STRONG IN BETRAYAL

STRONG IN BETRAYAL
BAB.13. HISTERIS



Sungguh sebuah pertemuan yang sangat mendebarkan bagi Lady maupun Reynold akhirnya terjadi juga, ketika Lady harus menghadapi drama yang terjadi di mobil antara calon suaminya dengan ibu tirinya tentu saja itu sudah membuat nyalinya ciut seketika, Lady yang dari awal tidak pernah tau jika calon ibu mertuanya adalaah ibu tiri dari sang kekasih tentu saja menjadi sangat canggung ketika bersama.


Kini ketika di rasa semuanya berjalan dengan lancar, kedua belah pihak calon besan yang merupakan sama – sama kepala rumah tangga dapat berbicara dengan bijaksan dan menyejukkan, seketika menjadi kacau akan penghinaan yang terlontar dari Maya, yang tidak lain adalah ibu kandung Lady.


“Dua Ratus Juta????? Hahahahaha!!! Hanya Dua Ratus Juta?!” teriaknya dengan sarkas lalu menatap hina kedua orang tua Rey tak terkecuali Rey yang mendapatkan tatapan tajam dari Maya, sontak membuat seisi rumah menjadi hening dan terjadi bisik – bisik di belakang sana, Lady yang sudah shock melihat kelakuan mamanya hanya bisa terdiam dan meneteskan airmatanya tanpa ada respon apapun.


“Apa maksud anda?” kini Rey seolah naik pitam, di satu sisi Lady memahami bagaimana Rey tadi berhadapan dengan ibu tirinya yang sangat menyebalkan bahkan meminta waktu sejenak untuk berbicara berdua di dalam mobil, kini harus menghadapi calon ibu mertua yang sejak awal selalu menganggap remeh dirinya dan kini malah menghina Victor.


“Maksud ku?!! APA KAMU TIDAK TAU APA MAKSUDKU HAH?!!! Dua ratus juta adalah penghasilan bulanan terkecil dari suamiku, Lantas kalian hanyaa memberikan uang dua ratus juta untuk pesta pernikahan anakku???? Apakah kau tau berapa banyak tamu, kolega dan para saudara – saudara yang kami undang??” dengan angkuhnya Maya berbicara sehingga lupa bahwa pihak yang paling dirugikan jika pernikahan ini batal adalah anaknya sendiri, maka kesombongannya itu jatuh setelah seluruh dunia tau aib yang akan dipikulnya, namun akal sehat itu seolah tertutup akibat rasa ego yang begitu tinggi.


“Mama cukup!!” Lady memohon agar mamanya tidak lagi melanjutkan ucapan apapun yang ada di pikirannya.


“Apanya cukup, ini tidak cukup!! Ini tidak akan pernah cukup bagiku!!1 APA KAU PAHAM ITU ANAK BODOH!!” Kini Maya sudah berdiri tepat dihadapan Laady sambil mengguncang – guncangkan tubuh anaknya sendiri seperti orang kerasukan setan.


Tentu saja pemandangan ini menjadi pemandangan yang sangat menghibur bagi ibu tiri Rey, begitu menyakitkan kata – kata yang terucap dari mulut Maya membuat Rey sudah tidak tahan lagi, wajahnya memerah dan nafasnya memburu serta menatap tajam kepadaa Maya seolah ingin menerkam Wanita paruh bayah itu.


“MAYA HENTIKAN!!!!!!” Kini Hendrik bertindak dan membentak Maya juga dengan nafas memburu, “Apa yang kau inginkan hah?!! Apakah Kau ingin pernikahan ini batal?” tanya Hendrik dengan gusar, belum sempat Maya menjawab pertanyaan Hendrik, hendrik melanjutkan kata – katanya.


“Apakah Kau ingin seluruh kenalan, kolegaa, pelanggan dan keluarga jauhku maupun keluarga keluargamu tau jika anakmu hamil di luar nikah??!!! Apakah Kau ingin cucu yang akan di lahirkan anakmu besar tanpa seorang ayah?!! APAKAH ITU YANG KAU INGINKAN?!!!!!!!! APAKAH KAU SIAP MENANGGUNG SEMUA RASA MALU DAN CEMOOH YANG AKAN DATANG OLEH KARENA KESOMBONGANMU MAYA?!!” Hendrik sudah tidak bisa lagi menahan emosinya kepada Maya, Hendrik bahkan sudah perduli ada siapa di dala rumah itu dan bagaimana penilaaian orang – orang yang menyaksikan pertengkaran mereka.


Reynold yang masih emosi dengan nafas terengah, wajah memerah dan tangan di kepal kuat langsung dipeluk oleh Victor yang berusaha menenangkan anaknya, “Rey .. tetaplah tenang..” bisik Victor kepada Rey,


“Setenang dirimu saat kau tau mamaku mati bunuh diri?” Desis Rey, yang seolah kini pikirannya diselimuti kekalutan dan memori buruk yang terpendam lama seolah muncul kembali kepermukaan akibat tekanan penuh tekanan yang dihadapinya saat ini.


“SEMUA INI KARENA ANAKMU YANG TIDAK TAU DIRI INI!!!” Teriak Maya langsung menampar Lady, di pipi kiri dan kanannya secara membabi buta,


“TENTU SAJA KARENA LAAKI – LAKI ITU!!! Dia sengaja menghamili anak kita agar bisa menikah dan mengangkat derajat sosialnya, semua ini jebakan!! Semua ini jebakan semata Papa!! Mama bahkan tau jka ini adalah jebakan setelah mendengar bahwa dia adalah anak magang di kantormu dulu, KATAKAN INI JEBAKAN KAMU HANYA INGIN HARTA KAMI BUKAN?!! KATAKAN YANG SEBENARNYA!!” Maya kembali teriak – teriak tidak terkontrol.


Lady menyaksikaan perbuatan mamanya merasa sangat malu, jika bisa mati saja saat ini rasanya lebih baik Lady mati saat itu juga, tiba – tiba Lady berteriak histeris dan membuat Rey dibelahnya terkejut sekaligus tersadar dari emosinya terhadap Maya.


Namun yang Lady lakukan malah memungut satu potongan gelas yang paling besar dan hendak di tancapkannya ke arah perutnya, namun gagal ketika Rey mencegahnya,


“LEPASKAN!!LEPASKAN AKU KAK!! BIARKAN AKU MATI!! LEPASKAN!!” Teriak Lady dengan histeris.


“Sadarlah Lady.. jangan seperti ini..” ucap Rey terus menahan agar Lady tidak menyakiti dirinya sendiri, begitu juga Hendrik yang memeluk anaknya untuk menenangkan anaknya itu.


“Sudah Lady, ada papa disini, jangan hiraukan perkataan mamamu, ada papa disini, papa tidak akan meninggalkanmu, papa akan selalu ada untukmu nak..., kita akan lalui ini bersama – sama.., ingat anakmu, lihatlah Rey datang dengan keluarga untuk menikahimu bukan? Sudah jangan hiraukan siapapun, Aku kepala rumah tangga di keluarga ini, semua keputusan ada ditanganku, kamu akan menikah satu bulan lagi, dan pernikahan itu tidak akan batal. SIAPA SAJA MENCOBA MEMBATALKAN PERNIKAHAN ANAKKU SILAHKAN ANGKAT KAKI DARI RUMAHKU!! SIAPA SAJA!! APA KALIAN SUDAH JELAS?!!!”


Tegas Hendrik sambil menatap tajam kepada Maya Istrinya yang alngsung saja menundukkan wajahnya sambil menahan rasa emosi.


“Maafkan aku papa... Maafkan aku..,aku lelah papa... aku lelah jika haarus menghadapi kekacauan seperti ini lagi..” Lady menangis sejadi – jadinya dalam pelukkan Hendrik, dan dengan perlahan melepaskan kaca gelas yang sejak tadi digenggamnya dengan erat sampai membuatnya berdarah – darah.


“Rey... tolong tenangkan Lady..” pinta Hendrik,


“Bawa dia kekamarnya” dan Rey pun menuntun Lady yang sudah lemas menuju kekamarnya, Namun Lady yang sudah terlalu banyak menangis serta melihat darah menetes deras dari telapak tangannya langsung pingsan dipelukkan Rey.


“Lady... Lady.. sadarlah Lady..” ucap Rey sambil menepuk – nepuk pipi kekasihnya.


To Be Continue...


Hai Guys teman – temanku yang baik hati, boleh dong like and comentnya.. biar Author makin semangat dan semakin terinspirasi, Thank You


Btw, Jangan lupa mampir di novel pertama Author yang berjudul “Aku Adalah Indah” sudah end serta lanjutannya “Aku Adalah Indah” part 2 yang saat ini juga lagi on going.


Follow IG Author yah.. @lizbet.lee


Jangan lupa like dan voting yah.. teman – teman 