STRONG IN BETRAYAL

STRONG IN BETRAYAL
BAB.8 MAAFKAN AKU



Suara tangisan dari Mama Maya terdengar Histeris diluar kamar Lady, dengan tergesah Lady segera memakai kemejanya untuk melihat apa yang sudah terjadi kepada Mama Maya, ketika Lady membuka Pintu kamarnya terlihat di ujung ruangan keluarga Maya duduk tersungsur sambil menundukkan tubuhnya serta menangis tiada henti, dengan langkah panik Lady berlari mendekati Maya,


“Mama!! Mama!! Ma.. ada apa Ma?” Lady bertanya dengan Nafas memburu, ada perasaan mual yang di tahannya, tapi Lady terus saja mengabaikan perasaan pusing dan mual yang sekarang dialamainya, Melihat maya yang masih saja terus menangis Lady berpikiran apakah terjadi sesuatu dengan papanya atau salah satu dari keluarganya? Dengan lembut Lady mengusap punggung Mama Maya untuk menenangkannya, ketika keadaan semua telah menjadi lebih tenang, Lady memberanikan diri untuk bertanya “Ma.. mama kenapa?”sambil terus mengusap lembut punggung Mamanya.


Kedua Mata mama dan anak ini saling bersilang tatap, Lady menatap penuh dengan tanda tanya, sedangkan Maya menatap anaknya penuh dengan kekecewaan dan amarah yang tertahankan, “Ke..kenapa.. Lady? Kenapa kamu membuat Aib dalam Keluarga ini?!” dengan terbata – bata Maya bertanya sambil mengangkat test pack yang di pegangnya, Lady memperhatikan sambil memicingkan matanya untuk melihat benda yang ternyata bertuliskan pregnant dan di bawahnya ada tulisan not pregnant.


Mata Lady semakin membesar ketika melihat ada dua garis berwarna merah, sontak Ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena merasa sangat kaget,


“Ma.... Ma... Maaf kan Lady Ma..” hanya kata maaf yang dapat keluar dari bibir mungil Lady kepada Maya,


“Mengapa.. mengapa kamu melakukan ini kepada kami..” Maya sungguh tidak menyangka jika Lady yang selama ini di kenalnya sebagai anak yang baik – baik, dan religius juga selalu nurut kepada kedua orang tuanya, akan membuat sebuah kesalahan yang fatal seperti ini. Padahal selama ini Maya selalu percaya sepenuhnya kepada Anak tertuanya.


“Apa salah mama selama ini Nak? Apa mama selama ini terlalu keras kah sama kamu Lady? Sampai – sampai hal ini terjadi, Yah Tuhan...!! Apa yang akan terjadi dengan nama baik keluarga ini Lady? Bagaimana Mama harus menjelaskan semua ini kepada Papamu? Aku akan di tuduh tidak becus mendidik dan menjaga kamu Lady!! Mengapa kamu buat Mama berada pada posisi sekarang ini Nak?! Cepat Katakan!! KATAKAAN!!!!” Teriak Maya sambil mengguncang – guncangkan bahu anaknya.


Lady hanya bisa tertunduk dan ikut menangis, rasa takut yang selama ini menjadi momok untuknya kini telah meledak menjadi petaka seperti yang ada di depan mata, jika Maya bisa sehisteris ini, Lady tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi jika Papanya juga mengetahui apa yang terjadi.


Pikirannya semakin kalut dengan apa yang di tanyakan oleh Maya kepadanya, tanpa berpikir panjang Lady membuat Maya semakin naik pitam,


“Ma..maaf ma..., gugurkan saja anak ini agar nama baik keluarga ini tidak tercoreng oleh kesalahan Lady ma..” Hatinya pilu berkata seperti itu, namun tidak ada jalan keluar lain untuk menyelamatkan keluarga ini, hanya menggugurkan janin yang ada di kandungannya menjadi satu – satunya jalan keluar di pikirannya.


PLAAKK!!!!!


Sebuah Tamparan kerass mendarat di pipi mulus Lady, dengan mata memerah dan melotot Maya murka bukan kepalang serta tidak menyangka apa yang didengarnya barusan, Maya sungguh sudah tidak mengenal anaknya Lady, semakin kecewa, semakin marah dan semakin merasa bersalah dalam mendidik anaknya Maya menggeleng – gelengkan kepalanya sambil memukul mukul dadanya sendiri.


“APA AKU PERNAH MENGAJARKANMU MENJADI PEMBUNUH?!!!! Apa yang ada di Otakmu Lady!!!..”


“Ma..Maaf Ma..”


“DIAM!!!!! Satu dosa sudah kamu lakukan dan kamu ingin lagi menambah dosamu dengan membunuh janin tidak berdosa ini?!!! Sungguh malang nasib anak didalam kandunganmu ini, kamu tidak pernah di didik untuk menjadi pengecut oleh Aku dan Papamu!”


Lady kembali terisak dan tertunduk, merasa apa yaang dikatakan oleh mamanya adalah sesuatu fakta yang sangat menampar hati nuraninya..


“Siapa Laki – laki yang harus bertanggung jawab untuk masalah ini Lady?! CEPAT KATAKAN!!” Bentak Maya sampai membuat Lady terjingkat karena kaget.


“Pa..pacar Lady ma..”


“Apakah dia suami orang? Sampai dia tidak berani menampakkan batang hidungnya ke rumah ini?!!” tanya Maya dengan Sarkas.


“Tidak ma..!! Dia masih single ma.. dia bukan suami orang ma.. sebenarnya..”


“SEBENARNYA APA?!!”


“Sebenarnya.. Dia sudah ingin menemui mama dan papa beberapa hari lalu ma.., tapi...”


“TAPI APA LAGI?!! NGOMONG YANG JELAS!”


“Tapi Lady takut ma.. Lady takut Papa dan Mama akan marah besar dan tidak akan menerimanya lalu akan memisahkan kami berdua ma..” tangis Lady semakin pecah,


Pertanyaan dan omelan Maya yang tak habis – habis membuat kepala Lady yang dari tadi pusing semakin pusing, perasaan mual yang menyeruak secara berangsur menghilang berganti dengan bayangan yang mulai kabur, dan seketika itu juga Lady sudah tidak sadarkan diri.


---***---


Aroma minyak kayu putih merasuk kedalam alam bawah sadar dan mengantarkan Lady pada kenyataan yang harus di hadapinya, dengan perlahan Lady membuka matanya yang sangat berat untuk di buka, masih ada bekas air mata yang tersisa, Kini Lady sudah terbaring di kamarnya, dan dengan perlahan Lady mendudukan dirinya juga beradaptasi dengan cahaya yang ada di kamarnya, Lady tiba – tiba menangis mengingat apa yang sudah terjadi, ditambah lagi ternyata kini di hadapannya Lady melihat bagaimana wajah kesakitan yang tidak terkira dari Hendrik yang masih berpakaian kerja lengkap.


“Apakah kamu baik – baik saja Lady?” tanya Hendrik kepada Lady, dan sontak suara Hendrik membuat hati Lady semakin trenyuh, tanpa dapat menjawab apapun Lady hanya mengganggukkan kepalanya sambil tertunduk dan terus tertunduk tidak berani sekalipun mengangkat wajahnya.


Hendrik mendekat ke ranjang anaknya, dan mengusap lembut kepala anaknya, “Ssshhh... sudahlah.. jangan menangis lagi yah..” Ucap Hendrik tergugu menahan tangisnya.


Lady langsung memeluk Hendrik tanpa melihat wajah Pria paruh baya yang ada di depannya, “Maafkan aku Papa..” pecah sudah tangis mereka berdua sambil berpelukkan dan Maya yang melihat anak dan suaminya juga tak kuasa menahan kesedihan yang teramat mendalam.


“Lady.., sudahlah.. semua sudah terjadi.., jangan menangis lagi yah nak..., Diamlah.., ini.. minum yah..” dengan telaten dan lembut Hendrik memberikan segelas air hangat untuk anaknya dan terus menenangkan.


“Sini papa rapikan rambutmu seperti dulu saat pertama kali papa mengantarmu masuk Taman kanak – kanak, sini..” Lady semakin hancur dengan sikap lembut yang di berikan Hendrik kepadanya,


‘Seharus papa menamparku saja atau mengusirku.., jika seperti ini sampai mati aku akan selalu merasa bersalah denganmu pa..” Batinnya dalam hati tak mampu berkata – kata di hadapan Hendrik.


Sambil terus merapikan rambut anaknya Hendrik dengan berhati – hati bertanya kepada Lady ,”Lady... apakah Papa bisa bertemu dengan pacarmu nak?” Lady menjawab dengan mengangguk lagi,


“Jawablah Papa nak.., papa tidak akan marah..”


“Bisakah papa bertemu dengannya Nak?”


“Bisa pa...” Lirih Lady,


“Baiklah kalau begitu, sekarang istirahatlah.., besok kita ketemu dengan pacarmu yah..? apakah dia bersedia datang besok? Papa akan ijin di kantor untuk menjagamu hari ini dan besok.., Lady...?”


“Iyah pa..?”


“Jangan lagi takut yah Nak.. baik buruk mu.. Kau tetaplah Gadis kecil ku yang akan selalu ku sayangi.. maafkan kami yang tidak mendidikmu dengan lebih baik Nak..” Air mata yang meluncur segera di usap oleh Hendrik agar tidak terlihat oleh anaknya, namun Lady melihat bagaimana air mata itu lolos dari pelupuk mata Papa yang paling di sayanginya,


“MAAFKAN AKU PAPA!!” Teriak Lady dan kembali memeluk erat Hendrik.


To Be Continue...


(Aku mewek loh ngetik episode ini, siapa disini yg kesayangan papa banget 🥺😭)


Hai Guys teman – temanku yang baik hati, boleh dong like and comentnya.. biar Author makin semangat dan semakin terinspirasi, Thank You


Btw, Jangan lupa mampir di novel pertama Author yang berjudul “Aku Adalah Indah” sudah end serta lanjutannya “Aku Adalah Indah” part 2 yang saat ini juga lagi on going.


Follow IG Author yah.. @lizbet.lee


Jangan lupa like dan voting yah.. teman – teman 