STRONG IN BETRAYAL

STRONG IN BETRAYAL
Bab 43. Aku Menunggumu



“Jagalah Suamimu...!! Jagalah Suamimu....!! Hahahahaa!!!! Jagalah Suamimu dari ku....”


“TIDAK!!!!!” Teriak Lady yang terbangun tengah malah, Ia melihat di sisi kanannya,


“Kak.. Kak Rey...!!! Kakak dimana???!!” Lady memanggil – manggil Rey dengan sesenggukan karena tidak mendapatkan jawaban apapun dari Rey, lantas Ia keluar dari kamar, dan mencari Rey ke setiap sudut unit Apartemen, namun lagi – lagi Ia tidak menemukan Rey.


Lady lantas melihat tempat kunci – kunci, dilihatnya kunci mobil Rey tidak ada, sedangkan ini sudah pukul dua belas malam, “Kemana kamu kak?” tangis Lady masih terpengaruh dengan mimpi buruknya, mimpi dimana suara serak nan seksi seolah sedang mengancam dan menertawakan kenaifan Lady.


Lady memutuskan untuk menunggu suaminya sampai pulang diruang tamu, Ia mengambil bantal dan selimut, dan menyalahkan televisi LED, disana walaupun matanya menatap kepada Televisi tapi pikirannya sedang kembali pada kejadian di mobil sebelum mereka sampai di tempat praktek dokter Alfons.


“Kak... lehermu kenapa?” tanya Lady dengan suara bergetar..


“Kenapa memangnya?” Tanya Reynold lalu memiringkan kaca spionnya dan memperhatikan tanda merah, sejenak Reynold menoleh dan melihat wajah tegang serta gugupnya Lady.


“Oh... ini tadi gatal, kena serangga aku garuk sampai merah..” jawab Reynold terlihat santai dimata Lady, namun Lady merasa itu bukan terkena serangga,


Lalu Lady menyentuh tanda merah itu dengan telunjuknya yang membuat Reynold menghempaskan telapak tangan Lady agar menjauh,


“Kenapa sih?! Kamu tidak percaya sama aku?!!” Bentak Reynold secara tiba – tiba,


Lady tidak lagi berani berbicara apa – apa, namun saat menyentuh tanda merah itu Lady merasa tidak ada bengkak bekas gigitan serangga sama sekali, tapi itu lebih terlihat seperti kissmark yang biasa di buat oleh Reynold ke tubuh Lady saat mereka bercinta.


Lady menghela nafasnya dengan berat, air matanya lagi – lagi menetes, firasatnya sangat buruk saat ini, bahkan suara dalam mimpinya itu seperti suara teman dosen wanitanya Reynold, suara itu benar – benar mirip, “Yah Tuhan sebenarnya ada apa ini? Mengapa hati ku sangat gelisah Yah Tuhan..., kumohon Tuhan.. berikan aku jawaban dan kuatkanlah aku Tuhan...” Doa Lady sambil menangis tergugu, karena tak kuat dengan perasaannya sendiri.


Jarum jam sudah menunjukkan pukul dua malam, Rey juga belum pulang, kepala Lady begitu pusing karena banyak menangis hingga membuatnya tertidur, bekas lelehan air mata membekas di wajahnya, bahkan dalam mimpinya Ia seolah masih menunggu Reynold di ruang tengah.


Hingga rasanya tubuhnya melayang, dengan mata sayu – sayu Lady mengerjap dan melihat bayangan Reynold seolah sedang menggendongnya, namun akibat terlalu lelah dan terlalu lama menangis mata Lady jadi kabur dan tak dapat terbuka lebar, juga kantuk yang tidak bisa diajak kompromi.


Hingga terik matahari membangunkan Lady, “Selamat pagi...” sambut Reynold dengan segelas susu ditangannya.


“Tumben??” dalam hati Lady, tidak biasanya Rey melayaninya seperti ini, Lalu Lady mengedarkan pandangannya ke segala arah, Ia kembali ke kamarnya.


“Semalam ngapain kamu tidur di depan? Aku semalam hanya keluar ketempat foto copy untuk memperbanyak berkas – berkas ujian” ucap Reynold sambil menunjuk tumpukkan berkas begitu banyak.


“Karena banyak makanya aku pulang larut, soalnya sore ini adalah jadwal ujian mid semester, aku pulang jam setengah tiga malam, dan saat aku membuka lift, kamu malah diluar, apa kamu menunggu aku semalaman?” Tanya Rey begitu ramah.


Lady masih bingung dengan apa yang terjadi, hanya menganggukkan kepalanya lalu meminum susu yang dibawa oleh Reynold, “Hari ini tidak usah kemana – mana yah..., dirumah saja, Papa Hendrik juga akan pulang siang ini, Aku sudah meminta beliau untuk memberikan aku waktu satu hari saja kepadamu tidak menjenguk Maya.., karena aku juga hari ini hanya ke kampus mengantarkan berkas ujian dan pulang..”


“Setelahnya aku ingin mengajakmu makan diluar, untuk merayakan sesuatu..”


“Merayakan apa kak?” tanya Lady penasaran, mengingat hari ini tidak ada momen spesial apapun di keluarganya.


“Merayakan kalau sebentar lagi anakku akan lahir, dan dia adalah anak laki – laki, aku begitu bahagia karena mendengar degup jantungnya, dan mengetahui jika dia begitu gemuk kata dokter Alfons, haahahahaa!!!” ungkap Rey.


“Iyah aku sangat bahagia!!!” Lalu Rey memeluk erat tubuh Lady,


“Terima kasih kak.., aku tidak akan lagi mempermasalahkan tanda merah di lehermu..” gumam Lady dalam hati.


Benar saja, sore harinya Rey berpamitan untuk ke kampus dan berpesan untuk menunggunya,


“Aku pergi tidak lebih dari dua jam, jadi berdandanlah yang cantik malam ini yah..” ucap Reynold lalu mengecup bibir Lady dengan mesra.


Sepanjang jalan Rey selalu mengingat bagaimana bayi didalam kandungan Lady bergerak, bayi itu adalah anaknya, dia memang sangat bahagia dan sekaligus ingin menghilangkan pikiran buruk Lady terhadapnya, Rey ingin menebus kekasarannya kepada Lady, karena selama ini Lady adalah wanita paling lembut yang pernah dia kenal.


Sesampainya di kampus semua sesuai dengan rencana, semua berkas telah dibagikan ke beberapa mahasiswa, dan juga Ia serahkan kepada asisten dosennya, Rey melihat waktu sudah menunjukkan pukul Lima sore, lalu Reynold mengirimkan pesan suara kepada Lady,


“Lady, bersiaplah sebentar lagi aku akan menjemputmu, jangan lupa berpakaianlah yang sangat cantik, agar anak didalam kandunganmu itu bangga memiliki ibu secantik dirimu...” lalu mengirimkannya sambil terkekeh sendiri di dalam kantor.


Riska yang mendengar pesan singkat itu langsung kebakaran api cemburu, ia memutar otaknya untuk mengacaukan acara Rey dan Lady. Awalnya Ia berniat untuk berbincang sebentar sebelum Rey akan pulang, Rey mengatakan jika Ia akan pulang cepat karena dipanggil oleh mertuanya, nyatanya yang didengar oleh Riska justru Rey akan bersenang – senang makan malam dengan Lady.


Padahal tujuan Rey berbohong kepada Riska hanya agar Riska tidak cemburu, tapi semua rencana itu tidak diketahui oleh Riska, yang dia tau adalah Ia harus secepatnya memisahkan Rey dari Lady. Riska lalu berbalik ke arah parkiran mobil pura – pura mengambil ponsel dan ketika langkah sepatu Reynold terdengar, Riska berjalan santai menuju ke arah mobilnya, saat Rey hendak menegur Riska, tiba – tiba saja Riska sudah terjatuh di area parkiran.


“RISKA!!! RISKA!!!!!” Rey langsung berlari menggendong Riska, dan segera memasukkannya ke mobil miliknya


“Riska bertahanlah..., bertahanlah sayang..., Yaah Tuhan... maafkan aku.., aku kurang memperhatikanmu.., kumohon bertahanlah Rey...” isak Rey sambil menyetir,


Perjalanan dirasa sudah memakan waktu sekitar lima belas menit, Riska mengerjakan matanya dan bergumam pelan “Bawa aku pulang Rey...” Lirihnya,


“Baiklah aku akan membawamu pulang yah..” ucap Rey lalu segera menuju ke apartemen milik Riska, sesampai di gedung apartemen tersebut Rey lalu menggendong Riska menuju ke lift dan meminta bantuan security untuk membukakan unit Apartemen milik Riska.


Sesampai di dala apartemen Riska dibaringkan Rey di dalam kamar tidurnya, saat Rey hendak beranjak untuk membenahi posisi duduknya, tiba – tiba Riska merengkuh tangan Rey sambil menangis, “Kumohon... jangan pergi Rey..., jangan tinggalkan aku...”


Sedangkan di Apartemen Rey, seorang istri telah berdandan sangat cantik dengan menggunakan pakaian terbaiknya dan menunggu sang suami di ruangan tengah, sambil tak kuasa menahan senyumnya, “Aku menunggumu kak...”


***


To Be Continue...


Hai Guys teman – temanku yang baik hati, boleh dong like and comentnya.. biar Author makin semangat dan semakin terinspirasi, Thank You


Btw, Jangan lupa mampir di novel pertama Author yang berjudul “Aku Adalah Indah” sudah end serta lanjutannya “Aku Adalah Indah” part 2 yang saat ini juga lagi on going.


Follow IG Author yah.. @lizbet.lee


Jangan lupa like dan voting yah.. teman – teman 