Stuck With You

Stuck With You
Apartment



Vanessa P.O.V


Saat ini, aku sudah berada di apartment yang akan aku tempati. Aku akan tinggal di apartment yang berada di Jalan Margonda. Tepatnya disebelah Mall Margocity. Aku memutuskan untuk tinggal di apartment karna jaraknya jadi lebih dekat dengan kampus. Sengaja, aku tidak memilih tinggal di apartment yang ada di Jakarta karna takutnya nanti macet.


"Nes, ini udah semua kan?" tanya Arsen yang ku jawab anggukan. "Hooh. Thanks ya, Sen, Ta." ucapku tersenyum. Sejak kami lulus, kami semua fokus pada pendaftaran kami ke perguruan tinggi. Satu-satunya yang masih santai karna baru menjalani beberapa seleksi hanya Arsen. Nanda, Aira, Ivan, dan Andre dinyatakan lolos untuk menjadi calon taruna dan taruni. Aira dan Nanda akan menempuh pendidikan di Bandung. Sedangkan Ivan yang tadinya mau ke Angkatan Laut memilih untuk masuk ke Angkatan Darat, sama seperti Aira. Ivan dan Andre saat ini akan menjalani pendidikannya di Magelang, Jawa Tengah.


Karna itu yang tersisa hanya aku, Dipta, Arsen, dan Cinta. Kami memutuskan membeli dua unit apartment didekat Mall Margocity. Kami bahkan merequest untuk mengadakan connecting door diantara unit kami. Jadinya kami bisa saling terhubung satu sama lain. Rencananya, aku dan Cinta akan satu unit begitu juga dengan Arsen dan Dipta.


Kedua unit yang kami beli sama-sama bertipe dua kamar, kami bisa bebas memilih desain untuk kamar kami. Aku memilih desain loft bedroom. Sehingga di kamar ku itu ada tangganya. Aku sengaja mendesainnya seperti itu agar ada space yang luas untuk menjadi ruang kerja ku. Untuk menutupi tempat tidur, aku menggunakan tirai sehingga kalau ada yang mau masuk ke kamarku, mereka tidak bisa melihat tempat tidurku secara langsung.


Aku juga membeli meja belajar untuk ku nanti mengerjakan tugas kuliah maupun pekerjaanku. Ada gantungan baju, lemari dekat tempat tidur dan didekat pintu masuk, kulkas kecil, tempat sampah, papan mading yang terbuat dari besi untuk aku menulis hal-hal yang harus aku kerjakan, dan hal yang paling ku sukai adalah rak buku di bawah tangga. Kamar ku ini di dominasi warna putih.


Sedangkan Cinta, dia memilih kamar yang cukup simple. Didominasi warna putih, tempat tidur yang menggunakan pallet untuk menjadi alas kasur nya, lemari didekat pintu, kaca besar, nakas, beanbag berwarna pink, rak buku kecil yang menempel dengan lemari, tempat sampah, kulkas kecil di dekat rak buku, satu papan yang terbuat dari besi biasanya dogunakan untuk memajang sesuatu dan meja laptop. Simple banget ya kan.


Nah untuk dapurnya, kami memang memilih yang minimalis. Dominannya warna putih juga. Cinta menambahkan hiasan bunga disudut meja makan dan sudut kabinet dapur agar terlihat lebih berwarna. Masih nyambung sama dapur, ada ruang tv yang kami berdua desain dengan dominan warna putih, abu-abu, dan pink. Ada tv kecil yang menempel pada dinding dan beberapa rak untuk pajangan yang akan kami isi nanti.


Setelah selesai dengan unit kami, aku langsung membuka connecting door antara unit ku dan Dipta. Dipta yang udah diunit sebelah langsung membuka connecting door nya juga. Kamipun masuk ke dalam untuk menjelajahi unit ini. "Sayang, kamar kamu yang mana?" tanya ku. "Yang deket pintu masuk, By. Yuk!" ajak nya.


Dia membuka pintu dan terpampanglah kamar dengan dominasi warna biru dan krem. Konsep kamarnya sama kayak kamarku, Loft bedroom. Ada sofa, meja komputer, lemari, dan rak buku. Hmmm simple sih. "Gimana desain aku? Bagus kan? Iyalah kan Dipta yang desain." katanya yang hanya ku jawab senyuman. "Ada ya by, kamu yang nanya kamu juga yang jawab. Kamu doang kayaknya hehehe." kata ku yang membuat dia tertawa.


Kami berjalan keluar kamar dan masuk ke kamarnya Arsen yang didominasi warna putih dan hijau. Ranjang nya yang beralaskan pallet sama seperti Cinta, tanpa lemari karna dia menggunakan gantungan baju dan rak berukuran sedang. Dia meletakan semua pakaiannya di rak dan gantungan baju itu. Selain itu ada juga meja belajar dengan rak buku kecil disebelahnya. Hmmm cukup simple.


"Ada yang mau nemenin gw ga nih? Gw mau ke sebelah. Mau beli peralatan tulis." kata ku. "Gw ikut!" kata Cinta yang ku jawab anggukan. "Yang cowok? Ada yang mau ikut?" tanya ku. "Deket kan, by?" tanya Dipta yang ku jawab anggukan. "Okay, gw ikut." kata Dipta. "Gw juga." kata Arsen.


Kamipun turun ke lobby dan keluar lewat pintu belakang yang biasanya dipakai pengunjung apartment ke Mall. Kami masuk ke dalam mall dan melihat ada festival makanan. "Makan dulu aja gimana?" ajak Arsen. "Ide bagus. Kuy!" jawab Dipta. Kami masuk ke area festival.


Aku melihat ada banyak makanan disini. Dari Es Tebu, Bakmi Jogja, Sate, Soto, wah banyak banget!


"Sayang, kamu mau makan apa?" tanya Dipta. "Aku mau sate, by!" jawabku. "Yaudah gih kamu pesen, biar yang cowok-cowok yang jaga." kata Dipta. "Sen, kamu mau makan apa?" tanya Cinta. "Mau soto daging aja sayang. Tanpa sayur ya." pinta Arsen. "Kamu, By?" tanya ku."Euummm, aku samain aja kayak kamu. Sate ayam, sama sop kambing ya." kata Dipta yang ku jawab anggukan.


***


Setelah membeli peralatan tulis seperti spidol, pulpen, pensil, kertas note, dan magnet. Aku juga membeli dua wadah untuk aku letakan di kulkas kecilku. Aku dan Cinta keluar dan melihat Dipta dan Arsen yang lagi ngeliat-liat tas. "Ta, beli skincare yuk! Mumpung di kamar udah ada kulkas kecil!!" ajak ku. "Wih iya juga ya. Yaudah kalo gitu kuy lah!" jawab Cinta.


Kami menghampiri Dipta dan Arsen. Mereka tersenyum menatap kami. "Sayang, aku boleh beli ini?" tanya Dipta. "Beli aja lah yang kan duit kamu sendiri itu." kata ku. "Kan izin dulu sama calon istri biar berkah." jawab Dipta yang membuatku tersipu. "Aku sama Cinta mau beli skincare dulu. Kamu sama Arsen liat-liat aja yang lain nanti kita ketemuan di hypermart bawah ya. Mau beli bahan makanan." kata ku. "Siap cantik!" jawab Dipta.


***


Setelah membeli masker, dan beberapa skincare lainnya. Kami mampir ke toko yang menjual make up. Aku membeli beberapa eyeshadow, kontur, highlighter, blush on, dan beberapa lipcream. Saat merasa sudah cukup, akmi pun turun ke lantai bawah untuk membeli bahan makanan sekaligus bertemu dengan pasangan kami.