Stuck With You

Stuck With You
Pengumuman SNMPTN



Vanessa P.O.V


Saat ini, aku sedang berada di basecamp Carberus. Ya, ternyata basecamp nya ada di salah satu angkringan dekat sekolah. Karna sekolah lagi libur makanya aku ikut Dipta ke basecamp.


"Ka Vanes, nih kata Bang Dipta air minum buat Ka Vanes!" kata salah satu anak yang ku jawab anggukan. "Thanks ya." jawabku. "Nes, kita hari ini kan ya pengumumannya?" tanya Cinta. "Iya, duh gw deg-deg an." kata ku. "Oh iya kalian pengumuman ya. Semoga lolos ya guys." kata Aira. "Aammiinn." jawabku.


***


"Aaa!!!! Selamat Cinta!!! Lo lolos!!!!" teriak Aira heboh. Kami berempat langsung berpelukan dan saling tersenyum satu sama lain. "Yang belom berarti lo sama Dipta ya, Nes?" tanya Nanda yang ku jawab anggukan. Aku menatap ponselku yang masih loading. Dan ga lama kemudian aku melihat warna biru dilayar. Hmmm apakah ini berarti aku lolos?


'SELAMAT ANDA DINYATAKAN LOLOS SELEKSI SNMPTN DI UNIVERSITAS INDONESIA DI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS DENGAN PROGRAM PENDIDIKAN BUSSINESS MANAGEMENT'


Aku langsung terkejut dan tersenyum bahagia. "GUYS GW LOLOS!!!!!!" Teriak ku heboh. "AKU JUGA SAYANG!!!" Kata Dipta. Kami berdua langsung berpelukan dan dipeluk oleh keenam sahabat kami. "CONGRATS KALIAN JADI MABA DEH!!!" Teriak Andre heboh.


***


"Nes, kayaknya seru deh kalo kita wisuda pakai kebaya samaan. Gimana? Mau ga ngejahit kebaya barengan?" tawar Nanda. "Wih ide bagus tuh!" kata Aira. "Gw setuju banget sih lumayan abis kelulusan nanti kita bisa tuh foto-foto di studio. Okaylah kita jahit bareng. Kita ke tempat jualan kain aja abis ini ya." ujarku. "Siap. Btw kita harus bilang ga nih sama cowok-cowok?" tanya Cinta. "Kita diem dulu aja sampai ada omongan di mereka. Kan siapa tau mereka minta warna tertentu." kata Aira.


Aku melihat ke depan pintu kelas, ada Dipta dan ketiga sahabatnya yang lagi nungguin kami. Aku menengok ke meja guru dan ngeliat Bu Eliza yang tersenyum dan menganggukan kepalanya. "Baik anak-anak, ibu akan mengadakan kuis sekarang. Cara mainnya, jika kalian bisa menjawab maka kalian akan diperbolehkan pulang!" kata Bu Eliza.


Pertanyaan mulai diajukan. Dan semuanya memang membahas bab-bab yang pernah dipelajari sebelumnya. "Pertanyaan ke lima, saya adalah salah satu pahlawan di Indonesia. Saya mendapatkan gelar jendral besar. Saya dikenal oleh banyak orang sebagai perencana taktik perang gerilya. Siapakah saya?" ucap Bu Eliza.


"Jendral Sudirman!" kata Fauziah. "Salah." jawab Bu Eliza. "Jendral Soeharto!" kata Arya. "Salah!" kata Bu Eliza tertawa. "Jendral Ahmad Yani!" ujar Nanda. "Please deh, Nan. Beliau meninggal aja di pangkat----oh saya tau, bu!!!!" ucapku. "Apa, Vanes?" tanya Bu Eliza. "Jendral Besar Abdul Haris Nasution, Bu!!! Banyak buku nya yang membahas taktik perang grilya!" ucapku yang dijawab senyuman Bu Eliza. "Ya! Betul sekali!!!" ucap Bu Eliza. "Eeuummm, ini beneran boleh duluan bu?" tanya ku. "Iya. Ayo kamu pulang!" katanya yang ku jawab anggukan.


Aku langsung membereskan tas ku dan langsung keluar kelas. Tidak lupa sebelumnya juga aku salim pada Bu Eliza.


Dipta menyambut ku dengan pelukannya. "Sayang nanti aku mau ngobrol sama kalian ya. Mau bahas acara kelulusan nanti." kata Dipta. "Okay sayang." kata ku tersenyum.


Setelah beberapa anak keluar dari kelas, akhirnya Nanda menyusulku begitu juga dengan Aira dan Cinta. "Kita kumpul di basecamp ya sayang!" ujar Ivan. "Siap." jawab Aira.


Kami langsung berjalan menuju ke parkiran. Selama perjalanan, Dipta menggandeng tanganku. "Gw denger-denger sih mereka komitmen ke tahap yang lebih serius." kata salah satu anak. "Gw kira mereka lamaran loh. Si Dipta juga ngepost doang sih tapi ga ngasih caption!" kata anak yang lainnya.


"Gila ramah banget!"


"Definisi calon bini idaman ini mah."


"Ramah, Cantik, Pinter, Sukses. Duh ilah cakep amat ya masa depan orang."


Begitulah yang ku dengar dari beberapa orang. Aku hanya mendiamkan mereka dan meneruskan langkah ku ke parkiran bersama Dipta.


***


Saat aku turun dari motor, aku melihat meja-meja angkringan yang sudah ditata sedemikian rupa. Ada anak carberus juga yang udah dateng dan pasangan-pasangan mereka tentunya. "Ekhem!" deheman Dipta membuat beberapa anak menengok. "Eh ada lo, Ta. Wih, hallo Vanes!" sapa salah satu teman angkatanku yang bernama Dimas. "Hallo, Dim. Wih! Cewek lo nih?" tanya ku. "Iya dong emangnya Dipta doang yang ada pawang. Gw juga ada lah." kata Dimas. "Hai Dipta!" sapa pasangannya Dimas. Aku melihat tatapan yang berbeda saat dia menatap Dipta.


Aku langsung mengeratkan genggaman tangan ku dan mencium pipi Dipta. "Kamu mau minum ga, yang?" tanya Dipta. "Ga usah, by. Aku sama bocah nanti pesen sendiri aja ya. Yuk sekarang bahas. Udah pada kumpul kan, Dim?" tanya ku. "Iya udah. Kuy lah!" kata Dimas. "Kamu duduk disebelah aku ya. Semuanya duduk berpasangan coba! Yang jomblo harap bersabar ya!" ujar Dipta. "Yeuh kampret!" kata beberapa anak yang membuat kita semua tertawa.


"Okay baik, gw ga mau bertele-tele. Sekarang kita tentuin ya, siapa yang pantes jadi ketua Carberus?" tanya Dipta. "Euummm gw rasa sih adeknya si Arsen cocok, Ta. Kan kita udah liat sendiri kalo dia jago main belati kayak abangnya." kata Lucky. "Iya juga sih tapi kalo menurut gw sih sepupu lo aja, Ta!" kata Dimas. "Enggak deh gw rasa harus orang yang bisa ngebawa Carberus buat tetep jadi penjaga sekolah. Gw rasa adek lo sih, Sen." kata Dipta. "Lo ketuanya, Ta. Kalo lo lebih milih adek gw dibanding sepupu lo, suatu kebanggaan buat gw sama Arsel." kata Arsen.


Dipta langsung mengeluarkan satu kertas dan menuliskan inti-inti dari topik pembicaraan. "Okay sekarang kita lanjut, wisuda nanti kita pasti bakal kompakan bajunya sama kayak tahunan kemaren yang senior kita. Gw yakin kalo cowok sih bakalan gampang tinggal jas hitam. Tapi buat pasangan kita, gw rasa kayaknya bakal di omongin sama calon istri gw aja. Yang, kamu ngomong lah." kata Dipta.


"Astaga sayang kamu kenapa dadakan ya ampun. Okay, eeuumm hallo semua kenalin gw Vanes. Gw ceweknya Dipta." kata ku. "Calon istri." kata Dipta penuh penekanan. "Huft! Iya gw calon istrinya Dipta. Jadi gini, gw rasa kalian udah denger tadi calon gw udah ngomongin perihal baju. Kita akan pakai baju kebaya lebih tepatnya. Tapi gini aja karna gw tau kalo kalian pasti ada yang ga nyaman dalam berbusana kebaya, kayaknya bisa deh kalo mau dicampur sama gaun. Tapi kalau gaun, syarat utamanya harus sopan. Jangan sampai belahan dada nya kemana-mana. Sekarang gini aja, kita tentuin ya warna nya. Ada yang punya saran?" tanya ku.


"Nes, gw mau ngasih saran boleh?" tanya ceweknya Dimas. "Iya, saran apa nih?" tany aku santai. "Gimana kalo gini aja, kita semua pakai gaun tapi yang buat formal. Kan bisa tuh gaun yang model atasannya kayak kebaya. Kayaknya bakalan bagus deh. Jadinya kita kompakan gitu." kata nya. "Hmmm ide bagus juga nih. Yang lain, apa masih ada saran?" tanya ku. "Kalo gw sih setuju sama lo, Nes. Karna kan biasanya juga walaupun sekolah elite pun pasti kalo acara kelulusan bakaaln pakai kebaya." kata Nanda. "Okay berarti pake ide gw nih ya. Terus, mau warna apa?" tanya ku.


"Warna hitam?" tanya Aira. "Gila ga setuju gw kalo warna hitam. Kan Carberus anggota nya banyak. Yang ada nanti disangkanya mau ngelayat." kata ceweknya Dimas. "Biru?" tanya Cinta. "Enggak deh kayaknya jangan biru. Gimana kalau dusty green? Itu loh hijau pucet. Kayaknya bagus." kata Nanda.


"Gw setuju." ucap alah satu perempuan. "Okay yang setuju sama warna dusty green siapa aja?" tanya ku. Hampir semua pasangan anak Carberus mengangkat tangannya. "Okay deal." jawabku.


"Okay berarti warna baju kalian nanti dusty green ya." kata Dipta yang ku jawab anggukan.