STRONG IN BETRAYAL

STRONG IN BETRAYAL
Bab 35. Aku hanya Ingin bersama suamiku



“Rey..., Papa berharap kamu bisa menjaga Lady dengan baik yah nak..., Papa percaya kamu akan menjadi suami dan ayah yang baik untuk anak dan cucuku” Hendrik menatap sendu kepada menantunya, Rey yang mendengar ucapan mertuanya mengangkat wajahnya dan menatap kedua manik Hendrik dengan perasaan bersalah, tak kuat melihat begitu besar kasih sayang Hendrik yang terpancar pada sorot matanya membuat Rey langsung menundukkan kepalanya saat itu juga.


“Aku..., akan berusaha Pa..., Aku sangat berharap rumah tangga kami bisa terus rukun..” ucapan Rey saat ini bukanlah hanya sekedar menenangkan hati sang mertua, tapi juga sebuah doa yang memang ia inginkan, Rey bahkan berdoa agar dapat melupakan Riska yang terus saja mengganggu isi hati dan isi kepalanya,


Ketika kedua Pria berbeda generasi itu sedang berbincang, Lady masih melipat baju – bajunya, memang semua ini seolah sangat mendadak, tidak terpikir jika habis honeymoon dia akan segera di gotong oleh Rey untuk ke Apartemennya, tapi keinginan Rey juga tidak bisa di abaikan begitu saja, Lady juga paham jika Rey dan Maya bagaikan musuh bebuyutan yang tidak dapat bisa akur, disatu sisi Lady harus menjaga perasaan Ibunya namun di sisi lain Lady juga harus menjaga rumah tangga yang baru saja hendak di bangunnya, semua itu sebuah dilema yang sangat berat bagi siapapun diposisi Lady.


Baru saja selesai dengan baju – baju dan buku – buku, ketika Lady hendak mengambil beberapa barang – barang lainnya, Maya membuka pintu kamar itu dan terkejutlah Maya melihat Lady yang sudah mempacking sebagian besar barang – barangnya.


“Apa – apaan ini Lady?!!” bentak Maya, membuat Lady terjingkat kaget dengan suara melengking sang bunda.


“Yah ampun ma..., kenapa harus teriak – teriak sih ma?” ucap Lady sambil mengelus dadanya, dan melanjutkan aktivitasnya, Lady tetap membereskan semua barang – barangnya dengan rapi, di koper – koper dan d kontainer – kontainer plastik yang tersedia di kamar miliknya.


“Kamu mau ngapain Hah?! Kenapa semua barang – barang di packing kayak gini Lady?! Kamu mau kemana?” tanya Maya masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


“Ma..., Lady mau ke Apartemennya Rey ma....” Lady langsung berhenti merapikan barang – barangnya dan berjalan mendekati Maya,


“Lady akan tinggal disana, karena Lady sudah menikah ma.., doakan Lady agar bisa menjadi istri yang baik untuk Rey yah ma..., seperti mama menjadi Istri yang baik untuk papa dan mama yang sempurna untuk kami anak – anak mama yang sangat banyak..” Kekeh Lady.


Bukannya terharu atau senang dengan apa yang di dengarnya, Maya menahan murka, wajahnya berubah menjadi merah karena emosi, Maya menatap tajam kepada Lady, “Mama... tidak pernah mengijinkan kamu keluar dari rumah ini! Kamu harus tetap disini Lady, apa kamu paham itu?!” ucap Maya berusaha untuk menahan rasa emosi yang sudah siap meledak di dadanya.


“Tapi ma..., Lady mohon ma.. Lady hanya ingin bersama suami Lady ma... Papa bahkan mengijinkan Lady untuk ikut dengan Rey ma..., kenapa mama selalu saja menghalangi Lady ma? Bukankah kini Lady sudah menikah ma..., Lady ingin ikut dengan suami Lady ma..” kini Lady yang sudah mulai frustasi dengan sikap Maya mulai berbicara menahan isak tangisnya yang siap meledak sebentar lagi.


Keduanya sama – sama sedang menahan perasaannya masing – masing, ibu dan anak itu kini bersitegang tanpa ada siapapun yang mengetahuinya.


“Mama tidak pernah melarang kamu untuk hidup bersama suamimu, tapi mama tidak percaya jika kamu meninggalkan rumah ini dan hidup dengannya di apartemen miliknya, mama takut kamu menderita di sana Lady, apa kamu tidak paham bagaimana besarnya rasa sayang mama kepada kamu selama ini hah?! Pokoknya mama tidak ijinkan kamu ikut ke sana!”


“Ma..., Lady tidak bisa nurut mama kali ini ma..., maaf ma,, Lady datang kesini bukan untuk meminta ijin ma.., Lady datang untuk berpamitan ma...” lagi Lady berusaha pada pendiriannya.


“Reynold yang harus tinggal disini, apa kamu lupa apa yang sudah mama katakan? Kamu menikah belum waktunya Lady, kamu menikah hanya untuk menutup aib keluarga ini, kamu harusnya menikah setelah lulus kuliah, maka sampai kuliahmu lulus... kamu tidak akan kemana – mana, kamu tetap tinggal disini, bersama mama dan papa. Mama tidak mau mendengar bantahan apapun lagi, sekarang mama akan keruang tamu untuk meluruskan semuanya, bukankah kata papamu dia mengijinkannya kan?! Mama akan membatalkan semua rencana kalian untuk keluar dari rumah ini!!” Maya langsung berjalan seperti biasa dengan angkuhnya dia melangkah kedepan, kearah ruang tamu.


Terlihat jika Rey sedang berbincang hangat dengan Hendrik, mereka bahkan belum menyadari jika Maya datang dengan wajah memerah,


“Hai ma...” tegur Hendrik,


“Mama tidak setuju Jika Lady keluar dari rumah ini...” Ah... lagi – lagi Maya bertindak tanpa pikir panjang, bahkan tingkahnya tidak mencerminkan kedewasaan yang seharusnya dimilikinya.


“Apa – apaan ma?!” Hendrik lalu berdiri menghampiri Maya,


“Aku tidak mau anak kita pergi pa..., Aku tidak ikhlas, Lady seharusnya belum menikah, seharusnya dia masih bersama dengan kita, kalau bukan karna dia ini, yang sudah menghamili anak kita, Lady tidak akan memberesi semua barang - barangnya untuk ikut dengan dia!!” Tunjuk Maya kepada Reynold tanpa mau menyebut nama menantunya sendiri.


“Dia adalah suamiku ma..., aku harus ikut dengannya, apapun itu ma... Lady tetap harus ikut dengan Reynold, baik seijin mama ataupun tanpa seijin mama, Lady datang kesini hanya pamit ma..” Lady menegaskan keputusannya yang tidak ingin di ganggu gugat oleh siapapun sekalipun itu mamanya sendiri.


Maya yaang melihat perubahan sikap Lady yang biasanya tidak pernah menolak keinginannya menjadi sangat murka, semakin benci melihat Reynold, lantas Maya emosi dan menunjuk wajah Reynold, “Kamu yang telah merusak anakku!!! Kamu yang membuat anakku pergi dariku!! Kamu lelaki terkutuk!!” teriak Maya,


“Kau Gila Ma!!” bentak Hendrik langsung menarik paksa Maya untuk ikut dengannya, sambil berteriak “Rey bawa saja Lady pulang bersama mu..” dan Hendrik terus saja menarik paksa hingga mereka masuk dikamar.


“Kak.. maafkan aku..” lirih Lady sambil menangis,


“Sudahlah.., ayo kita pulang, aku bantu kamu membawakan koper – koper dulu dan buku – buku untuk kuliah yah...” ucap Reynold sambil menahan rasa malu bercampur marah kepada Maya, namun Reynold tetap merasa iba kepada Lady yang sudah membelanya di hadapan kedua mertuanya.


Lady yang menangis dalam diam berjalan sambil menarik kedua kopernya, sedangkan Rey mengangkat sebuah kontainer berisikan buku – buku Lady, mereka lalu pulang tanpa berpamitan lagi, belum sampai di apartemen ponsel Reynold terus saja bergetar tiada henti, membuat Rey bingung siapa yang menelponnya tiada henti, namun karena menyetir Rey terus saja mengabaikannya begitu saja.


Sesampainya diparkiran, ketika Lady sudah turun dari mobil untuk menunggu Rey membuka bagasi mobil lagi – lagi getaran pada ponselnya terasa dan Rey melihat nama Riskalah yang telah memanggilnya berulang – ulang kali.


“Lady..., ini akses apartemenku, kamu masih ingat kan arah ke unit kita?” ucap Rey sambil memberikan kartu akses unitnya kepada Lady,


“Iyah masih kak..”


“Yah sudah kamu duluan yah..., kakak mau panggil satpam untuk sama – sama menurunkan kontainer ini, biar nggak bolak balik naik turun...,”


“Baiklah kak.. Lady duluan yah..., nanti Lady ijin mandi yah kak..”


“Yah ampun.., kenapa harus ijin..., kamu unit itu kini sudah menjadi milikmu juga..”kekeh Rey lalu mengecup kening Lady, dan Lady lantas meninggalkan Rey yang masih di parkiran mobilnya, setelah memastikan Lady masuk ke gedung apartemennya, Rey langsung mengangkat ponselnya.


“Apakah kamu sudah cukup gila Riska? Tidakkah kau ingat jika aku sudah menikah? Kumohon Riska berhentilah seperti ini..” Reynold sangat frustasi dengan sikap Riska yang terus saja mengejarnya.


“Iyah!!! Aku sudah gila.., aku tidak akan berhenti sampai kau kembali kepadaku, kau juga harus mempertanggung jawabkan semua perbuatan mu kepadaku, dan aku menagih janjimu agar anak kita tidak lahir di luar nikah!” Reynold seketika tercekat dengan apa yang baru saja di dengarnya, suara seksi dan serak itu bahkan terdengar sangat mengintimidasi di telinga Reynold.


“A..Apa...Apa maksudmu?” degup jantung Reynold begitu kencang, masalah apalagi ini..., kenapa tidak ada habisnya masalah yang di hadapinya.


“AKU HAMIL REYNOLD..., Keringat dan peluh serta kenikmatan itu menjadi janin di dalam kandunganku...” Kekeh Riska terdengar jelas di telinga Reynold yang memanas.


“A...Apa?!” Rey masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


To Be Continue...


Hai Guys teman – temanku yang baik hati, boleh dong like and comentnya.. biar Author makin semangat dan semakin terinspirasi, Thank You


Btw, Jangan lupa mampir di novel pertama Author yang berjudul “Aku Adalah Indah” sudah end serta lanjutannya “Aku Adalah Indah” part 2 yang saat ini juga lagi on going.


Follow IG Author yah.. @lizbet.lee


Jangan lupa like dan voting yah.. teman – teman 