STRONG IN BETRAYAL

STRONG IN BETRAYAL
Bab 60. KEHANCURAN HATI SEORANG AYAH



Betapa terkejutnya kedua orang tua Lady saat mendengarkan kabar dari Dave bagaimana anaknya Lady sangat menderita karena perlakuan suaminya, bagaimana Victor sampai terserang serangan jantung akibat semua perbutan anaknya yang merupakan menantu mereka. Dengan bijaksana Hendrik mencerna semua apa yang di katakan oleh anaknya Dave, dengan perasaan hancur Ia juga menatap nanar pada wajah sembab anaknya.


Dengan lembut Hendrik memerintahkan Dave untuk mengantarkan kakaknya masuk ke kamar, tujuannya untuk berbicara empat mata dengan istrinya Maya, hal inilah yang selama ini paling di takutkan oleh Hendrik, dengan alasan kebahagiaan anaknya Hendrik selalu bersikap kepada sang menantu, dan Hendrik merasa bahwa sikap Maya sedari awal lah yang membuat anaknya terjebak dalam pusaran pernikahan yang diliputi dengan masalah perselingkuhan.


Hendrik seolah memahami jika seorang pria tidak akan bisa sepenuhnya menerima perlakuan tidak baik apalagi dari pihak mertuanya sendiri, dan Hendrik juga memahami bagaimana dilema yang di rasakan oleh anaknya, bagaimana Lady harus menempatkan dirinya pada posisi di tengah, seolah terjepit di antara orang tua yang merupakan wanita yang melahirkannya dengan suami yang merupakan masa depannya, apalagi pada posisi Lady yang sedang mengandung, semua ini jelas sangat menghancurkan anaknya.


Tetap berusaha untuk tenang, Ia menatap Maya dengan tajam hingga membuat Maya mengerutkan dahinya di tatap sedemikian tajam oleh suaminya, “Apa?!” tanya Maya Ketus,


“Bukankah aku sudah pernah mengingatkan mu sedari awal? Dan apa yang aku takutkan akhirnya terjadi pada anak kita bukan?” ucap Hendrik dengan dingin dan terdengar sangat mengintimidasi di telinga Maya.


“Kau menyalahkan aku karena tabiat brengsek Reynold?!” bentak Maya merasa tidak menyangka bahwa suaminya bisa berasumsi seperti itu.


“Kau memang manusia yang tidak pernah mau mengoreksi dirimu Maya, Kau selalu merasa menjadi manusia yang paling benar atau bahkan selalu merasa sebagai korban dalam segala hal, kau membuatku muak Maya!!” akhirnya kesabaran Hendrik mencapai batasnya.


“Apa maksudmu muak?? Kau akan meninggalkan aku? Iyah itu maksudmu?!” bentak Maya semakin menjadi – jadi, Hendrik yang awalnya ingin menasehati istrinya mendapatkan perlakuan seperti ini malah membuatnya semakin tidak kuat lagi menahan semua perasaan marah dan kecewa yang selama pernikahan dengan Maya di tahannya.


Namun Hendrik bukanlah pria yang pandai berdebat mulut apalagi dengan seorang wanita, kembali dengan bibir yang sudah terkatup rapat Hendrik bersabda “Jika sampai Rey dan Lady bercerai dan aku mengetahui alasan di balik perselingkuhan Rey adalah karena sikap mu, maka Yah...!! seribu persen yah!!! Aku akan meninggalkanmu!”


Bagaikan tersambar petir di siang bolong betapa terkejutnya Maya mendengar ucapan Hendrik yang selama ini selalu mengalah kepadanya, Ia tidak menyangka kata – kata fatal itu akan terucap dari bibir seorang Hendrik yang terkenal sangat sabar dan selalu menjaga perasaan orang lain, namun sepertinya Maya sudah keterlaluan hingga membangunkan singa tidur.


Keinginan untuk mendebat sang suami masih membara di dada Maya, tiba – tiba saja mobil menantunya masuk ke dalam pekarangan rumahnya, seolah mendapatkan tempat pelampiasan baru Maya sudah bersiap untuk menyerang sang anak menantu, walaupun bukan itu yang diinginkan oleh Hendrik sang suami, tapi apa boleh buat tindakan keras kepala Maya dan kecerobohannya justru semakin memperkeruh masalah.


Tentu saja semua semakin runcing, akibat pertanyaan dari Maya yang tidak ramah kepada Reynold, sungguh seorang wanita paruh baya yang sangat tidak bijaksana, tanpa tedeng aling – aling Maya seolah langsung menembak namun salah sasaran, berbeda dengan Hendrik yang berencana untuk mengajak bicara Reynold dengan kepala dingin, karena Hendrik memahami posisi Reynold yang pastinya juga kalut akibat kemarahan Victor sehingga membuat Victor jatuh sakit.


“Aku tidak akan meninggalkan Riska yang juga mengandung anakku!” tegasnya tentu saja langsung membuat Hendrik maupun Maya terbelalak sangat kaget, karena Dave belum menceritakan semuanya secara detail apa yang sudah terjadi, jika sudah begini apa yang harus di lakukan oleh Hendrik.


Masih berpikir jalan keluar agar pernikahan anaknya tidak hancur, istrinya lagi – lagi bereaksi secara sepihak, “Apa maksudmu mengandung anakmu?! HAH?!!! Dasar laki- laki tidak tau diuntung!! Tidak tau diri, derajatmu terangkat karena menikahi anak ku dengan cara kotor dan sekarang kau malah menjatuhkan harkat dan martabat kami dengan aib sehina ini?!!! Manusia tidak tau di untung kau yah? Manusia miskin yang hina!! Dari awal aku sudah punya feeling tidak baik, dari awal aku menentang pernikahan kalian karena orang miskin dan orang kaya tidak akan pernah bisa bersatu, kalian hanyalah benalu sialan! Kali..”


“Tuan Hendrik.., maafkan saya...., saya memang salah tapi rasa frustasi di hina membuat saya mencari pelampiasan di luar sana, dan saya sangat tidak menyangka jika terjadi seperti ini, tapi satu hal yang tidak pernah saya sesali adalah bertemu dengan Riska, karena hanya bersama Riska saya merasa di hargai di pandang sebagai manusia tanpa melihat status dan strata sosial, walaupun sebenarnya ini tidak akan pernah menjadi sebuah alasan yang logis dari semua tindakan tak moral saya...” Rey memberi jeda untuk mengambil nafas dan melanjutkan dorongan dirinya untuk berbicara apa adanya.


“Saya... saya.. tidak bisa bertahan dalam pernikahan ini Pak..., karena sampai kapanpun saya hanya akan menjadi aib di mata istri anda, maafkan saya yang sudah membuat hidup anak anda hancur, tapi..., sungguh saya tidak bisa dan tidak sanggup hanya di pandang sebagai seonggok daging tak berguna..” ucap Rey menahan air mata di pelupuk matanya.


Entahlah airmata penyesalan kah? Atau airmata emosi kah? Atau apapun itu, hanya Reynold Hariyadi saja yang tau, Hendrik tercekat mendengar ucapan menantunya, tatapannya begitu menggambarkan kehancuran luar biasa, tanpa sadar Ia meneteskan air matanya dan dengan susah payah Ia berbicara “Maya, pergilah dari sini sekarang juga!” tegas Hendrik, tidak terima Maya ingin menyela dan meluapkan emosi namun karena mendapatkan tatapan tajam dari Hendrik membuatnya bungkam dan pergi dari ruang tamu itu.


“Apakah benar tidak ada setitik harapan untuk membuatmu kembali kepada anakku Rey? Aku bahkan bersedia untuk menjauh dari kalian dan tentu saja menjauhkan Maya dari pernikahan kalian, kalau itu bisa membuatmu mempertahankan anakku yang malang.., anakku yang sedang mengandung anakmu...” harga diri? Sudah tidak dipikirkan lagi oleh Hendrik, tujuannya hanya satu..., keutuhan rumah tangga anaknya.


Masih berpikir dan sedikit ada keraguan Reynold melihat bagaimana Hendrik menatapnya dengan nanar, namun suara lembut yang terdengar serak dan berat akibat hidung tersumbat membuat kedua lelaki beda jaman itu menoleh seketika,


“Jangan pernah memohon dan menjatuhkan harga dirimu untuknya pa..., papa tidak pantas untuk diperlakukan seperti ini, dan kamu kak..., silahkan pergilah dengan Riska jika itu pilihanmu, aku akan merawat dan membesarkan anak ini seorang diri, tapi... ketika kakimu melangkah maka seluruh air mata dan deritaku juga derita papaku.... aku serahkan semuanya kedalam tangan Tuhan, dan aku yakin seyakin – yakinnya Tuhan maha adil, aku telah menerima hukumanku sebagai seorang anak yang membangkang orang tuaku untuk mempertahankan mu..., dan kau akan menerima hukuman mu sebagai orang suami dan ayah untukku dan anak ini..., semua ada perhitungannya Reynold...” tegas Lady penuh dengan cucuran air mata.


***


To Be Continue...


Hai Guys teman – temanku yang baik hati, boleh dong like and comentnya.. biar Author makin semangat dan semakin terinspirasi, Thank You


Btw, Jangan lupa mampir di novel pertama Author yang berjudul “Aku Adalah Indah” sudah end serta lanjutannya “Aku Adalah Indah” part 2.


Follow IG Author yah.. @lizbet.lee


Jangan lupa like dan voting yah.. teman – teman 