STRONG IN BETRAYAL

STRONG IN BETRAYAL
Bab 25. KISSMARK



Suasana tidak nyaman terlebih ketika harus bersinggungan dengan satu – satunya keluarga yang dimiliki oleh Reynold adalah suasana yang selalu dihindari bahkan bila perlu jangan sampai terjadi ketegangan seperti saat ini, Rey masih berusaha untuk menenangkan Victor yang kala itu terlihat tidak lagi seperti Victor yang beberapa minggu lalu menasehatinya di apartemen dengan penuh kasih dan sayang.


“Aku bisa menjelaskan semua Pa..” mendengar ucapan Reynold, bukannya menjadi tenang Victor malah semakin emosi, wajah berubah menjadi merah akibat menahan amarahnya yang tak tertahankan.


“Diam Kau!!! Pengecut!” dengan menahan suaranya Victor menatap tajam tepat di kedua manik mata Reynold,


“Sudah kukatakan Kau makan dengan tenang agar tidak ada yang mendengarku sedang memakimu!! Apa Kau paham? Anak Bodoh!” Reynold tidak mau lagi berdebat dengan pria dihadapannya.


Sambil memakan makanan yang tidak lagi terasa enak serta tidak membangkitkan selera, umpatan demi umpatan juga menjadi makanan yang harus di telan oleh Reynold, walau sebenarnya semua umpatan dan tuduhan dari Victor memang pantas diterima oleh Reynold tapi tetap saja Reynold merasa jengah dengan keadaan ini.


“Jangan mengulangi kesalahan yang sama dengan yang pernah Aku lakukan Reynold, mengapa Kau malah bermain api dikala ada seorang bayi sedang bertumbuh di kandungan calon istrimu, tidak kah Kau memikirkannya? Reynold..., apa yang membuatmu bertindak begitu bodoh?” pertanyaan Victor membuat Reynold gelagapan.


“Apa maksud Papa? Aku tidak paham..” elak Reynold kepada papanya, “Aku menghindar karena aku jengah dan jenuh dengan sikap Maya kepada diriku dan keluarga kita Pa...” walaupun tidak sepenuhnya bohong, namun Reynold tetap saja menutupi kebobrokan yang sebenarnya di hadapan Victor.


“Aku adalah Papamu Reynold, Aku tau apa yang sedang kamu lakukan, dan Maya memang menyebalkan tapi bukan itu alasan utamamu.., siapa wanita itu hah?!” todong Victor begitu saja,


“Papa..., kumohon jangan mengada – ada pa...” ucap Reynold tidak berani menatap wajah Victor yang tengah memperhatikan tingkah anaknya.


“Oh Begitu ?! jadi bagimu sekarang Papa sedang mengaada – ada yah..? ckckck.. Papa tidak menyangka, ternyata itu penilaianmu kepadaku, lantas kali ini tolong jawab dengan benar apakah aku mengada – ada melihat Kissmark di leher kiri mu? Kamu mau bilang apa? Di gigit nyamuk? Di patok ular?” sindir Victor kepada anaknya,


Reynold lantas tidak lagi dapat mengelak dan berargumentasi dengan Victor, “Nanti untuk Fitting kamu pergi saja dengan Papa, Biar bagaimanapun Aku akan sangat malu jika ada orang yang melihat apa yang saat ini sedang kulihat Rey.


“Maafkan aku Pa..” lagi lirih Reynold, setelah melihat makanan anaknya habis, Victor tetap saja duduk di depan kursi meja makannya Reynold, semua itu dilakukan agar Reynold tetap aman di hadapan calon besannya. Victor sesekali tertawa dan tersenyum hanya untuk menutupi keadaan yang sebenarnya jika dia kini sedang murka.


“Tinggalkan dia! Siapapun wanita itu tinggalkan dia agar jangan sampai kamu menyesal dikemudian hari, Ingat Reynold ucapan papa jarang sekali meleset, papa tidak sedang menyumpahi kamu, tapi papa sedang memintamu kembali pada jalur yang tepat, sebentar lagi kau akan menikah dan anakmu akan segera lahir, tidakkah kau berpikir menghabiskan waktu dengan mereka akan jauh lebih indah Rey?” Hati Reynold trenyuh mendengar kata anak di telinganya.


“Pa..., bagaimana jika Rey sedang bertemu dengan wanita tepat di waktu yang salah pa?” tanya Reynold berharap mendapatkan wejangan dari papa Victor,


“Maka dia adalah racun atau sebuah nafsu sesaat Rey..., orang yang mau menikah itu pasti menghadapi tantangannya sangat besar sekarang semua tergantung individual masing – masing, apakah kalian mau sama – sama berjuang, atau hanya Lady saja disini yang berjuang? Sedangkan kamu? Masih ingin bermain api?! Lantas bagaimana dengan masa depan kalian?”


“Pa...”


“Tapi... yang satu ini sangat berbeda dan Aku... Aku tidak sanggup melepasnya begitu saja..,” Victor semakin geram dan tidak habis pikir dengan apa yang baru saja di dengarnya,


“Reynold...” sambil menahan sesak di dadanya, “Papa tidak akan pernah mau mengenalmu jika sampai Kau batalkan pernikahan ini, dan percayalah...” kini mata tua milik Victor mengeluarkan setetes air mata, “Percayalah bahwa suatu hari penyesalanmu tidak akan berarti..., Kau hanya akan mati dengan penyesalan yang tidak terselesaikan..., Lady adalah wanita yang sangat baik dan lembut, dia akan menjadi Istri yang baik untukmu, Kau pasti akan menyesal Rey..., satu yang Papa minta, jangan pernah berpikir untuk membatalkan pernikahan yang tinggal beberapa hari lagi! Itu saja permintaan dan pesanku!”


Rey tertegun melihat Victor menangis di hadapannya, mereka masih sama – sama terdiam..,


“Wah..wah.. wah... sepertinya Kalian lagi larut dalam Deep Talk yah.., dari tadi saya perhatikan kalian sangat serius, ada apa Pak? Kok sampai merah gitu wajahnya..” Tiba – tiba saja Maya sudah berdiri diantara kedua Pria tersebut.


Victor langsung saja berdiri dan sedikit mengangguk kepalanya “Ibu Maya.., iyah.. saya sangat terharu tidak menyangka jika sebentar lagi Reynold kecil saya ini akan menikahi wanita lemah lembut seperti Lady..., saya sangat bersyukur..” Reynold menatap dengan rasa muak dalam hati melihat Victor yang berucap salah tingkah dengan bahasa tubuh seolah – olah mereka tidak sederajat.


“Iyah benar sekali Pak Victor, saya juga tidak menyangka kalau Lady yang saya kenal sangat polos dan lembut, bisa membohongi saya sampai hamil seperti ini, semua itu pasti karena besarnya rasa cinta yang dimiliki Lady kepada anak Pak Victor..” sindiran Maya memang selalu saja tajam, seketika itu juga Reynold tertunduk malu bercampur kesal ketika netra Maya menatap sendu pada calon menantunya itu.


“Rey..., itu Lady sudah datang..., Aku rasa Kamu sekarang harus ke butik untuk fitting Jas kamu yah..., Pak Victor mau ikut atau sini saja?”


“Saya ikut saja Bu Maya..., saya sangat ingin melihat anak saya memakai Jas Pengantinnya..” Ucap Victor dengan semangat,


“Iyah tentu saja..., Jas itu sangat mahal...” bisik Maya ketelinga Victor, namun tetap saja terdengar di telinga Reynold, Reynold mengepalkan kedua tangannya dan memandang sinis pada calon besannya, dadanya sudah kembang kempis, wajah sudah memerah, sebuah keringat sudah menetes dari pelipis kepalanya, kakinya otomatis berdiri dari tempat duduknya, dan...


To Be Continue...


Hai Guys teman – temanku yang baik hati, boleh dong like and comentnya.. biar Author makin semangat dan semakin terinspirasi, Thank You


Btw, Jangan lupa mampir di novel pertama Author yang berjudul “Aku Adalah Indah” sudah end serta lanjutannya “Aku Adalah Indah” part 2 yang saat ini juga lagi on going.


Follow IG Author yah.. @lizbet.lee


Jangan lupa like dan voting yah.. teman – teman 