
Vanessa P.O.V
"Sayang, jadinya kita besok pagi ya ke airport nya?" tanya Dipta. "Iya, kamu udah siapin baju kan? Besok kita ke airportnya pagi loh." kata ku tersenyum. "Iya dong. Kan kita aja janjian sama bocah jam tujuh kan?" tanya Dipta yang ku jawab anggukan.
"By, bisa keluar dulu?" tanya ku. "Kenapa emangnya?" tanya nya. "Mau mauskin daleman." kata ku yang dia jawab anggukan. Pacarku itu langsung keluar dari kamar ku. Aku juga segera masukin barang-barang yang bakalan aku bawa. Karna aku disana selama empat hari, aku mempacking semua baju ku sesuai hari yang akan aku gunakan. Misalnya dihari pertama nanti aku akan memakai tanktop crop hitam, dan celana jeans. Maka aku akan melipat keduanya bersamaan. Hari kedua, aku akan mengenakan tanktop putih, blazer rajut putih, dan celana cargo hitam. Hari ketiga, aku akan menggunakan tanktop sebatas pinggangku yang berwarna hitam, celana pendek, dan aku juga akan menggunakan blazer yang ku bawa. Dan di hari keempat, saatnya aku akan pulang. Aku akan menggunakan baju dress berwarna putih. Aku juga bawa kaos putih,celana piyama abu-abu. Dan ga lupa, bra off shoulder putih ku yang memang biasanya aku pakai kalau ke Bali beserta kain pantai putih polos. Aku juga ga lupa, masukin topi pantainya.
Setelah aku rasa cukup, aku langsung merapihkan barang-barangnya dan aku keluar untuk bertemu Dipta.
"By, tidur yuk! Aku ngantuk!" kata ku. Dipta langsung memeluk ku dan mencium keningku. Sejak kami pacaran, Dipta bakalan nemenin aku tidur dulu sampai aku nyenyak dan dia baru pergi ke rumahnya. Tapi karna besok kami mau pergi, makanya dia nginep di rumah ku.
***
Aku mengerjapkan mata ku saat mendengar suara instrumen piano. Aku membuka mata ku secara perlahan dan langsung melihat jam. Udah jam lima ternyata. Aku menengok ke belakangku karna aku ngerasa ada tangan di perut ku. Ternyata Dipta!
Aku langsung ke kamar mandi secara perlahan dan langsung mencuci muka serta menggosok gigi ku. Setelah aku menyelesaikannya, aku langsung ke dapur dan melihat bahan makanan yang ada. Hmmm ini sarapan. Kayaknya ga usah terlalu berat.
Aku ngeliat ada roti tawar, keju, dan daging ham, pisang, apel, stroberri, dan anggur. Hmmmm aku jadi punya ide! Aku langsung mulai memasak. Aku akan membuat roti keju ham yang akan ku panggang menggunakan microwave. Selagi menunggu, aku akan membuat salad buah.
Setelah salad siap, aku langsung memperhatikan microwave. Hampir selesai!
Ting!!!
Aku tersenyum dan mulai membuka microwave. Aku mengambil roti yang ku panggang mengguanakan sarung tangan khusus dan membiarkannya dingin.
Aku berjalan menaiki tangga dan masuk ke kamar. "Sayang, bangun dulu!" kata ku membangunkan Dipta. "Hmmm lima menit lagi, bi." kata Dipta seraya menutup matanya. "Heh ya ampun! Pacar gw kok laknat banget ya ampun! Bangun woy gw pacar lo!!" kata ku gemas.
Dipta yang ga gerak membuat ku semakin gemas. "Hitungan tiga kalo masih ga bangun, aku guyur air seember. 1!! 2!!!" kata ku seraya menghitung. "Ti.. Ti..." kata ku yang membuat Dipta terbangun. "Iya sayang ini aku udah bangun!" kata nya. Aku langsung tersenyum dan memeluk nya. "Morning, kamu langsung aja mandi. Aku siapin teh dulu. Mau teh apa kopi?" tanya ku. "Maunya kamu aja gimana?" tanyanya. Aku tersenyum dan langsung mendekatkan bibir ku ke arah telinganya. "Jail. Sono mandi lo! Bau ketek!!!" kata ku seraya berteriak.
Aku langsung lari dan keluar dari kamar.
***
"Kamu yang masak, aku yang platting. Cocok kan?" katanya yang ku jawab anggukan.
Aku menatap pacar ku ini. Hmmm dia ganteng! Beruntung banget aku bisa punya dia. "Kamu kenapa ga makan duluan?" tany aku. "Kamu yang masak, masa iya aku duluan makannya. Ga akan." katanya seraya mengelus pipi ku. "Foto dulu yuk!!" Ajak ku yang dijawab anggukan.
Aku langsung membuka aplikasi kamera di ponsel dan mulai duduk didekat Dipta. Dia langsung menarik tanganku dan menempatkan ku duduk diatas pahanya. Kami mulai berfoto berdua. Kadang Dipta menatapku dengan tatapan penuh cinta. Persis kayak waktu dia natap aku sebelum kami pacaran.
"Kok aku beruntung ya bisa dapetin kamu." Kata Dipta yang membuat ku tersenyum. "Hmmm gimana ya kadang aku aja bingung kok aku bisa suka sama kamu yang pede tingkat tinggi. Tapi itu yang bikin aku nyaman hehehe." kata ku tersenyum. Dipta mengambil ponselku dan melihat foto yang tadi kami ambil. "Boleh aku post." tanya nya yang ku jawab anggukan.
Dia langsung menggendongku ala Bridal Style dan mendudukanku diatas nakas dapur. Dia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Dia langsung memotret posisi kami. "By!!" kata ku kaget. "Tenang aja sih by. Anak-anak juga pasti tau kalo kita ga berlebihan." kata nya. "Ada-ada aja kamu." kata ku. "Hehehe ya maaf. Maklumin aja, seneng aku tuh bisa pacaran sama kamu. Berarti yang aku lakuin berbulan-bulan ga sia-sia hehe." katanya tersenyum.
***
Taksi yang kami tumpangi sudah memasuki bandara. Dan akhirnya sampailah kami di terminal 2D. Aku melihat keenam sahabat ku sudah kumpul dan ada Mbak Jihane yang lagi asik dirangkul sama Mas Kendra. Ya! Mas Kendra ternyata pacarnya Mbak Jihane yang udah ngejalin hubungan selama 2 tahun. Dan ya, mereka udah serius guys. Mas Kendra juga ternyata pengacara juga.
"Sudah sampai, mbak." kata supir taksi yang ku jawab anggukan. Aku langsung melihat ongkos nya. Ternyata sampai tiga ratus ribuan guys. "Kamu duluan aja, nanti aku turunin koper kamu juga." kata Dipta yang ku jawab anggukan. Aku langsung turun dan menghampiri ketiga sahabat ku yang lagi ngobrol sama Mbak Jihane.
"Nah nih dia anaknya. Nes, itu si Dipta ngapa dah posting foto kalian lagi posisi begitu?" Tanya Cinta. "Ga tau tuh anak. Kadang emang suka rada-rada. Kenapa dah?" tanya ku. "Gw ga masalah kalo antara kita doang yang liat tapi ini anak satu sekolah pada liat. Untung aja mereka tau kalo kalian ga aneh-aneh jadinya mereka komennya ga nyakitin." kata Aira memperlihatkan foto yang di upload Dipta. Astaga tuh anak!!
Seseorang memeluk pinggangku, saat aku menengok ternyata Dipta. "Lagi ngomongin gw ya?" tanya nya. "Lo tuh aneh-aneh aja deh Ta! Lo ngapain sih segala upload foto kalian lagi pose begitu? Untung aja anak sekolahan tau sifat kalian jadinya mereka ga ada yang ngehujat!" kata Nanda.
"Yailah udah biarin aja mereka spekulasi sesuai otak mereka. Kalo mereka mikirnya gw sama Vanes ngapa-ngapain mah itu dia aja otaknya ngeres!" kata Dipta.
***
"Kalian mau makan apa?" tanya Mas Kendra. "Ayo adek-adek! Kalian mau makan apa?" tanya Mbak Jihane. "Vanes burger aja deh mbak!" kata ku. "Samain aja, mbak. Kita-kita juga biasanya ga sarapan." kata Nanda. "Sip. Yang cowok mau makan apa?" tanya Mbak Jihane. "Hotdog aja, mbak." kata Ivan. "Iya, kita-kita juga." kata Arsen. "Okay, yuk yang!" kata Mbak Jihane.
Mbak Jihane pergi ke toko yang menjual makanan sedangkan Dipta dan ketiga sahabatnya menghampiri kami. "Sayang, mau ngomong berdua aja boleh?" tanya Dipta. Aku tersenyum dan langsung menarik tangannya. "Kenapa, by?" tanya ku. "Ini kabar baik banget. Siapa yang nyangka comblangan kita berhasil. Tiga sahabat aku mau nembak tiga sahabat kamu. Gimana? Setuju gak?" tanya Dipta. "Pasti." kata ku tersenyum.