
Vanessa P.O.V
Hari ini adalah hari kelulusan. Aku sudah siap dengan gaun putih selutut dan wedges hitam ku. Aku menatap Dipta yang lagi pakai dasi. Aku langsung menghampirinya dan tersenyum. "Ga usah pake dasi, By!!" kata ku seraya mencium ujung bibirnya dan tersenyum. "Kan biar rapih sayang." kata nya.
"Nanti kamu makin ganteng ih nanti pasti banyak yang caper sama kamu." kata ku yang membuat Dipta tertawa. "Bodo amat kalo mereka caper mah sayang. Kan kamu istri aku. Aku bakal selalu sama kamu." kata Dipta yang membuatku blushing.
Tok! Tok! Tok!!
"Pintu nya di ketuk. Pasti bocah. Kamu siap-siap dulu biar aku yang buka." kata Dipta yang ku jawab anggukan.
***
Ini udah jam satu siang. Acara wisuda pun sudah selesai. Saat ini aku, Dipta, dan kedua sahabat kami lagi asik duduk santai di mobil. "Gila ya ga nyangka banget kalo kalian juga udah lulus!" kata Cinta. "Iya ya gw juga ga nyangka bini gw berhasil double degree nya. Kamu hebat sayang. Oh iya gimana kalo nanti semisal bocah pada libur, kita lliburan bareng? Udah lama ya kan?" tanya Dipta.
"Kayaknya jangan deh. Kan lo tau sendiri mereka ga nentu waktu nya. Bisa aja nanti lagi molor di telfonin." kata Cinta. "Iya juga ya. Hmmm yaudah deh nanti aja pas tahun baru." kata Dipta. "Eh gw jadi punya ide deh gimana kalo nanti pas ada waktu buat mereka libur, kita main games yuk! Kita main petak umpet di kantor gw. Gimana?" tanya ku tersenyum. "Liat nanti aja Nes. Siapa tau pada bisa ya kan." kata Cinta tersenyum.
Dipta langsung mengendarai mobil nya menuju satu kafe. Kafe ini sudah dipilih Arsen menjadi tempatnya melamar Cinta.
***
Kami sudah sampai di satu cafe bernama Amore Cafe. Kayaknya makanan khas Italia sih. "Kalian masuk duluan aja. Gw sama Vanessa bakalan nyusul." kata Dipta yang dijawab anggukan Cinta dan Arsen. Setelah mereka keluar dari mobil, Dipta langsung masuk ke basement. "Nanti itu sahabat-sahabat kita bakalan muncul by. Mereka udah nunggu didalem. Mereka nyamar." kata Dipta. "Hah? Nyamar gimana?" tanya ku. "Nyamar sayang kayak jadi pelanggan, jadi kasir, ada juga yang jadi pelayan." kata Dipta.
"Gila kalian prepare banget ya by! Yaudah deh yuk!" ajak ku seraya tersenyum.
Kami masuk ke kafe dan melihat ada Cinta dan Arsen yang lagi duduk di satu meja dengan empat kursi. Dipta menarik kursi untuk ku duduk dan akupun tersenyum seraya mencium pipi nya. "Makasih bubu!" ucapku. "Huft! Bucin teros!!!!" kata Cinta. "Iri? Bilang bos!" kata Dipta yang membuat kami tertawa.
"Kamu mau pesen apa by?" tanya Arsen. "Ini wajib banget ada appetizer, main chourse, sama dessert nya nih?" tanya Cinta yang dijawab anggukan Arsen. "Yaudah eeuumm gini aja, appetizer nya barengan. Main chourse nya sendiri-sendiri. Dessertnya juga. Appetizer nya apa nih Nes?" tanya Cinta. "Terserah lo aja, Ta." jawabku seraya tersenyum.
"Yaudah Pizzetta sama polpette aja. Terus aku main chourse nya Ayam Parmigiana. Dessert nya aku mau tiramisu." kata Cinta. "Okay, lo mau apa nih Nes?" tanya Arsen. "Eeuumm gw main chourse nya Ravioli aja. Dessert nya Yogurt Gelato." jawabku seraya tersenyum. "Gw samain aja kayak bini gw." kata Dipta yang dijawab anggukan Arsen. "Minumnya?" tanya Arsen. "Gw air putih dingin aja deh Sen. Gw lagi ga mau anggur." jawabku. "Gw juga." jawab Dipta. "Yaudah aku juga sayang." kata Cinta.
***
Pesanan Gelato ku sudah datang. Aku tersenyum dan menatap Dipta. "Sayang, kayaknya lucu kali ya kalo kita nanti punya anak namanya nama makanan." kata ku seraya tertawa. "Hahaha! Pinter kamu by nyari ide nya." kata Dipta seraya tertawa. "Namanya Gelato dipanggilnya Gege hahahahaha!!!" kata ku seraya tertawa. "Tambahin R jadi geger hahahaha!!!" kata Dipta seraya tertawa.
"Ih ini kayaknya aku harus complain deh. Masa ada kertas di dalem tiramisu sih! Kalo duit mah gapapa selama seratus ribuan. Lah ini kertas." kata Cinta. "Coba kamu buka dulu aja mendingan kertas nya siapa tau ada duit!" kata Arsen. Aku menatap Arsen dan dijawab anggukannya. Okay, it's time!
"Aneh deh masa ada tulisan liat ke depan!" kata Cinta seraya menatap Arsen yang sebenernya lagi berlutut dihadapannya. "S-sayang kamu ngapain begini?" tanya Cinta. Aku melihat Arsen tersenyum.
"Dengarkanlah, wanita pujaanku.. malam ini akan kusampaikan." nyanyi Arsen. "Hasrat suci kepadamu, dewiku.. dengarkanlah kesungguhan ini." nyanyi Arsen yang membuat Cinta mulai menangis. "Aku ingin mempersuntingmu.. tuk yang pertama dan terakhir." nyanyi Arsen seraya mengeluarkan kotak cincin.
"Cinta Apriyanti. Aku mencintai mu sejak aku melihat mu diperpustakaan. Aku mulai menyukai mu sejak kita mengobrol di kantin. Dan aku mau menikahi mu untuk menjadi istri ku sekarang, besok, dan selamanya. Will You Marry Me?" tanya Arsen yang membuat Cinta menangis dan menganggukan kepala nya.
"Jangan kau tolak dan buatku hancur.. ku tak akan mengulang 'tuk meminta.. satu keyakinan hatiku ini.. akulah yang terbaik untuk mu." nyanyi ku dan Dipta bersamaan.
"SURPRISE!!!!" Teriak keempat sahabat kami seraya membuka penyamarannya. "OH MY GOD GUYS!!!!" Teriak Cinta heboh. "Congratulation buat lo sama Arsen!!! AKHIRNYA JADI CALON MANTEN!!!" Kata Nanda heboh. "Selamat Jadi Calon Bojo ya Ta." ucapku seraya tersenyum. "Happy Engangement guys!!!" ucap Aira seraya tersenyum. "Weh bentar lagi temen gw bakal jadi suami." kata Ivan. "Temen gw bentar lagi bakal kelonan. Hadeuh awalnya cuman Dipta yang udah kelonan sama Vanes. Sekarang si Arsen bentar lagi. Huft! Sabar banget gw mah dah. Tiga tahun lagi kok. Ya sayang ya." kata Ivan seraya merangkul Aira yang dijawab anggukannya.
"Kita kapan by?" tanya Andre. "Ga tau. Anak nya dulu gimana?" kata Nanda yang membuatku tersedak dan membuat Dipta tertawa. "ayuk lah kuy gas ngeng!!!!" kata Andre yang membuat Nanda memelototkan mata nya dan menepuk pundak Andre. "Sinting. Mana boleh dodol." kata Nanda seraya tertawa. "Lah tadi ngajakin." kata Andre. Aku langsung tertawa dan menatap Dipta. "Kita kapan nih bikinnya by?" tanya ku yang membuat keenam sahabatku menatap kami. "Lah kalian mah udah bikin kali." kata Ivan.
"Iya tapi kita main aman makanya ini belom ada DipNes Junior." kata Dipta yang membuat ketiga sahabatnya tersedak. "Frontal anjir!!" kata Ivan. "Biarin. Makanya cepetan nikah! Enak tau! Tidur ada yang melukin, makan ada yang nyiapin. Beuh enak ye kan." kata Dipta yang membuat ku tertawa.