STRONG IN BETRAYAL

STRONG IN BETRAYAL
Bab 54. SIAPA YANG KAU CINTAI?



Sebuah mobil terparkir di parkiran rumah sakit, dada seakan sesak secara mendadak, berpikir beribu – ribu kali untuk masuk ke dalam, “Dave.., bagaimana jika kita bertemu dengan perempuan itu Dave? Kakak harus bersikap seperti apa?” Tanya Lady yang terlihat begitu gugup,


“Apakah kakak takut?” tanya Dave,


“Iyah Dave.., kakak takut, sangat takut untuk sakit hati Dave.., kakak ... entahlah rasanya kakak tidak sanggup jika harus menanggung masalah sebesar ini Dave..” lirih Lady kembali mengusap air matanya,


“Tenang yang kak..., ingat ada Baby Al.., dialah yang akan memberikan kakak kekuatan..., yuk.. kita ke dalam kak..” ajak Dave sambil menggandeng Lady, beberapa kali Lady menarik nafas panjang dan meyakinkan diri untuk kuat karena benar kata sang adik, ada Alvaro di dalam perutnya, Alvaro yang akan menguatkan dan membuatnya bertahan menghadapi badai dalam rumah tangganya ini.


“Ayo Dave..” Lady melangkah pasti memasuki rumah sakit itu dan melangkah menuju ke apotik, disana mereka mengantri dan menaruh resep dokter ke bagian farmasi sambil menunggu untuk dipanggil namanya.


Sedangkan dikamar tempat Victor terbaring, Reynold dan Riska mendengaarkan erangan pelan dari Victor yang menahan sakit di bagian dadanya,


“Papa..., bagaimana keadaan Papa..” disaat Reynold berlari mendekati ranjang papanya, Riska jjuga berlari bersembunyi di samping lemari hanya untuk menguping pembicaraan antara Reynold dan Victor.


“Aku dimana...?” Tanya Victor sambil mengerjabkan matanyaa, namun sesuatu mengusik di pikirannya, Ia kembali teringat apa yang baru saja terjadi, hingga membuatnya seperti ini, dan dengan tatapan marah juga benci Ia menatap Reynold, lalu membuang mukanya.


“Pergilah..., harusnya kau biarkan aku mati, agar aku tak menanggung beban malu kepada keluarga istrimu..” Victor tak ingin melihat wajah Reynold yang memelas di hadapannya.


“Pa... tolonglah pa.. dengarkan aku..., ku mohon berikan aku kesempaatan untuk sedikit menjelaskan keadaan ini..., mengapa sampai seperti ini, biarkan aku menjelaskannya pa..” dengan memohon Reynold terus berharap agar ada satu saja kesempatan yang akan dia dapatkan, agar Riska tidak sepenuhnya di salahkan.


“Apa lagi yang akan kau jelaskan kepadaku.., semuanya sudah jelas, Kau adalah Suami Biadab, sedangkan teman dossenmu itu perempuan murahan, kalian memang cocok..., hingga sama – sama tidak punya hati, kalian tega membohongi seorang wanita yang sedang mengandung..., mengandung anak mu!! Darah dagingmu!!, bahkan papa juga tau kalau perempuan murahan itu mengetahui Lady adalah istrimu, tapi dengan egoisnya dia bahkan tidak menempatkan dirinya di posisi Lady, padahal dia juga seorang wanita, sungguh sangat menjijikkan!!” Ucap Victor menahan dirinya agar tidak terlalu emosi, Ia tidak ingin terkena serangan jantung lagi.


Riska hanya bisa menangis di panggil sebagai seorang wanita murahan, Ia mengepal kedua tangannya, Ia seketika menyalahkan nasib yang mempertemukan dirinya dengan Reynold, Ia juga menyalahkan Reynold dalam hatinya, dan terakhir Ia menyalahkan Lady, Lady yang sungguh sangat enak berada di posisi aman, Lady yang sangat di sayangi oleh mertuanya, mertua yang juga Ia panggil dengan sebutan papa mertua serta mengharapkan restunya.


Tapi jika sudah begini, apakah mungkin harapannya itu akan terwujud, seketika di saat itu juga Riska begitu marah kepada seisi dunia yang ada di sekelilingnya, Ia merasa sebagai wanita yang paling dikorbankan dalam posisi ini, Ia merasa seperti wanita yang paling menderita, bukankah itu pemikiran yang sangat egois? Namun tetap saja Riska tidak perduli, dan benar – benar ingin menghancurkan segalanya.


“Pa.. Riska tidak bersalah, dia tidak pernah tau jika Rey saat itu akan menikah dan Lady sudah mengandung pa..” sahut Rey,


“Tapi sekarang dia tau kalau kamu sudah menikah dan istrimu sedang mengandung anakmu kan?!!”Bentak Victor,


“Kau... kau memang anak brengsek dan manusia laknat!!!” Victor lantas menampar Reynold berkali – kali sambil menangis, suaranya terdengar meraung – raung merasakan harga diri yang terkoyak, merasakan tertusuknya hatinya dengan masalaah yang dibuat oleh anak yang paling disayanginya, anak yang paling membanggakan dirinya, justru menjadi anak yang paling menjadi beban saat ini, bukan hanya beban namun ini adalah bencana besar, bencana yang sama seperti yang dulu di lakukannya namun bedanya Victor berbuat atas tekanan dari orangtuanya, sedangkan Rey..., Ia berbuat hal memalukan dengan sadar atas keinginannya sendiri.


“Maafkan aku pa..., aku bahkan sudah meninggalkan Riska pa.. dan Riska bahkan sudah tidak menghubungi aku Pa..., Tidak sama sekali, sampai Riska di temukan pingsan di kampus dan di nyatakan hamil oleh dokter pa.., ini semua kesalahanku.., sebagai bentuk tanggung jawab ku, Rey juga berjanji untuk menemaninya, dan membagi waktu untuk merawatnya pa...” Reynold menangis menyesali semua kebodohan yang dibuatnya.


Riska ikut menangis di samping lemari, Ia bertanya – tanya berarti Rey hanya melalukan kewajibannya sebagai bentuk tanggung jawab, bukan cinta, sedangkan Riska menginginkan cinta, yah..cinta yang besar untuknya, seperti yang selama ini Rey ungkapkan kepadanya.


“Riska..? nama perempuan itu Riska? Apakah dia adalah perempuan yang sama, dengan perempuan yang hampir membuatmu membatalkan pernikahanmu dengan Lady?!” Victor menelisik di setiap raut wajah anaknya, untuk memastikan anaknya berbicara sejujur – jujurnya.


Tidak ada yang perlu di tutupi, bukankah keadaan sudah seperti ini, semakin berusaha menutupi justru akan membuat lingkaran setan ini tidak akan terputus dan akan menjadi msalah yang tak ada habisnya, “Iyah benar pa..” Jawab Rey dengan jujur.


“Yah Tuhan Rey..., lalu siapa yang sebenarnya kau dampingi sebagai bentuk tanggung jawab dan siapa yang sebenarnya benar – benar kau cintai?! Jawab papa dengan JUJUR!!!” Victor kembali menyelidik sorot mata Rey,


Jantung Riska ikut berdebar menunggu jawaban dari Reynold, karena jawaban inilah penentuan yang sebenarnya dimana dia ditempatkan dalam hidup Reynold, apakah yang selama ini di ucapkan oleh Rey kepadanya adalah sebuah kejujuran atau justru hanya sebuah kata – kata penenang untuknya.


Rey mengangkat wajahnya yang sudah penuh dengan airmata penyesalan, dan menatap dengan pasti kepada Victor, “Aku merasa bertanggung jawab untuk Lady, namun besarnya cintaku hanya untuk Riska pa.. Maafkan Rey...”


***


To Be Continue...


Hai Guys teman – temanku yang baik hati, boleh dong like and comentnya.. biar Author makin semangat dan semakin terinspirasi, Thank You


Btw, Jangan lupa mampir di novel pertama Author yang berjudul “Aku Adalah Indah” sudah end serta lanjutannya “Aku Adalah Indah” part 2.


Follow IG Author yah.. @lizbet.lee


Jangan lupa like dan voting yah.. teman – teman 