STRONG IN BETRAYAL

STRONG IN BETRAYAL
Bab 51. TERTANGKAP BASAH



Menyerahkan sepenuhnya urusan Rey kepada Ayah mertua adalah pilihan kedua yang datang tanpa di rencanakan, setelah yakin jika kedua orang tuanya tidak akan membocorkan keberadaan Victor dan Tuti atas bantuan Maya, Lady kini menunggu kabar dari ayah mertuanya yaang sudah pergi mengintai Reynold selama tiga hari.


Harap – harap cemas..., hanya itu yang kini bisa di lakukan oleh Lady, Ia berharap agar Rey tidak akan lagi menemui wanita perebut suami orang itu, Lady sampai tak habis pikir, mengapa teman Reynold sesama dosen bisa sebegitu rendahnya mengambil jalan yang tak bermoral seperti ini, dia juga sungguh heran dengan suaminya, apa yang selama ini kurang dari dirinya?


Pertanyaaan demi pertanyaan membuat Lady menjadi tidak percaya diri, dia bahkan berkaca beberapa kali, apakah karena aku hamil dan tubuhku menjadi jelek seperti ini? Apakah aku kurang baik melayaninya sebagai istri dalam kebutuhan kesehariannya? Atau... justru ini semua terjadi sebenarnya karena Rey dari awal memang tidak pernah mencintainya, atau dirinya hanya di jadikan pelampiasan nafsu belaka, dan Rey terpaksa menikahinya.


Semua pikiran - pikiran buruk berenang di kepalanya, Lady menjadi semakin frustasi dengan dirinya sendiri, selama beberapa hari tidak ada kemajuan apapun dari mertuanya memuat Lady selalu saja menangis siang dan malam, jika Dave saat itu bolos sekolah dan bisa membantunya, hingga membuatnya tidak sungkan untuk bertanya dam meminta tolong kepada adiknya, lain hal dengan keadaan sekarang, Lady terlalu sungkan untuk menanyakan segala kemajuan atau informasi baru tentang Rey kepada Victor.


Sedangkan Victor yang terus saja mengawasi tempat tinggal wanita yang sampai sekarang belum di ketahui siapa namanya itu justru tidak ingin membebani Lady, jika Lady tau Victor bahkan tidak tinggal di motel atau hotel tapi malah di mobil, tentu saja itu akan membuat Lady melarang Victor untuk melanjutkan rencananya.


Saat sedang berpikir betapa mulianya hati sang menantu dan betapa ia merasa gagal sebagai seorang papa yang salah mendidik anaknya sendiri, yang tidak dapat mencegah perbuatan amoral dari anaknya sendiri tiba – tiba saja dari jauh terlihat seorang pemuda menggandeng seorang wanita, Ia semakin memicingkan matanya dan di yakini itu memang wanita yang tersenyum dengannya di pesta pernikahan anaknya, dan tentu saja pemuda itu adalah reynold anak kandungnya sendiri.


Tak dapat menahan rasa sedih dan bersalah Victor hanya bisa mengusap air matanya yang terjatuh dalam keadaan emosi bukan main, iyah lantas segera membuka pintu mobil dan setengah berlari menghentikan Reynold dengan langsung menarik tangan anak tertuanya,


“REYNOLD HARIYADI!!”


“Pa...Papa...!!” BUG!! BUG!! BUGGG!!!


“REY!!!! TIDAK!!! HENTIKAN!! HENTIKAN OM!!” Teriak Riska yang tidak dihiraukan oleh Victor,


“Bajingan kamu!!! Sudah ku peringati dari awal tapi ternyata kau memang anak yang tidak taat serta tidak dengar – dengaran kepada orang tua!!!” Teriak Victor dan mengebas – ngebaskan tangannya yang dirasa sakit akibat memukul wajah anaknya sendiri.


Reynold yang tidak membalas sama sekali bahkan Ia seolah pasrah dengan hantaman demi hantaman dari sang papa, memang dia pantas dihantam bukan? Memang dia sudah salah dari awal dan itu disadari oleh Rey, yang dibantu berdiri oleh kekasihnya Riska.


“Om..., ayo om..., kita bicara di dalam, jangan di luar seperti ini, kami bisa menjelaskan semua Om...,” Isak Riska yang tidak tega melihat Rey di hantam oleh papanya sendiri,


“Kau!! Apakah kau di didik oleh orang tuamu untuk menjadi penghancur rumah tangga orang lain? Apakah orang tua mu tau bagaimana hina dan tidak bermoralnya dirimu?! Kau bahkan datang pada saat pesta pernikahan anakku!! Dan kau masih bisa berdiri disini menggandeng dengan mesra suami orang, orang yang merupakan anak menantuku!! orang yang sebentar lagi akan melahirkan cucu ku!!! Anak mu!!! Anak mu Reynold!!!!” Victor benar – benar tak habis pikir dengan kelakuan anaknya ini.


“Ayolah pa.., Rey malu kalau dilihat orang pa...”


“Om...., ayo om..., kita naik ke unit saya..., kami akan jelaskan semuanya om..., ini semua tidak seperti apa yaang om kira..., mari om..., saya juga tidak mau keadaan menjadi seperti ini om..” Riska masih terus saja berusaha untuk menenangkan Victor yang wajahnya seketika terlihat merah namun pucat,


“Aku harus mendengarkan ucapan yang berasal dari perempuan ular seperti kamu? Apa aku tidak salah mendengar permohonan mu hah? Dan aku harus menjaga nama baikmu agar kamu tidak malu Reynold?! Apakah aku juga tidak salah mendengar hah?! Lalu apa ini? Apa yang kalian lakukan in sudah mencoreng nama baikku, di mana harus ku taruh muka ku jika semua keluarga besan ku tau kelakuan anak laki – laki ku? Oh Tuhan!!!! Apa yang harus aku lakukan Tuhan..” Tiba – tiba Victor menangis Histeris, menangis sejadi – jadinya,


Semua itu semakin membuat Reynold menjadi semakin bingung dan tidak tau harus berbuat apa, saat begitu banyak pasang mata yang berlalu lalang melihat apa insiden mereka dengan saling berbisik satu sama lain, dan merea semua hampir rata – rata satu gedung, Riska yang juga menyadari sedang menjadi tontonan rasanya malu bukan main, ia hanya menundukkan kepalanya dan berharap Victor mau di ajak keatas untuk bisa berbincang – bincang dengan kepala dingin.


“Pa..., ayo pa..., Rey mohon jangan begini pa..., Rey malu pa.., banyak sekali orang yang berlalu lalang melihat kita pa.., ada yang harus Rey jelaskan pa.., kasihani Riska pa.., banyak yang kenal dengannya disini pa..., papa juga tidak tau kena semua ini sampai seperti ini bukan pa? Rey akan menjelaskannya Rey berjanji pa...” mohon Reynold agar Victor luluh,


“Kau malu kalau dilihat orang tapi kau tidak malu kumpul kebo sama perempuan rendah ini!!!! Anak sialan kau Reynold!!! Kau... Kauuu...” teriak Victor yang tiba – tiba merasa begitu sakit di bagian dadanya, ia mengalami sesak nafas, dada kirinya terasa begitu ngilu, dunia serasa berputar begitu cepat, kesadarannya pun terasa semakin berkurang,


“PAPA.. PAPA... PAPA!!! NO PAPA...!!” Teriak Reynold panik dan histeris.


***


To Be Continue...


Hai Guys teman – temanku yang baik hati, boleh dong like and comentnya.. biar Author makin semangat dan semakin terinspirasi, Thank You


Btw, Jangan lupa mampir di novel pertama Author yang berjudul “Aku Adalah Indah” sudah end serta lanjutannya “Aku Adalah Indah” part 2.


Follow IG Author yah.. @lizbet.lee


Jangan lupa like dan voting yah.. teman – teman 