STRONG IN BETRAYAL

STRONG IN BETRAYAL
Bab 31. KEINGINAN DAN NURANI SERTA LATAR BELAKANG RISKA YANG SEBENARNYA



Airmata yang tak dapat dibendung, turun begitu saja tanpa bisa di cegah, untung saja wanita bergaun merah ini menggunakan cadar jaring hitam pada Floppy hatnya, dan agar tidak menjadi perhatian banyak orang, dia berdiri menjauh dari kerumunan para tamu undangan.


Janji suci yang diucapkan oleh Rey kembali terngiang – ngiang di telinganya kala menatap kedua mempelai yang telah resmi menjadi suami dan istri sedang menikmati ciuman satu sama lain, dan seluruh tamu undangan tampak sangat berbahagia kecuali dirinya.


Bagaimana mungkin dia bisa bahagia jika ucapan Rey kembali teringat..


“Aku mencintaimu lebih darinya.., aku tidak akan meninggalkanmu, tapi ijinkan aku mempertanggung jawabkan perbuatanku dan menjaga nama baik keluarga besarku Riska, aku tidak akan sanggup melihat air mata di pelupuk mata papaku Riska.., kumohon mengertilah.., ku harap kamu tidak hamil dan jika kamu beruntung dengan tidak hamil maka aku akan mendoakanmu agar kamu bisa mendapatkan pria lain yang baik dan menerimamu apa adanya, bukan pria brengsek seperti diriku..”


Lantas Riska menyapu pandangannya untuk melihat pria yang di jadikan alasan oleh Rey untuk melanjutkan pernikahan ini, tampak seorang pria paruh baya dengan jas berwarna hitam wajah yang sangat mirip dengan Reynold dengan membersihkan wajahnya dengan sapu tangan dari sisa – sisa airmata harunya.


Riska menatap sendu kearah Pria paruh baya tersebut berpikir betapa beruntungnya wanita yang bernama Lady itu mendapatkan restu dari ayahnya Rey, hingga kini menyandang sebuah nama Nyonya Hariyadi, nama yang juga kini sangat di idam – idamkannya, sambil memegang perut ratanya Riska menatap salib pada ujung bangunan gereja yang merupakan tempat diteguhkannya Rey dan Lady dalam pernikahan kudus,


“Semoga kau terus bertumbuh dengan sehat di dalam sana.. teruslah bertumbuh nak.., aku yakin jika ada kamu di dalam sana, kamulah yang akan menyelamatkan mama... kamu juga yang akan membuat papamu kembali dalam pelukan kita..., Kumohon yah Tuhan..” ucapnya penuh dengan kesungguhan.


Rencana untuk segera pulang ke Apartemennya di urungkan ketika dia melihat seorang wanita paruh baya yang begitu angkuh sedang berjalan dengan kepada di tegakkan dan dada dibusungkan, menunjukkan bagaimana wanita itu sangat dominan, terlihat juga bagaimana dia begitu mengatur orang – orang disekitarnya, termasuk keluarga Rey terlihat begitu menghormati dan bahkan terkesan sangat segan, bukan hanya segan tapi seperti tertindas namun tak berdarah.


Sebuah senyum sinis bibir dimiringkan tercetak diwajah Riska, “Kamu sungguh angkuh, sekaya apa sih keluargamu? Sampai – sampai besanmu saja terlihat seolah sedang menjilat telapak kakimu, sungguh sombong..” gumamnya merasa sangat jengah dengan penindas.


“Fix!! Bukan hanya Rey yang akan aku rebut, tapi restu dari ayahnya juga akan aku rebut dengan segala cara!!” kembali sebuah tekat yang sangat besar membara di dalam dadanya, hati kecilnya masih berbisik untuk tidak melakukan apa yang baru saja dia bayangkan, bagaimana pun Rey telah sah menjadi suami Lady, tidaklah baik jika Ia menjadi seorang perusak rumah tangga seseorang.


Namun lagi – lagi Ia meyakinkan dirinya bahwa Dia juga telah ditipu oleh Rey, dan telah jatuh cinta begitu dalam, bagaimana caranya keluar dari jerat cinta yang begitu kuat ini, bukankah Riska juga tidak tau menau akan hubungan Rey dengan Lady, walaupun pada akhirnya Rey telah menetapkan pilihannya, namun Rey juga berjanji jika tidak akan meninggalkannya jika saja dia juga hamil bukan? Lantas apa salahnya untuk menagih janji itu demi dirinya dan anak yang dikandungnya.


Terus berdiri melamun dalan diam, saat mobil pengantin meninggalkan lokasi pekarangan gereja, dan di ikuti oleh tamu – tamu undangan yang cukup penting, beberaapa orang penting juga sangat di kenalnya, namun Riska memilih untuk menjauh agar tidak di kenali oleh kolega – kolega besar keluarganya.


Yah.. Riska sendiri tidak berasal dari keluargaa sederhana, Riska memiliki seorang ayah yang sangat kaya di bidang pendidikan ayah Riska memiliki beberapa sekolah mulai dari Taman Kanak – kanak hingga bangku universitas, dan sekolaah yang dimiliki oleh Ayah Riska adalah sekolah swasta unggulan. Bahkan kini Ayah Riska juga merupakan Rektor di kampus tempat dirinya dan Rey mengajar sebagai dosen.


Riska yang sejak berusia empat belas tahun telah merantau diluar negeri, dia bahkan tinggal di asrama Mount Mill Hill International School dimiliki oleh Mill Hill School yang terkenal dan dibuka pada tahun 2005 untuk mempersiapkan siswa internasional untuk belajar di Inggris, beradaptasi dengan bahasa baru, serta sistem budaya, sosial, dan pendidikan baru. Sekolah utama – Mill Hill School – didirikan pada tahun 1807 dan dianggap sebagai salah satu sekolah asrama terbaik di London yang mengajar warga negara Inggris dan siswa internasional berusia 13 hingga 18 tahun, di sanalah Riska bertumbuh dan beranjak dewasa.


Merahasiakan identitasnya, adalaah syarat mutlaak yang harus dituruti oleh ayahnya agar Riska mau mengabdi mengajar di kampus yang dipimpin oleh ayahnya sendiri, sehingga melihat keangkuhan orang lain adalah sesuatu yang sangat memuakkan baginya.


Ketika Riska hendak berjalan menuju ke parkiran mobilnya tidak sengaja dia berpapasan dengan Maya dan mendengar apa yang diucapkan Mayaa, “Aku sangat muak melihat keluarga mereka, di kiranya aku akan melepaskan anakku Lady untuk tinggal begitu saja dengan mereka? Amit – amit..” ucap Maya kepada salah satu kerabat dari keluarga Lady,


“Oh..., ternyata dia adalah ibu dari mempelai wanita, hahahahaa.., sungguh angkuh, rasanya akan lebih mudah untuk merebutmu ke pelukanku Rey..” Gumamnya pada dirinya sendiri sambil masuk ke mobil miliknya.


Kini Riska berpikir untuk mengikuti acara pernikahan Reynold hingga berakhir, dia menyetir dalam tenang, ambisi untuk mengacaukan pernikahan ini sungguh besar, namun akal sehatnya melarangnya untuk bertindak kampungan, bagaimanapun dia berlatar belakang keluarga yang sangat berpendidikan tinggi dan sangat terhormat, mempermalukan diri sendiri bukanlah gayanya.


Ketika sampai di tempat resepsi yang memang sengaja di buat pada siang hari, Riska berjalan dengan anggunnya, toh dia mendapatkan undangan dari mempelai pria bahkan di serahkan langsung di apartemennya bukan? Akses untuk duduk di meja tamu tentu saja tersedia untuknya.


Saat Riska duduk di kursi tempat resepsi itu, dia melihat bagaimana Rey dan Lady sedang berdansa dengan mesra bagaikan pasangan seperti di film – film disney, baju yang sangat mewah di gunakan oleh Lady membuat Riska menahan tawanya.


“Dia sungguh norak!! Aku yakin sikapmu tidak jauh berbeda dari sikap Ibu mu..” Terlihat bagaimana binar mata Lady menunjukkan kebahagiaan tak terkira, kebahagiaan yang sangat memuakkan bagi Riska, walaupun tak bisa dipungkiri oleh hatinya, jika wajar saja kebahagiaan itu terpancar jelas di wajahnya Lady karena ini memang hari bahagianya bukan?


“Iyah... hari bahagia yang akan ku buat menjadi duka..” kembali Riska bergumam sendiri sambil menikmati makanan yang di sajikan oleh pelayan pada acara pernikahan tersebut.


To Be Continue...


Hai Guys teman – temanku yang baik hati, boleh dong like and comentnya.. biar Author makin semangat dan semakin terinspirasi, Thank You


Btw, Jangan lupa mampir di novel pertama Author yang berjudul “Aku Adalah Indah” sudah end serta lanjutannya “Aku Adalah Indah” part 2 yang saat ini juga lagi on going.


Follow IG Author yah.. @lizbet.lee


Jangan lupa like dan voting yah.. teman – teman 