
Vanessa P.O.V
Aku terbangun dan langsung duduk diatas ranjang. Ini adalah hari kedua ku disini. Mengecek WA, dan beberapa sosmed kayak Ig, dan FB. Aku melihat ada postingan Dipta yang memperlihatkan foto ku dengan pakaian yang ku pakai ke pantai kemarin. Captionnya sukses membuat ku tersenyum.
'MINE! @nessava_'
Aku tersenyum melihat tingkah posesif Dipta. Dia sangat menyayangiku. "Eh udah bangun lo? Mbak Jihane minta tolong tuh bangunin anak cowok!" kata Cinta. "Oh okay. Gw ke atas dulu." kata ku seraya bangun. Aku langsung ke kamar mandi dan segera mencuci muka dan menyikat gigi ku. Setelah merapihkan rambut, aku langsung keluar kamar dan menaiki tangga ke lantai dua ternyata Arsen udah keluar. "Udah bangun lo?" tanya ku. "Iya nih gw tadi laper makanya bangun hehehehehe." katanya. "Laki gw udah bangun?" tanya ku. "Belom. Dia kan kebo." kata Arsen yang ku jawab senyuman.
Aku langsung membuka pintu dan ngeliat Dipta yang masih tidur. Aku menarik selimut dan langsung tiduran disebelah Dipta. Aku memeluknya. "By!" panggil ku. "Hmmm!" jawabnya berdehem. "Bangun yuk!" kata ku. "Masih ngantuk by!" katanya seraya merangkul ku. Dia malah menarik selimut dan memakaikannya untuk menutupi kami yang lagi tiduran.
Aku langsung naik ke atas nya dan tidur diatas dadanya. "By, ini masih pagi." katanya. "Hmmm terus kenapa?" tanya ku seraya menutup mata ku. "Jangan bikin aku mau nyerang. Kita belom sah." kata nya yang membuatku tersadar. "Eh! Sorry by!" kata ku seraya bangun dan duduk diatas nya. Dia juga ikutan bangun, alhasil kami berpelukan sambil duduk. "Foto yuk!" katanya. Aku langsung mengeluarkan ponsel dan membuka kamera. Aku langsung memotret kami didepan cermin.
"Liat nih guys yang baru bangun." kata ku seraya memvidiokan Dipta yang lagi asik memeluk ku. "Eh dodol! Bangun!!" kata ku seraya tertawa.
Setelah selesai vidoin, aku langsung mencium kening, pipi, dan hidung Dipta lalu bangun. "Ayo by! Bangun!" kata ku. "Yaudah kamu duluan, aku mau nuntasin gara-gara tadi kamu diatas aku." kata Dipta. Aku yang bingung hanya menganggukan kepala ku dan langsung keluar kamar.
***
Aku langsung menuju ke dapur dan melihat Mbak Jihane, Mas Kendra, Arsen yang lagi asik nyuapin Cinta, Ivan yang lagi asik bercanda sama Aira dan Andre yang lagi asik ngobrol sama Nanda.
"Laki lo mana?" tanya Aira. "Ga tau tadi katanya lagi rutinitas pagi." kata ku yang membuat ketiga sahabat Dipta serta Mas Kendra terbatuk-batuk. "Kenapa? Kok kalian kaget?" tanya ku. "Euummm gapapa kok, Nes. Oh iya nih makan dulu." kata Mbak Jihane seraya tersenyum. "Wih! Masak mbak?" tanya ku. "Iya hehehe nih makan aja ada ayam betutu sama nasi putih hehehe." kata Mbak Jihane. "Euummm, Vanes nungguin Dipta aja, mbak." kata ku. "Biasanya lama loh." kata Arsen. "Emang rutinitas pagi itu apaan sih, Sen?" tanya Cinta. "Eh eeuummm itu loh masalah biologis lah pokoknya." kata Arsen yang baru membuatku mengerti.
Aku langsung mengambil dua piring dan langsung menuangkan nasi ke piring. Seseorang memelukku dari belakang dan mencium leherku. "Udah beres lo, Ta?" tanya Arsen. "Hehehe udah. Maklumin ya kan udah berminggu-minggu ga keluar hehehe." kata Dipta.
"Kamu makan ya mau paha atau dada?" tanya ku. "Dada aja." kata Dipta. "Mau dipocelin?" tawarku. "Suapin aja gimana?" tanyanya yang ku jawab anggukan. "Nanti aku ambil punya aku dulu." tanya ku. "Ini makan bareng aku aja." katanya. "Ga ah by." jawabku. "Yaudah deh sini piringnya aku pegang." kata nya yang ku jawab anggukan.
Setelah aku mengambil makanan untuk ku, aku dan Dipta langsung berjalan ke meja makan. Aku langsung memocel ayam milik Dipta dan langsung menyuapi Dipta dengan nasi. "Okay guys, jadi dipagi hari kita udah disuguhi adegan romantis antara pasutri. Nih liat bininya nyuapin laki nya." kata Aira seraya menyorot kami dengan kamera ponselnya.
***
Aku sudah siap dengan tanktop hitam, dan celana jeans biru. Saat ini kami akan berjalan-jalan mencari oleh-oleh disini. Setelah selesai, aku langsung make up dan tidak memakai lipcream. Aku aja bingung mau pakai yang warna apa hehehe.
"Cinta, menurut lo pake yang warna apa?" tanya ku. "Hmmmm gw bingung sih Nes. Kalo selera gw kan yang feminim ya jadinya yang pink bagus deh." katanya. Aku langsung menganggukan kepala ku dan memakai lipcream berwarna pink tua seperti warna bibir ku.
Aku langsung keluar dari kamar dan duduk disebelah Dipta. Lebih tepatnya diatas pangkuannya. Aku langsung memeluknya dan mulai memejamkan mata. "Ngantuk, by." kata ku. "Ya ampun sayang ngagetin deh. Untung sayang." katanya seraya memeluk ku dengan erat.
"Ya ampun nih pasangan udah kayak koala aja." kata Ivan yang baru aja masuk ke ruang tv. "Diem dulu, dia lagi ngantuk." kata Dipta. "Oalah okay. Gw ga mau ganggu deh ya. Gw ke dapur aja mau ambil minuman." kata Ivan. "Van gw nitip kopi dong yang ada di kulkas ya." kata ku. "Iya deh bentar gw ambilin." kata nya.
Aku mendengar derap langkah mendekat, dan ga lama kemudian ada Mbak Jihane yang datang seraya berpegangan tangan sama Mas Kendra. "Lho? Vanes kenapa, Ta?" tanya Mbak Jihane. "Biasa, mbak. Dia lagi ngantuk." kata Dipta. Mbak Jihane mengelus rambutku sedangkan aku semakin mengeratkan pelukanku.
"Nes, nih kopi nya." kata Ivan. Aku mengangguk dan dengan perlahan aku duduk dan mengambil kopi yang diberikan Ivan. "Thanks ya, Van." kata ku. "Sama-sama. Dah gih lo minum. Gw mau cek si Aira udah apa belom make up nya." katanya. "Pelan-pelan sayang minumnya." kata Dipta yang ku jawab anggukan.
***
Setelah kami pulang dari toko Krisna yang menjadi pusat oleh-oleh di Bali, aku langsung masuk ke kamar dan mengganti pakaian ku dengan bikini. Setelah itu aku ke kamar mandi, dan langsung menutupi kaki ku dengan handuk. "Sayang, mau renang ga?" tanya ku. Dipta langsung tersenyum lebar dan memeluk ku. Dia langsung melepaskan kaos dan celana nya menyisakan boxer nya. "Woy! Malu woy depan cewek!!!" kata Mas Kendra. "Biarin deh ya mas hehehe! Bye! Mau pacaran dulu." kata Dipta. Dia langsung menggandeng tangan ku dan kamipun duduk sebentar dipinggir kolam.
"Tungguin kita dong Nes! Kita mau ikut!" kata Aira yang dijawab anggukan kedua sahabatku dan Mbak Jihane. "Okay, gw tunggu ya!" kata ku. Dipta duduk disebelahku dan langsung mencium pipi ku. "Kenapa suka banget ciumin pipi aku sih by?" tanya ku. "Gapapa dong, emang kenapa?" tanyanya. "Gapapa kok cuman bingung aja kok aku bisa manja banget sama kamu. Bawaannya mau manja mulu gitu." kata Dipta yang membuatku tersenyum.
Aku langsung tersenyum dan mendekati pipi Dipta. "Kalo aku maunya beda sayang. Aku maunya.." kata ku seraya mendorong Dipta agar masuk ke kolam. "Kamu masuk!!! Hehehehe!!!" kata ku seraya tertawa. Dipta tertawa dan langsung mencipratkan air ke aku. Kamipun tertawa bersama. Aku langsung masuk ke kolam dan memeluk Dipta.
"Guys! Liat sini!!" kata Aira. Dia memotret kami. Aku berpose melingkarkan tanganku dipinggang Dipta seraya tertawa. Dan dia menatapku seraya tersenyum. "How sweet you are!" kata Aira. "Lagi, Ra!" kata Dipta. "Iya deh iya." kata Aira. Dipta menggendongku dan membuatku tertidur diatas tangga kolam, dia langsung mendekatkan wajahnya ke arah wajahku. "Foto, Ra!" kata Dipta.