STRONG IN BETRAYAL

STRONG IN BETRAYAL
Bab 37. Rumah Untukmu...



Gemercik air hangat terdengar sungguh syahdu di telinga Reynold yang tepat berada dibawah guyuran shower, sambil memejamkan matanya Reynold memikirkan apa yang harus dilakukannya jika sudah begini, untuk meninggalkan Lady rasanya kini dia tidak lagi ada alasan yang baik karena Lady bahkan sudah berjuang dengan menentang Maya untuk bisa hidup bersama dengannya.


Jika harus mengabaikan Riska juga rasanya hati ini sungguh tak sanggup dengan kenyataan bahwa besar cintanya melebihi yang dirasanya kepada Lady, ditambah lagi kini Riska juga telah mengandung anak yang dikiranya tidak mungkin hadir di dunia ini.


Terbesit dipikirannya untuk mengakui semua yang telah terjadi kepada Lady, walaupun akan berakibat Fatal tapi lebih baik jujur dari pada harus terus hidup dalam lumpur dusta, dengan cepat Reynold menuntaskan ritual mandinya dan segera bergegas keluar dari kamarnya, namun sayup – sayup terdengar percakapan Lady dengan seseorang,


“Iyah pa..., Lady takut pa.., entahlah..., tiba – tiba saja ada sebuah ketakutan sangat besar Lady rasakan pa...” suara Lady terdengar bergetar menahan tangis, sungguh membuat Rey iba memandang istrinya.


Lalu terdengar suara bel, dan Rey membiarkan Lady untuk sedikit beraktifitas sebentar, ketika Lady sedang membuat minuman Rey datang perlahan lalu merengkuh pinggang Lady serta memeluknya dengan mesra, kembali mengumpulkan tekadnya untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Lady, namun melihat Lady sangat cemas, Reynold berpikir dua kali untuk mengungkapkan kebenaran yang akan berakibat fatal pada pernikahannya,


" Ada sesuatu yang ingin aku bahas denganmu Lady..” wajah Rey makin terlihat tegang juga gugup bukan main,


“Apa yang begitu penting sampai kakak seperti ini kak..” sahut Lady sambil mengusap sebuah keringat yang terjatuh di pelipis kepala Reynold,


“Begini Lady....., ehhmmmm, sebenarnya tidak ada apa – apa, hanya saja.., jika suatu saat aku melakukan sebuah kesalahan, apakah kamu akan memaafkan aku Lady?” Tanya Rey ragu –ragu,


Lady bingung dengan pertanyaan Rey sebenarnya ini ada apa? “Memangnya ada apa kak? Apakah kakak melakukan sesuatu hal kak?” jantung Lady kembali berdegup kencang,


“Jawablah dulu pertanyaan ku Lady..., apakah kamu akan memaafkan aku?” lagi Rey mengulang pertanyaan yang sama,


“Semua tergantung seberapa fatal kesalahan yang kakak buat..., tapi bukankah Cinta itu saling memaafkan kak?” jawab Lady diplomatis sambil tersenyum kecil, namun rasa was – was hadir di relung hati terdalamnya, tapi Lady mencoba untuk mengabaikannya begitu saja, dan mencoba untuk berpikiran positif bahwa apa yang ditanyakan Reynold adalah bentuk rasa sayang kepada dirinya.


“Oh..., tergantung yah...?” Rey berpikir jika masalah yang di buatnya sangat fatal, maka Rey yakin jika pintu maaf itu tidak akan terbuka untuknya, sedikit tersenyum kecut Rey mengajak Lady untuk makan malam, dan Lady melayani Reynold sebaik mungkin.


***


Penuh semangat Riska yang telah memegang hasil USG Janinnya berjalan menuju ke ruangan kantornya Reynold, dengan langkah anggun dia berjalan santai, lalu mengetuk pintu itu mencoba bertingkah sopan seperti pada umunya,


“Masuklah..” terdengar suara Reynold mempersilahkan Riska masuk, sebuah senyuman lebar di tahannya, hanya ingin melihat bagaimana reaksi Reynold ketika bertemu dengannya, Riska kembali menahan rasa bahagianya dan menunjukkan wajah datarnya.


“Pagi Rey...” sapa Riska berusaha senormal mungkin, seolah tidak ada apa – apa yang terjadi diantara mereka,


“Iyah Pagi..., bagaimana kabarmu Ris?” tanya Reynold beranjak dari kurs kerjanya dan duduk di sofa tempat Riska mendudukkan dirinya.


“Aku??? Aku kacau Riska..., aku adalah manusia paling kacau di muka bumi ini, trouble maker terbaik yang pernah kamu temui..” jawab Reynold menatap nanar,


“Dan aku masih sangat mencintai pengacau yang ada di hadapanku ini, aku tidak perduli sebesar apapun kesalahan yang kamu buat, dan sesakit apapun hati ini kamu buat, aku akan tetap mencintaimu, dan aku akan selalu ada untukmu dan untuk anak kita, menikah atau tidaknya kita sudah tidak penting lagi bagiku, bagiku jika kau bahagia dengan Lady maka aku akan berkorban untuk kebahagiaanmu, aku juga akan menunggumu pulang Reynold, aku akan menjadi rumah untukmu, sekalipun kamu enggan untuk tinggal didalamnya..” Riska mencurahkan semua isi hatinya dengan dada kembang kempis, memang sebesar itu cinta Riska kepada Reynold, tapi bohong jika Riska akan membiarkan Rey hidup bahagia dengan Lady.


“Oh God....,” lirih Reynold, langsung memeluk Riska dan Riska menangis di pelukan Rey sambil tersenyum bahagia melihat reaksi Rey.


“Aku..., aku tidak akan meninggalkanmu, aku akan mendampingi mu untuk melewati ini semua, bukankah sudah kukatakan sebelumnya, jika kamu tidak beruntung dan hamil maka aku pasti akan mencari mu, aku tidak akan meninggalkanmu Riska..” lirih Reynold tak kuat menahan rasa sesak di dadanya, suaranya bergetar dan sebuah air mata juga menetes membasahi pipinya.


Reynold menyesali semua yang sudah terjadi, namun nasi sudah menjadi bubur, tidak ada lagi gunanya menyesali semua, semua harus dihadapi dan memperbaiki segala benang kusut dimulai dengan mendampingi kedua wanita yang kini sedang mengandung anaknya.


Namun satu catatan disimpan dalam hatinya, Rey merasa bahwa Riska lebih mencintainya dari pada Lady, jika Lady mencintainya dengan kata “tapi...” berbeda dengan Riska yang seolah mengatakan bahwa Ia mencintai Reynold tanpa syarat.


Rasa cintanya semakin besar kepada Riska setelah mendengarkan ungkapan hatinya Riska, sedangkan Riska sendiri telah hafal dan sangat memahami sikap juga isi hati Reynold. Sehingga bukanlah sesuatu yang sulit untuk membuat Reynold berbalik arah dari pelukan Lady kembali ke pelukannya.


“Terima Kasih sayang..., aku tidak akan memaksa keadaan, tapi satu hal yang perlu kamu ingat Rey..., jika akulah rumah yang sebenarnya untukmu..., akulah tempat ternyaman untukmu Rey..., aku tidak akan pernah menghakimi mu, aku tidak akan pernah membiarkan siapapun bahkan kedua orang tuaku untuk menghujatmu bahkan di depanku sekalipun, aku akan memperjuangkan mu jika kamu mengijinkannya Rey...” Riska sengaja menyinggung masalah harga diri karena sedikit banyaknya Riska sudah tau masalah apa yang tengah dilalui oleh Rey selama ini, bagaimana Maya memandang rendah kepadanya, semua itu tidak luput dari sepengetahuannya, dan Riska juga paham jika Reynold hanya ingin di hargai sebagai seorang pria.


“Aku akan pulang ke rumah ku Ris..” gumam Rey merasa sangat terharu dengan apa yang didengarnya.


***


To Be Continue...


Hai Guys teman – temanku yang baik hati, boleh dong like and comentnya.. biar Author makin semangat dan semakin terinspirasi, Thank You


Btw, Jangan lupa mampir di novel pertama Author yang berjudul “Aku Adalah Indah” sudah end serta lanjutannya “Aku Adalah Indah” part 2 yang saat ini juga lagi on going.


Follow IG Author yah.. @lizbet.lee


Jangan lupa like dan voting yah.. teman – teman 