Stuck With You

Stuck With You
NgeDate?



Vanessa P.O.V


Saat ini aku lagi nunggu didepan gerbang. Aku lagi nunggu Mbak Jihane datang. Kami akan berbelanja beberapa gaun formal.


"Cewek!!" sapa seseorang. Saat aku menengok, ternyata Dipta.


"Apaan?" tanya ku. "Balik bareng yuk!" ajaknya. "Sorry, gw dijemput kakak gw." kata ku. "Bilang aja ke kakak lo buat tunggu dirumah. Keadaan masih ga kondusif, Nes. Gw ga mau lo kenapa-napa." kata Dipta. "Y-yaudah deh gw bilang dulu ya." kata ku yang dijawab anggukan Dipta. Aku langsung menelfon Mbak Jihane dan langsung tersambung.


"Hallo? Kenapa Nes?" tanya Mbak Jihane. "Mbak? Tunggu dirumah aja, ya. Vanes dianter sama tem--" kata ku yang langsung di potong oleh Dipta. "Sama pacar nya, mbak." kata Dipta. "Hah? Nes, kamu udah punya pacar? Wah! Wah! Wah!!" Kata Mbak Jihane. "Dih belom, mbak. Ini tadi temen aku, emang ngadi-ngadi anaknya." kata ku. "Yaudah mbak tunggu dirumah aja ya." Kata Mbak Jihane. "Sip." jawabku seraya mematikan sambungan telfon.


"Udah diizinin?" tanya Dipta yang ku jawab anggukan. "Yaudah naik lah. Sini tas nya gw pegangin dulu. Lain kali lo harusnya taro aja tuh buku paket di kolong meja. Yang penting rapi." kata Dipta. "Iya deh lain kali aja. Tapi gw nyaman kok kayak gini." kata ku. "Nanti kalo gw jemput, gw bawain totte bag biar lo bawa semua buku lo. Lagian bingung deh sekolah kita kan elite ya kali lo ga kedapetan loker." kata Dipta yang membuatku menepuk jidat. "Gw lupa kalo ada loker hehehe." kata ku tersenyum.


Dipta tersenyum lalu mengacak-acak rambut ku. "Pelupa. Yaudah ayo! Besok gw jemput ya." katanya yang ku jawab anggukan. "Tapi besok gw naik sepeda. Lagian gw besok setengah hari doang, ada acara keluarga." kata ku. "Gapapa nanti gw juga pake sepeda." katanya. "Yaudah terserah." kata ku.


Kamipun mulai meninggalkan area sekolah.


"Ini rumah lo?" tanya Dipta saat kami baru sampai didepan gerbang. Aku menganggukan kepala ku. "Rumah kita deketan ternyata." kata nya yang membuat ku terkejut. "Emang rumah lo yang mana?" tanya ku. "Tuh!!" katanya menunjuk dua rumah diseberang rumah ku. "Lah!!!! Kok gw ga pernah ngeliat lo?" tanya ku. "Gw di apart tidurnya." kata Dipta. "Kenapa?" tanya ku. "Ada problem lah makanya gw lebih betah di apart." kata nya yang ku jawab anggukan. "Yaudah masuk dulu yuk! Gw kenalin ke kakak gw." kata ku.


Akhirnya kami pun masuk ke area halaman depan rumah ku setelah itu memarkirkan motornya. "Assalamualaikum!! Mbak Jihane!!" panggil ku. "Waalaikumsalam, eh Vanes udah balik! Lho? Bawa siapa nih?" tanya Mbak Jihane. "Temen mbak. Ta, kenalin ini kakak gw namanya Jihane. Mbak, kenalin ini temennya Vanes namanya Dipta." kata ku. Dipta dan Mabk Jihane berjabat tangan dan saling tersenyum.


"Oh Dipta!" kata Mbak Jihane. "Lho? Vanes adiknya Bu Jihane? Baru tau, Dipta." kata Dipta yang membuat ku kaget. "Kalian kenal?" tanya ku. "Kenal dong. Dia anaknya Pak Wiratmo." kata Mbak Jihane yang ku jawab anggukan. "Yaudah, bu saya duluan ya. Nes, gw duluan ya. Besok gw jemput aja. Kita bareng ke sekolah." kata Dipta yang ku jawab anggukan. Dipta langsung salim ke Mbak Jihane lalu saat dia mau menaiki motor, dia memanggil ku.


"Kenapa, Ta?" tanya ku.


Cup!!!


"Dipta ga mau ikut shopping aja? Nemenin kita berdua!" kata Mbak Jihane yang membuatku kaget. "Enggak ah, bu. Nnati kena omelan istri." kata Dipta. "Yailah, Nes. Udah dong biarin dia ikut. Kan lumayan bisa minta pendapat dia nanti." kata Mbak Jihane. "Tuh, Nes. Gimana dong? Ikut ga nih?" tanya Dipta yang membuatku menghela nafas.


"Huft! Yaudah okay lo ikut. Tapi inget, jangan modus." kata ku yang dijawab anggukan Dipta. "Enggak kok, Nes." kata Dipta.


 


Dipta langsung menerima kunci mobil dari Mbak Jihane. "Dipta bisa nyetir kan ya? Biar kamu yang nyetir, saya di belakang. Nessa, kamu temenin Dipta ya didepan!" kata Mbak Jihane yang ku jawab anggukan.


***


"Kita makan dulu aja kali ya?" tawar Mbak Jihane yang ku jawab anggukan. "Ya kalo Dipta mah setuju aja, Mbak." jawab Dipta. "Yaudah kalian pesen yang kalian mau aja nanti biar mbak yang bayarin." kata Mbak Jihane. "Siap." jawab Dipta.


Aku langsung berjalan ke arah stand makanan dan melihat beberapa yang menjual makanan khas beberapa negara kayak Korea, Jepang, China, India, bahkan ada yang menjual makanan khas Arab loh.


Aku langsung mendatangi kios makanan Khas India dan tersenyum. Biasanya aku sangat menyukai makanan yang memiliki rasa full rempah. Aku langsung memesan paket roti Naan 2 yang berisi enam lembar roti naan, kari ayam, dan ada satu manisan yang terlihat menggiurkan. Rasgula.


"Cara makan roti naan itu gimana sih bu?" tanya ku. "Mis, naan bred khaane ke kaee tareeke hain. lekin sabase aasaan tareeka hai ki bred ko phaadakar karee sos mein dubo den. isake baad seedhe munh mein daalen." kata penjaga toko yang membuatku tidak mengerti bahasa nya. "Maksudnya?" tanya ku. "Maksudnya cara makan roti naan itu sangat mudah. Banyak cara yang bisa dilakukan tapi yang paling mudahnya itu dirobek lalu dicelupkan ke kuah kari. Nah abis itu langsung deh di makan." kata salah penjaga toko itu juga. "Oh gitu." jawabku tersenyum.


"I'm sorry maam, but I can't speak Hindi. Can you talking with me with English?" tanya ku yang dijawab anggukan. "Sorry miss, i always forget that I'm in Indonesia. Kabhee-kabhee main aksar bhool jaata hoon ki main bhaarat mein nahin hoon. mujhe lagata hai ki main apane budhaape ke kaarak se prabhaavit hua hoon." kata nya yang membuatku tersenyum penuh kebingungan. "In english please!" kata ku tersenyum. "Sometimes I often forget that I am not in India. I think I have been affected by my old age factor." katanya.


"It doesn't matter. That's a natural thing. Looks like I have to learn Indian from you." kata ku tersenyum. "Of course I will teach you." katanya yang membuatku tersenyum. "Ok, next time I will come back here. I hope we can meet again. If this food is good, then it will be my favorite food." kataku yang dijawab anggukan. Aku langsung membayar makananku dan mengambil nomor urut untuk diantarkan makanannya ke meja ku.


"Kamu pesen apa?" tanya Mbak Jihane. "Makanan India. Kayaknya bakalan enak deh." kata ku tersenyum. "Hallo semua!!" sapa Dipta yang datang dengan membawa satu nampan berisikan fried chiken, burger, dan kentang goreng. "Lah? Aku lupa beli minum, mbak." kata ku. "Yaudah pesen gih!" kata Mbak Jihane yang ku jawab anggukan. Aku memilih mendatangi stand khusus minuman dan memesan air putih dingin, jus mangga, dan penyegar panas dalam.