STRONG IN BETRAYAL

STRONG IN BETRAYAL
BAB.12. PERTEMUAN KEDUA KELUARGA



Pertemuan antara Reynold dan keluarga Lady secara keseluruhan berjalan dengan baik, walaupun Rey menyadari jika Maya belum sepenuhnya menerima dirinya, dan meragukan dirinya. Harusnya hari ini Rey akan menyambut kedatangan Victor dengan bahagia, namun tetap saja rasa jengah ada ketika tau Jika Victor datang bersama istrinya Tuti.


Rey sangat muak dengan nenek sihir yang selama ini selalu saja menghina dirinya, namun apa boleh di kata, Victor rasanya tidak bisa hidup tanpa Tuti, tentu saja Rey tidak dapat melarang Ayahnya untuk datang bersama istrinya.


Hari ini ada jadwal pertemuan kedua belah pihak keluarga calon kedua mempelai yang membuat Rey sangat khawatir akan pertemuan antara Maya dan Tuti, akankah semua berjalan dengan lancar..?


“Lady.., aku sangat khawatir akan pertemuan hari ini” Bisik Rey kepada Lady yang saat ini sedang menemaninya menjemput keluarganya di bandara.


“Tenanglah kak.., semua akan baik – baik saja kak..., jangan khawatir yah..” ucap Lady yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.


“Yah.. kita lihat saja nanti yah..” Reynold tetap saja berpikir pesimis, dua nenek sihir nanti akan bertemu, entah Tuti akan menjaga harga diri keluarganya atau malah semakin menghina bahkan di depan calon mertuanya.


“Itu mereka sudah datang..” sambil melambaikan tangan kepada Victor, Rey memberitahu Lady, dan Lady berinisyatif untuk langsung menghampiri keluarga Rey, tentu saja tetap berdampingan dengan Rey.


“Papa..? ini adalah Lady dan Lady ini adalah Victor papaku,”


“Selamat datang Om..,”


“Wah.. calon menantuku sangat cantik, terima kasih karena mau ikut datang menjemputku yah,.., perkenalkan ini adalah istriku Tuti..” ucap Victor sambil mengenalkan Tuti kepada Lady.


“Tuti,” ucap nenek sihir itu sambil menyalami Lady,


“Selamat datang tante..” sambut Lady, dan hanya di balas oleh senyuman singkat dari Tuti,


“Tidak usah terlalu memikirkan dia.., dia hanya ibu tiriku saja” bisik Rey kepada Lady, Rey tau Lady pasti sangat terkejut mendengarnya, yah selama berhubungan dengannya Rey tidak pernah membahas tentang keluarganya dan bahwa sebenarnya Rey anak piatu yang telah ditinggal sejak kecil.


Tanpa membuang – buang waktu, setelah Rey mengantarkan keluarganya ke hotel terdekat, mereka langsung bertolak ke rumah Lady,


“Wah.. aku kira kami akan tinggal di apartemen yang sudah kamu beli Rey, Mama tidak menyangka jika kamu menaruh kami di hotel sederhana dekat apartemenmu..” Bisa – bisanya Tuti berbicara seperti ini bahkan di depan Lady, dan itu sangat memalukan.


“Sudahlah ma.., aku yang memintanya untuk mencarikan hotel, agar tidak merepotkan dirinya..” Sahut Victor menenangkan Tuti,


“Apakah Tante mau menginap di rumahku saja?” tawar Lady,


“Tidak.. tidak perlu, kita belum resmi menikah, biarkan saja keluargaku di sana Sayang.., aku tidak ingin merepotkan kedua orangtuamu” Sahut Rey untuk mengurungkan niat baik kekasihnya itu.


“Loh..Bukankah malah lebih baik jika aku semakin akrab dengan keluarga calon istrimu Rey?”


“Tidak Tuti..., Tidak.., sudahlah.., jangan berpikir aneh – aneh!” suara Reynold sedikit meninggi dan membuat seisi mobil kembali terdiam hingga mereka tiba di depan gerbang rumah Lady.


“Wuuuaaahhh!!! Besar sekali rumah ini, Wah.., kamu memang luar biasa Rey.., kamu sangat pintar mencari calon istri, haahahahaa!!”Tawa itu, lagi - lagi seperti ejekan yang menyakiti hati Rey.


“Diamlah Tuti..!” kembali Rey membentak Tuti dengan emosi, hingga membuat Lady dan Victor terkejut.


“Tuti.., kumohon jagalah sikapmu, jangan buat segala sesuatunya kacau untuk anakku, kumohon hargailah aku..” Pinta Victor sambil berbisik kepada Tuti yang saat itu langsung merapatkan mulutnya sambil melirik emosi kepada Rey karena merasa baru saja di bentak di hadapan Lady dan itu sangat membuatnya malu.


“Papa dan Lady turunlah dulu sebentar aku akan turun setelah berbicara dengan Tuti, sebentar saja pa..” Pinta Rey dan dituruti oleh Victor maupun Lady yang turun duluan, sedangkan Tuti langsung melengos dan menatap hina kepada Rey.


Reynold lalu melepaskan sabuk pengamannya dan tiba – tiba saja berbalik kebelakang lalu mencekik leher Tuti dengan teramat kuat sehingga membuat mata Tuti memerah dan merasa kesakitan yang teramat sangat.


“Aggkk...ahhkkk...agkkkhh..” hanya itu yang terucap sambil mendelik dari bibir Tuti yang kini terlihat membiru.


“Apakah kau mengerti? Jika kau mengerti anggukkan kepalamu, dan aku akan melepaskan cekikkanku ini dari leher menjijikkan ini” Seketika itu juga Tuti langsung mengaanggukkan kepalanya, dan Rey langsung melepaskan cengkeraman tangannya dari leher Tuti.


Tuti terbatuk – batuk dan berusaha untuk menyerap udara dengan cepat untuk menstabilkan paru – parunya yang terasa sangat menyakitkan akibat kekurangan oksigen,


“Kau Gila Reynold!!” Bentak Tuti,


“Aku dapat melakukan yang lebih dari itu Tuti, aku tidak akan perduli dengan apa yang akan aku hadapi asalkan bisa membungkam mulut kotormu itu, apakah kini kau sudah melihat aslinya diriku? Hah?! Bajingan!!” Tuti langsung merasa ketakutan, bagaimana mungkin anak kecil yang selama ini ditindasnya kini malah menjadi monsteer yang menakutkan dan mengancam akan membungkam dirinya, ini adalah sisi gelap dari Reynold yang belum pernah di lihat oleh Tuti.


“Baiklah.., rapikan riasanmu itu, dan bersikaplah seolah kau sangat menyayangiku juga bersikaplah sangat sopan, okay?!” ancam Rey dengan nada suara yang mengintimidasi. Dengan segera Tuti merapikan dirinya dan berusaha untuk terlihat tenang sebelum turun dari mobil, sedang Rey langsung menggandeng tangan Lady dan terus melangkah menuju pintu depan rumah Lady.


Seluruh keluarga Lady sudah menunggu kedatangan mereka, dan keadaannya sangat ramai, ternyata Lady memiliki keluarga besar yang tidak di miliki oleh Reynold, sambutan hangat dirasakan oleh Reynold dan keluarganya.


Maya yang biasanya sangat culas hari ini terlihat lebih ramah dan menjaga sikapnya di hadapan keluarga Reynold, walaupun tetap tidak mau menatap Reynold lama – lama. Kini tibalah dimana kedua orang tua Rey dan Lady akan menentukan tanggal pernikahan mereka berdua.


“Baiklah Pak Victor, terima kasih banyak atas kedatangan kalian, kami sungguh merasa sangat berbahgia dengan hadirnya kalian di rumah kami ini, aku berharap kita dapat menentukan tanggal pernikahan mereka, yah... seperti yang kita semua tau, bahwa pernikahan ini tidak bisa kita tunda lama – lama karena Cucu kita akan semakin besar didalam sana, bagaimana Pak Victor?” Tanya Hendrik meminta pendapat Victor.


“Bagi saya apapun yang diinginkan oleh keluarga calon menantu saya akan saya penuhi Pak Hendrik, saya berharap persiapan ini bisa di lakukan dengan cepat, saya sebagai papanya Reynold akan menyerahkan tanggal pernikahan sesuai dengan keinginan dari keluarga Lady”


“Lady... berapa usia kandunganmu saat ini?” tanya Hendrik,


“Masuk tiga bulan pa..” ucap Lady sambil tertunduk malu,


“Baiklah.., kita akan melakukan persiapan paling lama satu bulan , aku akan memanggil event orgaanizer untuk menyiapkan semuanya dalam waktu singkat dan mengurus semua administrasi yang di perlukan untuk persiapan pernikahan mereka, apakah anda setuju Pak Victor?” tanya Hendrik,


“Iyah tentu saja saya setuju Pak.., sebelumnya.., mohon maaf.., jika kita harus seperti ini menetapkan tanggal pernikahan anak – anak kita, saya mohon maaf Pak Hendrik..” Ucap Victor dengan tulus, Hendrik dengan kebaikkan hatinya langsung merangkul Victor,


“Sudahlah.. jangan lagi melihat kebelakang, yang penting anak – anak kita bahagia bukan?” dan di amini oleh semua yang ada di sana.


“Pak Hendrik, untuk acara ini saya tidak tau konsep keluarga anda seperti apa, saya sebagai orang tua mempelai pria hanya akan mengikuti saja, ini... ada sedikit dari saya untuk kedua anak kita.., semoga bisa membantu yah Pak..” Ucap Victor dengan perasaan sungkan sambil memberikan cek senilai Dua Ratus Juta rupiah kepada Hendrik.


Wajah Tuti seketika terkejut dan memerah namun tidak berani berkata – kata karena Rey langsung menginjak kakinya tanda agar Tuti menutup mulutnya, sampai tiba – tiba Maya mengambil cek itu sambil tertawa sinis,


“Dua Ratus Juta????? Hahahahaha!!! Hanya Dua Ratus Juta?!” Teriaknya membuat seisi ruangan yang tadinya tersenyum tiba – tiba saja terkejut dan hening seketika.


To Be Continue...


Hai Guys teman – temanku yang baik hati, boleh dong like and comentnya.. biar Author makin semangat dan semakin terinspirasi, Thank You


Btw, Jangan lupa mampir di novel pertama Author yang berjudul “Aku Adalah Indah” sudah end serta lanjutannya “Aku Adalah Indah” part 2 yang saat ini juga lagi on going.


Follow IG Author yah.. @lizbet.lee


Jangan lupa like dan voting yah.. teman – teman 