STRONG IN BETRAYAL

STRONG IN BETRAYAL
Bab 40. TIDAK PULANG



Baru saja menghabiskan sore dengan penuh kemesraan, kini topik tentang Maya membuat kemesraan pengantin baru ini buyar seketika, Lady bingung harus bersikap seperti apa, tau jika Rey masih sakit hati dengan sikap Maya, tapi sebagai anak Lady juga tidak tega untuk tidak merawat Maya, Lantas Lady masuk ikut menyusul Rey dan berusaha untuk tetap bersabar menghadapi Rey yang bad mood.


Lady memberanikan diri untuk memeluk Rey dari belakang, lalu mengecup pipi Rey dengan mesra, “Kita makan malam yah..., aku sudah buatkan Chicken Steak dengan bumbu mushroom..” ajak Lady dengan suaranya yang lembut.


“Hemm..” jawab Rey singkat lalu beranjak dari sofa tempat dia membaca buku barusan.


Lady lantas memasukkan Chicken Steak tersebut kedalam Microwave, setelah lima menit Lady menyajikan makan malam untuk mereka berdua, mereka makan dalam diam, tanpa ada bincang – bincang hangat sedikitpun, hanya suara garpu dan pisau yang terdengar beradu di piring menemani makan malam mereka.


Lalu Lady mengeluarkan puding dan fla sebagai hidangan pencuci mulut untuk suaminya, Rey memakan dengan tenang, namun dalam hatinya Ia merasa sangat senang dilayani seperti ini oleh Lady setiap harinya.


Yah..., mulai dari awal Lady tinggal bersama dengannya, inilah aktivitas Lady yang membuat Rey selalu merasa bersalah kepada istri yang telah dikhianatinya, yang telah di bohonginya mentah – mentah. Dengan penuh kesabaran Lady berusaha menghadapi mood swing suaminya, padahal harusnya Lady lah yang dilayani karena sedang hamil, tapi pada kenyataannya justru terbalik.


“Terima kasih..” ucap Rey saat Lady membereskan semua alat makan yang sudah terpakai,


“Iyah sama – sama kak..” jawab Lady sambil tersenyum,


Rey lalu melangkah meninggalkan Lady sendiri di dapur menuju ke kamar kerjanya, disana tanpa Lady sadari Rey sedang melihat Lady yang mencuci piring, yah... apartemen itu dipasangi sisi tv oleh Reynold, pada layar komputer Rey terus memandangi dengan seksama aktivitas yang di lakukan oleh Lady.


Sebuah rasa iba kembali hadir dalam hatinya, ketika Lady telah selesai membersihkan dapur, ia lantas masuk kedalam kamar tidur mereka, yang di lakukan Lady tidak langsung tidur tapi Lady justru mempersiapkan pakaian apa yang akan dipakai oleh suaminya besok pagi, lagi – lagi Rey mengawasi semua aktivitas yang dilakukan oleh Lady.


Setelahnya Lady duduk di atas tempat tidur yang kini telah rapi, sambil membaca buku menunggu suaminya masuk kedalam kamar, ”Maafkan aku yang telah mengkhianatimu dan akan menyakitimu nanti saatnya kamu tau apa yang sudah aku lakukan Lady.., tapi selama kamu tetap dekat denganku, aku akan tetap menjagamu..” lirih Reynold.


Tiba – tiba pikirannya teringat akan Riska yang sejak tadi tidak menghubunginya, bahkan tidak mengirimkan pesan singkat apapun, lantas Rey menutup rapat kamar kerjanya,, dan menelpon Riska hanya sekedar menanyakan kabarnya.


“Halo Ris...?” tanya Reynold sambil mengerutkan dahinya,


“Hueeekkk!! Hueeekkkk!!! Maaf Rey,..., nanti baru aku telpon yah...” Jawab Riska dari seberang sana.


“No.. No... jangan di tutup Ris...,” pinta Rey...,


“No Rey... Hueekk!! Huekk!! Uhug uhuq...., Oh God..” lirih Riska lalu mematikan ponselnya secara sepihak, tentu saja itu membuat Rey begitu panik memikirkan bagaimana keadaan Riska saat ini.


Tanpa pikir panjang Rey segera menuju ke kamarnya dan mengambil jaket, lalu mengambil kunci mobilnya, tanpa berpamitan lagi kepada Lady Rey pergi begitu saja, “Kak mau kemana?” tanya Lady bingung melihat Rey yang terlihat tiba – tiba panik.


“Hah?!! Oh... aku.. aku harus mengambil berkas di kampus, kamu langsung tidur saja tidak usah menunggu aku, jika besok kamu mau pergi menjenguk dan menjaga Maya pergi saja, tapi pulang seperti tadi yah..” ucap Rey buru – buru, hanya ini satu – satunya cara mengalihkan kecurigaan Lady nantinya, ibarat barter walaupun Lady sebenarnya tidak tau kemana arah tujuan Rey saat ini.


“Ba..baiklah kak..., kakak pulang jam berapa?” tanya Lady,


“Aku tidak tau..., kamu tidur saja dulu..” jawab Rey lalu mencium bibir Lady secara singkat, dan berlalu begitu saja.


Rey menyalahkan mesin mobilnya, dan menyetir dengan kecepatan yang lumayan cepat berharap segera sampai ke apartemen milik Riska, ia ambil kartu akses masuk ke Apartemen itu, lalu berlari menuju Lift.


Sesampai di lantai unit milik Riska..., Rey lalu membuka pintu tersebut dari luar tapi pintu tersebut di kunci dengan rantai kecil dari dalam, “Ris...!!! Riska...!!!” panggil Rey sambil memencet Bel bersamaan.


“Iyaah!!” terdengar Riska menyahut dari dalam dengan lemah, Ia lantas berjalan dan membuka pintu tersebut, Pucat!! Itulah yang terlihat diwajah Riska saat ini.


“No...” Riska lalu kembali berlari menuju ke toilet dan memuntahkan semua yang ada didalam perutnya... “Hueekk!! Hueeekkk!!! Oh Tuhan..” Rintih Riska terdengar begitu memiluhkan menahan rasa sakit di lambungnya.


Rey lalu mengambilkan air hangat dan memberikannya kepada Riska, segera Riska teguk air tersebut, dan menormalkan nafasnya. Rey lalu mengelus – ngelus punggung Riska hingga membuat Riska nyaman dan bersandar di pelukan Rey sambil memejamkan matanya.


“Ris..., apakah kita akan duduk di toilet seperti ini?” tanya Reynold sambil terkekeh,


“Hahaha..., Rey..., kenapa kamu datang? Pulanglah.. aku tidak apa - apa , ini reaksi normal orang hamil muda..” jawab Riska lalu membuka kedua manik matanya.


Reynold tidak menjawab pertanyaan Riska, Dia langsung menggendong Riska ala bridal dan membaringkan Riska di tempat tidur king koil milik Riska, “Kamu istirahat yah.., kalau sudah tidur baru aku pulang..” bisik Reynold lalu mengecup kening Riska penuh kasih sayang.


“Rey....” panggil Riska pelan,


“Iyah..?” jawab Riska,


“Apakah kamu juga memperlakukan Lady semanis ini?” tanya Riska menahan sesak di dadanya,


Rey tidak mau menjawab pertanyaan Riska, Ia lantas ikut berbaring dan memeluk Riska, kini mereka sudah berbaring sambil berhadap – hadapan, Rey membelai lembut wajah Riska lalu mengecup bibir Riska dengan lembut.


“Tidurlah... jangan memikirkan apapun...” bisik Rey, lantas mengeratkan pelukannya,


“Aku... tidak mau istrimu mencari mu..” jawab Riska, kembali Rey tersenyum,


“Dia tidak akan mencari ku, kamu tidurlah...” kembali Rey memeluk Riska agar menjadi nyaman,


“Ini sungguh aneh, rasa mual ku hilang seketika ketika kamu dekat denganku Rey...” kekeh Riska,


“Maka aku akan menemanimu malam ini...” jawab Rey, tanpa terasa matahari terbit menyambut pagi, seorang istri baru saja terbangun mendapati kenyataan jika dirinya tidur sendiri malam ini, dalam hatinya bertanya – tanya apa yang salah dengan dirinya hingga sang suami tidak pulang semalaman, apakah Rey bekerja lembur sampai pagi? Rasanya sungguh tidak masuk di akal.


“Kemana kamu kak...” ucapnya dengan lirih.


***


To Be Continue...


Hai Guys teman – temanku yang baik hati, boleh dong like and comentnya.. biar Author makin semangat dan semakin terinspirasi, Thank You


Btw, Jangan lupa mampir di novel pertama Author yang berjudul “Aku Adalah Indah” sudah end serta lanjutannya “Aku Adalah Indah” part 2 yang saat ini juga lagi on going.


Follow IG Author yah.. @lizbet.lee


Jangan lupa like dan voting yah.. teman – teman 