
Belum selesai dengan perasaan yang tak karuan karena di sumpahi bahkan tak di akui anak oleh papa kandungnya kini eynold harus di perhadapkan lagi dengan peperangan sengit yang akan terjadi di hadapannya, kedua wanita yang sama – sama sedang mengandung benihnya kini sedang melemparkan tatapan tajam satu sama lain, dan bersiap untuk saling menerkam, terutama Riska yang sudah bersiap untuk mengatakan sesuatu kepada Lady, namun dugaannya salah,
“Tinggalkan suamiku” Ucap Lady dengan to the poin tanpa ada basa basi sama sekali,
“Apa yang kau maksud aku tidak mengerti, “ jawab Riska berusaha santai, walau pertemuan ini adalah yang diharapkannya, namun waktu dan tempat mereka bertemu saat ini bukanlah tempat yang direncanakan,
“Jangan pura – pura, aku sudah tau dengan hubungan gelap kalian, bahkan aku juga tau jika kau datang di acara resepsiku dan sengaja memperingatiku sebagai bentuk suatu ancaman jika kau akan merebut suamiku...” Lady masih berusaha berbicara dengan tenang walaupun tak dapat dipungkiri jika saat itu dia sementara menahan gelombang emosi yang sedang pecah menghantam karang dalam hatinya.
“Aku tidak ingin membuat keributan disini, sebaiknya kita bicarakan lain kali saja, dan aku tidak sedang dalam mood yang baik..” desis Riska sambil berlalu, tapi tiba – tiba tangannya di pegang oleh Lady,
“Jangan coba – coba lari dari percakapan ini! Riska!! Itu namamu bukan?! Aku... aku tidak mau mengulang lagi dan tidak mau bertemu lagi denganmu, jadi semua harus di selesaikan sekarang juga! Tinggalkan Reynold!” tegas Lady tiba – tiba sebuah tangan menghempaskan pegangan tangan Lady kepada Riska.
“Lady jangan buat keributan di tempat umum!”
“Kak Reynold...” lirih Lady, Dave yang tak kuasa melihat bagaimana Reynold menghempasskan tangan kakaknya langsung terpancing emosi dan mendorong bahu iparnya itu,
“Hei! Dia istrimu!” Bentak Dave,
“Dave Stop!” cegah Lady, dan Rey tidak menanggapi apa yang di lakukan oleh Dave saat itu karena dia sadar betul jika dia juga akan melakukan hal yang sama seperti yang Dave lakukan.
“Riska tinggalkan Reynold suamiku, dan kak... pulanglah bersama ku..” Lady lantas menggandeng tangan suaminya, melihat tidak ada penolakan dari Reynold terbakarlah api cemburu Riska saat melihat kedua jemari sepasang suami istri itu bertaut.
“Apa – apaan ini Rey?” tunjuk Riska kepada kedua tangan yang sedang bergandengan itu,
“Ris..., sudah..., bukankah tadi kamu bilang jangan ribut disini?” Rey kembali berusaha menenangkan Riska, betapa pusingnya dia di hadapkan dengan kondisi seperti ini.
“Kau masih bertanya apa – apaan? Ini adalah hal yang wajar jika seorang istri menggandeng suaminya, yang tidak wajar adalah jika suami orang di gandeng oleh wanita yang hanya rekan kerjanya, apakah kau sudah tidak punya malu? Oh... yah... wanita sepertimu tidak akan punya malu Riska..., kalian terbiasa merebut milik orang lain untuk memuaskan keinginan kalian bukan? Tapi aku... tidak akan pernah membiarkanmu merebut suamiku!” Riska mendengarkan semua ocehan Lady dengan dada yang bergemuruh bagaikan badai yang mengamuk dan siap menghancurkan segala sesuatu yang dilewatinya.
Betapa puasnya Dave melihat bagaimana kakaknya membela yang menjadi haknya, walaupun keinginan Dave untuk menghajar Reynold saat ini sangat besar, namun semua di tahannya demi menjaga kehormatan Lady.
“Kau tidak tau apa yang terjadi sebenarnya, jadi jangan coba – coba kau mengatakan jika aku adalah wanita murahan, dengan mudah aku dapat membuat hidupmu terbalik semudah aku membalik telapak tanganku Lady, aku selama ini menahan untuk tidak benar – benar merebut Reynold yang statusnya adalah suamimu semua karena aku masih kasihan padamu..., jadi jangan kau berbangga diri...” Riska mulai terpancing emosi, sedang Reynold sudah pusing tujuh keliling mendengar peperangan mulut yang sengit antara kedua wanita di sampingnya itu.
“Sudah... kumohon ini tempat umum..., berhentilah seperti ini kalian berdua, kita bisa bicarakan ini dengan kepala dingin, jangan seperti ini, apakah kalian tidak malu jika kita menjadi tontonan banyak orang? Apakah kau mau menghancurkan reputasiku Lady? Dan Kau Riska apakah ini sepadan dengan dampak apa yang terjadi kedepannya?” kini Reynold berusaha berdiplomatiss agar kedua wanitaa di hadapannya itu tidak meneruskan pertikaian yang bisa saja meledak hebat dan mempermalukan mereka semua.
“Jangan lagi ada pertengkaaran seperti ini, kita sudah sama – sama dewasa, ayo kita selesaikan masalah ini dengan cara yang dewasa juga, kita bicarakan ini di rumah yah..” rayu Reynold, semakin membuat kedua wanita ddi hadapannya muak tak terkecuali Dave yang langsung melontarkan kata – kata sarkas dan pedas kepada iparnya,
“ Apakah selingkuh juga sikap yang dewasa dari mu Kak Rey? Bukankah orang dewasa harusnya dapat memikirkan dampak dari segala perbuatannya? Oh... yah... apalagi kau seorang dosen bukan? Dan kau juga dosen bukan Riska? Kalian berdua masih punya muka untuk mengajar para mahasiswa kalian dengan moral seperti ini kah?!” bentak Dave sudah tidak tahan lagi,
“Dewasa...??? ahahahaa!! Ucapan mu tidak sesuai dengan perbuatan mu Kak Rey!”
“Kau anak kecil jangan ikut campur!” bentak Riska,
“Diamlah kau! Jangan coba – coba kau membentak adikku setelah berani – beraninya kau merebut suamiku, minimal pakailah hatimu sebagai seorang wanita, tidakkah kau melihat jika aku sedang mengandung anak Reynold? Tidak kah kau ada hati sedikit untuk kasihan dengan bayi yang ku kandung hah?! Bukankah kau juga seorang wanita, mengapa kau bisa berbuat seperti ini kepada sesama wanita Riska? Dimana hatimu? Yah Tuhan.. apakah hatimu benar – benar sudah tertutup dengan napsumu? Kalau memang akal sehatmu sudah tidak ada, minimal pergunakanlah hatimu itu Riska, tidakkah kau takut akan balasan yang Tuhan berikan? Sehingga dengan mudaahnya kau membuatku menderita dan menghancurkan sebuah rumah tangga yang telah di satukan oleh Tuhan?” ucap Lady sudah tidak tahan lagi.
“Justru karena aku juga wanita yang mempunyai hak yang sama dengan mu, maka aku juga tidak akan mundur untuk mengambil hak ku! Jika kau wanita maka kau juga akan memahami mengapa aku melakukan semua ini, melakukan semua yang kalian anggap hina dan dengan mudahnya kalian katakan aku wanita murahan, semua aku lakukan karena ada alasan yang kuat di balik perbuatan ku!” Ucap Riska seketika membuat Reynold panik,
“Riska cukup!”
“Apa Maksudmu? Hak yang sama?! Apa maksudmu..” perasaan Lady sudah tidak enak,
“Tidak ada kata cukup Rey!! Aku akan katakan semuanya, Yah!! Kita mempunyai hak yang sama atas Reynold, karena bukan hanya kau yang mengandung anak Reynold, tapi di dalam sini juga ada benih dari suamimu!”
***
To Be Continue...
Hai Guys teman – temanku yang baik hati, boleh dong like and comentnya.. biar Author makin semangat dan semakin terinspirasi, Thank You
Btw, Jangan lupa mampir di novel pertama Author yang berjudul “Aku Adalah Indah” sudah end serta lanjutannya “Aku Adalah Indah” part 2.
Follow IG Author yah.. @lizbet.lee
Jangan lupa like dan voting yah.. teman – teman