
Senyuman ramah pria paruh baya menyambut sepasang suami istri muda ini dengan penuh kehangatan, “Apa kabar Lady? Bagaimana dengan kabar Maya saat ini? Om turut prihatin yah...” sambut Dokter Alfons,
“Kabar saya baik Om.., mama juga sudah membaik besok sudah pindah ke kamar biasa Om, Oh yah Om.. kenalkan ini Reynold suami Lady..” lalu Rey menyambut ramah tangan Alfons dan mereka berjabat tangan.
“Senang berkenalan dengan anda Pak Dokter” ucap Rey tersenyum ramah,
“Iyah saya juga Rey.., Kamu sungguh tampan, pantas saja Lady jatuh hati yah..? ahahaha..” Goda Alfons, semua tertawa secara bersamaan, lalu Alfons mempersilahkan Lady untuk berbaring di tempat tidur dan perawat langsung menyelimuti Lady dari kaki ke batas pinggulnya, dan sedikit membuka baju Lady sampai batas perut untuk lantas diperiksa oleh Dokter Alfons.
“Baiklah kita periksa sekarang yah.., suster tolong ambilkan Gelnya yah...” Lalu suster memberikan apa yang diminta oleh Dokter, dan Alfons menuangkan di bagian perut bawah pusar secara vertikal.
“Silahkan lihat ke layar monitor yah...” seluruh pasang mata di ruangan itu lalu melihat ke layar monitor, dan Dokter Alfons menyalahkan speaker monitor, terdengar suara detak jantung begitu kuat, wajah Reynold terlihat begitu tegang menatap monitor dengan mata berkaca – kaca.
“Wah..jantungnya sehat sekali yah..., sekarang kita lihat kepalanya, ini adalah kepalanya, kita ukur dulu head circumference atau lingkar kepalanya..., ini normal ukurannya 220mm, dan kita lihat lagi abdnominal circumference yaitu lingkar perutnya 200,02mm, bayi kalian sehat dan gemuk, Hahahaha!!!” semua ikut tertawa bahagia, terlebih Rey yang begitu takjub melihat seorang manusia bisa berada dan bertumbuh di tubuh seorang wanita yang dia sakiti, Rey lantas menatap iba kepada Lady.
“Apakah kalian ingin tau jenis kelamin anak kalian?” tanya Dokter Alfons,
“Iyah pak Dokter saya sangat penasaran jenis kelamin anak saya..” sahut Rey terdengar sangat antusias,
“Okay..., kita lihat yahh..” lalu Dokter Alfons kembali menempelkan transducer kembali, “Nah.. ini kelihatan, coba kalian tebak ini apa yang kalian lihat?” tanya Dokter Alfons kepada sepasang suami istri ini,
“Aku tidak mengerti apapun yang ditampilkan di layar monitor itu pak Dokter” jawab Reynold dengan polosnya, tentu saja itu membuat semua kembali tertawa,
“Aku melihat ada belalai disana..” jawab Lady terkikik.., dan tentu saja dokter Alfons semakin tertawa mendengar jawaban Lady,
“Benar sekali ini adalah belalainya, dan ini kedua kupingnya, hahahahaa!!!! Selamat anak kalian laki – laki..” Ucap Dokter Alfons, lalu kembali kemeja kerjanya, dan perawat lantas membersihkan sisa Gel di perut Lady.
“Silahkan duduk lagi Lady, ini Om kasih beberapa vitamin yah..., rencananya mau melahirkan normal atau SC?” tanya Dokter Alfons,
“Kalau bisa Normal Om...” sahut Lady,
“Apakah kamu yakin?” tanya Rey tampak ragu,
“Iyah kak... lebih baik normal..” senyum Lady kepada Rey, dan Rey mengangguk tanda setuju,
“Iyah baguslah kalau begitu, jika tidak ada halangan apa – apa HPL nya desember tanggal enam yah...” itu hanya tinggal tiga bulan lagi, Lady menjadi nervous dan juga bahagia sekaligus menjadi satu.
“Minum obat dan vitamin yang rutin yah..., ingat jika bulan depan kamu sudah harus kontrol sebulan dua kali, karena sudah memasuki triwulan terakhir..” nasehat itu didengar baik – baik oleh Lady dan juga Reynold.
Sedangkan Lady menimbang – nimbang dan mengingat bagaimana Reynold berlaku kasar dengannya, wajar bukan? Jika seorang istri bertanya apa yang ada di leher suaminya, Lady merasa benar – benar tidak salah lihat jika memang ada tanda merah di leher Reynold, dan itu terlihat seperti kissmark, ingin sekali Lady memalingkan kembali wajahnya dan melihat dengan seksama tanda merah dileher itu namun Lady berpikir jika ia melakukannya maka suasana akan semakin tidak enak.
Sesampainya diparkiran Apotik Reynold turun membawa resep dari dokter Alfons, “Lady.., kamu tunggu disini saja, tidak usah ikut turun yah..” akhirnya Rey berbicara juga kepada Lady dengan ramah,
“Iyah kak..” jawab Lady berusaha tersenyum, wangi tubuh Rey yang berbeda sudah tersamarkan dengan bau kopi yang ada di dalam mobil Reynold, Lady lantas menatap Rey yang berjalan ke apotik dari balik jendela kaca mobilnya.
“Apa yang kamu sembunyikan dari aku kak? Aku tidak yakin jika kamu bermain main di belakangku, selama ini yang aku tau kamu sudah memperlakukanku dengan baik dan sangat manis juga lembut denganku, rasanya sangat mustahil jika dirimu seperti yang ada dalam benakku” Gumam Lady
Beberapa saat menunggu sambil melihat – lihat isi media sosial milik temannya, suara ponsel terdengar, namun itu bukanlah ponsel milik Lady, melainkan milik Reynold, tertulis “Riska Dosen” pada layar ponsel Reynold, Lady sama sekali tidak menaruh curiga apapun, ingin turun tapi bukankah tadi Reynold mengatakan untuk tidak boleh kemana – mana.
Ingin mengangkat juga kok merasa lancang, tapi ponsel itu tidak mau berhenti berdering karena wanita seksi diseberang sana juga tidak mau berhenti menghubungi Reynold sampai ada jawaban, walaupun sebenarnya Riska tau jika saat ini Rey pasti sedang bersama dengan istrinya.
Namun bukankah ini sudah saatnya untuk merebut Reynold hanya untuk menjadi satu – satunya yang harus dia miliki, tanpa ada keinginan sedikitpun untuk berbagi dengan Lady.
Lady dilema, dengan memberanikan diri akhirnya Lady mengangkat ponsel milik Rey walau ragu, “Ha..halo selamat malam..” sapa Lady dengan ramah,
Riska yang mendengar suara lembut itu, serasa ke sambar petir, Riska jengkel bukan main, pikirnya mengapa ponsel Reynold bisa diangkat oleh Lady? Sungguh lancang perempuan ini, dan Riska juga tiba – tiba kehilangan ide apa yang harus dikatakannya.
Suara nafas memburu terdengar dibalik ponsel milik Reynold, “Halo selamat malam... heemmm..., maaf saya mengangkat ponsel ini karena suami saya sedang di apotik dan ponselnya di cas di mobil, apakah ada pesan yang harus saya sampaikan kepada suami saya kak?” lagi Lady berbicara sendiri dan menjelaskan bahwa wanita ini tidak salah telpon jika memang tujuannya untuk berbicara dengan Reynold.
“Baiklah.., sampaikan saja jika sudah tidak sibuk hubungi saya lagi, karena ada beberapa mahasiswa yang ingin konsultasi dengan kami..” jawab Riska menahan rasa cemburu dan mematikan sambungan telponnya.
Belum sempat memang Lady menjawab pesan Riska, namun dada Lady juga tiba – tiba bergemuruh, “Suara ini... suara ini tidak asing di telingaku, tapi dimana aku mendengarnya?” gumam Lady terperangah.
***
To Be Continue...
Hai Guys teman – temanku yang baik hati, boleh dong like and comentnya.. biar Author makin semangat dan semakin terinspirasi, Thank You
Btw, Jangan lupa mampir di novel pertama Author yang berjudul “Aku Adalah Indah” sudah end serta lanjutannya “Aku Adalah Indah” part 2 yang saat ini juga lagi on going.
Follow IG Author yah.. @lizbet.lee
Jangan lupa like dan voting yah.. teman – teman