STRONG IN BETRAYAL

STRONG IN BETRAYAL
Bab 28. TOPENG!!



Dengan perasaan yang was –was pada dirinya sendiri, Reynold yang berusaha membulatkan tekadnya untuk bertemu dengan Riska dengan tujuan untuk mengakhiri hubungan mereka dan di akhiri dengan sebuah undangan pernikahannya bersama Lady seolah tak percaya akan dirinya sendiri yang begitu lemah jika sudah berhadapan dengan wanita sensual nan sintal ini.


Diatur nafasnya agar lebih teratur, walau tak dapat dipungkiri kini jantungnya pun bertalu keras tak beraturan, serasa hampir kehilangan akal sehatnya Rey akhirnya memantapkan dirinya sendiri, membuka pintu mobil dan melangkah gagah menuju ke gedung Apartemennya Riska, sambil menelpon ponsel Riska,


“Ini bahkan belum pukul tujuh Rey...” sambutnya setengah tertawa,


“Iyah aku tau, segera berikan aku akses otomatis untuk ke apartemen mu..” ucap Rey datar,


“Okay sayang...”


Kini sepasang kaki gagah telah berdiri di depan Pintu Apartemen, menunggu sang empunya untuk datang membuka pintu tersebut, dalam hatinya Rey tidak yakin jika Ia akan pulang secepat yang direncanakan, sambil menahan nafasnya sendiri Rey bersiap dengan apa yang ada di balik pintu ini, kini suara kunci terbuka terdengar jelas ditelinga Rey, dan ketika gagang pintu berputar seiring sedikit terbukanya pintu Itu, Rey melihat sepasang sepatu high heels merah tua berdiri sejajar dengan sepatu hitam miliknya.


Rey masih menundukkan kepala tak berani menatap wajah Riska, punggungnya naik dan turun entah gejolak apa yang di tahannya hingga Rey tak sanggup berbuat apa – apa selain berdiri mematung dengan keringat yang terus bercucuran.


“Apakah Kamu akan terus berdiri di luar?” mendengar suara serak dan lembut itu langsung saja meruntuhkan tembok pertahanan yang memang tidak terbangun dengan sempurna, Hati Rey teriris, Rey sadar bahwa ternyata Riska memang benar – benar jatuh cinta dengan Riska, namun hati kecilnya kembali mengingat Victor dan Lady, kalau sudah begini apa yang harus dilakukannya?


“Rey..., ada apa denganmu?” Riska khawatir melihat Rey yang tidak seperti biasanya,


“Rey..., ayok masuk dulu.., jangan begini, nanti ada yang lihat..” ucapnya sambil menarik tangan Rey untuk ikut masuk ke dalam Apartemennya, Rey masih diam seribu bahasa walau hati dan pikirannya sedang merangkai kata – kata apa yang harus sampaikan kepada Riska.


“Rey..., kamu kenapa? Apakah ada masalah?” kini Riska benar – benar khawatir dengan Pria tampan di hadapannya ini,karena masih tidak ada jawaban apapun dari bibir Rey, Riska langsung saja memeluk dan mengecup bibir Rey dengan singkat, sekali.., dua kali..., hingga beberapa kali kecupan singkat itu langsung disambut oleh Reynold menjadi pagutan dalam, seolah sedang menyampaikan kegalauan hatinya lewat tiap ******* Rey terus memagut bibir seksi Riska tanpa jeda, sambil berjalan maju Rey mendorong lembut tubuh Riska hingga terjatuh di sofa empuknya.


Hingga keduanya berhenti sejenak untuk mengambil udara ke paru – paru masing – masing, dengan lembut Riska mengusap lembut wajah Rey yang masih memancarkan kesakitan tak tertahan, Rey yang tak kuat dipandang sedemikian rupa lantas memalingkan wajahnya dan mendudukkan dirinya sendiri di sofa tersebut di ikuti oleh Riska yang juga bangun dari posisi sebelumnya berubah menjadi duduk sejajar dengan Rey.


Kini Riska tidak lagi menanyakan apa – apa kepada Rey, bibirnya terkunci sambil menatap tajam kepada Rey seolah meminta penjelasan akan sikap aneh Rey, beberapa menit mereka hanya diam seribu bahasa, merasa haus Riska beranjak dari tempat duduknya dan berdiri untuk meninggalkan Rey sejenak, namun pergelangan tangan bergelang emas putih itu di tarik oleh Rey, yang akhirnya tidak lagi kuat untuk diam.


“Maafkan Aku Riska..” kata itu, yah kata maaf yang terucap,


“Apakah Kau akan meninggalkanku?” Tanya Riska tanpa beban dan tegas, sikap inilah yang membuat Rey terjebak di pusaran api cinta Riska, Rey yang terbiasa terlihat tegas, cuek dan tegar di hadapan para wanita manja, malah tak berkutik ketika bertemu dengan versi dirinya sendiri bahkan lebih unik dalam wujud wanita yang bernama Riska.


“Kita seharusnya tidak pernah bisa menjadi ‘Kita’ Riska.., selama ini.., Aku... arrrggghh!!!!” Rey kalut, tak lagi dapat melanjutkan apa yang akan diucapkannya.


“Baiklah..., Kamu dan Aku tidak akan pernah menjadi ‘Kita’, No problem.. Jika dari awal Kamu hanya ingin one night stand denganku seharusnya kamu berterus terang Reynold, kamu tidak perlu memakai Topeng yang bertuliskan atas nama cinta, Aku wanita dewasa dan bebas.. Aku tidak keberatan jika sama – sama suka..” Kekeh Riska santai, walau dalam hatinya ada sebuah badai yang luar biasa.


“Aku tidak pernah memakai Topeng Riska.. Aku memang mencintaimu namun kita bertemu di waktu yang salah, tapi percayalah.. Kamu adalah orang yang tepat namun hadir di waktu yang salah..” Lirih Rey sambil membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah Undangan berwarna Silver bertuliskan tanggal dan nama calon pengantin yang tidak lain adalah dirinya sendiri.


Reynold memberikan undangan tersebut kepada Riska dengan tangan gemetar, Riska yang sangat terkejut berusaha menutupi keterkejutannya dengan sebuah tawa palsu, Riska mengambil Undangan tersebut dari tangan Rey lalu mengangkatnya, “Kamu pikir Aku tidak tau ini apa?” Tanya Riska kepada Rey yang langsung saja mendongakkan kepalanya.


“Aku tau kamu akan menikah Rey.., Namun kamu mengatakan cinta, jadi kupikir orang yang menikah saja bisa bercerai apa lagi orang yang akan menikah, bila bukan jodoh maka mereka bisa membatalkan pernikahan mereka bukan?” Kalimat enteng yang terdengar itu sebenarnya adalah kata – kata yang paling berat yang pernah terucap dari bibir Riska, Riska berbohong jika Ia tau Rey akan menikah dan tantangan untuk membatalkan pernikahan tersebut adalah sebuah ke egoisan yang paling besar dalam hidup Riska.


“Karena Aku yakin kamu akan meninggalkannya untuk memilih diriku..” Ucap Riska penuh percaya diri walau sebenarnya Riska ketakutan jika dialah yang akan ditinggalkan oleh Rey.


“Maafkan Aku.. Aku tidak bisa meninggalkan Lady...” ucap Rey sambil menundukkan kepalanya.


“Oh..wanita itu bernama Lady” guman Riska dalam hati, “Yah sudah kalau tidak bisa Rey..., Aku tidak memaksanya..” jawab Riska sambil mengelus kepala Rey dengan lembut, merasakan sentuhan tangan wanita dihadapannya hati Rey kembali bergejolak dan menikmati setiap sentuhan itu dengan menutup kedua matanya.


Riska sadar jika dirinya adalah kelemahan Rey.., Ia tidak ingin melepaskan Rey sama sekali, Riska bertekad untuk merebut Rey apapun yang terjadi, baru kali ini Riska merasakan keinginan besar untuk memiliki seseorang dengan segala cara, Riska lantas mencium pipi Rey sambil menghembuskan nafas hangat dari hidungnya.


Merasakan itu, seluruh tubuh Rey meremang, Suara serak Riska kembali terdengar “Pergilah..kembalilah kepada Lady mu itu.., Aku tidak akan melarang..., biarlah ciuman ini menjadi ciuman terakhir untuk mu..., untuk ku.. untuk kita berdua sebagai tanda perpisahan..” bisikan Riska akan perpisahan tidak hanya terdengar sedih namun terdengar sangat... SENSUAL!


Reynold tak dapat lagi menahan hasrat prianya ketika ia membuka matanya dan mendapati wajah Riska tepat di depan wajahnya sambil melihat bibir Rey, Rey langsung saja kembali memeluk, mencium dan menghabiskan sore yang panas bersama dengan Riska di atas Sofa empuk milik Riska.


Tau jika ini adalah waktu penentuan bagi dirinya Riska melakukan banyak hal – hal yang belum pernah dilakukannya bersama Rey saat mereka bercinta, Kini seolah ingin membuat Rey semakin tak bisa lepas dengannya Riska bertindak lebih agresif dari yang biasanya mereka lakukan.


Tentu saja kenikmatan tiada tara di rasakan oleh Reynold yang sudah kehilangan akal sehatnya, kembali lupa jika Lady menunggunya, lupa jika ada janin yang bertumbuh di kandungan Lady adalah darah dagingnya sendiri, suara kenikmatan saling bersautan satu sama lain, peluh mereka menyatu hingga mencapai puncak kenikmatan bersama.


“Ini adalah yang terakhir...?” tanya Rey masih dengan nafas ngos - ngosan..


“Iyah... ini yang terakhir..., habis ini kembalilah kepada Lady mu itu..” jawab Riska tetap tenang..,


“Tapi...”


“Tidak apa..., mungkin dia sangat spesial hingga Kamu memilihnya dari pada Aku..”


“Bukan begitu Riska.., hanya saja dia...”


To Be Continue...


Hai Guys teman – temanku yang baik hati, boleh dong like and comentnya.. biar Author makin semangat dan semakin terinspirasi, Thank You


Btw, Jangan lupa mampir di novel pertama Author yang berjudul “Aku Adalah Indah” sudah end serta lanjutannya “Aku Adalah Indah” part 2 yang saat ini juga lagi on going.


Follow IG Author yah.. @lizbet.lee


Jangan lupa like dan voting yah.. teman – teman 