
Vanessa P.O.V
Pagi ini aku terbangun dengan kondisi kamar yang udah rapih. Aku langsung mandi dan sesudahnya memakai kembali pakaian tidur ku. Aku langsung keluar kamar dan melihat Cinta yang lagi telfonan sama Arsen, dan Aira yang lagi vidio call sama Ivan.
"Iya ini nanti aku mau pergi lagi. Eh nih dia si Vanes!" kata Aira yang membuatku panik. "Ra! Weh gw ga pake outer gw!" kata ku panik. Aku langsung lari ke kamar dan memakai outer baju tidur ku. Karna kami berempat tidurnya memang memakai baju tidur yang minim guys. Makanya aku panik tadi karna ga pakai outer.
Aku langsung keluar kamar dan melihat Aira yang tertawa. "Nih, Van yang lo cariin. Nih Nes, anak Bogor mau ngomong sama lo." kata Aira yang ku jawab anggukan.
"Oy kenapa lo?" tanya ku. "Oy! Gimana kabar lo? Jagain si Aira ya!" kata Ivan. "Weittsss! So pasti lah!" kata ku. "Gini loh, Nes. Gw mau live ig bareng sama lo. Jadinya nanti mungkin bisa aja lo klarifikasi hubungan lo sama Dipta pas live nanti." kata Ivan. Aku langsung menatap ketiga sahabat ku. Mereka menganggukan kepalanya pertanda setuju. "Okay tapi palingan nanti ya abis gw ganti baju." kata ku. "Sip!" Jawab Ivan. "Yaudah gw mau ke dapur dulu ya. Laper gw!" kata ku yang dijawab anggukan Ivan.
Aku langsung ke kitchen set dan melihat Nanda yang lagi fokus masak. "Mau masak apaan lo" tanya ku. "Mie aja lah ya. Nanti siang kita palingan juga beli makanan disekitar tempat nanti." kata Nanda yang ku jawab anggukan.
***
Aku sudah siap dengan kemben hitam dan celana joger highwaist loreng ku. Aku keluar dari kamar dan melihat ketiga sahabat ku yang udah siap juga. Kami memang akan memakai tema yang sama untuk hari ini yaitu loreng. Aku dengan atasan kemben hitam, celana joger highwaist loreng, dan sepatu putih. Aira dengan tanktop hitam dan celana joger yang mirip seperti milik ku. "Eh iya Nes, nanti kita mau ke alam kayaknya ga akan sampe malem kan ya." kata Aira. "Di usahainnya sih enggak." kata ku.
"Sip. Gw mau vidiocall nanti sama Ivan." kata Aira. "Hmmm gercep ya bund." kata ku tertawa. "Dia kemaren sih nembak gw pas kita di mobil." kata Aira yang membuat ku kaget. "Lho terus lo terima?" tanya ku. "Belom. Gw bilang gw bakal jawab lusa. Artinya hari ini." kata Aira. "Saran gw sih lo terima aja deh. Dia tulus sama lo." kata ku. "Liat nanti cuy." kata Aira.
Aku mendengar suara gebrakan pintu. Aku menengok keluar pintu ternyata Nanda. "Girls! Kalian belom beres gitu? Ya ampun berasa temenan sama siput gw." kata Nanda yang udah siap dengan tanktop crop hitam dan celana joger highwaist loreng yang sama seperti milik ku dan Aira.
"Woy! Cinta! Udah belom???" panggil Nanda. "Udah!" kata Cinta seraya keluar dengan menggunakan tanktop crop hitam dan celana joger highwaist loreng juga. "Ga salah lo?" tanya ku. "Enggak. Tenang aja nanti gw pake jaket." kata Cinta yang ku jawab anggukan.
***
Hari ini kami habiskan diperjalanan mengunjungi tempat wisata alam yang ada di Bandung. Dari Glamping Lakeside, Bukit Jamur, dan Stone Garden Geopark. Hingga kahirnya kami memilih menyelesaikan perjalanan hari ini dengan ditutup dengan kunjungan kami ke UPI Bandung. Kami sekalian mau survey guys siapa tau ya kan ada niatan mau kuliah disini.
"Gw juga bakal merantau kok. Bokap gw bakal urus cabang Lampung. Alhasil sekeluarga diboyong kesana." kata Aira. "Kalo gw, gw mau daftar akmil beb." kata Nanda yang membuat kami menatapnya. Udah ga aneh sih karna dia emang sering binjas. "Gw dukung sih." kata Aira yang ku jawab anggukan.
"Nnati sampe apart langsung makan yuk! Gw laper deh!" kata Aira. "Eh iya ya kita dari siang belom makan. Pada mau makan apa? Mau di apart atau pesen aja?" tanya ku. "Makan di apart aja, Nes. Gw mau makan mie buatan lo lagi. Candu euy rasanya." kata Cinta. "Iya gw juga. Apa lagi telor setengah matengnya. Perfect!" kata Nanda yang membuatku tertawa. "Bisa aja kalian!" kata ku.
Aku menatap Aira yang lagi sibuk sama ponselnya. Matanya keliatan mendelik dan dia natap aku. "Ngapa lo?" tanya ku. "Kita berempat jadi bahan omongan di sekolah karna pakaian." kata Aira. "Diemin aja elah." jawab Nanda. "Iya, Ra. Udah diemin aja inikan bukan pertama kalinya kan diomongin." kata Cinta yang ku jawab anggukan.
"But the big problem is, si nenek lampir sok ngehujat si Vanes! Nih liat!" kata Aira yang membuatku penasaran dan melihat postingan Prisila.
"Ngarep jadi pacarnya @diptahiran tapi pakaian begitu. Ga salah neng? Biar dikata apa? Sok cantik eewwhh!"
Aku membaca caption dan memperlihatkan foto Prisil dengan Dipta. Tapi aku bisa liat kalau ada ketiga sahabatnya Dipta menatap sinis ke arah kamera. Hmmm, kenapa nih ya?
"Ini sahabat-sahabatnya Dipta ngapa dah?" tanya ku. "Tadi Ivan bilang ke gw kalo si Dipta mutusin si Prisil tapi Prisilnya ga mau. Makanya tuh pada sinis." kata Aira yang ku jawab anggukan.
"Nes! Bales nes!!" kata Nanda. "Ayo, Nes. Lo post, kita-kita juga ikut post kok." kata Cinta. "Santai." kata ku. Aku langsung mencari foto ku tadi saat aku berada di Stone Garden Geopark. Ada satu foto yang memperlihatkan aku yang lagi duduk santai diatas batu menggunakan kacamata dan dengan santainya berpose sedang menendang kamera.
"Yang dapet pacar jalur fitnah apa kabar? Terus yang masih jadian tapi efek permohonan juga apa kabar? Lah emang gw cantik! Kalo kalah saing? Bilang Sayang!!!!"
Tulis ku di caption IG. Ketiga sahabatku langsung menatapku dan terpelongo. "Gila! Savage!!" kata Nanda. "Lo nanti kuliah ambil hukum aja! Cocok!! Omongan lo udah tajem. Santai tapi glek gitu!!" kata Aira yang membuatku tertawa. "Udah rencana sih tapi gw mau double degree. Jadinya nanti di satu kampus gw ambil bisnis manajemen, nanti di kampus satu lagi gw mau ambil hukum." kata ku.
***
"Asli oy Nes!!! Mie bikinan lo bukan maen!!!! Candu!!" kata Nanda heboh. "Iya weh! Nes, masih ada telor rebus nya ga? Gw mau minta telor nya lagi!!" kata Cinta. "Gildak lo ye! Itu si Vanes belom makan udah lo abisin telornya begimane ceritanye??" kata Aira. "Yeh! Kan telor masih ada. Maksud gw tuh kode biar direbusin." kata Cinta. "Bisul lo nanti!" kata Aira yang membuat kami semua tertawa.