
Ketika Lady sedang bahagia dan haru menyeruak di hatinya memandang hasil USG bayinya, berbeda dengan Reynold yang pulang ke apartemennya dengan perasaan gusar setelah mengantarkan Tuti ke Hotel, Reynold hendak langsung pulang saja namun Victor memaksa untuk mengikuti Reynold ke Apartemennya.
Kini Victor sedang membuat nasi goreng untuk makan mereka berdua, tanpa kata bukan karena tidak tau harus berbicara apa, tapi karena Victor menunggu kegusaran di dada anaknya mereda, agar ketika di ajak berbicara mereka dapat berbicara dengan kepala dingin dan tidak mengandalkan emosi melainkan logika sehingga dapat berpikiran dengan jernih.
Victor juga membuat Jus jeruk sunkish untuk mereka berdua serta mempersiapkan potongan Apel sebagai pencuci mulut, ketika semuanya tersedia, Victor segera saja menyajikan semuanya pada meja ruang tengah, Reynold yang duduk melihat apa yang di bawa oleh Victor langsung saja mengambil Jus Jeruk tersebut di teguknya beberapa kali untuk membasahi tenggorokkan yang sempat tercekat beberapa kali setiap mengingat kejadian demi kejadian di rumah Lady.
“Ayo makanlah nak... ini papa buatkan Nasi goreng Ayam kesukaanmu..” ucap Victor sambil memberikan piring,
“Terima kasih Pa...” mereka makan dengan hening, Reynold juga makan sambil bermain dengan pikirannya sendiri.
Selesai makan, Victor kembali memberikan potongan buah apel untuk dinikmati anaknya, Tatapan Reynold sesekali terlihat nanar, sesekali terlihat menahan amarah, semua itu tidak luput dari pandangan Victor, sambil menepuk – nepuk bahu anaknya Victor mengusap wajahnya dengan kasar.
“Hmmmmm.... apakah kau tau jika rasa bersalah terbesar dalam hidupku adalah ketika mamamu pergi meninggalkan kita semua?” tanya Victor membuka pembicaraan kepada anaknya, selain ingin menenangkan hati Anaknya, ada satu hal yang juga harus di luruskannya, sehingga kesalahpahaman antara dirinya dan Reynold berakhir, mumpung ada kesempatan berdua seperti ini.
“Entahlah,,... Papa terlihat bahagia dengan wanita itu.” Ucap Reynold malas,
“Iyah... hidup harus terus berjalan bukan? Jika aku tidak berusaha bangkit dan menciptakan kebahagiaanku sendiri lantas bagaimana aku bisa membahagiakan orang lain terutama anakku?” Terdengar tawa sinis dari bibir Reynold.
“Sukma ibumu..., sebenarnya bukanlah istri pertamaku..” ucap Victor sontak membuat Rey terkejut, namun tidak ingin berbicara sampai Victor menyelesaikan ceritanya, hati kecil Reynold juga ingin tau masa lalu kedua orang tuanya.
“Istri pertamaku adalah Tuti..”
“Apa?!” Reynold tidak dapat menahan lagi keterkejutannya.
“Iyah... Tuti adalah istri pertamaku, saat Tuti hamil seperti Lady.., aku memintanya menggugurkan anak itu, karena Ayah Sukma menekan ku untuk menikahi anaknya, Sukma yang sudah menaruh hati kepadaku sejak dulu, mengambil kesempatan saat nenekmu sakit, saat itu aku sangat membutuhkan biaya, dan aku baru saja di terima di perusahaan tambang, Ayah Sukma adalah bagian HRD di perusahaan itu, Dia memberikan penawaran yang tidak bisa ku tolak Reynold. Aku mengorbankan Keluarga baru yang sedang ku besarkan untuk keluarga lama yang membesarkan ku, sungguh Ironi.. kata orang uang bukanlah segalanya di dunia ini, tapi segala sesuatu butuh uang di dunia ini Reynold..,” Lirih Victor ketika bercerita sambil menerawang masa lalunya.
“Saat itu Tuti sedang hamil lima bulan dan aku..., aku memaksanya untuk mengugurkan anak itu..., Tuti hancur..., aku menghancurkannya tanpa perasaan, Tuti akhirnya menuruti keinginanku tanpa tau apa alasan dibalik keinginan bejat ku, setelah Tuti tidak hamil lagi, aku meninggalkannya dan menikah dengan Sukma ibumu.., pernikahan kami.., tampak bahagia, tapi aku selalu dihantui oleh rasa bersalahku kepada Tuti, dan sukma selalu dihantui dengan ketakutannya sendiri.., dia takut aku akan meninggalkannya hingga membuatnya menderita bipolar..” Reynold terengah mendengar sebagian masa lalu Victor, sejenak Victor mengambil air untuk di teguknya dengan kasar.
“Kedua orang tua Sukma selalu saja mengganggu hidup Tuti..., menghinanya, dan mempermalukan Tuti berulang kali, rasa dendam tertanam di relung hati terdalam Tuti, ketika mamamu meninggal dia meninggalkan surat permohonan maaf kepada Tuti, Dia juga meminta maaf kepada Papa karena memaksakan keadaan dan meminta agar Papa memperbaiki kembali rumah tangga Papa dengan Tuti..., Papa... tidak pernah selingkuh Nak...”
“Jika yang bersalah dalam masa lalu mu adalah Ibuku, lantas apa hubungannya itu dengan masa depanku Papa?” Tanya Reynold membuat Victor tersenyum,
“Nak..., kau adalah seorang pengajar di sebuah Universitas yang terkenal disini, tapi Pengalaman adalah pengajar terbaik bagi semua orang..., maksud papa menceritakan ini adalah Papa ingin agar kamu meneguhkan pilihanmu..., janganlah karena satu atau dua tantangan lantas membuatmu Ragu akan keputusanmu, jangan jadi orang brengsek seperti papa dulu yang tidak bertanggung jawab Nak.., jadilah pria yang bertanggung jawab agar Kau tak mengulang sejarah penyesalan yang aku alami, Lady... anak yang baik..., apakah kau benar – benar mencintainya?” Tanya Victor membuat Reynold terdiam dan berpikir cukup lama,
“Belajarlah untuk bertahan, dan mintalah Lady untuk angkat kaki dari rumah orang tuanya, sudah semestinya ketika seseorang telah berkeluarga untuk tinggal bersama suaminya dalam rumah tangga yang baru bukan?” Usul Victor..,
“Iyah jelas saja pa..., itu pelajaran dari agama apapun bukan?” ucap Rey,
“Iyah... jadi kita sudah mendapatkan solusinya bukan?” tanya Victor sambil memeluk erat anaknya, Reynold mengangguk tanda mengerti,
“Pa...”
“Iyah?”
“Maafkan aku Pa..., maafkan aku yang menyimpan kepahitan dalam hatiku selama ini, dan sampaikan permohonan maaf ku kepada Tuti, aku tau.. dulu... dia pasti sangat menderita..” sesal Reynold terdengar sungguh di telinga Victor.
“Huuffttt... Aku sangat lega mendengarnya..., setelah sekian tahun..” ucap Victor.
Sedikit perasaan tenang hinggap di dada Reynold, sudah ada jalan keluar pikirnya, semua pasti akan baik – baik saja, semua pasti akan teratasi, dan berjalan mulus sesuai keinginannya, bukankah Lady sangat mencintainya maka Lady pasti akan nurut dengannya, yah kurang lebih itulah yang ada dipikiran Reynold dan besar harapannya agar segala sesuatunya terwujud.
Suara notifikasi pesan masuk di ponsel android milik Reynold, di bukanya Chatingan dari Lady, terlihat foto USG empat dimensi dengan caption “Buah Cinta kita”,
Reynold merasa nafasnya tertahan melihat foto itu, tidak ada senyuman di bibirnya, sejenak di ingat kembali nasehat dari Victor, lalu dilihatnya lagi foto tersebut, Namun yang dirasakan oleh Hati Reynold hanya perasaan GAMANG...
To Be Continue...
Hai Guys teman – temanku yang baik hati, boleh dong like and comentnya.. biar Author makin semangat dan semakin terinspirasi, Thank You
Btw, Jangan lupa mampir di novel pertama Author yang berjudul “Aku Adalah Indah” sudah end serta lanjutannya “Aku Adalah Indah” part 2 yang saat ini juga lagi on going.
Follow IG Author yah.. @lizbet.lee
Jangan lupa like dan voting yah.. teman – teman