu jus mangga. Beuh!!!


Aku langsung memesan asinan bogor lewat aplikasi online dan ga lupa juga jus mangga nya.


Aku melihat ada postingan Cinta. Dia udah kerja di Lembaga Bantuan Hukum. Aku memilih kembali fokus ke pekerjaanku. Saat mulai kembali kerja, perut ku terasa sangat penuh dan aku pun mual. Aku langsung berlari ke kamar mandi dan mulai memuntahkan isi perut ku. Ini aneh! Ga biasanya aku kayak gini. Eh apa jangan-jangan maag ku kambuh ya?


Aku langsung menelfon Mbak Jihane. Dia lagi sibuk sama S2 nya. Ga beberapa lama kemudian, telfon diangkat.


"Hallo, Nes. Kenapa?" tanya Mbak Jihane. "Mbak lagi sibuk gak?" tanya ku. "Enggak kok ini lagi istirahat hehehe. Kenapa?" tanya Mbak Jihane. "Kok aku hari ini aneh ya mbak. Kayak mual-mual mulu. Udah gitu kayak serba mau gitu. Misal nih kayak sekarang, aku ngeliat ada foto rujak tiba-tiba aja aku kayak ngiler gitu." kata ku.


"Nah! Nah! Nah! Jangan-jangan kamu ngidam!!!" kata Mbak Jihane. "Hah? Ngidam gimana?" tanya ku. "Hamidun maksudnya." kata Mbak Jihane. "Hamidun? Apaan lagi itu?" tanya ku bingung. "Hamil sayangku. Ya ampun kenapa kamu ga konek." kata Mbak Jihane yang membuatku tertawa. "Hahahaha! Ada-ada aja deh. Aku bulan ini aja dap--- eh bentar! Ini bulan apa?" tanya ku. "Bulan November. Kenapa?" tanya Mbak Jihane. "Nah loh bulan ini aku telat dapet!!!" kata ku heboh. "Hah?! Geblek!!! Buruan ke dokter!!!" kata Mbak Jihane. "Iya nanti aja sama Dipta. Nanti siang kita ketemu kok mbak." kata ku. "Semoga beneran jadi ya Nes. Kan lucu pasti anak kita bisa seumuran." kata Mbak Jihane yang ku jawab anggukan.


"Yaudah kalo gitu, udah dulu ya. Mbak mau makan hehehe. Kamu sehat-sehat ya Nes." Kata Mbak Jihane yang ku jawab anggukan. "Siap. Salam buat Mas Kendra ya mbak." ujar ku seraya tersenyum. "Iya, salam juga ya buat Dipta, Arsen, sama Cinta." Kata Mbak Jihane yang ku jawab anggukan.


***


Huekkk!!!


"Ya ampun sayang. Kamu lagi sakit loh. Kalo ngataunya maag kamu kambuh gimana?" tanya Dipta yang membuat ku kesal. Aku langsung meletakan sendok ku dan segera pergi keluar ruanganku.


"Sayang, kok kamu ninggalin aku sih? Kenapa hmm?" tanya Dipta. "Kamu ga tau sih aku tuh mau makan asinan. Ngapain sih segala ngingetin maag aku! Bikin badmood aja!!" jawabku seraya memukul pundaknya pelan. Suamiku itu langsung memeluk ku dengan erat.


Tunggu! Kok ini wangi parfum nya beda sih! "Kamu abis pake parfum siapa? Kok beda sama wangi parfum kamu?" tanya ku seraya menutup hidungku. "Hah? Perasaan sama aja deh by." jawab Dipta seraya mencium baju nya. "Beda. Ini bau. Udah ah jauh-jauh! Aku ga suka wangi nya!" kata ku seraya melepaskan pelukanku. "Iya deh iya yaudah aku pake parfum kamu aja deh." jawab Dipta seraya mengambil parfum di tas ku dan menyemprotkan ke badannya.


***


Kami udah sampai didepan Rumah Sakit Qolby. Dipta langsung mengambil nomor antrian dan langsung mencarikan tempat duduk untuk ku. "Kamu mau makan apa by? Mumpung nomor antiannya lama." tanya Dipta. "Apa aja deh." jawabku seraya tersenyum. "Yaudah ikut aja yuk ke kantin rumah sakit nya!" ajak Dipta yang membuat mata ku berbinar. "Ayo!! Tapi gendong ya by!" jawabku seraya tersenyum.


Dipta hanya tersenyum dan menganggukan kepala ku. "Tumben banget sayang kamu manja." kata Dipta. "Emang salah mau manja sama suami sendiri? Dari pada sama suami orang. Hayo!!" kata ku seraya tertawa. "Eh! Iya juga ya! Yaudah tiap hari aja ya manja kayak gini!" kata Dipta yang ku jawab anggukan seraya tersenyum.


Kami langsung menuju ke kantin rumah sakit dengan Dipta yang menggendongku. Aku melihat ada banyak tatapan menatap kami. Ada tatapan ramah, gemas, dan ada juga yang sinis.


"Tuh liat tuh! Emang ya anak jaman sekarang ga tau malu. Nempel sana-sini didepan umum. Haduh! Kan ini umum masa iya ga tau malu sih." kata salah satu ibu-ibu dengan dandanan yang menor. "Iya bu bener banget. Saya sih gengsi ya minta suami saya nemenin ke dokter. Manja banget." kata ibu-ibu yang lain.


Aku hanya tersenyum tipis dan menatap ibu-ibu itu dengan tatapan dingin. "Makanya kalo mau dimanja ga usah gengsi. Di ranjang aja ga gengsian kalian. Aneh." jawabku seraya melambaikan tangan. "Bahasa kamu frontal ya by. Gapapa bagus! Pertahankan!!" kata Dipta yang membuatku tertawa. "Iyalah lagian jadi emak-emak kok ribet amat sih. Hidup juga hidup kita ngapain mereka urusin. Segala bilang aku manja. Ya emang kenapa kalo manja sama suami sendiri ya kan by? Selama ga manja sama laki orang mah ga masalah kali!" kata ku seraya memeluk Dipta.


Akhirnya kami sampai di kantin rumah sakit. Aku langsung tersenyum melihat menu nya dan langsung menunjuk satu menu yaitu Bakso Mercon. "By, mau ini boleh ya by!!!" kata ku seraya menatap Dipta dengan senyuman. "No! No! No! Jangan yang ini. Sekalian aja yang mercon mozarella by! Kan enak tuh nanti kita berdua ya. Kamu pesen yang lain juga!" kata Dipta yang membuat ku tersenyum dan menganggukan kepala ku semangat.


"Aku mau mie ayam aja by!" kata ku. "Okay. Kamu tunggu disini biar aku pesenin okay. Minumannya iar putih kan?" kata Dipta yang ku jawab anggukan. "Okay." jawab Dipta.


Ga lama kemudian Dipta kembali ke meja dan duduk disamping ku. "Sayang, nanti abis dari sini kita liat yuk rumah kita udah sampai mana persiapannya!" ajak Dipta yang ku jawab anggukan.


***


"Nah, Vanes! Coba kamu liat ini!!" kata dokter menunjuk satu bagian di layar. Kayak ada gumpalan gitu. "Itu apa dok?" tanya ku bingung. "Anak kamu, Vanes. Ini janin kamu!" kata dokter yang membuatku membulatkan mata. "J-jadi maksud dokter, s-saya hamil??" tanya ku seraya tersenyum. "Dokter ga bohongkan?" tanya Dipta seraya tersenyum. "Saya serius. Vanessa hamil. Usia janin nya baru tiga minggu." kata dokter yang membuat ku menatap Dipta dengan tatapan bahagia dan senyuman.