STRONG IN BETRAYAL

STRONG IN BETRAYAL
Bab 41. TERLAMBAT



Tepat pukul delapan pagi, Lady sudah cantik dengan pakaian kasualnya, Ia menunggu Rey yang tak kunjung pulang sejak semalam di meja makannya yang sudah disajikan sarapan sehat untuk dirinya dan sang suami, beberapa menit kemudian suara pintu Lift terbuka, dan keluarlah pria yang di tunggu – tunggunya.


“Pagi kak...” sapa Lady tetap tersenyum menyambut datangnya suami tercinta,


“Iyah pagi..” jawab Rey sedikitnya salah tingkah, lalu terdengar suara perut Rey keroncongan pagi itu, mereka lantas beradu pandang,


“Kakak lapaar sekali yah? Yah Tuhan...kasihan suamiku..., ayo makan dulu kak.. itu ada pancake dan Lady buatkan nasi goreng seafood kak, ada buah juga..” tawar Lady lalu melangkah ke meja makan diikuti dengan Rey yang menggaruk kepalanya walaupun tidak ada rasa gatal sedikitpun.


Lady tidak menanyakan sedikitpun perihal apa yang dikerjakan oleh Rey sampai – sampai Rey tidak pulang semalaman, semua itu diabaikan kala ia melihat bagaiman Rey sangat lahap memakan masakannya.


“Nasi goreng ini sangat lezat...” gumam Rey membuat Lady tertawa kecil, “Lady..?”


“Iyah kak?”


“Empat hari lagi jadwal ke dokter kandungan yah..” tanya Reynold,


“Iyah kak.., jam enam sore..” Rey menganggukkan kepalanya,


“Baiklah, kita harus pergi sama – sama yah..., kita ke dokter di rumah sakit mana?” tanya Rey karena memang selama ini belum pernah sekalipun Reynold menemani Lady ke dokter kandungan sedari awal Lady mengandung anaknya.


“Kita ke dokter Alfons temannya papa dan mama kak..”


“Oh... okaylah..” jawab Rey, “Yah sudah kakak siap – siap balik ke kampus lagi yah.., nanti kamu jadi ke rumah sakit?” tanya Rey,


“Jika kakak mengijinkan..” jawab Lady menahan rasa cemas di dalam dirinya,


“Iyah sudah selama papa belum pulang dari Singapura, kamu bebas menemani Maya sampai kapanpun, aku tidak akan melarang lagi, tapi ingat saat jadwal kontrol, kamu sudah harus ada dirumah sebelum jam kontrol atau aku jemput kamu di rumah sakit juga tidak apa – apa, dan selama Maya masih sakit kamu tidak usah masak lagi, biar aku makan diluar saja tidak apa – apa, aku tidak mau kamu sakit, dan aku tidak mau dibantah.” Tegas Rey saat melihat Lady ingin mengucapkan sesuatu yang sontak saja langsung terdiam dan tersenyum.


“Terima kasih kak...” ucap Lady sangat bersyukur, Ia merasa Rey sangat pengertian memberikan kebebasan ini artinya Rey sudah tidak marah lagi dengan Maya.., sungguh kasihan pemikiran Lady..., ia begitu saja percaya dengan segala sikap manis Rey.


“Apakah aku boleh jika gantian tidur di rumah sakit dengan tante Desi kak?” tanya Lady,


“Iyah boleh, asal jangan lupa memberitahu kakak yah...” jawab Rey tersenyum,


“Baiklah kak..,” Jawab Lady,


“Kamu tidak usah menungguku Lady.., pergi saja ke rumah sakit, aku rasa Maya pasti mencari kamu saat ini..”


“Iyah kak.., tadi sudah menanyai Lady, kalau begitu Lady pamit yah kak..” Rey mengangguk dan menunggu hingga Lady benar – benar keluar dari apartemennya, barulah Rey melanjutkan aktivitasnya.


Sesampainya di rumah sakit seperti biasa Lady melayani Maya sebaik mungkin, tiap hari Lady selalu saja datang, dan sudah hampir dua hari ini Lady tidur di rumah sakit, tentu saja kesempatan ini tidak disia – siakan oleh Reynold.


Jika Lady menghabiskan waktunya untuk menjaga Maya sepenuh hati, begitu pula dengan Rey yang juga menjaga Riska sepenuh hati selama beberapa hari ini, Rey juga semakin candu hidup bersama dengan Riska, jika Lady memberikan servis terbaiknya dengan menjadi istri yang selalu saja mengetahui kebutuhan suaminya, berbeda dengan Riska yang sangat pandai memberikan servis terbaiknya di atas ranjang.


Jika saat bercinta dengan Lady, Rey lah yang harus memulai dan merayu Lady, juga lebih agresif, berbeda dengan Riska yang selalu saja berinisiatif untuk memulai adegan panas diantara keduanya. Seperti siang ini, setelah sama – sama mengajar tanpa mau membuang – buang waktu Riska dan Rey kembali ke apartemen Riska dan bercinta disana dengan panasnya.


Tidak bisa dipungkiri jika Riska benar – benar menjadi candu untuk Rey, urusan ranjang, Riska tiada duanya, “Ris..., kamu kok aneh yah...” ucap Rey sambil terengah – engah karena telah kehilangan kalorinya cukup banyak siang ini.


“Aneh gimana Rey?” tanya Riska juga terengah – engah diatas tubuh Rey,


“Aku kan sudah bilang, kalau dekat denganmu, rasa mual ku hilang, dan aku semakin bergairah sayang..” bisik Riska sambil mengigit daun telinga Rey lalu **********,


“AAAHHHH.... Kau sungguh gila Riska...” desah Rey lalu menggelitik pinggang Riska karena merasa jika ronde kedua akan berada di depan mata.


Ketika mereka berdua asik bercumbu, suara ponsel Reynold begitu nyaring berbunyi, ingin mengabaikan tapi suara ponsel itu terus saja mengganggu pendengar kedua insan yang sedang dimabuk asmara ini.


Nama Lady tertera dilayar ponselnya, dan dilihatnya ternyata kini sudah pukul enam sore lebih sepuluh menit, “SHIT!!!” gerutu Rey,


“Kenapa Rey?” tanya Riska heran,


“Ini jadwal Lady periksa kandungan dan aku sudah terlambat Riska..” jawab Rey sambil menggerutu dalam hati,


“Lalu? Ini tidak dituntaskan?” tanya Riska sambil terkekeh,


“Kita tuntaskan nanti sepulang aku mengantarkan Lady periksa ke dokter kandungan yah...” lirih Rey penuh penyesalan,


“Baiklah tidak apa..” jawab Riska yang tidak serta merta melepaskan Rey begitu saja, tapi malah mencumbunya dengan panas, dari bibir lalu turun ke leher dan sengaja meninggalkan kiss mark disana.


Bosan harus berbagi Rey dengan wanita lain, Riska mulai bergerak menjadi sang destroyer tanpa disadari oleh Reynold,


“Oh... Gosshhh, kalau begini aku akan semakin terlambat sayang...” ucap Rey dengan gemas, Riska lantas tertawa dan meninggalkan Rey terengah di ranjang sendirian, dia sedikit berlari kecil menuju ke kamar mandi tanpa sehelai benangpun,


“Aku tunggu untuk menuntaskan ronde kedua kita sayang..” kekeh Riska dari dalam kamar mandi, membuat Rey tertawa geli, karena buru – buru, Rey tidak lagi membersihkan dirinya dari peluh dan aroma tubuh Riska yang menempel lekat di tubuhnya.


Ia berusaha membawa mobilnya secepat mungkin dan menjemput Lady yang sudah menunggunya di loby rumah sakit tempat Maya di rawat, sesampainya disana Rey melihat Lady yang duduk sambil memandangi ponselnya,


“Lady..., maafkan aku terlambat...” Teriak Rey dari dalam mobil, Lady lantas tersenyum lebar menyambut kedatangan suaminya, tidak ada omelan atau marah sedikitpun karena telah terlambat selama satu jam,


“Iyah nggak apa – apa kak, dokter Alfons bilang nanti kalau sampai kita langsung lapor ke perawatnya saja..” jawab Lady,


“Syukurlah...” lalu Rey kembali menyetir dengan kecepatan normal, Lady yang duduk di samping Reynold menyadari sesuatu yang berbeda pada diri suaminya, ada aroma mawar di mobil ini, ini aroma yang asing bagi mereka, lalu Lady menoleh dan melihat Reynold yang terlihat agak tidak rapi seperti biasanya, degup jantungnya sedikit bergemuruh tapi Lady meyakinkan dirinya jika apa yang ada di benaknya adalah sesuatu yang sangat mustahil, sampai saat mereka berhenti di traffic light, samar – samar Lady melihat ada tanda merah di leher kiri Rey tepatnya dibawah daun telinga suaminya.


“Kak... lehermu kenapa?” tanya Lady dengan suara bergetar..


***


To Be Continue...


Hai Guys teman – temanku yang baik hati, boleh dong like and comentnya.. biar Author makin semangat dan semakin terinspirasi, Thank You


Btw, Jangan lupa mampir di novel pertama Author yang berjudul “Aku Adalah Indah” sudah end serta lanjutannya “Aku Adalah Indah” part 2 yang saat ini juga lagi on going.


Follow IG Author yah.. @lizbet.lee


Jangan lupa like dan voting yah.. teman – teman 