
Ketika Reynold sedang berbahagia menelpon Papanya dan mengatakan akan menikah, walaupun ada gangguan dari sang Ibu tiri, beda keadaannya dengan apa yang saat ini terjadi pada Lady.
Lady selalu saja berusaha untuk membuka pembicaraan kepada mamanya tentang keadaannya saat ini, tapi lagi –lagi.., rasa takut selalu saja datang menghantui pikiran Lady.
Ketika tinggal Mama Maya dan Lady di dapur, Lady terus saja memandang sendu kepada Mama Maya ‘Bagaimana caranya aku untuk berbicara dengannya, aku bingung harus di mulai dari mana’ gerutu Lady dalam hatinya.
“Ma...” panggil Lady,
“Iyah sayang?” sahut Mama Maya masih sambil mengiris – iris kentang yang akan di buat kering kentang kesukaan suaminya.
“Ma..apakah mama tau jika Lady sangat menyayangi mama?” tanya Lady kepada mamanya,
“Tentu saja mama tau, karena itu kamu selalu membantu mama, kamu selalu menjaga adik – adikmu, bahkan di saat papamu keluar kota seperti sekarang kamu selalu ada dan selalu sigap jika kami butuhkan, dan satu hal yang pasti selama ini anak mama ini tidak pernah sekalipun mengecewakan mama..” Ucapnya sambil tersenyum dan memandang sayang kepada anaknya.
Kata – kata mama Maya yang mengatakan tidak pernah mengecewakan langsung membuat nyalinya ciut saat itu juga.
“Apakah kamu menginginkan sesuatu Lady?” sambung Maya,
“Aku??? Mengi.. inginkan sesuatu ma? Maksudnya?” Lady gelagapan seperti tertangkap basah,
‘tentu saja aku menginginkan sesuatu ma... aku menginginkan restu darimu untuk menikah dengan Kak Reynold pria yang tidak lain adalah ayah dari anak yaang ku kandung, aku sangat yakin saat ini aku sedang hamil’ Guman Lady dalam hati.
“Iyah..., kamu seperti akan meminta sesuatu kepada mama...” jawab mamanya menatap tajam kepada Lady,
“Ma..., jangan lihat Lady gitu dong..., ngeri tau ma..” Lady berkata manja membuat sang mama langsung tertawa.
“Ini bantu mama menyiapkan segalanya”
Setelah segala sesuatunya telah siap di meja makan, Lady menatap Mama Maya sedang menaiki tangga rumahnya, dan masuk ke kamarnya, namun tidak seberapa lama mama keluar dengan sebuah kantong plastik,
“Lady mama belikan kamu baju pesta untuk acara pertunangan rekan kerja papa, ini bajunya cantik sekali dan mama memilihkan bentuk dada sabrina, kamu kan sudah dewasa, sedikit seksi tidak apa, asal tetap sopan” goda mama kepada anaknya,
“Terima kasih ma..” Ucap Lady seraya menerima kantong plastik butik yang di berikan mamanya.
“Loh.... kok bengong.. ayo di coba sana..” perintah mama sambil mendorong tubuh Lady agar berjalan menuju ke kamarnya.
Mama Maya berkata kepada Lady berharap jika pakaian yang dibelinya akan terlihat cantik dan sempurna di tubuh anaknya.
Dengan sedikit tertawa Lady masuk kedalam kamarnya dan mencoba baju tersebut, alhasil baju yang dibelikan sang mama ternyata kekecilan, dan bagian dadanya terlihat menyembul keluar, dengan Panik Lady ingin membuka baju yang dikenakannya sesegera mungkin, namun tiba – tiba pintu kamar terbuka dan mama melihat Lady dengan melongo.
“Loh... kekecilan yah??” Tanya mama Maya seraya berjalan menuju kedepan cermin tempat anaknya berdiri,
“I..I..Iyah ma..” Jawab Lady tergagap dan seketika itu juga merasa mual, Lady yang tidak dapat menahan rasa mual akibat gerogi dan mencium bau baju baru langsung berlari ke toilet dan muntah – muntah di sana.
DEG!! Jantung mama Maya berdetak seolah memiliki firasat buruk kepada anaknya, namun mama Maya masih menahan gejolak prasangka di dadanya melihat tubuh anaknya yang melebar juga buah dada yang semakin membusung ‘Ini bukan body kamu Lady’ guman Maya dalam hati menahan teriakannya.
“Sudah – sudah.. buka bajumu nak.. sudah kayaknya kamu kecapekan yah.. selama ini mama lihat kamu juga sibuk sekali persiapan untuk KKN kan?, ayo sini mama gosokkan minyak kayu putih di punggungmu nak.” Tawar Mama Maya,
Baiklah kalau begitu ucap Maya sambil berusaha tersenyum di depan anaknya.
Malam itu baik Lady maupun Mama Maya sama – sama tidak bisa tidur, Mama Maya yang sangat gelisah dengan keadaan anaknya segera saja menelpon supirnya dan meminta supirnya untuk membelikan test pack kehamilan di apotik terdekat,
“Ibu hamil lagi?” tanya Kang Kadir saat mendapatkan perintah dari Ibu Maya,
“Kamu ini!! Di perintah malah tanya – tanya! Emangnya kenapa kalau saya hamil lagi hah?!! Apa karena anak saya sudah lima?! Jadi nggak boleh punya anak enam gitu?!” bentak Maya kepada Kang Kadir karena kesal, pikirannya sedang kalut memikirkan anak pertamanya malah di tanya – tanya begini sama supirnya, bikin darahnya mendidih dan naik pitam saja.
“Ba..baik bu.. maaf, ini uangnya saya terima saya pergi dulu bu..” Seraya mengambil uang dari tangan Nyonya Besar yang ada di hadapannya Kadir langsung berlari dan mengambil sepeda motor lalu segera bergegas ke Apotik.
Ketika Test kehamilan sudah di tangannya, Maya memutar otak bagaimana caranya untuk mengelabuhi Lady, Maya takut anaknya curiga jika Maya menyuruh Lady langsung memakai test pack yang berada di tangannya saat ini.
Keesokkan harinya setelah sarapan pagi, Maya pura – pura mengumpulkan kelima anak – anaknya
“Anak anak mama... kemarin teman papa baru saja ada yaang masuk rumah sakit karena terkena Hepatitis, dan apakah kalian ingat bahwa tiga hari lalu, Tante Merry kesini dan bercengkerama dengan kita berenam, lalu berpamitan dengan mencium kita semua, sekarang tante Merry sedang di rawat di rumah sakit, dan itu membuat mama sangat khawatir, berhubung kalian semua pagi ini akan pergi ke sekolah, maka mama tidak bisa membawa kalian semua ke rumah sakit untuk test urin. Tapi tadi mama sudah telpon papa dan papa bilang akan mengirim tim kesehatan kantor untuk memeriksa kita semua, sekarang ini ambil tabung kaca ini masing – masing dan tulis nama kalian lalu pipis di masing – masing tabung yang kalian bawa. Tim kesehatan akan datang satu jam lagi.”
Mama Maya menahan rasa deg – deg an di dadanya, takut jika rencananya diketahui oleh Lady.
Lady yang juga takut jika benar – benar akan terkena hepatitis menjadi anak yang pertama kali memberikan urinnya kepada Mama Maya.
“Mah.. Bagaimana keadaan Tante Merry ma?” tanya Lady dengan khawatir,
“Parah.” Jawab mama singkat “Sudah kamu ke kampus saja sekarang” perintah mama Maya kepada Lady,
“Baiklah ma..” jawab Lady segera masuk ke kamar dan bersiap – siap, semua adik – adik Lady juga sudah memberikan tabung berisikan urin dan langsung saja ke mobil untuk diantarkan ke sekolah oleh Kang Kadir.
Ketika suasana rumah sudah sepi dan tinggal mama Maya di ruang tengah tersebut dengan bergegas mama Maya memasukkan Test kehamilan yang sudah di beli semalam ke dalam tabung urin milik Lady, beberapa detik pertama Mama Maya berharap firasatnya salah, Namun pupus sudah harapannya ketika yang dilihatnya adalah tanda positif pada test kehamilan tersebut.
Mama Maya yang histeris berteriak sambil menggelengkan kepalanya lantas tersungkur di lantai, dan suara tangisan Mama Maya membuat Lady yang berada di dalam kamar segera berlari keluar untuk melihat apa yang sudah terjadi,
“Mama!! Mama!! Ma.. ada apa Ma?” Tanya Lady Panik lalu memeluk mamanya, Lady bingung dengan apa yang terjadi saat itu, Lady terus mengusap punggung Mama Maya untuk menenangkannya, ketika keadaan semua telah menjadi lebih tenang, dan terdengar hanya suara mama Maya yang sesenggukan, Lady kembali bertanya
“Ma.. mama kenapa?” tanya nya lembut..
“Ke..kenapa.. Lady? Kenapa kamu membuat Aib dalam Keluarga ini?!” dengan terbata Mama Maya bertanya kepada Lady yang terkejut mendengar pertanyaaan mama Maya.
To Be Continue...
Hai Guys teman – temanku yang baik hati, boleh dong like and comennya.. biar Author makin semangat dan semakin terinspirasi, Thank You
Btw, Jangan lupa mampir di novel pertama Author yang berjudul “Aku Adalah Indah” sudah end serta lanjutannya “Aku Adalah Indah” part 2 yang saat ini juga lagi on going.
Follow IG Author yah.. @lizbet.lee
Jangan lupa like dan voting yah.. teman – teman